🌿PCDCG 🌿
Seberapa jauh pun kita terpisah
jika takdir menyatukan, maka keajaiban
pun akan datang.
- Lena & Lyon 🔆
Menceritakan tentang sepasang kekasih yang harus di paksa terpisah karena takdir dan di persatuan kembali oleh takdir itu juga.
Di sebuah kampus bernama Campus Galaksi yang akan menjadi tempat dan saksi bisu pertemuan sepasang kekasih yang telah terpisahkan dengan semua permasalahan yang akan mereka hadapi tentang cinta, masa lalu, dendam, iri, dan sebuah hubungan yang akan segera terkuak di tempat ini.
Apa saja rintangan yang akan mereka hadapi ke depan nya?
Apakah mereka akan dapat bersatu kembali seperti takdir yang telah memisahkan mereka?
Semua jawaban tersebut akan terkuak di cerita ini.
☘️ •••••☘️
PERJALANAN CINTA DI CAMPUS GALAKSI
☘️•••••☘️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sholeha Nurjanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
"MAMA!!! PAPA!!! ELLENA YANG CANTIK SEDUNIA INI PULANG!!!". Teriak Ellena yang seperti nya sudah menjadi kebiasaan baginya.
"Ya ampun, Ellena. Suara kamu itu udah kayak guntur tahu!". Kata Sherly terlihat menuruni tangga sambil menutupi telinga nya untuk menghalau teriakan menggelegar Ellena, agar tak masuk ke dalam telinga cantiknya.
"Lho? Kak Sherly kok ada di sini sih?". Tanya Ellena terlihat memasang wajah bingung.
"Kan dua hari lagi lo bakal nikah, jadi Kakak sekalian tinggal disini". Jawab Sherly yang duduk di sofa keluarga sambil mengambil majalah di depannya.
"Ohh. Terus Mama sama Papa mana?". Tanya Ellena kembali sambil celingukan mencari kedua orang tuanya.
"Ada di kama. Mungkin lagi istirahat kan besok kita sibuk buat Hari-H pernikahan kalian nanti". Jawab Sherly apa adanya.
"Oh, iyah. Kakak ikut tidur di kamar lo, yah?". Pinta Sherly sekilas menatap ke arah Ellena untuk meminta persetujuan dan langsung di balas deheman oleh Sang empu.
"Okey lah! Sana mandi! Lo bau!". Kata Sherly sambil menutup hidungnya.
"Dasar resek! Sorry yah, gw udah mandi tadi di rumahnya Lyon!". Balas Ellena terlihat memasang raut wajah cemberut.
"Hahaha. Ya udah, sana istirahat!". Kata Sherly terdengar seperti mengusir dan Sang empu pun terlihat mendengus kesal, lalu pergi menaiki kamar untuk menuju ke arah kamarnya yang terletak di lantai dua sambil sesekali menghentakkan kakinya dengan kesal.
"Dasar Resek!". Batin Ellena sedang kesal karena candaan Sherly tadi.
Sesampainya Ellena di kamar, dia pun langsung menutup pintu kamarnya dengan sedikit kasar dan pergi ke walk on closed miliknya untuk berganti pakaian.
Di sisi lain terlihat mobil yang di kendarai Elyon telah terparkir rapi di garasi rumah yang akan ia tinggali bersama Ellena setelah mereka menikah nanti.
"BI INAH!!!". Panggil Elyon terlihat berjalan memasuki rumah.
"Lho? Tuan muda datang? Apakah ada barang yang tertinggal?".Tanya Bi Inah terdengar penuh pertanyaan sekaligus rasa bingung.
"Saya hanya ingin bicara dengan Bibi". Jawab Elyon langsung pada intinya.
" Ohh. Silahkan masuk dulu Tuan muda". Balas Bik Inah menuntun majikan nya berjalan menuju ruang keluarga
Di ruang keluarga terlihat Elyon sedang mendudukkan pantat nya di sofa dan lalu menatap serius ke arah kepala pelayan sekalian pengasuh nya sejak ia masih kecil.
"Apa yang ingin Tuan muda bicarakan?". Tanya Bi Inah membuka pembicaraan mereka.
"Silahkan duduk dulu". Kata Elyon yang bukannya menjawab pertanyaan Bi Inah, ia malah menyuruh nya untuk duduk di dekatnya.
"Ba-baiklah". Balas Bik Inah yang tak berani menolak permintaan majikan nya yang sedang memasang raut wajah dingin sekaligus terlihat sangat serius.
"Bibi sudah menganggap saya sebagai anak anda sendiri bukan?". Tanya Elyon mampu memunculkan raut bingung di wajah Bi Inah.
"Maksud Tuan muda? Tanpa bertanya, seharusnya Tuan muda sudah tahu jawabannya". Jawab Bi Inah tersenyum kecil.
"Kalau begitu izinkan saya masuk ke dalam ruangan itu". Kata Elyon bagaikan petir yang menyambar ke dalam diri Bi Inah, ia pun hanya dapat mematung tanpa berani menjawab perkataan Sang majikan.
"Bibi kenal saya lebih dari siapapun, jadi saya mohon kabulkan permintaan saya ini". Kata Elyon yang sangat paham dengan sifat Bi Inah tak akan bisa menolak semua permintaan nya.
"Apa ini waktu yang tepat untuk memberikan kunci ini pada Tuan muda? Tapi jika Tuan muda melihat ruangan itu, pasti Tuan muda akan teringat memori masa lalu yang akan membuat nya kesakitan". Batin Bi Inah penuh kebimbangan karena di sisi lain tak akan bisa menolak permintaan majikan yang sudah ia anggap putranya sendiri.
Namun, ada rasa ketakutan, bila konsekuensi dari tindakan nya ini akan memberikan dampak buruk pada kesehatan majikan nya.
"Apa ada sesuatu yang tidak boleh saya ketahui?". Tanya Elyon menatap bingung ke arah Bi Inah yang hanya mematung sambil menatapnya penuh dalam.
"Huft. Sepertinya ini waktu yang tepat. Apalagi Tuan Muda sudah bertemu dengan Nona Ellena dan akan segera menikah". Batin Bik Inah berusaha memantapkan hatinya untuk membuat keputusan.
"Tidak, memang sudah seharusnya anda tahu. Baiklah, jika Tuan muda sangat ingin tahu isi dari ruangan itu. Saya akan berikan kuncinya". Jawab Bi Inah berhasil memunculkan sedikit senyum kecil di bibir majikannya.
"Semoga ini adalah keputusan yang tepat". Batin Bik Inah berusaha menghilangkan rasa bimbang di dalam hatinya.
"Terimakasih, karena dengan ini semuanya akan terjawab". Kata Elyon di balas senyum kecil oleh Bi Inah.
"Tidak masalah, ini sudah menjadi hak Tuan muda. Saya permisi untuk mengambil kuncinya". Pamit Bi Inah kemudian berlalu pergi menuju kamarnya, sedangkan Elyon hanya mengangguk kecil dengan hati tak sabar untuk segera melihat isi ruangan itu.
Sesampainya Bik Inah di kamar ia pun langsung mengambil kunci ruangan bertulisan MEMORY E♥️E yang sangat ingin Elyon masuki. Lalu Bi Inah pun segera pergi menuju ruang keluarga dan langsung menyerahkan kunci berbandul love tadi kepada Sang empu.
"Terimakasih". Kata Elyon yang langsung berlari pergi menuju ke ruangan MEMORY E♥️E dan meninggalkan Bi Inah yang menatap kepergian nya dengan senyum kecil.
"Semoga pertanyaan anda dapat terjawab di sana". Batin Bi Inah terlihat masih mengukir senyum kecil dan hati pun langsung terasa lega, karena rasa bersalah nya yang telah terangkat dengan mengembalikan kunci berbandul love tadi kepada pemilik aslinya.
Di depan pintu ruangan berwarna biru yang bertuliskan MEMORY E❤️E terlihat Elyon sedang menatap nya penuh harap, semoga segala teka-teki dalam dirinya terjawab di ruangan ini.
"Huft. Gw harap ini jawabannya". Batin Elyon yang entah sejak kapan jantung nya mulai berdegup kencang, lalu Elyon pun mulai memasukan kunci tadi untuk membuka pintu.
BERSAMBUNG....