Tiwi salah satu anak pembantu di keluarga Pratama, setelah tamat sekolah keluarga Pratama memintanya menikah dengan anak kedua mereka yaitu Raihan Pratama..
Tiwi terjebak di dalam pernikahan palsu,dia hanya menjadi tumbal untuk menutupi penyakit menyimpang Raihan,Tiwi sampai putus asa dengan takdirnya..
Tapi nasib berkata lain,Bara seorang pebisnis hebat menikah dengan anak pertama keluarga Pratama..sejak masuk di dalam keluarga Pratama Tiwi dan Bara menjalin kedekatan di karena kan sama-sama membutuhkan kehangatan sehingga mereka saling cinta..
Bagaimana kah kisah antara Bara dan Tiwi,apakah mereka bersatu atau malah terpisah kan dan kembali pada pasangan masing-masing...
untuk cerita selanjutnya silahkan mampir di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pulang
pagi ini Bara sedang menikmati sarapan nya,ini hari Libur... beberapa pekan berkutat di kantor membuat kepala Bara pusing apalagi dia merindukan Tiwi...
Bara tak melihat adanya Tiwi di rumah,dia hanya melihat Raihan yang turun dengan celana pendeknya..
" tumben Raihan pulang hari Libur" batin Bara
hati Bara menjadi cemburu melihat Raihan yang turun hanya mengenakan celana pendek dan Kaos dalam...
" mana Tiwi han?" tanya Raina membuat Bara sedikit lega,dia pun ingin menanyakan nya tapi takut yang lain curiga
" pulang kerumah mama nya,semalam dia menangis merindukan mama nya" jawab Raihan sambil mendudukkan bokongnya di kursi makan
" menangis?? memang kemarin dia terlihat pucat seperti orang sakit" gumam Raina
Bara menjadi merasa bersalah karena sudah beberapa minggu ini dia mencuekan Tiwi,bukan mau nya tapi memang pekerjaan nya yang terlalu banyak
" mas....mau ini.." tawar Raina lembut pada Bara
" tidak..aku sudah kenyang" tolak Bara halus
Pak Harun melihat perubahan sikap Raina yang menjadi lebih perhatian pada Bara tersenyum senang..
kepala Bara sedikit berdenyut dan perut nya bergejolak...
"permisi.." ucap Bara lari ke kamar mandi
Raina mengikuti Bara dari belakang
" Mas...kamu kenapa?" tanya Raina menggosok punggung Bara
" mungkin masuk angin karena terlalu lelah Beberapa hari ini" ucap Bara
" mau aku buatkan teh hangat?" tawar Raina
" hmmm"
Bara berjalan kearah kamar nya
" kenapa Bara wi?" tanya Nyonya Fatyah
" seperti nya tidak enak badan ma,tolong buatkan teh hangat bik" ucap Raina
Raina membawa teh hangat ke kamar nya dan melihat Bara sedang memandang ponsel nya
" mas,,ini di minum dulu"
Bara segera menyesap teh nya
" kamu butuh sesuatu?" tanya Raina lagi
" tidak,,aku hanya butuh istirahat sejenak" jawab Bara memejamkan mata nya
semalam Raina sudah berjanji pada dirinya sendiri akan mulai menerima Bara,,dan membuka lembaran baru..
***
" kamu kenapa sayang?" tanya ibu Tiwi
" hanya lelah bu" jawab Tiwi sekena na,dia merasa kan tidak mampu untuk bernafas lagi, mencium bau yang menyengat membuat ku nya muntah..
" seperti nya kamu hamil" ucap ibu Tiwi
" mana mungkin bu,bukan nya aku mandul" ujar Tiwi lagi
" kamu bersuami,tidak ada yang tidak mungkin sayang, sebaiknya kamu periksa dulu,bukan nya kalau kamu hamil malah lebih baik, keluarga Pratama akan mendapatkan cucu" ibu Tiwi berbicara sambil tersenyum,dia pun juga mendambakan seorang cucu dari Tiwi
Tiwi berpikir sejenak,dia memang baru telat haid beberapa hari ini,,tubuh ny serasa melemah tapi kalau dia hamil ini berarti anak Bara,tamat lah riwayat nya kali ini, Bagaimana cara dia menjelaskan nya karena nyonya Fatyah sendiri sudah tau kehidupan Raihan...
" astaga... bagaimana ini" batin Tiwi
***
Bara uring-uringan di rumah mertua ny itu,tak melihat wajah Tiwi beberapa hari ini membuat kepalanya pusing
Bara menyambar kunci mobilnya lalu hendak pergi
" mau kemana mas?" tanya Raina
" pulang kerumah mama" jawab Bara
" aku ikut...." ucap Raina,dia selama ini terlalu cuek pada mertuanya membuat mereka tak saling kenal
" tidak usah....aku ingin sendiri"
Bara segera pergi,saat ini dia memang butuh waktu menyendiri,dia ingin mencari cara agar hubungan nya dan Tiwi segera di ketahui orang lain tapi Bara sendiri juga belum siap jika di coret dari daftar keluarga