NovelToon NovelToon
Antagonist After Ending

Antagonist After Ending

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Putri asli/palsu / Cinta Seiring Waktu / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:50.3k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…

Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.

Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.

“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.

Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…

“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”

"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbeda

Wanita yang tidak menyadari, Arabella memang tidak ikut sebagai asisten Angel. Tapi wanita itu mengirim orang untuk mengikutinya. 

Pria yang kini berdiri di depan kamar yang disewa oleh Angel dan Julian. Seorang pria berpakaian cleaning service. 

“Halo…nona, seperti dugaan nona, pria itu membawa Angel ke kamar hotel. Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?” Tanya pria itu pada arabella yang berada di seberang sana.

“Biarkan saja! Angel itu terkadang begitu pintar dan licik. Tapi terkadang juga terlalu naif dan polos. Dihadapkan dengan kesetiaan cinta seorang playboy. Tentu saja wanita bodoh itu akan takluk dan berlutut. Aku tidak perlu campur tangan dalam hal ini. Tugasmu sekarang hanya satu, terus ikuti Angel. Ambil beberapa gambarnya ketika keluar dari kamar hotel. Jika suatu hari kamu mendapatkan kesempatan, kamu boleh mengambil rekamannya melalui kamera tersembunyi. Semakin banyak hal yang kamu dapatkan, semakin banyak juga aku akan membayarmu.” Arabella yang berada di seberang sana mematikan panggilannya. 

Sementara itu, detektif yang disewa olehnya masih berdiri di sana. Menunggu kesempatan untuk mengambil bukti lebih banyak lagi nanti. 

***

Di tempat lain Arabella tengah mengemudikan mobilnya, menembus padatnya lalu lintas ketika jam sibuk seperti ini. Walaupun dirinya bekerja lembur, tapi itu sepadan. 

Setelah kakeknya pulang jabatannya sudah pasti akan dinaikkan. Tunggu saja kakeknya murka pada Ayah dan ibunya. Mereka akan mangap-mangap seperti ikan kekurangan air. 

Pada akhirnya gerbang besar rumah itu terlihat. Pintu dibuka secara otomatis, ketika memarkirkan kendaraannya, mata arabella mengamati. Mobil milik Cakra terparkir di sana, begitu juga dengan mobil milik kedua orang tuanya. 

Wanita yang masih menggunakan pakaian wanita karir serba hitam putih itu, melangkah masuk ke dalam rumah mewah milik kakeknya…dibangun dengan uang kakeknya. Tidak ada hubungannya dengan uang ayahnya yang begitu mudah dibodohi. 

Melangkah masuk ke dalam, tidak ada pelayan yang menyambutnya sama sekali. Hingga pada akhirnya langkahnya terhenti. Mengamati meja makan yang begitu hening. 

Cakra berada di sana, terlihat makan dengan tenang. Sedangkan Vino dan Melda seperti enggan untuk mengganggu menantu mereka. 

“Good evening everybody…” dirinya mendekati meja makan. Kemudian duduk tanpa ada yang mengundang sama sekali. 

“Kenapa cuma makan bertiga saja? Angel di mana? Apa Cakra menyembunyikannya karena terlalu cinta?” Sengaja Amelia bertanya demikian, padahal sudah mengetahui Julian tengah bercinta dengan Angel. Walaupun tidak ada informasi, karena kamar hotel kedap suara. 

Tapi seorang perayu ulung seperti Julian, seorang wanita yang begitu ambigu tentang arti cinta seperti Angel. Sudah pasti akan terjebak dalam kekacauan memasukkan dan mengeluarkan. 

“Tutup mulutmu.” Melda menekankan kata-katanya pada putrinya. 

“Apa yang salah kalau aku bertanya tentang Angel? Kalian selalu berkomentar, katanya aku kurang baik dan perhatian kepada Angel. Ketika aku sudah perhatian seperti ini, aku juga tetap salah di mata kalian. Bagaimana caranya supaya aku bisa menjadi anak yang baik di hati kalian? Aku hanya berusaha sebagai anak yang lugu…” arabella sengaja mengucapkannya dengan nada dibuat-buat. 

“Ini semua karena kamu yang tidak bersedia menjadi asisten Angel. Angel berkata akan menemui investor dari luar negeri. Ibu sudah mengatakan, Kamu harus menjadi asistennya. Dia dapat mengajarimu tentang tata krama. Agar kamu menjadi anak yang lebih baik!” Suara bentakan dari Melda menggebrak meja makan. 

Arabella malah tertawa kecil.”Ibu kekurangan duit?”

“Apa maksudmu?” Melda mengepalkan tangan menatap ke arah putrinya. 

“Kalau ibu kekurangan duit katakan saja pada kakek. Untuk mengajari putrimu tentang etika, kamu tinggal memanggil tenaga pengajar profesional. Tidak perlu mengeksploitasi anak angkatmu, untuk menjadi guru privat gratisan. Apa Ibu benar-benar tidak punya duit?” Lagi lagi arabella menekankan kata-katanya. 

Wanita itu meraih jeruk impor, kemudian mengupasnya untuk dirinya sendiri. 

“Kalian semua diam.” Cakra kembali makan sedikit, kemudian meraih segelas air putih. 

“Aku diam! Aku tutup mulut!” Arabella malah tersenyum tengil, menikmati buah jeruk satu persatu. 

“Ayah mertua, sebenarnya di mana Angel bertemu dengan investor?” Cakra benar-benar tidak bisa menahan diri. Ingin menyusul istrinya. 

Dirinya benar-benar diblokir oleh wanita itu. Diblokir? Kenapa? Kecurigaan merebak di dalam hatinya. 

“Kalau masalah itu—” kalimat Vino disela.

“Venus restaurant, Aku tidak tahu pastinya. Tapi yang jelas, sebelumnya Angel kembali membujukku untuk menjadi asistennya. Bersama dengannya menemui Pak Julian di Venus restoran. Aku menolak dengan halus, karena pekerjaanku sebagai direktur menumpuk. Nanti kalau aku lalai dalam tugas, Kakek bisa menggantikan posisi hak warisku.” Wanita yang tersenyum menjawab apa adanya. 

“Ayah mertua…Apa benar Venus restoran?” Tanya Cakra kembali.

“Benar! Tapi memang hanya bertemu dengan investor saja di Venus restoran. Kamu tidak perlu seperti itu. Lagi pula Angel sudah mengatakannya sendiri, 2 jam lagi dia akan pulang.” Vino menghela nafas berkali-kali, tidak biasanya Angel seperti ini. 

Teleponnya bahkan tidak diangkat, nomor Cakra diblokir. Tidak ada jalan untuk menghubunginya lagi. 

“Aku akan pergi ke Venus restaurant.” Cakra bangkit bagaikan seorang pahlawan pria. Dirinya akan menemukan kekasihnya, salah maksudnya istrinya. Akan membawanya kembali, jika bersenda gurau begitu akrab dengan pria lain saja, lebih baik istrinya berhenti bekerja. 

“Kalau sudah ketemu kasih tahu aku ya.” Wanita yang tersenyum, dengan mulut dipenuhi oleh buah jeruk. 

Cakra menyipitkan matanya terlihat sinis. Sifat mantan tunangannya ini, beberapa hari ini benar-benar berubah. 

Biasanya akan menempel memohon cintanya bagaikan lem. Seperti magnet yang tidak mau lepas. Tapi kali ini benar-benar acuh. 

“Kamu harus ikut!” Cakra menarik bagian belakang kerah baju arabella. 

Memaksa wanita itu untuk bangkit dari tempatnya duduk. 

“Kenapa aku harus ikut!? Kamu tidak tahu ini jam pulang kerja aku!? Ini adalah me Time!” Suara teriakan dari arabella. 

“Cakra jangan membawa arabella! Dia hanya bisa mengadu domba hubunganmu dengan Angel!” Melda mencoba untuk menghentikan. Sedangkan Vino melarangnya. 

“Biarkan saja…lagi pula arabella terlihat tidak menyukai Cakra lagi. Ayah juga sudah menghubungiku, arabella akan dijodohkan, dan dinikahkan dengan pria pilihan ayah.” Vino menghela nafas berkali-kali. Banyak hal mengganjal di dalam pikirannya. Matanya kembali melirik ke arah istrinya yang terlihat selalu menatap dendam ke arah arabella. 

“Aku cuma cemas, arabella dengan sifatnya yang jelek seperti itu. Bisa menjadi duri dalam daging di hubungan Angel dan Cakra. Padahal mereka baru saja menikah, untuk apa arabella kembali ikut campur. Benar-benar anak yang kurang terdidik.” Kata-kata yang begitu kasar bagi seorang ibu. 

“Kalau kurang terdidik, itu artinya kamu yang mendidiknya dengan salah. Itu sepenuhnya kesalahanmu.” Jawaban tenang dari Vino. 

“Kamu berani menyalahkanku? Aku ini melakukan segalanya selalu demi kamu. Aku bahkan rela hamil diluar nikah untukmu. Apa kamu kurang puas dengan segalanya!?” Melda bangkit dari tempatnya duduk, kemudian meninggalkan Vino seorang diri. 

Biasanya Vino akan membujuk istrinya. Tapi kejadian beberapa hari ini, benar-benar membuka pikirannya. Dulu arabella berbuat banyak kesalahan. Tapi sekarang tidak salah pun juga ikut disalahkan. 

Pikirannya bagaikan benar-benar terbuka kali ini. Merasa ada yang aneh dengan tingkah laku istrinya…

1
ryuka
udah gila nih si angel
chataleya
lanjutkan kegilaanmu saja Angelll...
tunggu surat pengadilan dari Cakra 🤣
Cakra segera cari target lain. sepertinya sekretaris ArabElla lumayan 🤭🤭🤭
Ufiyyyy
tristan nyempil dsni🤭
Inah Ilham
astaga si Tristan,, bener bener ya ngga takut apa dia sama si dokter bedah
✨Susanti✨
istrimu kayaknya
✨Susanti✨
hello... itu calon istri orang ya
✨Susanti✨
rekam deh biar bisa jadi bukti
✨Susanti✨
hanya Melda n author yang tahu
✨Susanti✨
pria bersuami?
typo kak
✨Susanti✨
perlu dilakukan tes DNA nih🤔
✨Susanti✨
minta ditandain si Melda nih
✨Susanti✨
ada aja cara ngambil kesempatan
✨Susanti✨
dia ga peka xav
✨Susanti✨
🤣🤣🤣 gatau kenapa kok puas banget arabella bales temannya kayak gt
✨Susanti✨
itu karena secara ga sadar ayah ibumu menjauhkanmu dari masalah 😁
✨Susanti✨
masih diawal Uda greget aku
ayok hajarrrr
✨Susanti✨
hadirrr
Fa'iqoh Siti Elok
membuat menyusun proposal membuat ara Xavier junior
Fa'iqoh Siti Elok
otaknya udah dicuci sama si juli
Sulati Cus
klu kita nikah hari ini🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!