NovelToon NovelToon
SCANDAL Part II: To Cacth A Star

SCANDAL Part II: To Cacth A Star

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

SCANDAL Part II: To Catch a Star

Sinopsis:

Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.

Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.

Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.

"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

.

....

Suasana di koridor depan unit apartemen Galasky Ardayana mendadak terasa mencekam. Jam di pergelangan tangan Gala sudah menunjuk angka sembilan malam lewat, dan sang aktor sudah mondar-mandir di ruang tamu seperti macan tutul kelaparan sejak dua jam yang lalu., dan ingatan Gala terus berputar pada sosok Zion yang menjemputnya pagi tadi.

Cklek.

Pintu lift di ujung lorong terbuka. Aira melangkah santai, wajahnya segar bugar habis keluyuran. Di sampingnya, berjalan seorang cowok ganteng, modis, dengan potongan rambut ala idol yang malam ini gayanya lumayan heboh. Dia adalah Rakel. Cowok itu sebenernya lagi pusing tujuh keliling mikirin Ami, makanya dia minta bantuan Yaya seharian buat nyari kado paling romantis di mall Jakarta Pusat.

"Makasih ya, Ya. Kalau nggak ada lu, gua pasti udah beli boneka beruang segede gaban yang bikin Ami ilfeel," ucap Rakel sambil tertawa kecil, bernapas lega urusan kado selesai.

"Santai, Kel. Selera lu emang agak jamet kalau nggak gua arahin," ledek Yaya dengan cengiran khasnya.

Namun, tawa mereka terhenti seketika saat langkah mereka sampai di depan pintu apartemen Gala. Pintu itu mendadak terbuka lebar dari dalam sebelum Aira sempat memencet sandi.

Sesosok pria dengan kaos oversize hitam dengan rahang mengeras, dan mata elang yang menyala dingin berdiri tegak di ambang pintu. Galasky Ardayana. Aura intimidasi pria berusia 35 tahun itu menguar pekat, membuat oksigen di lorong itu mendadak tersedot habis.

Rakel langsung kicep. Langkahnya mendadak membeku di tempat.

Gala tidak melirik Aira sama sekali. Mata tajamnya langsung mengunci sosok Rakel dari atas sampai bawah dengan pandangan yang seolah siap menguliti cowok itu hidup-hidup.

"Kamu itu siapa?" tanya Gala dengan suara bariton yang sangat rendah, dingin, dan penuh penekanan berbahaya. "Berani-beraninya ngajak Aira keluyuran sampai jam segini tanpa izin dari saya dulu. Kamu pikir, kamu bisa seenaknya?!"

Rakel menelan ludah susah payah. Jantungnya mendadak berdegup kencang, lututnya lemas. Demi Tuhan, tekanan mental berhadapan langsung dengan aktor papan atas yang sedang mode singa ngamuk ini jauh lebih menyeramkan daripada ujian semester kampus!

"Ingat ya," Gala melangkah maju satu langkah, memangkas jarak, membuat tubuh atletisnya yang tinggi tegap mengintimidasi Rakel sepenuhnya. "Sekali lagi saya lihat Aira pulang telat seperti ini... saya nggak akan segan-segan langsung berurusan dengan keluarga kamu!"

Duar! Rakel berasa mendapat serangan jantung mendadak. Wajah gantengnya langsung pucat pasi seperti kertas, keringat dingin bercucuran di pelipisnya. Gila, niatnya cuma nyari kado buat Ami, kenapa malah diancam mau dihancurkan bisnis keluarganya?!

"M-maaf, Om..." Rakel terbata-bata, suaranya bergetar karena bener-bener ketakutan. "Saya... saya tidak bermaksud bawa Aira keluyuran yang macam-macam. Hanya saja... saya tadi minta bantuan Aira buat nyari sesuatu... nyari kado, Om."

"Saya tidak peduli dengan urusan pribadi kamu!" potong Gala ketus dan kejam, tidak memberi ruang untuk pembelaan diri. "Dan saya pastikan ucapan saya tadi bakal terjadi kalau kamu berani bawa keponakan saya keluyuran lagi!"

"B-baik, Om. Saya... saya janji nggak akan ulangi lagi. Permisi, Om..." ucap Rakel dengan gerakan kaku saking paniknya.

Tanpa menunggu aba-aba kedua, Rakel langsung berbalik arah. Langkahnya yang tadi lemas mendadak jadi setengah berlari menuju lift. Begitu sampai di lift dan pintu tertutup, Rakel langsung buru-buru menuju basement apartemen dengan napas yang memburu.

Sesampainya di basement, di samping mobilnya, Rakel langsung membuang napas kencang-kencang—Fuuuuh!—seolah baru saja lolos dari kejaran malaikat maut. Tangan dan kakinya masih gemeteran parah.

"Anjiiir! Gila! Stres!" gerutu Rakel sambil ngedumel kesal, memukul setir mobilnya pas udah masuk ke dalam. "Itu Om-Om kenapa sih?! Posesifnya melebihi bapak kandung! Tampang doang spek malaikat, tapi aura intimidasi nya mirip ketua mafia! Sumpah, tobat gua minta bantuan si Yaya lagi! Bisa mati muda gua digeprek aktor terbaik se-Indonesia!"

Sementara di atas, pintu apartemen ditutup dengan suara debuman keras. Aira masih berdiri di lobi interior sambil melipat kedua tangan di dada. Bukannya takut melihat kemarahan Gala, senyum licik dan nakal di bibir Tuan Putri Adytama itu justru mengembang sempurna.

Umpannya cemburu buta siang tadi lewat nama Zion, malam ini malah ditangkap sempurna sama Rakel yang gak tahu apa-apa wkwk.

Gala berbalik, dadanya masih naik turun menahan emosi panas yang membakar ulu hatinya sejak sore. "Masuk kamar kamu, Yaya! Dan ganti baju daster kamu sekarang!" perintah Gala dingin sambil menunjuk ke arah kamar tamu.

Aira melangkah mendekat, aroma stroberi dari tubuhnya sengaja diposisikan sedekat mungkin di depan dada bidang Gala. "Dih, Om cemburu ya? Kasihan si Rakel sampai mau jantungan gitu, padahal dia cuma naksir Ami, Om... bukan naksir Yaya."

Gala mematung, matanya melotot kaget denger fakta itu. Tapi gengsi pria 35 tahun tetep nomor satu. "Nggak ada urusan cemburu! Om cuma menjalankan amanah dari Ayah kamu!" jawab Gala ketus sambil buang muka, padahal di dalam hatinya dia merutuki kebodohannya sendiri karena udah salah sasaran ngamuk wkwk.

1
Desy Bengkulu
wala mak posesifnyoooo
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
jhiee: wkwkwk iya dong🤣 tapi maklum aja si Aira emang segenit itu🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
wah si gala lebih serem dari elang ternyata yee gila🤣🤣🤣
jhiee: hahahah🤣🤣 salahin aja tuh om om yang lain, eh salahin aja si elang yang bilang dia gak ada nafsunya sama anak kecil🤣
total 3 replies
jhiee
ya bingung juga beb😭 masa gala jadi penjahat sih.. yang rubah licik kan si yaya🤧
Desy Bengkulu
aku komen satu rangkap aja ya beb
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
Desy Bengkulu
hihihihi kayk mbak kunti aku beb cekikikan sendiri seneng banget up cerita yang ini
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘
jhiee: love you to🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!