NovelToon NovelToon
Crimson Vows

Crimson Vows

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Mafia / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yao na

Tujuh belas tahun Yao Conti hidup dalam penyamaran, bernapas hanya untuk satu tujuan: menuntut balas atas pembantaian keluarganya di Milan. Langkahnya membawanya menembus jantung kekuasaan keluarga Moretti, tempat ia bertemu Gerald Moretti—Don muda yang dingin, tajam, dan tidak pernah membiarkan siapa pun mendekatinya.
Bagi Yao, Gerald adalah kunci menuju pembunuh ayahnya. Bagi Gerald, Yao adalah teka-teki berbahaya yang memikat sekaligus mengancam wilayahnya. Di tengah benturan intrik politik lima keluarga mafia Italia hingga ancaman persekutuan gelap yang membentang ke Hong Kong, batas antara taktik dan perasaan perlahan mengabur.
Saat rahasia paling kelam tentang malam pembantaian itu akhirnya terkuak, mereka dipaksa memilih: menuntaskan dendam yang diwariskan oleh orang tua mereka, atau menyelamatkan cinta yang terlahir di atas tanah bersimbah darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yao na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 — Perangkap Balasan

Menyadari bahwa mereka membutuhkan strategi yang lebih cerdik untuk menjebak Don Ricci tanpa menimbulkan kecurigaan, Yao mengusulkan sebuah rencana berani: berpura-pura menerima tawaran Don Ricci untuk menyerahkan wilayah pelabuhan, sambil diam-diam memasang jebakan untuk merekam bukti keterlibatannya secara langsung.

"Ini berisiko tinggi," kata Gerald ragu, tidak sepenuhnya nyaman dengan ide menempatkan Yao dalam bahaya langsung lagi setelah semua yang telah mereka lalui bersama.

"Tapi ini satu-satunya cara untuk mendapatkan bukti yang cukup kuat," jawab Yao tegas. "Aku sudah terlatih untuk ini, Gerald. Biarkan aku membantu."

Rencana mereka disusun dengan hati-hati selama beberapa hari berikutnya. Yao, menyamar sebagai perwakilan Gerald untuk negosiasi lanjutan, akan bertemu Don Ricci secara pribadi, dilengkapi dengan alat perekam tersembunyi yang telah dimodifikasi Marco agar tidak terdeteksi oleh pemindai keamanan standar.

Pertemuan itu diadakan di sebuah restoran mewah di jantung Roma, suasana elegan yang kontras tajam dengan ketegangan tersembunyi di balik senyum sopan kedua belah pihak.

"Signorina Conti," sapa Don Ricci, menggunakan nama asli Yao dengan sengaja untuk menunjukkan bahwa ia mengetahui identitas sebenarnya gadis itu. "Aku terkejut Gerald mengirimmu, bukannya datang sendiri."

"Gerald mempercayai saya sepenuhnya dalam negosiasi ini," jawab Yao tenang, meski jantungnya berdegup kencang menyadari betapa berbahayanya permainan yang sedang ia mainkan. "Dia ingin memastikan kesepakatan ini menguntungkan kedua belah pihak secara adil."

"Tentu saja," jawab Don Ricci, tersenyum licik. "Mari kita bicarakan detailnya."

Selama percakapan berlangsung, Yao dengan cerdik mengarahkan topik pembicaraan untuk memancing Don Ricci mengakui keterlibatannya dengan Enzo secara tidak langsung, menggunakan pertanyaan-pertanyaan halus yang tampak seperti bagian dari negosiasi bisnis biasa.

"Saya penasaran," katanya di tengah percakapan, mengaduk kopinya dengan santai, "apakah Anda terkejut mendengar rumor tentang Salvatore Moretti minggu lalu? Timing-nya begitu... tepat."

Don Ricci tersenyum, tidak segera menjawab, matanya menilai Yao seperti seorang pemain poker yang mencoba membaca lawan. "Dalam bisnis kami, Signorina, tidak ada yang benar-benar mengejutkan jika kau tahu ke mana harus melihat lebih dulu." Ia menyesap winenya, membiarkan jeda itu menggantung. "Enzo Bastiani selalu seorang yang... dapat diandalkan, selama bertahun-tahun. Sayang sekali ia akhirnya kehilangan kendali atas permainannya sendiri."

Yao menahan napas, menyadari betapa tipisnya benang yang ia pegang. "Anda mengenalnya dengan baik, kalau begitu."

"Aku mengenal banyak orang dengan baik," jawab Don Ricci, senyumnya tidak pernah goyah. "Itulah bedanya bertahan tiga puluh tahun di dunia ini dengan tidak bertahan sama sekali." Ia mengangkat gelasnya sedikit, seolah bersulang pada dirinya sendiri. "Katakan pada Gerald, investasiku pada 'proyek' lamanya selalu membuahkan hasil, cepat atau lambat. Ia akan mengerti maksudku."

Kalimat itu — samar, tidak pernah secara eksplisit mengaku apa pun yang bisa digunakan langsung di pengadilan mana pun, namun cukup jelas bagi siapa saja yang tahu konteksnya — terekam sempurna oleh alat tersembunyi Yao. Bukan pengakuan gamblang, tapi cukup untuk menjadi benang yang, dirangkai dengan bukti transfer dana dan foto lama yang telah mereka temukan, akan menjadi jerat yang tidak bisa dilepaskan Don Ricci di hadapan Aliansi.

Yao tersenyum tipis di balik topeng ketenangannya, menyadari bahwa mereka akhirnya memiliki senjata yang cukup kuat untuk membalikkan keadaan sepenuhnya.

"Bagaimana dengan pelabuhannya?" tanya Don Ricci, kembali ke topik negosiasi seolah tidak baru saja mengaku terlibat dalam konspirasi besar. "Kapan aku bisa mengharapkan penyerahan pengelolaannya?"

"Segera," jawab Yao, mempertahankan senyum profesionalnya meski dadanya berdegup kencang menyadari betapa dekat ia berdiri dengan pria yang telah menghancurkan begitu banyak kehidupan. "Gerald sedang menyusun dokumen-dokumen yang diperlukan. Anda akan menerima kabar dalam beberapa hari."

Ia berpamitan segera setelah itu, berjalan keluar restoran dengan langkah yang terjaga tenang meski setiap sarafnya berteriak untuk segera lari secepat mungkin dari kehadiran pria itu. Baru setelah masuk ke mobil yang menunggunya beberapa blok jauhnya, Yao membiarkan dirinya bernapas lega, tangannya sedikit gemetar saat mengeluarkan alat perekam dari dalam gaunnya.

"Kita berhasil," bisiknya pada dirinya sendiri, sebelum segera menghubungi Gerald untuk memberi kabar tentang keberhasilan misi berbahaya itu.

1
yao na
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!