NovelToon NovelToon
The Character!! Kembali Menjadi Figuran

The Character!! Kembali Menjadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Menjadi NPC
Popularitas:163
Nilai: 5
Nama Author: dopamine girl's

Revano, seorang penulis, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Vian-tokoh yang ia ciptakan sendiri.
Sialnya, tubuh itu rapuh, keluarganya berantakan, dan hidupnya jauh berbeda dengan apa yang ia tulis.

Revano mencoba memperbaiki semuanya. Namun semakin lama ia hidup sebagai Vian, semakin banyak rahasia yang terkuak.
Hingga perlahan, satu kebenaran menghantamnya:

Vian bukan sekadar karakter.
Dan mungkin... ia bahkan tidak benar-benar memasuki raga Vian.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dopamine girl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Pagi hari , pada pukul 06. 25 Vian telah sampai di sekolah. Memasuki pekarangan sekolah dengan perlahan sambil mengamati lingkungan sekitar.  Di sana sudah terlihat beberapa anak yang sedang melakukan aktivitas biasanya. Ada yang ngobrol dan ada juga yang sibuk dengan layar hp miliknya.

Vian memeriksa ruang chat yang kosong. Dia sedikit merasa enggan , karena hari ini Leo gak masuk. Katanya dia sakit . Dan semoga saja ia cepat sembuh.

Ia memasuki kelas. Belum ada siapapun tetapi ada beberapa tas yang sudah tersimpan apik di beberapa kursi.

Vian duduk dengan tenang. Dengan mata menatap ke depan melihat sisa spidol yang belum terhapus. “ Aku harus berusaha” gumamnya kecil. Matanya sedikit berbinar dengan penuh tekad dengan tangan terkepal membulatkan tekadnya itu. Ia akan berjuang. mencoba sebisa mungkin untuk beradaptasi dan bersosialisasi. Karena ia tau , sebagian dari mereka cuman ragu bukan benci. Seperti yang ada di pikiran nya.

Tiga murid laki-laki datang . Berbicara sepanjang jalan dan saling menyahuti satu sama lain. Mereka tertawa . Berjalan bersama melewati Vian dan duduk tepat di kursi samping nya.

Vian menatap interaksi kecil mereka. Ia ragu , takut , namun ia tak mau terus bergantung pada Leo.

Ia akan berusaha sendiri.

Dan membuktikan bahwa ia telah berhasil .

Vian menghampiri mereka , menyapa kecil mereka dengan ramah “ halo” ucapnya dengan senyum yang coba ia pertahankan. Walaupun dalam hati sedikit menggerutu, karena menurut nya itu konyol.

Mereka saling tatap sebelum menyapanya balik , “ Ouh hai , Lo Vian ya?” Tanya nya. Sedikit ragu ia mengangguk, membenarkan perkataan nya. “ ada apa ya, kalau gak ada yang mau Lo omongin kita cabut ya ” ucapnya lagi. Tergesa. Seolah enggan memberikan sedikit ruang untuk Vian . Vian terdiam , menggeleng kecil dengan senyum yang masih sama.

Mereka pergi melewati Vian begitu saja. Tanpa menoleh kebelakang bahwa Vian sedikit terluka.

Gak papa , jangan nyerah… kita coba lagi nanti

Vian terdiam di tempatnya , melihat satu persatu murid masuk dan bel pelajaran mulai berbunyi.

" nanti aja, aku pasti bisa" gumamnya pelan . Mencoba menenangkan gemuruh tidak mengenakan di hatinya .

...****************...

Waktu terus berputar. Pelajaran sudah sepenuhnya selesai dan bell istirahat yang di tunggu telah berbunyi beberapa detik yang lalu. Vian dengan cepat mengemas semua buku miliknya dan pergi mengikuti langkah para murid yang berbondong-bondong keluar dari kelas.

Vian mengikuti dari diam . Dia sedikit meremat beberapa jarinya karena tidak nyaman sedangkan para siswa di depannya asik berbincang satu sama lain. Seolah kehadirannya di sana bukanlah sesuatu yang pantas dapat perhatian .

di area kantin semua siswa seperti biasa langsung menuju meja mereka . Vian terdiam. Meja penuh dan dia merasa tidak enak untuk nyelip diantara mereka yang bahkan mengabaikan mereka. ia pun memilih pergi kearah stat makanan ringan dan membeli beberapa cemilan untuk di bawa kekelas nya.

namun tak sengaja matanya saling tatap dengan Ashilla. Ada rasa ragu yang datang apalagi saat senyuman manis itu perlahan tersimpul. Dan berjalan pelan kearah nya.

" Vian kamu sedang apa di sini. Gak baik loh makan cemilan gitu,gak sehat. Nanti Kaka yang di salahin bang Vano" ucapnya tenang seolah sedang memberikan nasihat pada adik kecil. Namun diam-diam suasana kantin sepenuhnya terdiam dan menjadi sunyi dengan atmosfer yang aneh.

" gak apa kok kak, lagipula aku cuman mau beli roti" jawabnya hati-hati. Berusaha menanggapi nya sebaik mungkin. Namun langkah pelan dari belakang membuat nya sedikit terguncang apalagi saat menyadari banyak pasang mata yang sedang memperhatikan nya dari jauh.

" udah tau penyakitan jangan banyak ngeyel. Jika Lo kambuh Ashilla yang di salahin dan dia yang repot karena ulah Lo!!" ucap gadis itu. Vian menatap tajam gadis itu. Dia tau gadis itu karena pernah menjadi satu kelompok dengan nya. Rapika. Dan dari tatapan nya dia sangat membencinya.

Vian terdiam cukup lama dengan mempertahankan tatapan tajamnya kearah Rapika. kedua tangan nya terkepal menahan amarah. Banyak kata yang ingin ia ucapkan namun semuanya tercekat dan tertelan kembali dalam diam.

" aku... tidak salah, lagian aku tak pernah repotin kak Ashilla selama ini" ucapnya pelan berusaha membantah perkataan nya.

bruk, gebrakan meja terdengar nyaring. Rapika menatap tajam dengan seringai remehnya di arahkan pada Vian " dengerin, dia bilang gak repotin... Hahaha " tawa pecah saat itu juga . Banyak pasang mata dan juga ponsel yang diarahkan pada Vian dengan tatapan senang seolah mendapatkan hiburan gratis.

" udah udah, Vian bener kok dia cuma mengatakan hal yang sebenarnya" sela Ashilla. Dia berjalan pelan hingga ketukan sepatunya menggema di sekitar ruangan. Dia tersenyum lembut dan memeluk Vian seolah sedang menenangkan anak itu. " udah Vian , maafin temen kakak ya,dia emang bicaranya blakblakan tapi sebenarnya dia baik kok... Jadi jangan nangis ya" ucapnya lembut.

Vian terdiam , dia mendorong pelan untuk memberi jarak diantara mereka namun dorongan itu malah membuat Ashilla terjerembab kebelakang. hening sejenak. namun seketika pecah oleh teriakan Rapika yg tak jauh dari sana.

" as!!, kamu gak papa kan " ucapnya. Rapika membantu Ashilla bangun setelah itu tatapan tajam mulai diarahkan pada Vian . Begitu pula semuanya yang ada di sana seolah Vian merupakan penjahat yang berhak di vonis mati saat itu juga

" aku tak sengaja.." pelan nya

" tak sengaja kamu bilang!!, mentang-mentang anak orang kaya kamu berperilaku seenaknya, ingat Lo itu cuman anak lemah penyakit yang bisa kami hancurin saat ini juga jika kami mau namun... Karena Lo punya hubungan sama Ashilla kami tahan !!"

" dasar anak manja, cihh.. Menjijikan"

" beraninya kamu lukai wajah utama sekolah ini, dasar tidak tau malu"

" percuma ngadu ke guru, guru pasti ngerti apalagi Ashilla sumbang banyak juara untuk sekolah ini di banding dengan kamu yang kerjaannya cuman cari muka dan masalah "

" ternyata bener ya, dia emang anak bermasalah"

Semuanya pecah seketika tidak bisa dikendalikan olehnya. Tangan Vian bergetar karena takut dan dia tidak berani menunjukkan wajahnya di saat banyak pasang mata yang menatap nya penuh kebencian.

tanpa kata Vian beranjak dari sana. berusaha lari secepat mungkin dari kerumunan yang diam-diam membicarakan nya dari belakang. Namun karena terlalu sibuk menghindar, tubuh Vian tidak sengaja menubruk seseorang hingga ia terhuyung pelan kebelakang.

" apa-apaan ini, pengecut banget keroyokan kalau mau One on One." ucapnya. Vian mengalihkan pandangan melihat kearah orang yang ia tubruk.

" kamu... Heh, ternyata adik si Revan .. Lo buat masalah apa sampai di bully kek gini dengan tubuh kerempeng Lo" ucapnya terdengar pedas . Vian tak berkutik , ia melewati kai tanpa kata dan melanjutkan lagi langkahnya yang sempat terhenti. meninggalkan kerumunan orang yang membicarakan nya dari belakang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!