Sebelum membaca jangan lupa di Favoritin ❤️ dulu ya kakak.
"Maaf aku hanya mampu menjadi pengagum rahasia mu dan seseorang yang senantiasa melangitkan namamu" Ryeana.
Ryeana Allura Clarabelle adalah remaja SMA yang sangat mencintai sahabat laki-lakinya sejak SMP. Ryeana adalah tipe gadis yang sangat sulit dimengerti, dia akan terlihat dingin dan cuek didepan orang baru. Dan akan terlihat hangat di depan orang terdekatnya.
Ryeana bukanlah tipe gadis yang mau menunjukkan perasaannya secara frontal, gadis itu lebih memilih memendam dan menyalurkan rasa cinta dan sukanya lewat cara rahasia dia sendiri.
Jadi, mungkinkah bagi seorang gadis remaja seperti Ryeana berhasil mendapatkan cinta yang sangat diinginkannya dari sahabat laki-lakinya itu ?
Ikuti dan baca terus novel "Cinta Ryeana" dan jangan lupa kasih komentar mu di setiap Bab.
Happy Reading 🌻
Follow Instagram : @nona_rie
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hertati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ryeana-27
Di jam pulang sekolah Ryeana yang kebetulan piket menyapu hari itu terpaksa pulang belakangan. Shaka sudah terlebih dulu pulang. Saat Ryeana sedang fokus menyapu seseorang berdiri tepat dihadapannya. Ryeana menatapnya tanpa minat. Gadis itu kembali meneruskan pekerjaannya sekalipun sulit karena terhalang tubuh yang kekar itu.
"Mau apa?" tanya Ryeana datar. Memulai percakapan dengan orang yang tidak dikenal sesuatu yang sangat limited edition sekali.
"Bisa bicara sebentar?" ucapnya.
"Kalau ini bukan bicara terus ini apa?" ucap Ryeana ketus.
"Ri gue serius." ucapnya sambil menahan tangan Ryeana yang memegang gagang sapu.
Ryeana menarik tangannya kasar, menatap tajam orang asing yang berani menyentuhnya. Dia sungguh tak suka orang asing menyentuhnya.
"Sorry, gue pengen ngomong berdua sama Lo. Tapi gak disini. Bisa?"
"Disini hanya kita berdua, apa susahnya bicara disini"
Orang itu terdiam, ia terlihat berpikir sejenak.
"Baiklah, tapi gue mohon Lo duduk dulu, gak enak cerita sambil berdiri" ucapnya sambil duduk disalah satu bangku di ruangan itu. Ryeana juga menyusul duduk disebelah cowok itu dengan jarak dua bangku diantaranya.
"Sebelumnya kenalkan gue Devan" ucapnya sambil mengulurkan tangannya. Ryeana hanya melirik tanpa minat, nama itu, nama yang sudah membuatnya susah.
Devan kembali menarik tangannya yang diabaikan. "Riii,,, gue tahu gue udah lancang bawa-bawa nama Lo, tapi gue bawa nama Lo bukan tanpa alasan. Gue,,," Ucapan Devan terpotong.
"Apa alasan Lo!" sentak Ryeana menatap tajam Devan. Devan membeku, tatapan Ryeana yang begitu yang membuatnya semakin suka pada gadis itu.
"Gu-gue suka sama Lo dari kita masuk kelas pertama kalinya. Gue jatuh cinta sama Lo" ucapnya jujur. Ryeana berdecih tak suka.
"Lo gak kenal gue, Lo gak tahu siapa gue, dengan gampangnya Lo bisa bilang jatuh cinta sama gue?" tanya Ryeana heran. Ryeana bangkit dari duduknya berniat menyiapkan tugasnya membersihkan kelas. Gadis itu mengabaikan Devan yang terus memandangnya.
Hingga Ryeana selesai, Devan tetap pada posisinya. Ryeana mengambil tasnya dan berniat untuk pulang. Namun lengannya ditahan oleh Devan kembali.
"Ryeana, mari pacaran sama gue" ucap Devan serius. Ryeana melotot, segampang itu kah meminta orang lain jadi kekasihnya.
Ryeana menepis tangan yang bertengger di lengannya. Dengan gusar ia meninggalkan Devan yang masih menatap penuh harap padanya.
Ryeana pulang dengan Bus seperti biasanya. Disepanjang perjalanan pikirannya sangat sibuk. Hal aneh terus saja melibatkannya sehari ini. Dituding merebut Devan, Dituding merebut Nicholas, Sekarang ditembak Devan.
Ryeana pusing, "Ahhh,,, andai Andira ada gue pasti gak kesepian, gimana kabar Lo Ra. Gue kangen" gumamnya lesu. Ryeana mengeluarkan ponselnya yang dinonaktifkan di dalam tasnya. Setelah menghidupkan benda tipis itu ia langsung mencari kontak sahabatnya dan menghubungi.
Panggilan Terhubung.
"Halo Riii" sapa di seberang dengan semangat.
"Raaaa, gue boleh ke rumah Lo gak ?" ucap Ryeana lesu.
"Boleh dong. Pintu rumah gue terbuka terus buat Lo. Lo baik-baik aja kan biawak. " terdengar nada khawatir dari seberang.
"Hemmm, yaudah gue matiin ya. Bentar lagi gue sampai"
Panggilan terputus.
🐸🐸🐸
"Mau cari siapa den?"
"Ryeana ada bik?"
"Non Ryeana belum pulang sekolah den"
"Ryeana tadi sekolah bik?"
"Iya den. Memangnya den gak ketemu? "
Nicholas menghela nafasnya panjang. Susah sekali rasanya bertemu dengan Ryeana. Sehabis pulang sekolah tadi, ia langsung menuju rumah Ryeana karena berpikir gadis itu tidak ada disekolah bisa jadi dirumah. Ternyata gak disekolah gak dirumah pun tetap tidak bisa bertemu.
Nicholas pergi meninggalkan rumah Ryeana dan langsung pulang menuju rumahnya.
🐸🐸🐸
"Raaa kangen" ucap Ryeana manja sambil memeluk Andira.
"Sama Riiii gue juga kangen banget. Masuk yukk" ajak Andira
"Kita diluar aja Ra, pikiran gue penat banget, didalam makin bikin suntuk"
"Lagi ada masalah ya?" tebak Andira.
"Gak tahu deh Ra. Rasanya pikiran gue mau meledak aja." keluh Ryeana.
Andira mengajak Ryeana duduk di kursi taman depan rumahnya. Bertepatan tukang es krim keliling lewat. Mereka memesan 4 cup es cream untuk dihabiskan berdua di taman.
Setelah selesai membayar, Ryeana menceritakan kejadian yang dia alami pada Andira belakangan ini. Bahkan kejadian yang Devan menembak dirinya juga ia beri tahukan.
"Monika? " beo Andira bingung.
"Jadi si Monika nuduh Lo rebut Devan dari dia, terus si Devan tadi nembak Lo gitu?" ulang Andira memperjelas. Ryeana mengangguk.
"Terus Lo jawab apa sama Devan?"
"Gue gak jawab apa-apa. Gilak aja kali Lo gue terima orang yang gak gue kenal jadi pacar. Mana baru tadi lagi percakapan pertama kita. "
"Lo masih cinta banget ya sama Nicholas" Andira meletakkan cup es krim pertamanya yang sudah kosong di bawah tempat duduknya itu. Lalu menatap Ryeana fokus.
"Lo tahu gue Ra. Gue gak bakalan berhenti buat cinta sama dia. "
"Mau sampai kapan Ri? Dia aja udah punya pacar sekarang. Masa Lo tega buang waktu remaja Lo sia-sia hanya demi satu nama yang entah Lo yakin atau gak dia bakalan jadi milik Lo. "
"Ri Lo itu cantik, gue yakin banyak yang mau sama Lo, udahlah lupain dia. Buka mata Lo, lihat Kak Dino gue yakin dia punya rasa sama Lo. Dari cara dia mandang Lo, dia tertarik sama Lo atau Lo terima aja Devan"
"Isss kok bawa-bawa Kak Dino sihhh. Nerima Devan? Haha cerita tamat" sebal Ryeana sambil meremas cup es krim yang sudah kosong itu.
"Ryeana" panggil seseorang dari jarak jauh samping mereka. Ryeana dan Andira menoleh. Disana ada Nicholas yang duduk di atas motornya, cowok itu menatap Ryeana sangat fokus. Ryeana membisu, orang yang belakangan ini dijauhinya sekarang ada di depan matanya.
"Riiii gue lupa bilang sama Lo, kalo kemarin Nicholas datang ke rumah gue buat nyariin Lo. Katanya Lo gak angkat telpon dan balas pesan dia. Disekolah juga Lo susah buat di temuin. Kira-kira Nicho mau ngomong apa ya sama Lo" bisik Andira penasaran.
Ryeana sedikit terkejut mendengar ucapan Andira. Nicholas mencarinya ? Untuk apa ?
Nicholas datang menghampiri tempat duduk keduanya. Dengan senyuman manis ia menatap teman-temannya itu.
"Eh Dok. Mau ketemu Dira ya. "sapa Ryeana basa-basi dengan nada tenangnya. Padahal aslinya dia sangat gugup, setiap kali bertemu Nicholas jantungnya selalu bersikap tidak normal.
"Bukan. Mau ketemu kamu. "
"Eh"
"Ra. Gue pinjam Ryeana ya" Nicholas langsung menarik tangan Ryeana pergi meninggalkan latar rumah Andira tanpa mendengar jawabannya lagi. Ryeana menatap Andira sendu, dengan satu tangan yang kosong ia melambaikan tangan pada sahabatnya itu. Andira hanya bisa menghela nafasnya sambil membalas lambaian Ryeana, hubungan Ryeana dan Nicholas ini benar-benar rumit.
"Dok kita mau kemana ?" tanya Ryeana penasaran pada Nicholas yang sudah memasangkan helm untuknya. Nicholas hanya diam, dia naik ke motornya lalu menghidupkan mesinnya.
Ryeana terdiam, ia bingung cara untuk duduk, secara dia masih menggunakan seragam sekolah. Roknya pasti naik ke atas jika duduk cowok, jika duduk cewek Ryeana tak yakin aman.
Merasa Ryeana tidak bergerak, Nicholas menoleh ke belakang.
"Naik Ri" perintahnya.
"A-aku pakai rok Dok. "
"Duduk cewek aja Ri"
"Tapi aku takut jatuh Dok. Aku gak biasa duduk gitu. "
"Yah kamu kan bisa pegangan sama aku. Udah buruan Ri keburu sore."
Dengan ragu-ragu Ryeana naik ke atas motor Nicholas. Ia menjepit roknya dengan kedua pahanya agar tidak terbuka lebar saat diterpa angin. Sudah aman dengan posisi duduknya, Ryeana memegang erat tali tas ransel Nicholas. Kemudian Nicholas langsung melajukan motornya.
Disepanjang jalan keduanya membisu. Sibuk dengan pemikiran masing-masing. Nicholas yang dari kemarin ingin bertemu Ryeana tiba-tiba jadi bingung sendiri, ada rasa lega yang ia rasakan saat melihat Ryeana tadi di rumah Andira. Sangat beruntung sekali memang. Awalnya Nicholas berniat putar jalan karena gang menuju rumahnya padat sekali akibat ada yang menggelar pesta hingga ke tepi jalan.
Namun pandangan Nicholas tidak sengaja menangkap sosok yang selalu ia cari sedang duduk santai didepan rumah temannya. Nicholas langsung menepikan motornya memastikan kembali bahwa penglihatannya tidak salah. Setelah yakin Nicholas langsung memanggil gadis itu.
Ryeana sangat rindu dengan cowok yang dihadapannya sekarang ini. Namun, tak urung rasa gugup sejak pertemuan tadi masih mampir. Pikirannya berkecamuk, kenapa Nicholas mencarinya seperti ucapan Andira tadi. Apa dia melakukan kesalahan? Tidak mungkin kan, Ryeana baru saja kembali dari rumah sakit. Dia tak berbuat ulah yang aneh.
"Ayo turun Ri" Ryeana terkejut dari lamunannya. Sejak kapan mereka tiba. Dan ini dimana, baru kali ini Ryeana pergi ke danau seperti ini. Bukannya mengikuti ucapan Nicholas, Ryeana justru kagum dengan keindahan danau yang dihadapannya, udara yang sejuk sangat merilekskan pikirannya.
"Riiii" tegur Nicholas sambil melambaikan kelima jarinya didepan wajah Ryeana. Ryeana terkekeh, gadis itu turun dan mengikuti Nicholas duduk lesehan di atas rerumputan hijau yang disekitarnya banyak daun kering bertebaran.
"Ini kita dimana Dok. Udara disini adem banget"
"Sukak?" Ryeana mengangguk ceria, sejenak rasa gugupnya bisa dinetralkan.
"Riii Lo dari kemarin kemana aja?" Nicholas langsung to the point membuat gadis itu membisu.
"Kamu tahu Ri, aku nyariin terus, gak ke rumah, gak ke kelas kamu, semua tempat yang pernah kamu kunjungi aku datangi buat nyari kamu. Tapi kamu gak ada. Aku khawatir Ri" Nicholas menatap Ryeana sangat lekat. Ryeana menunduk sambil memainkan kuku-kukunya, dia gak kuat jika ditatap seperti itu.
"Riii jawab aku dong" tuntut Nicholas yang diabaikan sejak tadi.
Ryeana mengangkat kepalanya sejenak untuk melirik Nicholas lalu beralih menatap lurus ke arah danau didepannya.
"Bukannya aku udah pernah bilang, kamu harus jauhi aku Dok. Kita gak bisa terlalu dekat, kamu punya pacar, aku takut dia salah paham. " ucapnya datar
"Tapi bukan berarti kan kamu hilang gitu aja. Aku gak suka Ri kamu jauhi aku kayak dulu lagi. Oke kita memang harus berjarak, tapi setidaknya telpon dan chat aku dibalas bisa kan?"
Ryeana terkekeh sebentar, "Dok, kita kenal udah hampir 3 tahun kan. Bukannya selama itu kita jarang chatingan ya? Dulu kamu gak keberatan kok, sekarang kok nuntut "
"Tapi kan Ri,,," ucapan Nicholas terhenti saat Ryeana bangkit dari duduknya dan berjalan ke samping gadis itu sebentar lalu berjongkok.
"Ngapain Ri ?" tanya Nicholas heran
"Dok sini deh ini ada kembaran kamu loh" ucap Ryeana antusias sambil memperhatikan lekat kodok dihadapannya.
"Astaga Riii" Nicholas geleng-geleng sambil tersenyum tipis.
"Ihhh Dok kemari, lihat-lihat lucu banget Dok. " Ryeana terkekeh geli sambil mengganggu kodok yang ingin melompat-lompat itu.
"Dasar kamu ya Riii" Nicholas menggelitik Ryeana hingga gadis itu terlonjat kaget. Ryeana terus berlari menghindari Nicholas yang ingin menggelitiknya. Hingga kaki Nicholas tersandung ranting pohon yang membuat dia terjatuh. Bukannya membantu Ryeana justru tertawa terbahak-bahak, pasalnya rambut cowok itu sudah ditempeli beberapa helai daun kering. Nicholas yang ditertawai semakin sebal, ia bangkit dengan cepat dan langsung menangkap Ryeana.
Ryeana yang tak siap, tiba-tiba terkejut dan oleng ke belakang karena Nicholas menangkapnya. Nicholas memeluk Ryeana sangat erat. Tubuhnya yang kekar itu melindungi tubuh mungil Ryeana agar tidak kesakitan. Nicholas berada dibawah dan Ryeana yang diatas, mereka terjatuh bersama.
Pandangan keduanya terikat, lama mereka saling menatap. Berjarak sangat dekat begini membuat Ryeana semakin tak karuan, dan tunggu kenapa dada Nicholas sama seperti dia, berdetak seirama dengan jantungnya. Apa Nicholas juga sama gugupnya dengan dia. Sama halnya dengan Ryeana, Nicholas bisa merasakan detak jantung Ryeana yang seirama dengannya. Aneh sekali.
Tidak ada satupun diantara mereka yang berniat melepaskan pelukan itu. Sangat nyaman sampai mereka enggan untuk saling melepaskan.
"WOI KALO MAU MESUM JANGAN DISINI!!" teriak anak-anak yang sepantaran dengan mereka yang juga berkunjung ke danau itu.
Nicholas dan Ryeana bangkit diri, keduanya sangat gugup. Tak berani melihat, Ryeana membalikkan tubuhnya ke tempat motor Nicholas berada. Nicholas menyusul Ryeana dengan sudut bibirnya yang merekah, entahlah rasanya ada kebahagiaan yang menyebar begitu saja dihatinya.
"Cho kita pulang ya, udah sore juga" ucap Ryeana sambil membersihkan seragamnya yang berantakan.
"Apa! Cho? Ri jangan panggil gitu, aneh tahu gak" Ketus Nicholas sambil merapikan rambut dan seragamnya. Panggilan Ryeana yang berubah membuatnya kesal. Dia lebih suka dipanggil Kodok daripada nama aslinya, entah apa alasannya yang jelas hanya Ryeana yang boleh memanggil begitu padanya.
Tak ingin menjawab, Ryeana hanya naik ke atas motor Nicholas dan menunggu cowok itu melajukan motornya.
Ryeana dan Nicholas tiba di rumah Ryeana sebelum Maghrib tiba. Ryeana turun dari motor Nicholas dan berusaha melepaskan helm yang sulit sekali dilepaskan itu. Nicholas yang menyaksikan itu membantu Ryeana. Pandangannya tak lepas dari kedua manik mata yang indah itu. Ryeana membuang muka, dia tidak kuat ditatap seperti itu.
"Udah" ucap Nicholas
Ryeana mengangguk sambil tersenyum tipis. "Makasih" ujarnya.
"Riiii mulai besok, berhenti untuk jauhin aku ya. Aku gak kuat jauh-jauh dari kamu. Urusan Lala cemburu, biar aku yang atasi"
fokusnya ttep ryeana & nicho
trs kok alex nyalahin ryeana?
emosi sih emosi tpi g mesti nyalahin orang lain kan..