NovelToon NovelToon
AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Transmigrasi
Popularitas:838
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Update setiap hari!
No copy, cerita saya!
Selamat membaca semua, semoga suka...

Sinopsis :
Maudy, Seorang Sekertaris di Perusahaan besar mendadak tewas setelah Mobilnya tertabrak oleh Mobil pengendara lain. Namun bukannya pergi ke alam baka ia malah bersinggah di tubuh Wanita lain. Ia bahkan kini harus menghadapi kesulitan lantaran ia kembali ke 2 tahun yang lalu dalam tubuh wanita itu, yang bernama Aurora. Saat ia berpikir untuk menyerah dan kembali mati ia pun bertemu dengan wanita di alam mimpinya.

"Tolong aku, Tolong rubah masa depanku yang hancur" Ucapan itu membuat Maudy ketakutan. Ia bahkan tak kenal wanita ini atau siapa dia. Ia mencoba beberapa kali percoba bunuh diri namun selalu gagal dan hingga akhirnya ia menyerah dan memilih untuk tetap bertahan sebagai Aurora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Ruangan marketing, para staf kini tengah bekerja. Menyiapkan laporan kinerja tahunan, untuk rapat sore nanti.

General Manager, Antonio Hemaluyo kini tengah berada di sana. Menggantikan Aurora sementara, tak ada satu pun staf yang menyukai kedatangannya.

Pria itu terkenal galak, tidak pandang bulu. "Jadi seperti ini kinerja kalian, mentang-mentang atasan kalian anak Direktur lalu kalian seenaknya." Pria itu berbicara tepat di samping Anne.

Wanita tampak ketakutan, pria itu kemudian melihat proposal Anne. Tak berselang lama dari itu, proposal langsung di lempar ke lantai.

"KAU PIKIR INI CERITA ANAK TK, LULUSAN MANA KAU? BISA BEKERJA TIDAK!"

Melihat Anne yang sekarang menjadi bahan bulan-bulanan GM itu, membuat semua yang berada di ruangan langsung menatap ke arah Anne.

"Akhirnya, ada yang menyampaikan unek-unek selama ini."

"Benar, dia selalu seenaknya hanya karena dekat dengan anak presdir."

"Kasihan, Anne yang malang."

"Eh itu Kak Anne kenapa?"

Begitulah tanggapan para staf yang lain, ada yang merasa heran, ada yang kasihan kepada Anne. Lalu ada pula yang sangat merasa senang melihat Anne terkena amukan GM.

KRIETTT!

Seseorang terlambat masuk, ia baru saja membuka pintu, dan langsung di sambut tatapan dari semua staf yang berada di ruangan itu.

"Ada apa ini? Bukannya masih 5 menit lagi masuk kerja." Ucap Kris dengan santainya.

Kris tidak panik melihat Anton, padahal pria itu terlihat menatapnya dengan tatapan amarah.

Diana yang tengah duduk di mejanya, kini langsung tepuk jidat. "Dasar tidak paham situasi." Batin Diana.

"Terima kasih telah menggantikan pacarku Pak Anton, kau memang sangat kompeten." Ujar Kris, sambil menepuk-nepuk pundak Antonio.

Anton yang merasa Kris telah kelewat jauh, akhirnya marah besar. Kris bahkan berjalan melewatinya. Menepuk pundak pria itu dengan santainya.

"Jangan marah-marah pak, ini masih pagi." Kris menatap jam di tangannya dan menunjukkannya kepada Anton. Pukul 08.55.

Pria itu terlihat sangat santai, ia bahkan menghampiri Anne yang sudah terlihat pucat. "Anne, kau kenapa?" Tanya Kris, dan Anne dari kejauhan berbisik. Mencoba mengingatkan Kris.

"Pergi ke tempatmu sana! Jika tidak dia pasti akan kembali marah." Ucap Anne lirih. Wanita itu sudah mencoba memberitahunya. Namun Kris malah semakin menjadi-jadi.

"Kau ini kenapa Anne, apa kau di marahi olehnya?" Menunjuk Anton.

Anne tak menjawab ucapan Kris lagi, wanita itu kini sibuk dengan tugas yang di berikan oleh General Manager itu. Yang lain juga turut kembali bekerja, setelah semua mendapatkan tatapan tajam dari Antonio.

Kris kini menoleh, ia kembali menghampiri Anton. Tatapannya kini tampak menantang, "Hai jangan karena kau menggantikan pacarku. Kau jadi bertingkah semaumu."

Anton hanya terdiam, pria itu tak menanggapi ucapan Kris. Diana yang sudah merasa resah dengan Kris, akhirnya turun tangan maju sendiri.

"Kak, kau jangan cari mati. Duduk saja di tempatmu, kau itu sudah terlambat 1 jam." Ucap Diana lirih.

Kris kini sadar, ia kini tak mengecek jam tangannya. Pria itu beralih menggunakan ponsel, dan benar saja. Sekarang sudah pukul 10 lebih. Pria itu sudah telat 1 jam lebih.

Pantas saja Anton terlihat sangat marah padanya, bahkan GM itu kini terlihat bekacak pinggang. Mendekat pada Kris.

"JADI SELAMA INI BEGINI CARA KERJAMU? HANYA KARENA KAU PACAR DARI SEORANG PUTRI PRESDIR KAU LANGSUNG BERTINGKAH SEMAUMU SENDIRI."

Kris seketika langsung menunduk, ia memohon maaf pada Anton.

"Maaf pak, saya benar-benar minta maaf." Kris menunduk, dan memohon maaf kepada Antonio.

***

Di cafe sekitaran mall, Aurora mengajak Amel pergi ke tempat itu. Mereka tengah duduk di pojok cafe, dekat dengan Jendela. Tampak dari luar, orang-orang yang tengah berjalan. Mobil dan motor yang memenuhi ruas jalanan.

Aurora tengah memakan cake coklat, wanita itu sangat menikmatinya. "Kapan lagi aku bisa makan cake mahal seperti ini, jika di ingat saat aku masih menjadi Maudy. Boro-boro bisa makan cake, mau minum es lemon saja aku harus menunggu tengah hari saat jam istirahat kantor. Jika di pikir-pikir Jordan keterlaluan juga." Batin Aurora.

BRAAAKKK!

Amel dengan raut wajah emosinya, menggebrakkan meja. Aurora yang tengah memakan cake langsung terjatuh ke lantai saking terkejutnya.

"Amel, tenanglah. Kau buat cake yang aku makan menjadi jatuh." Amel lalu menatap cake milik Aurora, wanita itu lalu tersenyum nyengir.

"Hehe, maaf ya"

Aurora menghembuskan napasnya panjang, "Ya tak apa, tenanglah. Lagian reaksimu itu berlebihan."

BRAAAAK!

Lagi dan lagi Aurora di buat terkejut oleh Amel yang menggebrakkan meja.

"Dengar ya Aurora, itu namanya reaksi normal, mana ada teman yang tahan mendengar hal itu. Kau bahkan sudah tahu lebih dahulu sebelum aku bilang kepadamu."

"Wah, pacarmu memang sialan. Putuskan dia sekarang!"

Bukannya menjawab, Aurora malah santai meminum jus. "Ah, enak..." Amel lagi dan lagi di buat geram oleh sahabatnya.

"Astaga, aku bahkan tidak yakin kau benar-benar Aurora."

"Santai Amel, chil. Jika kau gegabah, maka semua akan runyam. Ukur dulu bagaimana lawanmu, jangan langsung bertindak sayang." Ucapan Aurora terdengar simple, namun Amel seketika langsung paham dengan maksud pembicaraannya.

"Ada benarnya juga."

"Kau pahamkan maksudku Amel?" Tanya Aurora sebari tersenyum evil. Amel yang mendengar itu pun seketika langsung tertawa evil juga.

Keduanya tertawa bersama, bukan tawa menyenangkan. Namun tawa yang terlihat seperti seringaian kejahatan. Entah apa yang akan Aurora rencanakan untuk Kris. Namun kini ia tahu, bahwa Amel 100% ada di pihaknya.

A HA HA HA HA

***

Tepat pada siang hari, para staf berhamburan keluar kantor untuk mencari makan siang. Begitu halnya juga dengan Antonio. Pria itu keluar dari ruangannya.

Antonio kini berjalan melewati koridor yang sepi, sepanjang jalan hanya ada dirinya. Anton termasuk orang yang rajin dalam bekerja. Jadi saat semua orang sudah pergi ke kantor, atau keluar ke resto dan cafe. Pria itu masih di kantor, mengurus pekerjaannya. Ia akan keluar 10 menit setelah para staf keluar ruangan.

Anton kini tengah mengecek pesanannya, pria itu telah order makanan lewat kurir dan berencana akan keluar mengambil makanan yang ia pesan.

Kris berdiri bersandar pada tembok, pria itu menatap ke arah Antonio yang tengah berjalan ke arahnya.

Setelah selesai dengan pesanannya, Anton akhirnya bisa berjalan dengan lega dan kembali menatap jalan dengan benar.

"Hai Pak, mau makan?" Tanya Kris.

Anton kelihatannya memang masih marah pada pria itu, bahkan saat ini Anton enggan melihatnya. Pria itu memalingkan muka begitu saja.

SREK! STAK! KRAK!

Suara aneh itu terdengar, membuat Anton menoleh. Namun saat itu juga, raut wajahnya berubah menjadi panik.

"Kris, apa yang kau lakukan?" Anton mengangkat kedua tangannya ke atas.

Kris menodongkan pistol ke arah atasnya. Raut wajah itu, bukan raut wajah yang Anton lihat cupu beberapa jam yang lalu. Pria itu tampak sangat-sangat berbeda.

"Kenapa? Takut? Bukannya beberapa jam yang lalu kau begitu arogan?" Ucap Kris dengan nada serius.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!