NovelToon NovelToon
AKIBAT SALAH SERVER

AKIBAT SALAH SERVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:585
Nilai: 5
Nama Author: Linda Lubi Channel

Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKIBAT SALAH SERVER (Bab 3)

Penulis: Linda Lubi

"Apa? Ahahaha... ngawurrr."

"Kenapa kita sudah di kamarku lagi?"

"Ahhh...kelamaan ngomongnya. Aku lapar, nih. Pesenin makanan ama karyawan-mu, gih. Sekalian kopi getirnya. Aku juga kepo rasanya. Apa segetir yang kita rasakan hari ini?"

Nurdin juga baru menyadari bahwa dirinya juga lapar. Tapi rasanya gak afdol kalau gak makan nasi. Buru-buru ia menjapri karyawannya agar membawa makanan ke kamar. Semua jenis makanan dan 2 gelas kopi getir dan 2 botol air mineral. Nurdin juga memesan 2 bungkus nasi bebek, kesukaannya kepada Caw Food langganannya.

Nurdin menyuruh Mbak Kunti ngumpet. Supaya karyawannya tidak pingsan begitu melihatnya. Dia gak mau bikin heboh warga kampung. Mereka gak pernah tau kalau bestie-nya seekor kuntilanak. Bisa viral dia dan bikin geger.

Nurdin dan Mbak Kunti makan dengan kalap. Semuanya ludes. Mereka kekenyangan, lalu tertidur.

Hp Nurdin berbunyi. Nurdin pun terbangun. Terpampang wajah Emak yang lagi VC Nurdin.

"Nurdinnn...kamu sudah solat, Neuk? Jangan tinggalkan solat, ya!" Emak meletakkan matanya lebih dekat ke Hp. Nurdin kaget.

"Ketiduran, Mak." Nurdin garuk-garuk hidung.

"Emak bawa kabar gembira untukmu. Emak dan Cek Man sudah melamar anak tetangga Cek Man. Janda muda, neuk. Suaminya sudah meninggal. Anaknya 2 orang. Masih balita. Emak suka melihatnya. Cantik, putih dan soleha. Itu yang penting."

Nurdin dan Mbak Kunti sama-sama kaget. Nurdin belum siap kawin. Apalagi Mbak Kunti. Belum siap kehilangan Nurdin.

"Ta...ta...tapi Mak, Nurdin belum mau kawin. Masih betah nge-jomblo." Emak langsung matikan HP.

"Yahhh...kalo kamu kawin, sungguh mengenaskan nasibku. Siapa lagi yang akan teriak-teriak karena takut dengan kecoak? Ahihihi....." Mbak Kunti manyun lalu nangis.

"Mbak Kunti tenang aja. Aku gak mudah jatuh cinta."

Walaupun Nurdin punya tabungan dengan nominal 3 digit, dari tabungan-nya bertahun-tahun waktu kerja di Jakarta dan hasil dari ngonten. Dia lebih suka hidup dengan ke-sederhanaan.

*** Mbak Kunti meraung-raung di dalam kebun perkampungan monyet. Ia sedih banget, karena Nurdin akhirnya setuju dinikah-kan dengan janda 2 anak.

Mbak Kunti ingin menentang, tapi ia tak ingin membuat Nurdin durhaka pada Emaknya. Lagian Nurdin kan bukan pacarnya. Mereka hanya bestie. Nurdin manusia, sedangkan ia hanya setan. Dunia dan kebahagiaan mereka berbeda.

"Kenapa sih aku mesti jatuh cinta pada Nurdin? Sehingga aku gak rela ia kawin dengan wanita pilihan Emaknya? Apa salah dan dosaku? Ahihihi....." Mbak Kunti guling-guling sambil salto.

Nurdin sibuk mempersiapkan pernikahannya. Ia akhirnya setuju menikah, agar ketampanannya tidak menjadi huru hara di kampungnya. Ia ingin hidup tenang. Apalagi saat Emak menunjukkan foto wanita yang bernama Salima itu, yang cantik mengundang. Mengundang laki-laki ingin memilikinya.

Ia sampai lupa kepada Mbak Kunti, bestie-nya. Udah menghilang berhari-hari, gak terpikirkan. Perasaan-nya Mbak Kunti lagi cari tempat baru untuk seliweran. Makanya gak kelihatan ramak (rambut semak) nya.

Saat suami dan anak-anak Emak Nurdin meninggal karena tsunami, Emak baru berusia 30-an. Masih muda. Emak fokus membesarkan Nurdin.

Ia tak terpikirkan untuk menikah lagi. Emak masih sangat mencintai almarhum suaminya, ayah Nurdin.

Kini usia Emak sudah tidak muda lagi, 55 tahun. Emak masih kuat jalan. Nurdin aja sampe engap kalau diajak Emak jalan kaki.

***

Mbak Kunti menangis di pojokan. Warkop Nurdin disulap jadi pelaminan. Nurdin akan segera menanti dara baro (pengantin wanita). Kemarin sudah menikah di KUA. Nurdin tak ingin jadi huru hara kalau menikah di mesjid. Mereka diam-diam menikah di KUA. Tak ada antar linto (pengantin pria). Mereka langsung bikin acara dara baro, di warkop Nurdin.

Para pria senang mendengar Nurdin menikah. Mereka tak perlu khawatir lagi jika para istri dan wanita mendambakan Nurdin lagi. Mereka semangat membantu resepsi perkawinan Nurdin meski tanpa dibayar. Walau sederhana tapi estetik dan eksotis.

Banyak para wanita yang kaget dan patah hati dadakan, begitu mengetahui Nurdin kawin.

Bahkan Mbak Kunti ikutan frustasi karena takut gak bisa berteman dengan Nurdin lagi. Salima dan Emak Nurdin auto kagak rela melihat pertemanan mereka kelak. Mbak Kunti belum siap menerima kenyataan ini.

"Tidakkk....."

Mbak Kunti harus ìklas. Gimanapun Nurdin manusia terbaik versi Mbak Kunti. Ia harus membuat acara Nurdin lancar dan meriah. Meskipun hatinya berdarah-darah.

"Aku harus menjelma menjadi wanita cantik meski waktu- ku berbatas hanya untuk menjadi wanita cantik. Karena wujudku akan berubah lagi menjadi kunti kembali setelah 10 menit. Hikkk... betapa malangnya nasibku." Mbak Kunti jambak-jambak rambutnya. Tampak kebingungan.

Betapa tampannya Nurdin dan diimbangi oleh kecantikan Salima. Mereka tidak memakai pakaian adat Aceh seperti layaknya pengantin. Nurdin hanya memakai kaos oblong putih dengan celana sarung plus sandal jepit. Sedangkan Salima memakai daster warna putih mirip outfit Mbak Kunti.

"Busyettt...itu istri si Nurdin ngapa pake daster mirip punyaku?"Mbak Kunti kagak rela.

Mbak Kunti tampil modis dengan baju abaya warna hijau manja. Ia berjalan elegan untuk menyalami Nurdin. Istrinya entar-entar aja deh. Ihihihi.....

"Selamat ya, Nur...eh Nurdin. Semoga langgeng dan Samawa." Mbak Kunti menyalami Nurdin.

Nurdin merasa seperti familiar dengan Mbak Kunti. Tapi ia benar-benar lupa. "Kakak siapa, ya?"

"Eitdahhh...aku Mbak Kunti, Komariah Masitah Aneuk Metuah alias Anne." Mbak Kunti menyibak selendangnya.

"Gkgkgk....." Nurdin ngakak. "Pantas aku kayak familiar liat Mbak. Ternyata Mbak Kunti?"

Karena di depan khalayak, Nurdin gak mungkin cipika cipiki sama Mbak Kunti. Bisa dijewer istri dan emaknya.

"Teyus...kalo udah punya istri, kita gak bisa kayak dulu lagi? Jadi bestie?"

"Gimana ya? Kayaknya udah gak bisa lagi Mbak Kun. Istriku pasti ngintilin aku ke mana-mana." Nurdin menggaruk-garuk kepalanya yang gak gatal.

Salima menghampiri Nurdin. Ia lalu menggandeng tangan Nurdin. Rasanya gak rela melihat Nurdin dikelilingi banyak wanita.

"Kenalkan Mbak, ini istriku Salima." Nurdin tersenyum kecut. Bingung.

"Hai Salima. Titip Nurdin, ya. Dia sohib-ku atu-atunya. Mulai besok kami udah gak bisa nongki-nongki lagi. Tolong jangan sakiti hatinya, ya!" Mata Mbak Kunti berkaca-kaca.

Sebelum wujudnya benar-benar berubah, Mbak Kunti pergi dengan terburu-buru. Ia tak ingin orang-orang tahu kalau ia adalah Mbak Kunti. Ia tak sempat menyalami Salima.

"Ta...tapi nama Mbak siapa?"

Mbak Kunti bersembunyi di balik jemuran rumah orang. Wujudnya kembali menjadi Mbak Kunti. Ia menangis sesenggukan.

Samar-samar para tamu undangan mendengar suara tangisan Mbak Kunti.

"Kok aku merinding ya? Kamu dengar gak suara perempuan menangis?" Ujar Nadya kepada suaminya. Tamu undangan Nurdin.

"Hu'um. Padahal masih siang. Kok suasana berasa horor begini, ya? Ada tangis Mbak Kunti. Gkgkgk....." Iqbal, suami Nadya malah ngakak.

Di kejauhan Mbak Kunti mengintip kebahagiaan Nurdin yang sudah tidak lelah dengan ketampanannya lagi. Wajah Nurdin begitu sumbringah. Ia terlihat sangat bahagia.

Mbak Kunti seketika menghilang dan berada di atas tower telepon seluler ternama. Ia dan Nurdin pernah berada di ketinggian 40 kaki. Sebenarnya Mbak Kunti lagi sedih. Tapi ia jadi ingat Nurdin yang hampir pingsan karena fhobi.

Mbak Kunti jadi senyum-senyum sendiri. Lalu ia tertawa ala kuntilanak pada umumnya. "Ahahaha....."

Di kejauhan Mbak Kunti melihat sosok hantu Halimah sedang salto sembari pemanasan olah vokal.

"Ihihi...hihihi...hihihi....." hantu Halimah berdiri di atas pohon sentul yang buahnya benar-benar lebat.

Mbak Kunti celingak celinguk di atas tower. Tadinya ia ingin bunuh diri dengan terjun bebas dari ketinggian tower tersebut.

Tapi percuma, Mbak Kunti kan bisa terbang. Bloon banget. Cinta ini memang bikin Mbak Kunti jadi bloon. Semua karena ketampanan Nurdin yang paripurna.

"Halimahhh...suaramu merdu banget. Suwerrr....."

"Yah...ada si Anne. Mending aku ngacir aja, dah. Tuh Kunti reseh banget. Aku bisa gak fokus latihan vokal. Sia-sia dong aku les vokal sampe ke Pulau Komodo." Hantu Halimah menghilang dengan sukses.

*****

Mbak Kunti sempoyongan. Ia habis makan nasi pakai lalap daun ganja dan sambal terasi yang dicurinya dari warung nasi. Ia bingung mau mabuk-mabukan pakai apa. Di Aceh mana ada minuman beralkohol. Mumpung ia nemu daun ganja di hutan tadi, ia coba makan dengan nasi bungkus yang ia bayar pakai daun mangga.

Pemilik warung kesenengan dibayar pakai uang merah 5 lembar oleh Mbak Kunti. Padahal daun mangga loh.

"Gara-gara sebotol minuman, ia sampai sempoyongan." Mbak Kunti malah menari di atas truk Fuso begitu mendengar lagu dari ruang kemudi Pak Supir. "Busyettt...Pak Supirnya kayak nyindir aku, nih."

Tadinya Mbak Kunti numpang di atas truk Fuso yang membawa barang-barang elektronik. Ia malas gentayangan. Ia udah teler karena daun ganja.

"Nurdinnn...semoga kau mimpi indah bersamaku. Aku mau jadi hantu TKW aja. Aku gak mau di Aceh lagi. Aku mau ke Kamboja, Nurdin. Ihihihi......" Mbak Kunti memutuskan untuk pergi jauh dari kehidupan Nurdin.

"Kau serius mau ke Kamboja, Anne?" Tiba-tiba hantu Halimah sudah di sebelahnya. Kebetulan truk Fuso yang ditumpangi Mbak Kunti, sedang melewati jembatan Seunapet. Tempat terangker. Banyak truk dan mobil yang mengalami kecelakaan di situ. Mereka melihat penampakan hantu Halimah.

"Hu'um."

"Kenapa tidak melalui Kuala Namu, Ann?" Body language hantu Halimah bak wanita bangsawan. Cetar.

"Rencananya juga baru tadi. Bukan kemarin-kemarin. Kamu kok kepo, Halimah?" Mbak Kunti cegukan. Benar-benar teler dia.

"Hemmm...saranku, kamu jangan dibutakan oleh cinta, Anne. Apalagi sama manusia. Gak level. Mending fokus sebagai setan aja. Beuk bangai that." Hantu Halimah menghilang dari pandangan Mbak Kunti.

"Kayak jailangkung aja. Datang gak diundang, pulang gak diantar. Hoamzzz, ngantuk banget. Mending aku tidur aja, dah." Mbak Kunti tiduran di atas body badan truck Fuso.

Pikirannya gentayangan kemana-mana. Kisah perbestian-nya dengan Nurdin akan ia simpan sebagai kenangan. Ia tak akan kembali ke kampung Nurdin. Ia lebih baik mengikuti di mana truk Fuso itu menuju. "Zzz....."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!