NovelToon NovelToon
Crimson Vows

Crimson Vows

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Mafia / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yao na

Tujuh belas tahun Yao Conti hidup dalam penyamaran, bernapas hanya untuk satu tujuan: menuntut balas atas pembantaian keluarganya di Milan. Langkahnya membawanya menembus jantung kekuasaan keluarga Moretti, tempat ia bertemu Gerald Moretti—Don muda yang dingin, tajam, dan tidak pernah membiarkan siapa pun mendekatinya.
Bagi Yao, Gerald adalah kunci menuju pembunuh ayahnya. Bagi Gerald, Yao adalah teka-teki berbahaya yang memikat sekaligus mengancam wilayahnya. Di tengah benturan intrik politik lima keluarga mafia Italia hingga ancaman persekutuan gelap yang membentang ke Hong Kong, batas antara taktik dan perasaan perlahan mengabur.
Saat rahasia paling kelam tentang malam pembantaian itu akhirnya terkuak, mereka dipaksa memilih: menuntaskan dendam yang diwariskan oleh orang tua mereka, atau menyelamatkan cinta yang terlahir di atas tanah bersimbah darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yao na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 — Aliansi Baru

Berita tentang pengungkapan mengerikan itu — bahwa Salvatore Moretti-lah dalang sebenarnya di balik pembantaian keluarga Conti — perlahan menyebar di kalangan internal keluarga Moretti, memicu perpecahan di antara para kapten senior yang telah lama mengabdi pada Salvatore.

Beberapa kapten, dipimpin oleh Contessa yang sebelumnya menuntut agar Yao dihukum, tapi kini mempertanyakan kepemimpinan Gerald sendiri, khawatir bahwa kebenaran ini akan menghancurkan reputasi keluarga di mata aliansi lima keluarga besar Italia.

"Kau tidak bisa membiarkan kebenaran ini menghancurkan semua yang telah dibangun ayahmu," desak Contessa dalam pertemuan darurat kapten senior. "Kuburkan ini, Gerald. Biarkan yang mati tetap terkubur, dan fokuslah pada yang benar-benar penting demi kelangsungan hidup keluarga kita."

"Ayahku membantai satu keluarga utuh untuk menutupi korupsinya sendiri," jawab Gerald dingin, matanya menyapu seluruh ruangan dengan otoritas yang tidak tergoyahkan meski dunia batinnya masih berantakan. "Jika aku menguburkan kebenaran itu, aku menjadi persis seperti dirinya. Aku menolak."

Keputusan Gerald untuk mengungkap kebenaran secara terbatas kepada para kapten senior — meski tidak secara publik kepada aliansi lima keluarga, demi menghindari perang total — menciptakan keretakan dalam keluarga Moretti yang sudah lama tidak terlihat. Ia tidak menyadari bahwa Contessa, dalam kepanikannya sendiri, telah mengirim pesan singkat malam itu juga kepada seorang kenalan lama di Roma — seorang pria bernama Ricci yang pernah membantu ayahnya menyelesaikan "masalah kecil" bertahun-tahun lalu, dan yang menurutnya mungkin tahu cara terbaik melindungi keluarga Moretti dari kehancuran yang akan datang. Sebuah keputusan kecil, tampaknya tidak berbahaya, yang akan membuka pintu bagi ancaman yang jauh lebih besar dari yang bisa dibayangkan siapa pun di ruangan itu malam ini.

Sementara itu, Yao menghubungi Sofia untuk memberitahukan kebenaran mengejutkan yang baru saja terungkap.

"Salvatore Moretti," bisik Sofia, suaranya bergetar mendengar nama itu. "Ferdinand pernah menyebut nama itu, malam sebelum kematiannya. Aku pikir mereka hanya rekan bisnis biasa, tapi sekarang aku mengerti — Ferdinand mencoba memperingatkan Salvatore tentang Enzo, ia tidak menyadari bahwa Salvatore sendirilah dalang di baliknya."

"Ayah mencoba menyelamatkan keluarganya dengan mempercayai orang yang salah," kata Yao pedih, menyadari ironi tragis dari kematian ayahnya.

"Dan sekarang," kata Sofia pelan, "kau mencintai putra dari orang yang menghancurkan keluarga kita. Takdir memiliki selera humor yang kejam, Yao."

Yao tidak bisa membantah kebenaran pahit itu. Tapi ia juga tahu, jauh di dalam hatinya, bahwa cinta yang ia rasakan untuk Gerald yang tidak pernah menjadi bagian dari rencana balas dendamnya — dan bahwa cinta itu, entah bagaimana, telah menjadi satu-satunya hal murni yang tersisa di tengah kekacauan warisan keluarga kekerasan mereka berdua.

"Apakah kau menyesal, Sofia?" tanya Yao pelan, duduk di sofa apartemen mereka yang sederhana. "Menyesal telah menyelamatkanku, membesarkanku dengan satu tujuan dendam, hanya untuk melihatku jatuh cinta pada musuh yang seharusnya kubenci?"

Sofia terdiam lama sebelum menjawab, matanya menerawang jauh mengenang perjalanan panjang mereka berdua. "Tidak," jawabnya akhirnya, lembut namun tegas. "Aku tidak pernah menyesal menyelamatkanmu, Yao. Dan jika cinta ini nyata — cinta yang membawa kebenaran, bukan lebih banyak kebohongan — maka mungkin inilah caranya keadilan sejati bekerja. Bukan dengan menambah darah pada darah yang sudah tertumpah, tapi dengan mematahkan siklus kebencian yang telah menghancurkan kedua keluarga kita."

1
yao na
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!