NovelToon NovelToon
Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Rosa Evalina, hanya seorang anak pelayan yang menggantikan Ibunya menjadi pelayan di rumah keluarga Hartanto. Lalu, tiba-tiba anak dari majikannya meminta dia untuk menggantikannya dalam sebuah perjodohan. Tidak bisa menolak, akhirnya dia terjebak dalam permainan sandiwàra ini.

"Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta padamu, karena nyatanya kamu tetap tidak akan di takdirkan untukku"

Sementara Albyan Danuel, seorang pria tampan yang sudah matang. Memiliki pribadi yang hangat, lembut dan sopan. Dia yang tidak pernah mengenal cinta, akhirnya menemukan perempuan yang membuatnya nyaman. Namun, apa yang akan terjadi ketika dia tahu jika perempuan itu hanyalah seseorang yang bersandiwara?

Bisakah mereka bersama dalam kisah yang berliku, tentang cinta yang dimulai dari sandiwara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Kencan Kita?

Eva sendiri merasa pakaiannya tidak cocok untuk bertemu di sebuah Restoran berbintang seperti ini. Namun, sudah yakin dengan apa tujuannya hari ini, hanya membuat pria itu merasa tidak suka dan membatalkan perjodohan ini.

Terlihat sejak dia turun dari mobil, seorang pria juga baru saja akan masuk ke dalam Restoran itu. Eva berjalan ke arahnya, beberapa kali menghembuskan napas pelan, ketika melihat Byan yang berpenampilan casual namun tetap rapi, kacamata hitam yang terlihat semakin membuatnya bersinar dari yang lainnya.

Eva memejamkan mata sejenak sebelum dia menyapa Byan. "Hai Mas Bi, baru sampai juga ya? Wah kita sama-sama baru sampai, ayo cepat masuk aku sudah lapar"

Byan yang tadi sedang menelepon seseorang sejenak hanya berhenti di depan pintu masuk, sampai Eva tiba-tiba datang menyapanya. Cukup tertegun juga, apalagi dengan penampilan Eva saat ini. Byan menatapnya dari atas sampai bawah, melihat kaki Eva yang hanya memakai flatshoes biasa. Diam-diam Byan tersenyum melihatnya.

"Baiklah, ayo kita masuk"

Byan menggandeng tangan Eva dan membawanya masuk ke dalam Restoran ini. Membuat Eva semakin tertegun, menatap tangannya yang berada dalam genggaman tangan pria itu yang hangat. Jantung berdebar kencang tanpa bisa di ajak kompromi lagi. Bagian wajahnya juga mulai memanas tanpa sebab.

Saat Byan akan membawanya ke sebuah lift untuk ke lantai atas, dimana disana hanya ada ruangan VVIP untuk orang-orang kalangan atas yang membutuhkan banyak privasi. Namun tangannya di tahan oleh Eva, membuatnya menoleh dan menatap gadis itu dengan penuh tanya.

Eva membenarkan kacamatanya sebelum menjawab. "Kita makan disini saja bagaimana? Cari meja disini saja, masih banyak yang kosong juga"

Sebenarnya aku juga tetap malu jika harus makan di lantai atas, semuanya orang berkelas.

Byan tersenyum, lalu dia mengangguk tanpa membantah. Membawa Eva ke meja ke dekat jendela. Lalu memanggil pelayan untuk memesan makanan.

"Mau pesan apa?"

Saat Byan bertanya seperti itu, Eva langsung teringat ucapan Laila yang memintanya harus bersikap memalukan di depan semua orang. Menunjukan sikap matre. Eva membuka buku menu, menunjukan beberapa makanan tanpa dia tahu seperti apa makanan itu, namanya saja dia tidak terlalu paham. Hanya terus menunjuknya agar pelayan mencatat semua makanan itu.

Byan cukup tertegun, namun dia diam saja sambil menatap Eva. Sesekali tersenyum saat gadis itu menunjukan beberapa menu makanan dengan tangannya yang gemetar.

Eva menatap Byan setelah dia selesai memesan acak makanan itu, sebenarnya Eva juga tidak tahu apa makanan itu akan bisa dia makan, karena dari nama menunya saja dia tidak paham.

"Tidak papa 'kan Mas Byan kalau aku pesan sebanyak itu? Soalnya aku lapar belum makan siang"

Byan hanya bersidekap dada, tersenyum sambil mengangguk saja. "Boleh, uangku tidak akan habis meski kau memesan semua menu makanan itu. Tapi ada syaratnya"

Tangan Eva langsung gemetar di bawah meja, saling bertaut. "A-apa?"

"Semua makanan yang kamu pesan tadi, harus habis. Tidak ada yang boleh tersisa sedikit pun, harus habis tanpa sisa"

Eva terdiam, wajahnya pucat dengan menelan ludahnya sendiri begitu susah payah. Dia sudah memesan banyak sekali makanan, dan tidak mungkin mampu menghabiskannya.

"Sudah ya Tuan dan Nona, saya permis-"

"Tunggu dulu Mbak"

Suara Eva sudah setengah berteriak dengan tangan terangkat menahan pelayan itu agar tidak pergi. Napasnya terengah seperti habis lari maraton saja, hanya memikirkan harus memakan habis semua makanan itu sudah membuatnya lelah.

"Em, saya batalkan semua pesanan saya itu. Sama saja pesanannya dengan Tuan itu" ucap Eva sambil menunjuk Byan.

Pelayan yang kebingungan, namun melirik Byan yang malah menahan tawa melihatnya, dia langsung mengangguk dan mencoret semua pesanan yang tadi sudah dia catat.

"Baik Nona, mohon di tunggu pesanannya"

Eva melihat ke sekitar, ada beberapa pasang mata yang menyadari tingkah anehnya. Eva tersenyum sambil mengangguk pelan pada mereka, dia menggaruk tengkuknya dengan rasa malu. Lalu berbalik menatap Byan yang masih duduk tenang dengan bersidekap dada dan tersenyum padanya.

Bisa-bisanya dia masih setenang itu. Aaa.. Kenapa pria ini terlalu tenang sih.

"Setelah makan, kita akan pergi kemana lagi? Apa mau ke Hotel seperti malam itu? Aku sudah mengosongkan jadwal hari ini"

"Tidak!" Secepat kilat Eva menjawab, mengibaskan tangannya ke arah Byan. "Em, aku ada tempat yang ingin di kunjungi. Apa Mas mau ikut?"

Byan mengangguk, satu alisnya terangkat dengan bibirnya yang menahan senyum. "Baiklah, hari ini aku akan ikut saja kemana kamu membawaku pergi"

Eva hanya tersenyum masam, langsung berpikir kemana dia akan membawa Byan. Harus tempat yang mungkin membuat pria itu tidak suka. Eva masih terus berusaha untuk menjalankan perintah dari Nonanya dengan sebaik mungkin.

Byan menatap gadis di depannya yang sekarang sedang menatap keluar jendela, memperhatikan suasana diluar Restoran pada siang menjelang sore hari seperti ini. Bulu mata lentik yang lebat itu berkedip beberapa kali di balik kacamata yang dia pakai. Byan tersenyum tanpa sebab, bahkan melihat matanya berkedip seperti itu saja membuatnya merasa lucu.

Apa dia tidak sadar jika sikapnya ini menggemaskan sekali?

*

Selesai dengan makan siang yang penuh drama itu, Eva membawa Byan ke sebuah tempat yang cukup kumuh di pinggiran kota. Melihat sepatu mahal mengkilap yang di pakai pria itu kotor menginjak beberapa lumpur dari jalan yang dilewati.

"Kita akan pergi kemana?"

Mendengar Byan bertanya seperti itu sudah lebih dari sekali, membuat Eva tersenyum senang. Dia merasa berhasil membuat kesal pria itu. Karena orang kaya seperti Byan tidak mungkin suka di bawa ke tempat kumuh seperti ini.

"Sebentar lagi sampai, kalau Mas tidak bisa ke tempat seperti ini, Mas Byan bisa pulang saja"

Pulanglah, dan batalkan perjodohan ini. Ayo pulang.

Eva menoleh pada pria yang sekarang berdiri disampingnya. Dia pikir Byan akan menyerah dan pulang. Tapi pria itu malah mengejarnya, hingga sekarang mereka berjalan berdampingan di sebuah gang kecil.

"Aku masih penasaran kemana kau akan membawaku di hari kencan kita"

Apa? Dia menyebut ini adalah hari kencan? Tidak, ini tidak boleh terjadi. Apa itu artinya ... dia setuju dengan perjodohan ini sampai menyebut ini adalah kencan?

Masih sibuk dengan pemikirannya itu, Eva terus berjalan sambil melamun, tidak lagi fokus pada jalanan, sampai sebuah sepeda melaju ke arahnya tanpa dia sadari, Eva merasa tidak akan bisa menghindar lagi, sampai sebuah tangan besar menarik tangannya dan merangkul pinggangnya.

"Jika tidak bisa membawa sepeda, jual saja sepedanya!"

Suaranya terdengar dingin, penuh penekanan dan tatapan mata yang tajam pada anak remaja yang membawa sepeda tadi. Eva terdiam dengan jantung berdebar kencang, tubuhnya dan tubuh Byan terlalu dekat, rangkulan tangan di pinggangnya masih sangat terasa hangat.

Kenapa dia tampan sekali?

Bersambung

1
sunaryati jarum
Semoga karyawan yang dipecat ke.depannya tidak membuat masalah
sunaryati jarum
Akhirnya terurai juga masalah mereka,Laila sungguh hatinya baik dan bertanggung jawab apa yang dilakukannya.Semoga orang tua Byan menerima Eva.
sunaryati jarum
Jujur saja tentang perasaan kamu Eva
sunaryati jarum
Baru mampir
Les Tary
semoga org tua Abyan menerima Eva
Sastri Dalila
👍👍👍
Lianty Itha Olivia
enk dan bagus punya kayak abyan
Lianty Itha Olivia
ra ISO ngomong
Les Tary
Bagus Abyan klu ada karyawan yg semena mena pecat aja💪
Milla
Serius thorrr aku g nabung bab loh benaran tiap up aku baca thor malahan aku nunggu2 update tan lo karena penasaran ama kisah nyaa byan dan eva soalnya juga tinggal byan kan yang belum punya pasangan 🥰
Milla
Thor aku g nabung bab kok cius deh suwer begitu ada update tan aku langsung gass poollllll 🤗 🥰 semangat up thorrrr 💪
Mita Paramita
gak Thor sekali update langsung baca . ceritanya seru gini kok🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut eva😍😍😍
Sastri Dalila
👍👍🤣
Les Tary
Nah klu jujur jadi lega tinggal jalani dengan baik💪💪
Oma Gavin
siapa disini yg suka nabung bab tolong author nya yg sudah bikin cerita gratis bantu baca
vania larasati
lanjut
Pujiastuti
semoga eva dan byan tetap bisa bersama karena mereka saling mencintai
Pujiastuti
hayooooo lu laila byan marah tu, ayo kasih penjelasan kasihan kalau eva jadi dimarahin sama byan
Les Tary
Semoga Byan mau memaafkan Eva
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!