NovelToon NovelToon
Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Elara terjebak dalam novel–bukan sebagai pahlawan, bukan juga sebagai penjahat, melainkan selir yang bahkan namanya kerap terlupa.

Lebih dari itu, ia adalah orang yang hanya ingin hidup tenang, bermalas-malasan, bahkan terlalu malas untuk melafalkan dialog yang ditetapkan untuknya.

Oleh sebab itu, sebagai tokoh pendukung yang bangkit dari kematian, ia tak berniat menuntut balas? Ia memilih tak ikut campur sedikit pun.

Namun, bagaimana jika alur malah berbalik dan membuatnya menjadi tokoh utama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Di luar kereta, matahari musim gugur mulai terbenam, mewarnai langit dengan emas dan merah.

Dan jauh di dalam Kuil Matahari, di ruang bawah tanah yang tidak diketahui oleh siapa pun, Inkuisitor Agung Valerius sedang membuka sebuah buku kuno yang halamannya terbuat dari kulit manusia.

"Jiwa yang tidak bisa dibaca," gumam Valerius, matanya berkilat dengan cahaya yang tidak alami. "Bukan bidat. Bukan suci. Melainkan.. anomali. Sesuatu yang tidak seharusnya ada dalam tatanan dunia ini."

Valerius membalik halaman. Di sana, tertulis sebuah ritual kuno yang sudah dilarang selama seribu tahun.

"Jika Gereja tidak bisa membersihkannya dengan cara biasa," bisik Valerius, "maka kita harus memanggil sesuatu yang lebih tua dari Dewa Matahari untuk melakukannya."

Di kereta kuda, Elara tiba-tiba mengerutkan kening dalam tidurnya dan menarik tangannya dari genggaman Lucian, mendekap dirinya sendiri.

"Dingin," gumam Elara dalam tidurnya. "Sangat dingin.."

Lucian segera melepas jubahnya dan menyelimuti Elara, menariknya lebih dekat.

"Aku di sini," bisik Lucian. "Tidurlah."

***

Pagi setelah Festival Musim Dingin, Elara terbangun dengan tekad untuk idak melakukan apa-apa selama tiga hari berturut-turut.

Ia sudah menyusun jadwalnya dengan sangat detail. Hari pertama tidur. Hari kedua tidur sambil makan. Hari ketiga makan sambil tidur. Sebuah siklus produktivitas yang sempurna.

Namun, rencana itu hancur tepat pukul sembilan pagi ketika Nira masuk ke kamar dengan wajah yang lebih pucat dari biasanya dan itu sudah sangat pucat mengingat Nira memang memiliki kulit yang cukup terang.

"Y-Yang Mulia.." suara Nira bergetar. "Hamba sangat menyesal harus membangunkan Anda. Tapi.. Inkuisitor Agung dari Gereja Matahari telah mengeluarkan Surat Panggilan Suci. Anda diminta hadir di Kuil Pusat sebelum tengah hari untuk untuk Sesi Tanya Jawab Teologis."

Elara membuka satu matanya. "Sesi Tanya Jawab Teologis? Itu artinya apa dalam bahasa manusia biasa?"

Nira menelan ludah. "Artinya.. Mereka ingin menginterogasi Anda tentang apakah Anda telah menghina Dewa Matahari dengan mengubah Festival Suci menjadi.. eh, 'pameran dagang berkedok upacara keagamaan'."

Elara menutup matanya kembali. "Katakan pada mereka aku sedang dalam masa kontemplasi spiritual yang mendalam dan tidak bisa diganggu selama tujuh hari kerja."

"Mereka bilang kalau Anda tidak datang, Anda akan dinyatakan sebagai Heretik dan dibakar di tiang pancang, Yang Mulia."

Elara membuka kedua matanya. Ia menatap langit-langit kamar yang dilukis motif phoenix emas itu.

"Dibakar," ulang Elara datar. "Mereka mau membakar aku karena aku membantu negara menghasilkan surplus lima ribu keping emas. Logika macam apa ini?"

"Logika Gereja, Yang Mulia," jawab Nira pelan. "Mereka tidak peduli pada uang. Mereka peduli pada tradisi."

Elara menghela napas yang sangat panjang. Ia menarik selimutnya ke atas kepala, lalu menariknya lagi ke bawah. Ia melakukan ini tiga kali sebelum akhirnya menyerah.

"Baiklah. Bantu aku berpakaian. Pilih gaun yang paling sederhana dan paling sopan. Warna putih kalau ada. Kalau mereka mau menuduhku menghina Dewa, setidaknya aku harus terlihat seperti orang yang rajin ke kuil. Dan Nira?"

"Ya, Yang Mulia?"

"Bawakan aku camilan. Sidang teologis itu biasanya lama, dan aku tidak mau pingsan karena gula darah rendah di depan Inkuisitor. Itu akan memberi mereka alasan tambahan untuk membakarku."

***

Kuil Pusat Aethelgard adalah bangunan megah yang seluruh dindingnya dilapisi marmer putih dan emas. Cahaya matahari masuk melalui jendela kaca patri yang menggambarkan Dewa Matahari sedang menunggangi kereta api emas atau mungkin kereta perang, Elara tidak terlalu memperhatikan karena ia sedang sibuk mengunyah kue wijen di dalam kereta kuda.

Ketika Elara tiba, aula utama kuil sudah dipenuhi oleh para pendeta, bangsawan, dan yang membuat Elara sedikit terkejut adalah Putri Mahkota Aurelia yang duduk di barisan depan dengan wajah yang sangat puas.

Di tengah aula, berdiri sebuah podium kayu yang tinggi. Di belakang podium itu, duduk tiga orang hakim gereja dengan jubah putih panjang. Dan di tengah-tengah mereka, duduk Inkuisitor Agung Valerius.

Valerius adalah pria berusia sekitar lima puluh tahun dengan wajah kurus, mata yang sangat tajam, dan senyum yang membuat Elara merasa seperti sedang diwawancara oleh auditor pajak yang sudah menemukan ketidakcocokan di laporan keuangannya.

"Selir Elara von Clervant," suara Valerius bergema di seluruh aula. "Kau dipanggil ke hadapan Pengadilan Suci Dewa Matahari untuk menjawab tuduhan Penodaan Tradisi Suci dan Penyebaran Ajaran Sesat"

Elara berdiri di tengah aula, menatap podium itu. Ia harus mendongak cukup jauh karena podiumnya memang sengaja dibuat tinggi untuk mengintimidasi.

Strategi psikologis klasik.. mereka membuat aku sebagai terdakwa merasa kecil secara fisik agar mereka merasa kecil secara mental. Di dunia korporat, ini sama seperti bos yang duduk di kursi yang lebih tinggi saat meeting evaluasi kinerja.

"Inkuisitor Agung," ucap Elara, membungkuk sedikit, cukup sopan tapi tidak terlalu dalam karena punggungnya masih sakit akibat tidur di kasur yang terlalu empuk. "Bolehkah saya bertanya, apakah ada kursi untuk terdakwa? Kaki saya belum sepenuhnya pulih dari efek racun, dan berdiri terlalu lama bisa memicu.. eh, koma spiritual."

Valerius menyipitkan matanya. Para pendeta di sekitar saling berbisik. Tidak ada terdakwa yang pernah meminta kursi di Pengadilan Suci.

1
Wega Luna
disini elara harus mematuhi peraturan novel kah? lah kalo emang gitu ngapain harus dihidupkan lagi di novel ? kan aneh sudah ditime travel eh GK boleh ngerubah alur ceritanya,🙏
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Wega Luna
ternyata yg gelap itu putri mahkota aurelia sendiri🤣🤣🤣🤣🤣apa pendetanya buta semua yh,,,,wahai dewa matahari tunjukkan kuasamu untuk menghukum si aurelia gelap ini
Wega Luna
sederhana jawabannya dari awal kamu masuk ke tubuh ini seharusnya sudah berfikir dampak nya jika berbeda jiwa dan berbeda sifat ,kamu memilih menjadi diri sendiri tapi tidak berfikir dampaknya, jawab saja saya dihidupkan dewa lagi
Ray
🤣🤣🤣
Ray
🤭🤭🤭
Wega Luna
yg mau gimana lagi ,kamu sendiri lebih mentingin tidur daripada waspada , setidaknya harus bisa jaga diri apalagi hidup di kerajaan.
Ray
🤣🤣🤣
Ray
😄😄😄😄😄
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣GK takut gemuk kah nih anak makan tidur makan tidur GK aktivitas lain gitu
Wega Luna
akhirnya nira sekarang naik tingkat menjadi asisten pribadi elara sudah bawa buku dan pena kemana mana🤣🤣🤣🤣🤣🤣, mencatat hal hal random ,jadi ingat pertama kali jadi sekertaris🤣🤣🤣🤣diajak bos rapat atau ketemu klien harus ada memo pad dan stylus pen🤣🤣🤣jadi kebiasaan sampai sekarang,malah sekarang pake iPad 🤣🤣🤣dan kebiasaan itu nurun ke anak anak ku🤭🤭
Wega Luna
lucian itu kosakata bahasa modern,,,sebagai orang jaman purba kamu tidak akan paham🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo digas elara,,,, keluarga mu itu perlu diberi kursus privat sedikit🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
gitu donk thor kalau punya cerita yang sering kocaknya biar kagak stres 🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kayaknya nanti sampai ending kalo kocak gini seru banget loh no drama drama ,selir elara harus pintar ngedrama biar lucian panjang umur kasian stress mikirin haremnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo elara,,,kita bully selir badut ini🤣🤣🤣🤣🤣 tunjukkan kekuatan mu
Wega Luna
mantap ,👍👍👍ayo elara ajari mereka yg namanya perekonomian, pembukuan,dan bisnis 🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣itu adalah pelajaran pembukuan sederhana versi anak smk,,,,,lucian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
lebih cocok jadi penasehat kerajaan daripada selir🤣🤣🤣🤣🤣
👑Lenny💣
Di tunggu kepanjutan nya, semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!