Norman Turner mengira Grace Wills, wanita yang mudah dibodohi, sayangnya ia tidak memahami istrinya dengan baik.
Grace Wills malah memilih langkah yang paling berbeda saat mengetahui suaminya mendua.
Apa yang dilakukan Grace Wills? Penasaran, kepoin yuk ceritanya ...
Untuk tahu info update, follow IG: @nana_vinli
Diusahakan update setiap hari, 1 sampai 3 bab.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Tahan Lagi
"Sayang, percayalah padaku. Ini tidak seperti yang kau bayangkan!"
Norman buru-buru bangkit dari sofa. Dia menatap Grace yang berdiri beberapa langkah di hadapannya dengan wajah pucat. Jantungnya berdegup kencang, terlebih ketika melihat istrinya itu sama sekali tidak menunjukkan reaksi apa pun.
"Mo—Mona tadi terjatuh tepat di hadapanku. Aku hanya berusaha menolongnya, Sayang. Sungguh, tidak ada yang terjadi di antara kami!"
Norman berusaha menjelaskan semuanya dengan tergesa-gesa. Dia bahkan tidak sempat memikirkan apakah penjelasannya terdengar masuk akal atau tidak. Baginya, hal terpenting saat ini adalah membuat Grace percaya kepadanya.
Namun, wanita itu tetap diam.
Grace hanya mengalihkan pandangannya dari Norman kepada Mona yang masih berada di dekat sofa. Tatapannya datar, tanpa kemarahan, tanpa keterkejutan, bahkan tanpa sedikit pun keinginan untuk bertanya.
Justru itulah yang membuat Norman semakin ketakutan.
Jika Grace berteriak atau memakinya, setidaknya dia masih bisa mencoba menjelaskan keadaan. Namun, menghadapi wanita yang hanya diam dengan wajah tanpa ekspresi seperti ini membuat Norman tidak tahu apa yang sedang dipikirkan istrinya.
Apakah Grace sudah tidak peduli lagi kepadanya? Atau justru wanita di hadapannya sedang menahan kemarahan yang jauh lebih besar daripada yang bisa dia bayangkan?
Norman menelan ludah. Dia mencoba mencari sesuatu dari sorot mata Grace, tetapi tidak menemukan apa pun selain tatapan dingin yang membuat dadanya terasa sesak.
"Sayang, kenapa kau diam saja?" tanyanya dengan suara bergetar.
Grace tidak menjawab. Wanita berambut merah itu bahkan tidak meliriknya lagi. Dia hanya berdiri tegak dengan kedua tangan di sisi tubuh, seolah-olah tidak peduli dengan apa yang terjadi di hadapannya.
Padahal, di balik wajah datarnya, Grace sedang berusaha keras menahan perasaannya sendiri.
Norman tidak mengetahui hal itu. Dia hanya bisa menebak-nebak, dan setiap detik yang berlalu tanpa jawaban membuat pikirannya semakin kacau.
"Grace, tolong katakan sesuatu!" Norman melangkah mendekat. "Jangan membuatku seperti ini. Aku benar-benar bisa menjelaskan semuanya!"
Namun, Grace tetap tidak bersuara.
Norman mulai kehilangan akal. Dia takut sikap diam istrinya merupakan tanda bahwa wanita itu sudah tidak mau mendengarkan penjelasannya lagi.
Tanpa berpikir panjang, Norman akhirnya berlutut di hadapan Grace.
"Sayang, kumohon!" Norman segera meraih tangan Grace dengan kedua tangannya. "Jangan seperti ini. Tetaplah percaya kepadaku. Ini tidak seperti yang kau pikirkan!"
Norman mendongak, berusaha menangkap tatapan istrinya.
"Aku dan Mona tidak memiliki hubungan apa pun! Aku bersumpah, Sayang. Dia tadi terjatuh, lalu aku hanya berusaha membantunya. Kau harus percaya kepadaku!" kata Norman.
Suara Norman terdengar semakin memohon. Dia menggenggam tangan Grace, berharap wanita itu memercayai perkataannya.
"Sayang, lihat aku. Kumohon, jangan diam saja!"
Grace akhirnya menurunkan pandangannya kepada Norman. Namun, tatapan itu tetap sama. Dingin dan datar, tanpa memberikan sedikit pun petunjuk mengenai apa yang sedang berkecamuk di dalam hatinya.
Norman merasa tenggorokannya mengering.
Mengapa Grace tidak marah? Mengapa wanita itu tidak mengatakan apa-apa?
Ketidakpastian itu membuatnya jauh lebih takut daripada kemarahan yang mungkin akan dilontarkan istrinya.
Sementara itu, Mona yang berdiri agak jauh dari mereka memperhatikan semua kejadian tersebut dengan rahang mengeras.
Dia tidak menyangka Norman akan sampai berlutut di hadapan Grace hanya untuk menyangkal hubungan mereka. Padahal, sebelumnya mereka memang berniat melakukan hubungan intim.
Bahkan, pria itu terus memohon kepada Grace seolah-olah Mona sama sekali tidak berarti baginya!
Mona mengepalkan tangannya. Rasa kesal perlahan menguasai dirinya. Selama ini, dia sudah cukup bersabar menghadapi sikap Norman yang selalu mengutamakan Grace di hadapannya.
Namun, melihat pria itu merendahkan dirinya sendiri seperti sekarang membuat Mona tidak sanggup lagi menahan emosinya.
Mona menatap Grace dengan tajam sebelum berkata lantang, "Grace, semua yang Norman katakan tidak benar! Kau harus tahu, aku dan Norman sudah lama menjalin hubungan, dan kami saling mencintai!"
Akan bahagia klo video perselingkuhan Edmund juga juga viral 🤣
Mona yang haus status Turner hingga tak sadar bahwa Mona membuka jalan untuk keruntuhan Turner sekeluarga 🤣