NovelToon NovelToon
Istri Polos Tuan Garra

Istri Polos Tuan Garra

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Bad Boy
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Tubuh Elisa bergetar hebat di ambang pintu kamar hotel. Di depannya, seorang pria berdiri tegap menatapnya dingin. Asing. Berbahaya dan malam ini, pria itulah yang memegang nyawa ibunya.

Satu malam. Jika Elisa berhasil memuaskan pria itu, ibunya tetap hidup. Jika ia gagal, selang dan alat-alat medis ibunya akan dicabut.

Elisa tidak punya pilihan. Gadis lugu yang bahkan belum pernah pacaran itu harus menukar kesuciannya demi napas ibunya.

"Mandilah. Aku benci menyentuh perempuan kotor!"

Suara itu dingin, menghina, menusuk sampai tulang.

Demi selamatkan ibunya, Elisa terpaksa melakukan ini, hanya satu malam. Tak disangka pria itu menagihnya seumur hidup. Karena pria itu tidak hanya menginginkan tubuhnya. Dia menginginkan seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Testpack

Bab 7 Istri Polos Tuan Garra

Pulang dari kampus, langkah Elisa gontai.

Kata-kata Susan tadi siang terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak.

"Pasti Susan salah... dia hanya asal bicara!" desis Elisa sambil menggeleng keras. Ia ingin membuang jauh-jauh pikiran itu.

Tidak mungkin. Mana mungkin hanya satu malam bisa langsung jadi anak. Mana mungkin Tuhan sekejam itu padanya. Ibunya baru saja berpulang, ia baru saja mencoba merangkak dan berdiri lagi.

Jauh di relung hatinya yang paling dalam, Elisa berdoa. Berharap. Memohon. Jangan sampai. Jangan sekarang. Jangan dengan cara seperti ini.

Tapi semakin ia menyangkal, semakin tubuhnya memberontak. Seminggu ini ia gampang mual. Bau parfum teman kuliahnya yang biasanya wangi, tadi pagi terasa memuakkan. Pusingnya datang tiba-tiba. Dan yang paling menakutkan...

Elisa membuka kalender di ponselnya dengan tangan bergetar.

Tanggal 23. Seharusnya tamu bulanan itu datang tanggal 15. Terlambat beberapa hari. Darahnya seketika berdesir dingin.

Keesokan harinya, setelah kelas terakhir selesai, Elisa tidak langsung pulang ke kos.

Ia mampir ke sebuah apotek yang agak jauh dari kampusnya, apotek yang tidak akan ada yang mengenalnya. Ia memakai masker, menundukkan kepala dalam-dalam.

"Mbak... ada... testpack?" suaranya nyaris tak terdengar.

Penjaga apotek yang ramah itu memberikannya sebuah kotak kecil berwarna pink tanpa banyak tanya. Justru itu yang membuat Elisa semakin malu. Seolah dosa itu tertulis jelas di dahinya.

Sampai di kos, ia bahkan belum sempat mengganti baju kuliahnya, belum sempat melepas sepatunya dengan benar. Tas ia lempar ke tikar. Kotak kecil itu ia genggam erat sampai basah oleh keringat tangannya.

Dengan jantung berdegup kencang, ia masuk ke kamar mandi kos yang sempit. Ia membaca instruksi di bungkusnya berulang kali. Mudah, tinggal dicelupkan selama 10 detik, tunggu 5 menit.

Mudah. Kata yang begitu kejam. Tidak ada yang mudah dari ini. Tangannya bergetar hebat saat ia memasukkan alat putih kecil itu ke dalam wadah plastik berisi sampel.

"Semoga Susan salah... semoga tubuhku tidak apa-apa... Tuhan, tolong aku..."

Elisa memejamkan mata rapat-rapat begitu menarik benda itu. Ia tidak berani melihat. Ia takut. Sangat takut. Ia menempelkan punggungnya ke dinding kamar mandi yang dingin, mengatur napas.

Satu detik. Dua detik. Lima detik.

Pelan-pelan, dengan sisa keberanian terakhir yang ia punya, ia membuka matanya. Dunia Elisa runtuh detik itu juga.

Dua.

Ada dua garis merah yang jelas. Tegas. Kejam. Garis itu seolah mengejeknya. Tangan Elisa lemas. Alat itu jatuh ke lantai.

Jantungnya berdetak tidak karuan, kakinya kaku, badannya lemas seketika. Ia melorot jatuh terduduk di lantai kamar mandi yang dingin.

"Enggak... enggak mungkin..." gumamnya, suaranya tercekat.

Air matanya yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah. Ia membekap mulutnya sendiri agar penghuni kos yang lain tidak mendengar isak tangisnya.

"Bu... bagaimana ini, Bu?" isaknya pecah.

Di dalam perutnya yang masih rata itu, kini ada sebuah nyawa. Nyawa yang tercipta dari satu malam penuh dosa dan air mata. Nyawa yang ayahnya adalah seorang pria yang bahkan tidak ia cintai. Pria yang suka menyewa wanita malam. Pria yang menganggapnya kotor.

Sore di hari yang sama, hujan baru saja reda. Langit masih kelabu. Elisa memutuskan pergi ke satu-satunya tempat di mana ia bisa pulang. Makam ibunya.

Ia duduk bersimpuh di depan gundukan tanah yang masih basah itu. Nisan sederhana dari kayu, bukan marmer mewah, hanya bertuliskan nama yang ia cintai seumur hidupnya, UTAMI.

Di tempat lain, orang mungkin takut dengan kuburan. Tapi bagi Elisa, ini adalah rumah.

"Bu... Ibu..." panggilnya lirih.

Tidak banyak kata yang bisa keluar. Padahal ada ribuan kalimat yang ingin ia muntahkan. Tentang rasa takut, rasa bersalah, rasa hancur, rasa kangen yang tidak ada habisnya. Tapi semua itu hanya berubah menjadi isakan yang menyayat hati.

Tubuhnya bergetar hebat menahan tangis. Bahunya naik turun.

"Bu, bagaimana ini, Bu... Ibu..."

Gadis itu menangis lama, sangat lama. Ia tidak peduli ada beberapa peziarah lain yang melihatnya dengan tatapan iba. Ia hanya butuh ibunya. Baru kemarin ia berjanji akan bangkit. Akan fokus kuliah, akan membanggakan ibu di surga, akan melupakan malam nista di hotel itu.

Tapi sekarang? Ia hamil. Ia mengandung anak dari Tuan Anggara. Laki-laki yang suka main perempuan. Laki-laki yang pasti akan jijik jika tahu.

Apa yang harus ia lakukan? Menggugurkannya? Tuhan tidak akan memaafkannya. Ibunya pasti akan sangat kecewa. Tapi jika ia pertahankan, bagaimana dengan kuliahnya? Bagaimana dengan hidupnya? Bagaimana ia harus memberi tahu pria itu?

"Bu... Lisa mungkin sangat mengecewakan Ibu... jika Ibu masih hidup... Ibu pasti malu punya anak seperti aku... iya kan, Bu?" ucapnya dengan suara serak, parau karena terlalu lama menangis.

Wajahnya sudah sembab. Matanya bengkak. Ia terdiam, menatap nisan itu, seolah berharap nisan itu akan menjawab.

Tiba-tiba, langit yang tadi kelabu berubah semakin mendung. Angin bertiup kencang. Gerimis mulai turun lagi, satu dua tetes membasahi kepalanya.

Elisa masih tidak bergerak. Ia membiarkan gerimis itu membasahi pipinya yang basah oleh air mata.

"Bu, Lisa pulang dulu ya. Ibu... maafkan Lisa ya... maafkan Lisa yang sudah mengecewakan Ibu... maaf..."

Ia berdiri dengan susah payah. Kakinya kesemutan karena terlalu lama bersimpuh. Ia mengusap wajahnya yang basah, tidak bisa membedakan mana air mata dan mana air hujan.

Ia mengusap nisan ibunya dengan penuh cinta, sebelum akhirnya berbalik. Kelopak matanya tertutup, bulir bening terakhir menetes bersama dengan gerimis yang semakin deras. Dadanya sesak, tapi ada sedikit kelegaan. Setidaknya, ia sudah cerita pada ibunya. Lebih tepatnya, cerita pada gundukan tanah tak bernyawa yang tidak akan pernah menghakiminya.

Sampai di kos, hujan sudah reda. Elisa langsung merebahkan tubuhnya di atas tikar tipis. Ia tidak peduli bajunya sedikit basah.

Ia menatap plafon kosnya yang bocor di satu sudut, tangannya perlahan, dengan sangat hati-hati, ia letakkan di atas perutnya yang masih rata.

Di sana ada kehidupan.

"Tuhan... harus aku apakan janin dalam perutku ini? Harus aku apakan hidupku ini?"

Dan untuk pertama kalinya sejak ibunya meninggal, Elisa merasa benar-benar sendirian di dunia ini.

Bersambung.

🫢 Ditunggu komentarnya.

1
Kar Genjreng
mulano jangan galak galak dan ,,,, perlakukan dengan manis dan baik lah dah di hana di perlakukan mirip maling rasano kabur Saiki mana bawa benihnya pula kapok saiki belgedes si Bro Garra ,,,biarpun krempeng dan ga berdaya tetap saja mempertahan calon buah hati ya,,,uang banyak berkuasa tetapi hatimu ga damai dan selalu nya menggunakan kekuasaan,,,lagi di ajak nikah kontrakan yang Murmer ga biaya banyak wong cetil medit sumpritttttt
Ayla Pratama
kosong????Elisa sma bibi kmna????🤔🤔🤔
si bibi ni lucu🤭🤭🤭
Ayla Pratama
benar2 yaaa si pak garra ni,,,gak ada baik2 nya,,gak ada mnis2 nya,,,,dikit aza😩😩😩 jdi cowok ko gak peka😮‍💨😮‍💨😮‍💨
Ayla Pratama
siapa jga yg mo bllg mksih🤭🤭🤪🤪🤪
rini ningsih
semoga Elisa beneran kabur... biar makin murka itu si-gara-ngan .. 😄
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
hnah loh kmna bibi sama Elisa nya
ntar gara ngamuk lagi🤣🤣🤣
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
angker nya melebihi kuburan kuno nya bibi lung nya Yoko y sus 🤭🤭🤭👻👻👻👻
Sept September: aku nonton ini pas SD loh wkwk 🤣🤣🤣🤣🤣 wa
total 1 replies
Ayla Pratama
aduhhhh Elisa,,,,,,🤦🤦🤦 trauma q klo udh d guk guk sma anajy,,,,emng yaaaa anjayyy
Ayla Pratama
👍👍👍 bgus elisa
Ayla Pratama
ihhhh kesel bgt Sma si gara,,,,klo knp2 sma kndungan nya kan bahaya,,,,
Ayla Pratama
tdi marah2 skrg mabuk pen anu lgi mungkin pak garra......klo dket pen cubit tuhhh ginjal nya
Ayla Pratama
lawan trus Elisa,,,,jgn tkut......
Kar Genjreng
tetep semangat BESTie sang penulis cantik siap di jemput rezekinya Aamiin 🤲🤲
Sept September: aamiin ya Allah. doa terbaik juga untuk kakak ku Sayanggg yang jauh di Mato.. sehat-sehat untuk keluar kak genjreng di sanaaaa🙏😍
total 1 replies
Sri Rahayu
kemana Elisa dan Bibi nya....ke kamar mandi atau kah kabur 😇😇😇... lanjut Thorr 😘😘😘
Ayla Pratama
egois dan arogan bgt kmu pak garra,,,,
Kar Genjreng
eeehhh Tuan kulkas kanebo sabar ngapa ya kale Dirimu yang bikin striiissno lah yo. makane mau punya Anak tapi ga open sama calon Mak nya haduhhh kepingin tak Bandem bi. Bogeman nganyelke tenan ,,,berkuasa si tapi mbok di delok sik,,,opo opo kudu sedek seenyek labeh di Kon kayo Dirimu ta Yo ga gitu Mas Bro Gara,,,pingsan juga bukan nya sengaja terpeleset Mas Bro,,,gae TREMOSI jiwa,,
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
y X bang jatuh di sengaja sakit bany
ken darsihk
Anjayyy Anggara wajib di satu kan dengan Doberman nya , lelaki nggak punya hati sama persis dengan pelihara an nya 😠😠😠
Sept September: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Sri Rahayu
uda kamu tidur aja Elisa ga usah bangun2 sebulan...gantian suruh si Gara2 yg stress 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Kar Genjreng
Ahh sudah bisa nebak pasti wajah langsung jelek,,,mirip piaraan nya ,,,biar begitu juga coba apa akan berubah baik entahlah,,,bikin saja sayembara. siapa siapa yang bisa merubah wajah beringas menjadi lembur dan baik,,,baik si kayanya tapi itu loe Bi jangan sarapan roti ga ada gizinya,,,nasilah Bi sayur brokoli. ,,salomo 😁 biar keliatan sehat sudah stress ulah MBG,,,kaku kata Alex buaya apa Lex tadi Tak laporin Lo lex biar kena panas muka Sagara yang aduhai beringas,,,ayo semangat ya BESTie update lagi malming
internet nya fool,,, kalau biasa Pak Su JM 10 di matiin kecuali Anak Anak nya ada tugas desain baru ga matiin bisa kena semprot Anak gadis Ku galak,,,😁😁 tapi
pawang nya sang Bapak e gemes kadang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!