Kalau ada persamaan tokoh, tempat itu hanya kebetulan semata.
Cerita ke 3 aku terus dukung aku ya man teman 🥰...
Ini tentang seorang gadis Kemuning Larasati, seorang anak dayang istana yang jatuh cinta dengan seorang pangeran, bernama Sanjaya, pangeran dari sebuah kerjaan yang bersahabat dengan kerajaan tempat orang tua kemuning mengabdi, walau sang pangeran bukan cinta pertama Kemuning, namun rasa tertarik antara pria dan wanita sangat kuat mereka rasakan, rasa penasaran sang pangeran berbuah hasil, mereka menjalin ikatan cinta, Kemuning hanyalah rakyat jelata, merasa tidak sebanding kedudukannya dengan sang Pangeran. Bahkan ketika mereka bertemu kembali setelah bereinkarnasi.
Akankah cinta mereka bisa bersatu?
Apakah mereka bisa melalui rintangan ini?
jangan lupa baca, like, komen dan Vote ya...
terimakasih teman.🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Sanjaya 2
Ke esokan paginya tanpa berkata apa-apa, Sanjaya bergegas pergi bersama dengan senopati, dirinya bahkan tidak berpamitan dengan Kemuning.
"Pagi sekali pangeran..?"
tanya sang ibunda .
"Iya bunda..."
"Puteri Kemuning masih tidur?"
"Iya...Sanjaya pamit dulu bunda"
"Hati-hati pangeran..."
ucap sang bunda yang masih merasakan resah di hatinya.
Sang ratu pun berjalan menuju kamar Kemuning, beberapa dayang juga mengikuti sang ratu.
"Ning...."
ibunda ratu yang membangunkan tidur kemuning.
"Iya ibunda..."
sahut Kemuning yang terbangun.
"Kamu sakit?Kok pucet?"
tanya ibunda ratu.
"Paling masuk masuk angin ibunda..."
"Ya sudah kamu istirahat, jangan lupa makan"
"Iya ibunda..."
Setelah sang ibunda keluar, Kemuning hanya meneteskan air matanya, Sanjaya pergi tanpa berpamitan kepadanya, sakit yang benar-benar sakit, dari pada rasa sakit kepada Bramasena, Kepada Sanjaya jauh lebih sakit, seolah tidak ada rasa percaya kepada sang isteri.
Kemuning memilih istirahat di kamarnya tidak keluar seharian, bahkan dia sengaja tidak ingin bertemu dengan siapapun termasuk puteri Kirana.
Sedikit khawatir puteri Kirana tahu betul apa yang Kemuning rasakan, dirinya hanya bisa berdoa Kemuning dan Sanjaya bisa melalui masalah mereka.
......💞💞💞......
"Ibunda...ijinkan puteri Kirana kembali ke Amartha"
pinta puteri Kirana.
"Tapi puteri, apa lebih baik setelah melahirkan saja kembali ke Amartha, ibunda khawatir dengan kandungan mu"
Tidak dapat membantah kata sang ibunda, puteri Kirana pun menuruti apa kata ibunda ratu Jayanaga.
Kesal dan marah mungkin juga Kirana rasa, bahkan Rendra tidak sedikit pun menjelaskan kepada Kirana apa yang sebenarnya terjadi.
(Istana Sangkapura)
Di kediaman Daryadana, semua pasukan dan beberapa sekutu telah di kumpulkan, mereka berkumpul untuk menyambut kedatangan sang pangeran Daryadana, raja Sangkapura.
"Nanti malam purnama, waktu yang pas untuk ku berikan ajian sukma jati milik ku"
kata sang guru Batara.
Ajian sukma jati merupakan ilmu kebatinan yang dimiliki Batara sebagai ilmu kebal, kebal yang bukan berarti sebuah keabadian, kebal yang juga memiliki titik lemah, namun itu hanya di ketahui oleh sang guru.
"Baik guru..."
sahut Daryadana yang duduk bersepuh di bawah kaki sang guru.
Sang ibunda ratu bernama Varwati bahkan memerintahkan akan pesta penyambutan atas putera nya yang nanti malam akan kembali setelah ilmu terakhir di berikan oleh sang guru. Akhirnya setelah 5 tahun berlalu, puteranya sekaligus pewaris tahta Sangkapura.
Varwati adalah seorang selir yang menghalalkan segala cara agar menjadi ratu di negeri Sangkapura, melahirkan seorang putera yang di beri nama Daryadana.
Yang berarti belajar dari Lautan, memiliki sikap.dengan kemauan keras, Daryadana selalu di manja oleh sang ibu dan ayahnya, sang ayah yang meninggal karena memang sudah berumur, dengan begitu sang putera semata wayangnya naik tahta.
Beberapa gadis cantik juga telah siap di dandani dengan cantik, hingga sang anak pangeran Daryadana memilih salah satunya.
Rencana besar sedang mereka susun, sang ibu juga mengambil peran mengatur agar penyerangan ini berhasil.
......💞💞💞......
Pangeran Sanjaya yang pergi berburu merasa tidak tenang, tapi dia juga masih merasa kesal akan sikap Kemuning, acara berburu terasa dingin, amarahnya dapat terlihat dari cara Sanjaya membawa laju kudanya dan memanah buruannya.
"Pangeran...apa yang masih mengganjal di hati pangeran?"
tanya sang senopati yang berjalan mengiringi Sanjaya dengan kuda mereka.
"Tidak ada paman"
"Apakah ini tentang puteri Kemuning?"
"Aku tidak tahu paman, bagaimana perasaan dia terhadap Rendra"
"Puteri Kemuning, bukan wanita seperti itu pangeran, ingatlah kembali ketika kalian pertama bertemu, puteri Kemuning bahwa selalu menolak pangeran"
ucap senopati yang membuat hati Sanjaya terbuka.
Sanjaya kemudian mengingat momen ketika dirinya bertemu dengan Kemuning, sepi malam penuh cahaya bulan, wajah Kemuning yang di sinari bulan kala itu langsung membuat Sanjaya jatuh hati.
Bagaimana dia penuh perjuangan untuk meluluhkan hati Kemuning, bahkan Sanjaya saja tidak tahu Kemuning begitu kekeh selalu menolak dirinya.
Mengingat hal itu Sanjaya merasakan merindukan sang isteri, tapi dia masih terus melanjutkan perburuannya bahkan mereka pergi melewati wilayah Amartha kembali.
......💞💞💞......
Kemuning yang masih merasa tidak enak badan, akhirnya bersiap untuk makan malam bersama, tidak enak kepada sang raja dan ratu, dirinya juga tidak enak kepada puteri Kirana.
"Puteri Kemuning...apakah sudah baikan?"
tanya seorang dayang yang mengikuti di belakang Kemuning.
"Lumayan...boleh buatkan aku minuman jahe?"
pinta Kemuning.
"Baiklah puteri..."
Di rungan makan semua berkumpul, bahkan pangeran Rendra yang akhirnya juga ikut makan malam bersama.
"Ning....kamu sudah baikan?"
tanya ibunda ratu.
"Sudah ibunda..."
sahut Kemuning masih dengan wajah pucat.
"Ning kamu benar tidak apa-apa?"
tanya Kirana
"Tidak apa-apa...puteri"
Mereka pun makan malam bersama dengan nikmat, tidak ada yang membahas apapun, pangeran Rendra bahkan terlihat diam dan tertunduk, dirinya sebelumnya sudah di ceramahi oleh sang ibunda dan ayah handanya.
Tapi hatinya masih begitu menginginkan Kemuning, setiap kali dirinya melupakan, semakin dirinya tidak bisa melakukan hal itu.
Puteri Kirana hanya menikmati kehamilan nya, dirinya tidak berharap banyak kepada pangeran Rendra, yang ada di pikirannya, kembali ke Amartha dan membesarkan anak-anak nya.
Selesai makan malam, puteri Kirana berencana bicara kepada Kemuning, tentang semua hal, dia tahu bahwa Kemuning mungkin tidak enak hati membahas ini kepada dirinya.
Kemuning singgah di pendopo yang jadi tempat dirinya berdiam diri, Kirana dengan jalan perlahan di ikuti beberapa dayang, bersiap menghampiri, namun tiba-tiba pangeran Rendra tiba lebih dahulu.
Kirana pun tidak sengaja mendengar pembicaraan Kemuning dengan pangeran Rendra.
"Apa kamu baik-baik saja?"
tanya pangeran Rendra.
Tidak menjawab pertanyaan Rendra, Kemuning malah berlalu tidak memperdulikan Rendra.
"Aku sedang bicara"
sahut Rendra yang Kemudian menarik tangan Kemuning.
Kemuning kaget, dia takut bila Rendra akan berbuat yang tidak-tidak, Kemuning berusaha melepaskan tangan Rendra yang terus menggenggam tangan Kemuning.
"Lepas..."
ucap Kemuning berusaha melepaskan, kepalanya terasa berat, pandagan nya tampak memudar.
Bruuuukkkkkk!!!!
Kemuning jatuh pingsan, Kirana yang melihat langsung menghampiri, Rendra yang bahkan tidak berbuat apa-apa juga tampak bingung.
"Ning..."
panggil Rendra.
"Kakanda...apa yang telah kamu perbuat"
tanya Kirana yang melihat Kemuning yang jatuh pingsan.
"Aku tidak berbuat apa-apa"
"Ya sudah bawa Kemuning ke kamarnya"
ucap Kirana.
Rendra pun menggendong Kemuning ke kemar nya, wajahnya sangatlah pucat, badannya terasa sangat panas. Setelah itu Rendra pun memanggil sang ibunda dan ayah handa, mereka memanggil bik Asih yang merupakan dukun beranak, beliau juga pandai mengobati orang yang sakit.
Setelah memeriksa dengan seksama, bik Asih yang berperawakan setengah baya ini akhirnya meminta seorang dayang membuatkan jamu agar keadaan puteri Kemuning.
"Bagaimana bik?"
tanya sang ratu
"Puteri Kemuning sedang hamil...baru juga jalan 3 minggu ndoro"
jelas bik Asih.
"Terimkasih bik..."
ucap sang ratu yang sangat senang mendengar Kemuning yang akhirnya bisa hamil kembali.
Puteri Kirana dan sang raja juga sangat senang mendengar kemuning hamil kembali. Penantian seorang Sanjaya dan Kemuning akhirnya mereka di berikan kepercayaan seorang momongan kembali.
Pangeran Rendra merasa tidak percaya, jauh di hatinya merasa kecewa dengan perkataan bik Asih, tapi pada kenyataannya Kemuning tengah mengandung anaknya Sanjaya.
......💞💞💞......
Nantikan kisah selanjutnya ya...
maaf aku jarang main kesini
maaf kak aku baru bisa mampir sekarang 🙏
Like faf n full dukungan.
Satu bunga untukmu.
Hadir kembali ya. Smngt