Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.
Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!
kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Keganasan teknik Batara Agung
Tatapan merah dari balik retakan pilar batu tetap tertuju lurus ke arah Array keemasan yang membentang di tengah lembah. Untuk sesaat, seluruh suara pertempuran seolah menghilang. Bahkan angin yang sejak tadi bertiup kencang mendadak berhenti, seakan alam pun ikut menunggu apa yang akan terjadi berikutnya.
Suara tua itu kembali terdengar, kali ini jauh lebih jelas dibanding sebelumnya.
"Warisan Batara Agung..."
"Aku tidak menyangka masih ada pewaris yang berhasil bertahan."
Nada suaranya tidak lagi dipenuhi kesombongan, melainkan bercampur dengan sedikit kewaspadaan.
Di dalam lautan jiwa, Tian Long menghela napas panjang.
"Dia mengenali teknik itu."
"Itu berarti makhluk tersebut benar-benar berasal dari Era Kekacauan Kuno."
"Jangan biarkan ritual mereka selesai, Nova."
"Selama Array itu tetap berdiri, segelnya masih belum sepenuhnya terbuka. Namun jika orang-orang Lembah Iblis Hitam berhasil menyelesaikan pengorbanan mereka, bahkan Teknik Array Sembilan Langit yang baru saja kau bangkitkan tidak akan mampu menghentikannya."
Nova menganggukkan kepala pelan, tatapannya perlahan beralih kepada para anggota Lembah Iblis Hitam yang masih berdiri membeku di luar Array.
Kini ia akhirnya mengerti, target sebenarnya bukan dirinya. Dirinya hanyalah bagian dari ritual yang ingin mereka gunakan untuk membuka segel kuno itu.
"Kalau begitu..."
"...aku akan menghentikan semuanya di sini."
Begitu kalimat itu terucap, kedua tangan Nova kembali membentuk segel.
Array keemasan yang semula hanya bertahan sebagai pertahanan tiba-tiba berdenyut kuat. Jutaan rune kuno berputar semakin cepat hingga menghasilkan gelombang cahaya yang menyapu seluruh lembah.
Wuuung!
Dinding emas perlahan menghilang. Namun cahaya Array tidak lenyap, sebaliknya, seluruh rune mulai bergerak memasuki tubuh Oceanus Crown Blade.
Bilah pedang itu langsung memancarkan cahaya biru dan emas secara bersamaan. Dua warna yang saling bertaut itu membentuk pola-pola kuno di sepanjang bilah pedang, membuat tekanan yang dipancarkan senjata tersebut meningkat berkali-kali lipat.
Tian Long tersenyum tipis.
"Bagus."
"Kau sudah memahami dasar penggunaan Array."
"Array bukan hanya digunakan untuk bertahan."
"Ia juga dapat memperkuat setiap seranganmu."
Para anggota Lembah Iblis Hitam akhirnya tersadar dari keterkejutan mereka.
"Jangan biarkan dia hidup!"
"Bunuh dia!"
Delapan sosok berjubah hitam langsung menyerbu secara bersamaan. Energi iblis memenuhi langit, puluhan teknik kultivasi dilepaskan dalam waktu yang sama.
Seluruh serangan itu mengarah lurus kepada Nova.
Namun kali ini... Nova tidak mundur. Ia justru mengambil satu langkah ke depan. Oceanus Crown Blade terangkat perlahan, satu ayunan sederhana dilepaskan.
Srriiiiiing!
Cahaya pedang berwarna biru keemasan melesat puluhan meter, membelah udara dengan kecepatan yang bahkan tidak mampu ditangkap mata para kultivator biasa.
Ledakan dahsyat langsung mengguncang lembah.
Seluruh teknik kultivasi milik Lembah Iblis Hitam hancur dalam sekejap seolah dihantam kekuatan yang berada pada tingkatan berbeda.
Empat orang di barisan depan bahkan tidak sempat menjerit. Tubuh mereka terpotong menjadi dua sebelum berubah menjadi debu hitam yang diterbangkan angin.
"Demi langit..."
Gu Shen membelalakkan mata.
"Satu tebasan..."
"Empat orang langsung mati?"
Yan Mei bahkan lupa melepaskan anak panah yang telah ia siapkan.
Lin Xue memandang Nova tanpa berkedip, aura yang dipancarkan pemuda itu benar-benar berbeda dibanding beberapa saat yang lalu.
Seolah setiap gerakannya kini telah menyatu dengan hukum langit. Namun pertempuran belum berakhir, enam anggota Lembah Iblis Hitam lainnya menerjang tanpa rasa takut.
Nova melangkah ringan, teknik langkah yang diwariskan Batara Agung bergerak secara naluriah.
Tubuhnya menghilang dari tempat semula, muncul di tengah kerumunan musuh. Oceanus Crown Blade berputar membentuk busur cahaya yang indah.
Srriiinngg!!
Setiap ayunan hanya dilakukan sekali. Namun setiap ayunan selalu merenggut satu nyawa, energi Array yang masih menyelimuti bilah pedang menghancurkan energi iblis hingga ke akarnya, membuat para anggota Lembah Iblis Hitam sama sekali tidak mampu memulihkan tubuh mereka.
Jeritan memenuhi lembah, dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas... seluruh anggota Lembah Iblis Hitam telah tumbang.
Darah mengalir membasahi tanah, sementara energi iblis yang semula memenuhi udara perlahan menghilang, digantikan oleh cahaya keemasan dari rune-rune kuno yang masih melayang di sekitar Nova.
Pemimpin Lembah Iblis Hitam memucat, tubuhnya gemetar hebat. Ia tidak pernah membayangkan seluruh bawahannya akan dibantai secepat itu.
"Mustahil..."
"Bagaimana mungkin..."
"Kau baru berada di Planet Galastos..."
Nova mengangkat pedangnya perlahan, tatapannya tetap tenang.
"Segalanya sudah berakhir."
Kalimat sederhana itu justru membuat rasa takut di dalam hati pemimpin Lembah Iblis Hitam meledak.
Tanpa ragu sedikit pun, ia memuntahkan seteguk darah ke sebuah jimat hitam yang disembunyikan di balik jubahnya.
Buuumm!
Kabut hitam langsung meledak menutupi seluruh tubuhnya.
"Dia akan melarikan diri!" teriak Yan Mei.
Namun sebelum siapa pun sempat mengejar, sosok itu telah berubah menjadi bayangan hitam yang melesat keluar dari lembah dengan kecepatan luar biasa.
Nova sempat mengangkat pedangnya, tetapi Tian Long segera menghentikannya.
"Biarkan saja."
"Kondisimu belum stabil."
"Teknik Array Sembilan Langit baru saja bangkit."
"Jangan terlalu memaksakan diri."
Nova perlahan menurunkan pedangnya, di saat yang sama... seluruh pilar batu mulai bergetar hebat.
Retakan yang sebelumnya terus melebar kini justru berhenti. Cahaya merah tua yang keluar dari dalamnya perlahan meredup.
Makhluk yang berada di balik segel mengeluarkan raungan penuh kemarahan.
"Tidak!"
"Pengorbananku!"
"Ritualku!"
Suara itu menggema ke seluruh lembah, membuat langit bergetar hebat. Namun tanpa energi pengorbanan dari para anggota Lembah Iblis Hitam, seluruh rune kuno yang mengikat pilar mulai bersinar kembali.
Satu demi satu rantai hukum dunia muncul dari dalam tanah. Rantai-rantai itu melilit pilar batu dengan kecepatan tinggi.
Cahaya emas dan cahaya merah saling bertabrakan, menghasilkan gelombang energi yang menyapu seluruh lembah.
Raungan makhluk kuno itu terdengar semakin jauh.
Semakin lemah, hingga akhirnya...
BUUUUM!
Seluruh retakan pada pilar batu menutup dalam sekejap, sepasang mata merah raksasa yang sempat terbuka perlahan menghilang ke dalam kegelapan.
Lembah yang sebelumnya dipenuhi aura iblis akhirnya kembali sunyi.
Hanya tersisa pilar batu kuno yang kini kembali diselimuti rune-rune penyegel, seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
Di dalam lautan jiwa, Tian Long memandang Nova dengan sorot mata yang dipenuhi kepuasan.
"Anak muda..."
"Kau mungkin baru saja menyelamatkan bukan hanya rombonganmu..."
"...tetapi juga seluruh wilayah barat Planet Galastos dari bencana yang seharusnya telah terkubur sejak puluhan ribu tahun yang lalu."
Nova hanya tersenyum tipis, dan tepat saat ia akan melangkah pandangannya berubah gelap, dan tubuhnya seketika jatuh ke atas tanah. Membuat Lian Xue dan yang lainnya terkejut.
“Nova!”
Sementara itu, di alam jiwanya Nova berdiri menghadap ke arah seekor naya emas yang sedang menatap ke arahnya.
“Hahaha, ternyata teknik itu langsung menghabiskan sisa energimu!”