NovelToon NovelToon
Hot Policeman

Hot Policeman

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Tamat
Popularitas:468.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desau

Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.

Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 - Merasa Bersalah

Rangga segera menghubungi Kemal melalui telepon. Dia mengajak lelaki itu bertemu. Akan tetapi sayangnya Kemal sedang mengajar, dia hanya punya waktu menemui Rangga sore nanti.

Rangga setuju bertemu sore nanti. Untuk sekarang dia akan melanjutkan penyelidikannya tentang kasus Dian.

Tak lama Rangga mendapatkan panggilan telepon dari Beben. Katanya dia mendapatkan buku diary Mirna. Rangga lantas menyuruhnya datang menemuinya di warung makan.

Tidak perlu menunggu lama untuk menanti Beben. Lelaki itu datang cepat ke warung makan dimana Rangga berada. Beben berikan buku diary yang dia temukan di rumah Dian.

"Apa benar kasus ini akan diserahkan ke polres?" tanya Beben.

"Itulah yang dikatakan Pak Bagas," jawab Rangga, lalu menenggak es tehnya.

"Tapi Dian memang bersalah sih. Yang dia lakukan ke Fira dan Nadia itu keterlaluan," ungkap Beben.

"Tapi apa yang dilakukan Fira dan Nadia sama Mirna juga keterlaluan."

"Apa Nadia dan Fira mengakuinya?"

Rangga menggeleng. Dia juga memberitahu Beben mengenai informasi yang didapatnya tentang Mirna.

"Jadi kau belum memeriksa keadaan Fira?" tanya Beben.

"Belum. Katanya dia sudah pulang. Kita harus menemuinya di rumahnya," sahut Rangga.

"Kita sebaiknya cepat-cepat melakukannya. Nanti kasusnya keburu dipindahkan," usul Beben.

"Kau benar. Cepat habiskan makananmu!" suruh Rangga.

Beben segera melahap makanannya yang baru disuguhkan. Setelah itu, dia dan Rangga pergi mendatangi rumah Fira dengan mengendarai motor masing-masing.

Setibanya di tempat tujuan, Rangga dan Beben diperbolehkan masuk oleh satpam yang berjaga. Mereka lantas menemui Fira.

Kala itu Fira ditemani oleh ibunya. Fira terlihat agak pucat. Sepertinya keadaannya lebih tertekan dibanding Nadia.

"Kau baik-baik saja, Fir?" tanya Rangga.

"Tentu saja tidak! Hidup Fira nggak pernah tenang semenjak kejadian terakhir itu. Pokoknya pelakunya harus dihukum mati! Trauma seperti ini bisa mengganggu Fira seumur hidup." Ibunya Fira mengomel.

Fira hanya diam dan menunduk. Dia membiarkan ibunya yang terus bicara. Itu membuat Rangga dan Beben kesulitan melakukan penyelidikan.

"Kayaknya yang ini masih butuh waktu deh untuk bicara. Kita nggak bisa memaksa," bisik Beben.

Rangga membisu. Dia mencoba memberanikan diri menanyakan tentang Mirna. "Fira, aku ingin kau jawab pertanyaanku. Apa kau merasa bersalah pada semua yang sudah terjadi? Kau tidak melakukan hal buruk pada Mirna kan?" tanyanya.

"Hei! Jangan asal nuduh ya! Jelas di sini Fira yang jadi korban!" ibunya Fira langsung kembali angkat suara.

"Maaf sebelumnya ya, Bu. Kami di sini ingin informasi dari Fira. Mohon tenang dulu ya, Bu..." Beben menyuruh ibunya Fira tutup mulut dengan cara halus. Wanita paruh baya itu hanya bisa menunjukkan ekspresi sinisnya sambil melipat tangan ke depan dada.

"I-iya... Aku merasa bersalah. Aku sadar kalau yang aku dan Nadia lakukan pada Mirna keterlaluan..." Fira memecahkan tangis. Tangisan itu tentu membuat ibunya langsung gelagapan.

"Enak sekali ya kau bikin anakku menangis. Kau nggak tahu sejak kemarin aku berusaha keras menenangkannya!" geram ibunya Fira.

"Maaf, Bu. Ya sudah, sebaiknya kami pamit saja," ujar Beben sambil menarik Rangga.

"Eh, tapi ini belum selesai," kata Rangga.

"Udah! Nanti aja." Beben memaksa Rangga pergi keluar dari rumah Fira. Kini keduanya berdiri di dekat motor masing-masing.

"Kita serahkan aja deh kasusnya ke polres. Kayaknya susah banget," ucap Beben.

"Kalau kau capek, mending pulang aja sana. Aku akan ke sekolah tempat mereka bersekolah," sahut Rangga sembari menaiki motor. Bersamaan dengan itu ponselnya berdering. Dia mendapat telepon dari Joshua.

"Ya?" ujar Rangga.

"Aku sudah menemukannya, Ga! Ternyata selingkuhan Winda memang bukan orang biasa. Tapi mungkin ini akan membuatmu emosional. Kau yakin ingin mengetahuinya?" kata Joshua dari seberang telepon.

"Nggak usah basa-basi. Cepat kasih tahu aku!" Rangga tak sabar.

"Kau yakin?"

"Iya! Cepetan ah!"

"Selingkuhannya Firza, Ga. Kakakmu."

"Apa?!" Mata Rangga sontak terbelalak tak percaya.

1
Ning Suswati
aq ingin firza mendapatkan karma yg sangat pedih, masa enak2an, sekarang yoranya kemana y🤔 apa dia selingkuh juga
Ning Suswati
semoga saja firza tdk jahat dan iri lagi dg adik sendiri, kan sekarang sdh berada di posisi puncak, uang jabatan dan kekuasaan
Oaow Hwhe
dita
Ning Suswati
yg sabar rangga, kakakmu sdh menjadi petinggi di jajarannya, bukan musuh cuma dg adu otot, gk bakalan menang
ferry gamal
rangga dan Astrid
ferry gamal
pelakunya maling
Ning Suswati
baguslah ada pendekar bayangan yg akan mengusut semua kejahatan yg dilakukan oleh oknum aparat
Ning Suswati
issshhh jadi ikutan nyesek pengen nangis, suatu pengorbanan yg sangat besar, bahkan yg melakukannya orang lain, bahkan mantan ipar, bukan saudara atau keluarga
Ning Suswati
nah kena kau kak dita, polisi mau dikibulin
Ning Suswati
makin ribet aja, masalah astrid, dita yg hilang ditelan awan, udah deh rangga jadilan polisi sesuai SOP, gk usah menentang pimpinan, kau bisa masuk polisi karena suap juga, pegorbanan dita jgn sampai sia2, sok2an jadi orang suci
Ning Suswati
jgn2 yg membubuh pak alun adalah selingkuhan isterinya pak alun
Ning Suswati
baguskah, dibalas dg hukun rimba,
Ning Suswati
dasar wanita gk punya moral, main sosor aja
Ning Suswati
kak dita lagi jalan2 kemana y🤔, jgn2 kak dita menjadi isteri kelima t4 nya meminjam uang utk melancarkan rangga lolos diterima jadi polisi, cinta dan pengorbanan
Oppo
lanjutkan
Oppo
nggak wkwkwk 😀😀
sconery
perdebatan itu membuatku mesem2 sendiri Thor 🤭
Jero Mawora
rangga kayak anak kecil,masa dgn kata2 safea saja dia tanggapi serius
Jero Mawora
iyaaaa kannn dugaanku jg gk salah dehhh antara arman dan istrix korban sdh ada rencana🤭🙏
Jero Mawora
sebaikx dita harus bersikap dewasa dia harus nampu mengatasi keadaan,jangan semakin menjauh agar permasalahan dapat terselesaikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!