NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Idiot Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Idiot Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Karin terbangun dalam novel medioker sebagai istri idiot CEO dingin, Arlan. Mengetahui nasib tragis tokoh aslinya, Karin memutuskan berpura-pura tetap idiot agar tidak diceraikan dan dibuang.

Namun, tingkah konyolnya justru membuat Arlan yang biasanya kaku mulai merasa bingung sekaligus tertarik.

Di tengah intrik keluarga besar dan ancaman pelakor, Karin harus menyeimbangkan aktingnya yang absurd dengan rasa cinta yang mulai tumbuh nyata.

Apakah rahasia transmigrasinya akan terungkap, ataukah ia akan selamanya menjadi istri kesayangan sang CEO dalam topeng kebodohan yang lucu dan menggemaskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Kedamaian di kediaman Dirgantara akhirnya terasa nyata. Selama seminggu terakhir, Arlan tidak pernah pulang lewat jam delapan malam. Ia bahkan mulai meluangkan waktu sarapan bersama Karin, menemani istrinya yang sedang berdiskusi dengan roti panggangnya tentang apakah selai stroberi bisa dipakai untuk mengecat kuku.

Namun, kedamaian itu hancur berkeping-keping pada hari Jumat pagi, ketika sebuah mobil Rolls-Royce Phantom hitam mengkilap berhenti di depan pintu rumah.

Pintu terbuka, dan keluarlah Helena Dirgantara, ibu dari Arlan.

Helena adalah definisi dari wanita sosialita elite yang sempurna. Rambutnya ditata rapi di salon mahal, pakaiannya haute couture dari Paris, dan auranya jauh lebih mengintimidasi daripada Arlan. Jika Arlan adalah es batu, Helena adalah badai salju yang bisa membekukan orang sampai ke tulang.

"Arlan," sapa Helena, suaranya dingin dan tajam. Matanya langsung menyapu ruangan dan terkunci pada Karin yang sedang duduk di lantai, mencoba memasang roda pada mainan mobil-mobilannya. "Kau membiarkan istrimu bermain di lantai? Apa kita kehabisan uang untuk membeli sofa?"

Karin langsung berdiri, menyeka keringat di dahinya. Gawat! Ibu mertua boss level akhir! Dalam novel, Helena ini yang paling benci sama tokoh asli Karin. Dia bahkan pernah menyuruh pelayan membuang semua baju Karin ke tempat sampah!

"Halo, Ibu!" sapa Karin riang, melupakan semua rasa takutnya. "Ibu pulang! Ibu bawa oleh-oleh apa? Kalau bawa ular, aku nggak mau ya. Aku takut sama hewan yang jalannya merayap."

Helena memejamkan matanya sejenak, memijat pelipisnya. "Arlan. Bawa istrimu ke atas. Suruh dia mandi dan pakai baju yang sopan. Siang ini aku membawa tamu. Madame Tania dari keluarga Suwono. Kita akan mengadakan afternoon tea. Dan istrimu harus hadir. Jangan biarkan dia memalukan keluarga ini."

Arlan yang baru turun dari tangga menatap ibunya, lalu menatap Karin. "Dengar kata Ibu. Ayo, Karin."

***

Dua jam kemudian, ruang tamu disulap menjadi ruang teh ala bangsawan Inggris. Meja panjang ditutupi taplak renda, porselen Wedgwood tersusun rapi, dan ada setidaknya dua belas jenis sendok dan garpu dengan ukuran yang berbeda-beda.

Madame Tania, seorang wanita paruh baya dengan makeup tebal dan senyum yang sangat sombong, duduk di sebelah Helena. Arlan duduk di ujung meja, sementara Karin duduk di sebelah suaminya, menatap peralatan makan di depannya dengan tatapan ngeri.

"Helena, sayang," ucap Madame Tania dengan suara yang dibuat-buat manja. "Aku membawa sesuatu yang istimewa hari ini. Royal Himalayan White Tea edisi terbatas. Hanya ada tiga kotak di seluruh Asia. Harganya setara dengan sebuah pulau pribadi. Aku ingin kita mencicipinya bersama."

Helena terlihat sangat terkesan. "Oh, Tania. Kau selalu tahu cara memanjakan lidahku. Pelayan, siapkan air panas suhu delapan puluh derajat."

Seorang pelayan membawa masuk teko perak dan kotak teh yang terlihat sangat mewah. Madame Tania dengan anggun mengambil beberapa helai daun teh yang terlihat pucat dan memasukkannya ke dalam teko.

"Daun teh ini sangat langka," jelas Madame Tania bangga. "Aromanya sangat... unik. Nyonya Karin, karena kau baru pertama kali minum teh sekelas ini, silakan tuangkan untuk dirimu sendiri lebih dulu."

Madame Tania menyodorkan cangkir yang sudah terisi air panas dan daun teh itu ke arah Karin, senyumnya penuh dengan niat tersembunyi untuk melihat Karin membuat kesalahan atau tersedak karena rasa teh yang aneh.

Karin menerima cangkir itu. Ia menunduk, menghirup aroma dari cangkirnya.

Hening.

Karin menghirupnya lagi. Lebih dalam. Lalu, ia mendongak, menatap Madame Tania dengan mata yang sangat polos dan penuh kebingungan.

"Mbak Tania..." panggil Karin pelan.

"Ya, Nyonya Karin? Apakah aromanya terlalu kuat untuk hidungmu yang tidak terlatih?" sindir Madame Tania.

"Bukan, Mbak," jawab Karin, wajahnya berubah menjadi sangat prihatin. "Tapi ini teh apa pembersih lantai? Baunya sama kayak karbol lemon yang dipakai di mall!"

Ruangan itu mendadak senyap. Helena langsung menutup matanya, bersiap untuk ledakan Madame Tania. Arlan menatap istrinya, alisnya terangkat, menahan senyum.

1
Susi Nugroho
Lanjut
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Susi Nugroho
Lanjut
ALEXIS A.😇
up kak
Susi Nugroho
Lanjut
Kucingku Hitam
seruu😍
lanjut kn thor💪
Susi Nugroho
,Lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!