Follow Akun IG: Oni_RA
ANINDYA VANISHA atau sering di panggil anin, harus menikah dengan kakak iparnya yang bernama KENATH ABRAHAM.
Cobaan cinta dan pengorbanan masa mudanya pun harus ia perangi demi meraih cinta sejati.
Suatu peristiwa yang menimpa kehidupan anin, membuat hidup anin berubah begitu cepat, bahkan senyum di bibir anin, cinta dan bahagia semua telah di renggut oleh satu peristiwa yang terjadi dalam sehari. peristiwa yang tak terduga merubah kehidupan anin dan menjatuhkan dirinya dengan sangat tajam.
Penasaran dengan kisah nya????
Dari pada penasaran, mending baca langsung deh...hehehe....
Jangan lupa LIKE, VOTE dan KOMEN POSITIF agar menambah semangat author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oni_C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episod 27
Setelah makan malam, kenath dan anin langsung masuk ke kamar, kenath langsung merebahkan badan nya di atas kasur yang sudah rapi.
"Mau kemana?" Tanya kenath melihat anin mengambil bantal.
"Mau tidur" Jawab anin.
"Mau tidur? mau tidur dimana?" Tanya kenath melihat anin membawa bantal
"Di sofa mas" Jawab anin.
"Tidurlah di sini" Kenath menepuk nepuk tempat tidur agar anin tidur di samping nya.
"Bukan kah mas...." Ucapan anin langsung di potong kenath.
"Jangan membantah" Tegas kenath.
Anin langsung kembali dan tidur di samping kenath, anin tidur membelakangi kenath dengan susah payah akhirnya anin dan kenath larut dalam alam mimpi mereka.
❤❤❤
Saat pagi kenath merasa dada nya sedikit sesak, dengan rasa malas kenath membuka mata dan melihat anin memeluk nya.
"Bisa bisa dia ngambil kesempatan untuk memeluk ku" Ucap kenath melihat anin.
Tak lama anin pun membuka mata nya dan melihat dirinya memeluk kenath, sementara kenath yang melihat anin ingin terbangun dari tidurnya langsung pura pura untuk tidur kembali.
Dengan sangat hati hati anin langsung bangun dari tempat tidur dan bersiap untuk mandi karna hari ini anin akan pulang ke rumah kenath.
Selesai mandi dan bersiap, anin masih melihat kenath yang enggan membuka mata nya.
"Mas...bangun, sudah pagi" Anin menepuk lembut pipi kenath, kenath pun segera bangun menatap anin, tanpa mau bicara kenath langsung pergi ke kamar mandi.
"Mas mau makan dulu atau langsung pulang?" Tanya anin melihat kenath yang keluar dari kamar mandi sambil menggosok gosok rambut nya dengan handuk yang basah.
"Pulang...aku tak betah berlama lama di sini" Ucap kenath meletakan handuk di atas tempat tidur.
"Baiklah mas" Anin mengambil handuk bekas kenath dan menggantung nya.
Kenath langsung keluar kamar dan anin mengambil tas nya lalu mengekori kenath dari belakang untuk menemui revan dan silvi yang kebetulan berada di ruang tamu.
"Abang...kakak" Ucap anin mendekati silvi dan revan.
"Anin sama mas ken mau pulang dulu, terimakasih sudah menerima kami" Ucap anin tersenyum.
"Jangan lupa sering sering ke sini anin" Ucap silvi.
"Jika ada waktu anin akan main ke sini kak" Anin mencium tangan silvi dan revan dan langsung berjalan keluar rumah menuju mobil.
"Tante....." Keisya berlari mengejar anin,membuat langkah anin terhenti.
"Tante harus main ke sini lagi ya..keisya pasti akan merindukan tante" Keisya memeluk anin.
"Tentu.." Anin mencolek hidung keisya.
"Tapi...kamu harus janji..makan tepat waktu dan rajin belajar" Ucap anin.
"Baik tante.." Keisya memeluk anin dan anin mencium keisya.
"Bye tante...bye om ken.." Keisya melambaikan tangan saat melihat mobil kenath pergi.
"Bye..."Anin melambaikan tangan dari dalam mobil.
❤❤❤
Didalam mobil hanya ada keheningan, tidak ada pembicaraan antara anin dan kenath. bagi anin hal itu sudah sangat biasa.
"Kenapa diam saja?" Tanya kenath fokus menyetir.
"Jadi anin harus bagaimana?" Tanya anin melirik ke arah kenath.
"Ntah lah terserah" Ucap kenath dingin dan masih fokus menyetir.
"Maaf.." Ucap anin.
"Untuk?" Tanya kenath tanpa mau menatap anin dan masih fokus menyetir.
"Untuk semua kesalahan anin terhadap mas..anin tau anin banyak salah..bahkan kata maaf tidak bisa menebus kesalahan anin" Ucap anin memegang jari jemari nya.
"Ternyata kamu cukup tau diri" Ucap kenath dingin.
"Anin tau diri anin hanya seperti boneka pajangan buat mas" Ucapan anin lolos begitu saja.
"Kau..." Rahang kenath mengeras pandangan nya beralih ke arah anin.
sdah retak susah untuk di sembuhkan
dia benar2 menyesal