NovelToon NovelToon
CEO Belok Vs Colonel Cantik

CEO Belok Vs Colonel Cantik

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kang anna

Candra adalah seorang CEO yang memiliki orientasi penyimpanan seksual, Candra di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang colonel cantik.

Mereka selalu terlibat perselisihan satu sama lain, mereka selalu bertengkar dan tak cocok dalam berbagai hal.

Namun suatu keadaan membuat keduanya sadar tak mampu berjauhan satu sama lain, dan saling membutuhkan.

Akan kah mereka saling mencintai pada akhirnya? Biarlah takdir menyatukan keduanya di akhir.

*Bebas promosi novel lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan Aliya

Sebuah telfon berdering saat tengah makan malam bersama dengan keluarga Kostak, membuat kakek Rio segera mengangkatnya, wajah kakek Rio seketika pias mendengarkan berita dari telfon tersebut.

Chandra segera berdiri mencoba menenangkan kakek Rio, Chandra sangat khawatir jikalau itu berita buruk tentang Aliya.

"Jadi cucu saya bagaiman keadaannya," kakek Rio menitikan air matanya, kala mendengar keadaan cucunya yang tengah berada di ruang operasi.

"Iya menunggunya di sini," kakek Rio menutup ponselnya, membuat Chandra segera memeluk tubuh kakek Rio.

"Aliya terkena peluru di kepalanya saat menjalankan misinya, dan sedang di operasi saat ini," kakek Rio benar benar rapuh saat ini, cucu tunggalnya sedang dalam keadaan yang tidak baik baik saja.

"Lalu tunggu apa lagi? Mari kita ke sana," Chandra tampak tak sabaran melihat keadaan Aliya.

"Kata mereka demi keselamatan semua, maka kita di minta untuk menunggunya di sini, hingga Aliya dapat di pulangkan, atau setidaknya melewati masa kritisnya," kakek Rio berkata dengan lemah, rasanya semua dunianya hancur. Kekayaannya yang selama ini ia cari tak mampu menolongnya.

"Papa tenang jangan memikirkan hal hal buruk, sekarang kita berdoa saja semoga Aliya baik baik saja," tuan Omer mencoba menenangkan kakek Rio.

......................

Aliya harus aja selesai di operasi, membuat semua orang sedikit was was, para petinggi tengah rapat membicarakan tentang Aliya, apakah di pulangkan saat ini atau menunggunya melewati masa kritis.

"Bagaiman? Apa sebaiknya kita bawa pulang saja? Takutnya di sini terjadi sesuatu yang tidak tidak," salah satu rekannya mengajukan sebuah ide.

"Apa boleh begitu?" rekannya yang lain tampak sedikit bingung.

"Aku rasa seharusnya boleh, di sini tidak ada anggota keluarga, dan jika anggota keluarga berangkat dikhawatirkan keselamatan mereka, jika capten Aliya kita bawa, kita bisa memastikan keselamatan dia," rekan yang lain angkat bicara.

"Baiklah kami setuju dengan ide kalian, mohon untuk benar benar menjaga keselamatan capten Aliya," putus para petinggi tersebut.

Akhirnya dengan keputusan bersama, semua rekan sepakat membawanya pulang, dengan menjaga ketat keadaan Aliya.

Bahkan nyonya Yanti dan Kelvin berencana akan mengantarkan Aliya, namun segera di hentikan, takutnya orang orang akan mengincar mereka.

"Sebaiknya kita tidak serempak datangnya takutnya ada yang datang dan menyerang kita," salah satu rekan Aliya menolaknya secara halus.

"Bukankah mereka telah kalah?" Kelvin tampak sangat penasaran.

"Iya tapi untuk jaga jaga saat ini, tetapi jika kalin ingin tetap mengunjungan, maka datanglah setelah dua hari, kalian hubungi saja saya, maka saya akan menjemput kalian," jelas rekan Aliya lagi.

Akhirnya nyonya Yanti dan Kelvin menyerah, memilih membiarkan mereka berangkat, semua peralatan lengkap telah terpasang dan siap di gunakan di dalam jet khusus angkatan tersebut.

......................

Kakek Rio telah menunggu di salah satu lobi rumah sakit, yang di infokan oleh pihak militer, dan sebentar lagi Aliya akan di bawa ke sana. Keluarga Kostak juga menunggu di sana, sehingga menarik perhatian beberapa orang.

Tak lama kemudian Aliya telah sampai di bawa ke ruang sakit, ke empat orang dewasa tersebut segera berlari menuju samping ruangan yang telah di sediakan pihak militer. Ternyata ruangan tersebut adalah ruangan vviv.

Setelah Aliya di pindahkan dan dipasangi oleh alat baru, mereka baru di perbolehkan masuk. Kakek Rio segera masuk sembari menatap wajah Aliya yang tak berdaya. Riky tampak di antara mereka, Riky sengaja datang untuk melihat Aliya, Riky sangat khawatir karena itu sebelum ia berangkat tugas, Riky menyempatkan diri untuk datang sekedar menjenguk Aliya.

"Dasar sudah kakek bilang hentikan saja kegiatanmu itu, lihat sekarang," kakek Rio mengomeli Aliya yabg tengah berbaring lemah.

"Pah sudah, ayo duduk dulu," nyonya Mona memberikan kursi kepada kakek Rio.

Sementara Chandra dirinya mematung melihat seluruh alat yang terpasang di badan Aliya, shock melihat mata tertutup nan pucat wanita yang selalu bertengkar dengannya.

"Al kamu bangun ya, soalnya liat banyak banget orang yang sedih liat kamu sakit, kamu baik baik di sini aku soalnya mau berangkat tugas," Riky sedikit tersenyum miris melihat keadaan Aliya.

^^^"Pergi aja lo sana, ga usah balik balik lagi, ga usah sok manis gitu dengan Al gue, pakai aku kamu lagi, jijik gue dengernya."^^^

Chandra berdecak kesal melihat dan mendengar ucapan dari Riky, jujur saja sebenarnya Chandra tak menyukai kehadiran Riky di sekitar Aliya.

"Kek, Chandra, om, tante, saya pamit harus pamit dulu," kata Riky sebelum akhirnya keluar dari ruang rawat inap tersebut.

Chandra kembali memandang wajah pucat tersebut, ingin rasanya Chandra memarahi wanita yang terbaring tersebut, namun juga merasa tidak tega.

^^^"Dasar lo ya, harusnya lo liat tadi kami buat nunggu lo doang di lobi rumah sakit selama setengah jam, eh lo suguhi semacam ini. Lo ga kasian sama kakek lo?" Chandra terus saja memandang lekat wajah Aliya.^^^

......................

Malam menjelang kakek Rio terlihat sangat lelah membuat Chandra merasa kasihan.

"Mah, pah, kek biar Chandra aja yang jagain Al, kalian pasti capek banget kan?" Chandra menawarkan dirinya untuk menjaga Aliya.

"Tapi Al," kakek Rio tampaknya sedikit khawatir.

"Ga papa pah, nanti kalau ada apa apa biar Chandra langsung hubungin kita, lagian di luar ada petugas juga," nyonya Mona mencoba meyakinkan kakek Rio.

Akhirnya kakek Rio mengangguk dan memilih mendengarkan kata kata dari calon menantu cucu nya.

Setelah kepergian tiga orang itu, Chand segera duduk di samping bangker Aliya, kemudian memandanginya dengan pandangan yang sulit di artikan.

"Eh lo cepat sadar kek, lo belum maafin gue nih, gue juga kesepian tanpa lo, bangun dong kalau ga gue ocehin lo tiap hari," Chandra segera menggenggam tangan Aliya dengan erat, Chandra bahkan mengusapnya dengan lembut.

"Lo lihat kan tadi kakek cemas banget gara gara lo. Eh, tapi lo tau ga, selama lo ga ada gue sering nginap di kamar lo nemenin kakek, terus gue juga tambah dekat sama kakek, ternyata punya kakek itu menyenangkan ya," Chandra mulai bercerita tentang apa yang di laluinya selama Aliya pergi tugas.

"Lo tau ga pak Ujang akhir akhir ini ga becus banget dengan kerjaannya, karyawan gue juga pada ga ada yang becus, masa kerjaan mereka semua ga ada yang pas dengan gue, yah gue marahi satu satu. Coba deh lo liat, gue harus kerja lembur, pikiran gue juga kemana mana, karna khawatir dengan lo. Gimana coba gue ga setres, ah satu lagi lo tau ga kakek sering banget loh nangis gara gara takut lo kenapa napa," Chandra melanjutkan ceritanya.

"Eh lo nya sekarang gini, lo ga kasihan dengan kakek? Bangun dong, kalau ga gue coret coret muka lo, biar mirip panda. Eh cil gue boleh tidur di sini kan? Sofa ga enak, jadi gue numpang ya soalnya aga luas bangker lo, gue kangen lama ga meluk lo," dengan tampa persetujuan Aliya, Chandra segera naik dan masuk ke dalam selimut untuk segera tertidur di samping Aliya. Namun Chandra sedikit lebih rendah dari pada Aliya karena takut alat bantu pernapasan Aliya terganggu.

1
Betty Fatimah
apa habis ya.......
ig: kang_anna_story: hai jangan lupa mampir di cerita baru othor cantik ini, judulnya misteri rumah tua. Ceritanya misteri, horor dan komedi loh
total 1 replies
Rynza
💐💗
Maryana Fiqa
nangis darah tu si Brayen 🤣🤣🤣🤣🤣
Soraya
baru mampir thor lanjut
Maryana Fiqa
bikin ngakak gak bisa diam mulut mereka 😄😄😄
Maryana Fiqa
bikin ngakak gak bisa diam mulut mereka 😄😄😄
zea Aljazeera
syukaaaaaaa luaaarr biasaaaaaa
ig: kang_anna_story: terimakasih telah menjadi bagian dari othor dan bersedia membaca novel othor
total 1 replies
ayu nuraini maulina
kebalik keles nikah dulu baru kawin
ayu nuraini maulina
geleh da
ayu nuraini maulina
ko ak geleh y laki2 mgl syng k sesama lelaki
ayu nuraini maulina
nama Omer ingat kisah cinta elif
ayu nuraini maulina
🤣🤣🤣🤣
ayu nuraini maulina
whattt.....
Efrida
yg cwe tomboy, chandra melambai gk nih 😅😅😅
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Nenk NOER
Aku suka ceritanya..banyak yang lucunya.. sangat menghibur....Semangat berkarya Thor...💪💪😘
ig: kang_anna_story: hai jangan lupa mampir di karya novel baru othor ya
total 1 replies
Riska Fatihica
ceritanya menarik 👍 semangat terus ya Thor buat karyanya 🥰🥰🥰
zee
menyakini= menyalami
ig: kang_anna_story: mohon maaf typo terimakasih atas koreksinya
total 1 replies
Rabia(bia)
Luar biasa
Carlina Carlina
😅😅😅😅🤣🤣😘🤣🤣🤣🤣🤣😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!