NovelToon NovelToon
Cinta Kedua Di Atas Luka

Cinta Kedua Di Atas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Serina Nirmala harus kehilangan suaminya, secara tragis tepat di hari ulang tahun putra mereka. Saat hendak membeli kue, Riki tewas tertabrak mobil Jovan Narendra, seorang pembalap muda yang saat itu kehilangan kendali akibat pengaruh obat yang diam-diam diberikan oleh seseorang yang ingin mencelakainya.

Dihantui rasa bersalah, Jovan berniat menebus kesalahannya dengan menikahi Serina, seorang wanita yang lima tahun lebih tua darinya. Awalnya Serina menolak, tetapi demi masa depan putranya dan karena Jovan bersedia bertanggung jawab atas kehidupan mereka, ia akhirnya menerima pernikahan tersebut.

Namun, pernikahan yang dimulai dari rasa bersalah perlahan berubah menjadi cinta bagi Jovan. Sementara Serina masih bergulat dengan luka kehilangan suaminya, sebuah pertanyaan terus menghantuinya.

Mampukah ia mencintai pria yang menjadi penyebab kematian suaminya, atau pernikahan ini justru menyimpan tujuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

Pagi itu, suasana kediaman keluarga Narendra terasa lebih tenang dari biasanya. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Sebuah mobil sport berwarna merah memasuki halaman rumah utama keluarga Narendra. Begitu mesin dimatikan, Jovan Narendra turun dari balik kemudi dengan langkah yang terlihat ringan.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ada senyum tipis di wajahnya. Bukan senyum seorang pembalap yang baru memenangkan perlombaan.

Melainkan senyum seorang pria yang baru saja mendapatkan secercah harapan untuk memiliki keluarga yang selama ini tidak pernah benar-benar ia rasakan. Jovan melangkah masuk ke ruang keluarga. Di sana, Darren sedang duduk sambil membaca beberapa berkas. Begitu mendengar suara langkah kaki, Darren mengangkat wajah.

"Jovan?"

Adiknya berhenti beberapa langkah di depannya.

"Kak Darren."

Darren mengernyit.b"Ada apa? Tumben pagi-pagi datang ke sini."

Jovan tidak langsung menjawab. Ia justru duduk di sofa di hadapan Darren, lalu menyandarkan tubuhnya dengan santai. Senyumnya semakin terlihat. Darren menatapnya curiga.

"Kenapa senyum-senyum begitu?"

Jovan terkekeh kecil. "Aku punya kabar."

"Kabar apa?"

Jovan menarik napas panjang. Kemudian, dengan tatapan mantap, ia berkata,

"Serina menerima lamaranku."

Berkas yang sedang dipegang Darren hampir terlepas dari tangannya. "Apa?"

Jovan mengangguk. "Serina setuju menikah denganku."

Darren membeku. Beberapa detik pria itu hanya menatap adiknya tanpa suara. Seolah otaknya membutuhkan waktu untuk mencerna kalimat yang baru saja didengarnya.

"Serina... setuju?"

"Iya."

"Dia benar-benar setuju?"

"Iya, kam."

Darren bangkit dari duduknya. "Jangan bercanda, Jovan."

"Gue nggak bercanda, kak."

Darren berjalan beberapa langkah, kemudian membalikkan tubuhnya.

"Setelah semua yang terjadi? Setelah kematian Riki? Setelah semua rumor itu? Setelah dia berkali-kali menolak?" Jovan mengangguk perlahan. "Dia masih mencintai Riki sebagai bagian dari masa lalunya. Dan aku tidak pernah meminta dia melupakan Riki."

Darren terdiam.

Jovan kemudian tersenyum kecil. "Dia menerima aku bukan karena aku ingin menggantikan Riki. Dia menerima karena dia ingin memberikan kesempatan kepada Farel untuk kembali merasakan kebahagiaan."

Nama Farel membuat tatapan Darren berubah.

"Farel?"

"Farel senang banget." Jovan tertawa kecil. "Dia bilang, berarti Doraemonnya nggak akan pergi lagi."

Tanpa sadar, Darren ikut tersenyum. Namun senyum itu hanya bertahan beberapa detik. Sebab di balik wajah bahagianya, ada luka yang masih ia sembunyikan.

Serina.

Wanita yang selama bertahun-tahun tidak pernah benar-benar hilang dari ingatannya. Wanita yang dulu menjadi cinta pertamanya.

Dan sekarang...

Wanita itu akan menjadi istri adiknya sendiri. Darren menundukkan wajahnya. "Selamat, Jovan." Suara itu terdengar tulus. Walaupun hatinya terasa seperti diremas.

Jovan memperhatikan wajah kakaknya.

"Kak..."

"Hm?"

"Lo nggak apa-apa?"

Darren tersenyum tipis. "Kenapa aku harus nggak apa-apa?"

Jovan tidak menjawab. Entah mengapa, ia merasa ada sesuatu yang tidak dikatakan kakaknya. Namun sebelum Jovan sempat bertanya lebih jauh, Darren menepuk bahunya.

"Kalau Serina sudah mengambil keputusan itu dengan sadar, jangan pernah kecewakan dia." Tatapan Darren menjadi serius. "Jangan pernah membuat dia merasa bahwa pernikahan ini adalah bentuk balas budi atas kecelakaan Riki."

Jovan mengangguk. "Gue janji."

"Dan satu lagi."

"Apa?"

"Jaga Farel."

Senyum Jovan mengembang. "Itu justru alasan terbesar gue melakukan semua ini."

Darren menatap adiknya cukup lama. Untuk pertama kalinya, ia melihat Jovan bukan sebagai adiknya yang keras kepala, pembalap muda yang terkenal dengan sifat urakannya, atau pria yang dahulu sulit diatur. Ia melihat seorang pria yang sedang berusaha membangun keluarganya sendiri.

"Kalau begitu..." Darren menarik napas panjang. "Semoga kalian bahagia."

Jovan berdiri. "Terima kasih, kak."

Tidak lama setelah berbicara dengan Darren, Jovan menemui Daddynya.

Tuan Marcellino sedang berada di ruang kerja ketika Jovan mengetuk pintu.

"Masuk."

Jovan membuka pintu.

"Dad...."

Tuan Marcell mengangkat wajahnya dari dokumen yang sedang dibacanya.

"Jovan? Ada apa?"

Jovan masuk dan duduk di kursi di hadapan Daddynya.

"Aku mau menyampaikan sesuatu."

Tuan Marcell meletakkan pena. "Serius sekali wajahmu."

Jovan tersenyum kecil. "Aku akan menikah."

Tuan Marcell langsung mengernyit. "Menikah?"

"Iya."

"Dengan siapa?"

Jovan menatap Daddynya dengan tenang.

"Serina Nirmala."

Suasana ruangan mendadak hening. Tuan Marcell bersandar di kursinya.

"Serina... wanita yang suaminya meninggal dalam kecelakaan yang melibatkanmu?"

Jovan mengangguk.

"Iya."

"Ayah tidak setuju." Jawaban itu keluar begitu cepat.

Jovan sudah menduganya.

"Ayah bahkan belum mengenalnya."

"Ayah tidak perlu mengenalnya lebih jauh untuk memahami situasinya."

Tuan Marcell berdiri. "Kamu seorang pembalap profesional. Namamu dikenal banyak orang. Pernikahanmu dengan seorang janda yang memiliki anak akan kembali menjadi sorotan media."

"Aku tahu."

"Dan setelah semua rumor yang beredar?"

"Aku tetap akan menikahinya."

Tuan Marcell menatap putranya dengan tajam.

"Kenapa?"

Jovan terdiam sejenak. Kemudian ia menjawab dengan suara yang jauh lebih lembut. "Karena aku bahagia ketika bersama mereka."

Tuan Marcell terdiam.

"Farel membuatku merasa dibutuhkan." Jovan menundukkan kepala. "Dan Serina... membuatku ingin menjadi pria yang lebih baik."

Tatapan Tuan Marcell perlahan berubah.

Jovan melanjutkan, "Aku tidak menikahinya karena rasa bersalah, Dad. Aku juga tidak ingin mengambil tempat Riki."

"Aku tahu Riki akan selalu menjadi ayahnya Farel."

Tuan Marcell menarik napas panjang.

"Dan Serina?"

"Dia punya masa lalu. Aku menghormatinya."

Jovan mengangkat wajahnya. "Dia bahkan sudah memberiku syarat."

"Syarat?"

"Dia tidak mau hubungan suami istri dalam arti sebenarnya sebelum dia siap."

Tuan Marcell terdiam sedangkan Jovan tersenyum tipis.

"Dan aku menyetujuinya."

Beberapa saat tidak ada suara. Tuan Marcell akhirnya berjalan mendekati jendela. Ia memandang halaman rumah yang luas. Putranya memang sudah dewasa. Mungkin sudah waktunya ia berhenti menentukan jalan hidup anaknya.

"Jovan."

"Iya, Dad?"

"Kalau itu benar-benar keputusanmu..." Tuan Marcell berbalik. "Dan kalau wanita itu membuatmu bahagia..." Ia menghela napas. "Daddy setuju."

Jovan membelalakkan matanya. "Benarkah?"

Tuan Marcell mengangguk. "Tapi ingat satu hal."

"Apa, Dad?"

"Jangan pernah menyakiti wanita yang sudah memberikan kepercayaan kepadamu."

Jovan tersenyum lega. "Aku janji, Dad."

Tuan Marcell menepuk bahu putranya. "Kalau begitu, selamat."

Jovan akhirnya memeluk Daddynya. "Terima kasih."

Di sisi lain ruangan, Marcella yang kebetulan baru saja hendak masuk berhenti di ambang pintu.

Ia mendengar percakapan itu. Namun berbeda dengan reaksi Tuan Marcell, wajah Marcella justru menunjukkan senyum tipis.

Serina akan menjadi istri Jovan? Baginya, itu bukan masalah. Bahkan bisa menjadi keuntungan. Wanita seperti Serina, pikirnya, memang pantas berada di samping Jovan. Tidak perlu perempuan dari keluarga terpandang. Tidak perlu perempuan dengan status tinggi.

Seorang janda sederhana dengan seorang anak justru jauh lebih mudah dikendalikan. Marcella menahan senyum sinisnya. Namun kali ini ia tidak menunjukkan penghinaan itu secara terang-terangan.

Ia sudah belajar. Terlalu banyak kesalahan yang telah ia lakukan.

Foto-foto Jovan bersama Serina. Rumor tentang istri rahasia. Rumor tentang anak Jovan. Semua itu memang berasal darinya.

Ia yang membayar orang untuk mengambil gambar. Ia yang mengatur agar berita tersebut menyebar. Awalnya ia hanya ingin menghancurkan citra Jovan.

Namun sekarang, jika Jovan mengetahui bahwa semua itu adalah ulahnya, masalahnya bisa menjadi jauh lebih besar.

Jovan bisa menggugatnya. Lebih buruk lagi...

Jovan bisa memberitahukan semuanya kepada Marcelino, suaminya sendiri.

Marcella tidak ingin itu terjadi. Sama sekali tidak.

Karena itu, kali ini ia memilih diam. Ia justru memasang wajah tenang.

Ketika Jovan keluar dari ruang kerja, Marcella tersenyum kepadanya. "Selamat, Jovan."

Jovan sedikit terkejut. "Terima kasih."

Marcella mendekat. "Semoga pernikahanmu bahagia." Senyumnya terlihat begitu lembut.

Begitu meyakinkan.

Jovan tidak tahu bahwa di balik senyum itu ada rahasia besar yang sedang disembunyikan perempuan tersebut.

Marcella menatap punggung Jovan yang semakin menjauh. Dalam hati ia berkata:

"Menikahlah, Jovan. Menikahlah dengan Serina. Dengan begitu, aku tidak perlu lagi repot-repot menghancurkanmu. Dan selama kau tidak mengetahui apa yang sudah kulakukan... semuanya akan baik-baik saja."

Senyum Marcella kembali muncul. Kali ini lebih tipis.

Lebih tenang. Namun justru jauh lebih berbahaya.

Bersambung...

1
fatmawati (pipit)
jangan lupa jovan undangan disebar lalu untuk darren berbesarlah hati mu karna cinta pertamamu akan menikahi adik kamu💪💪💪💪
jovan setelah menikahi serina adakah kejutan buat keluarga narendra atau tentang masa lalu yang blm usai🤔🤔🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Bahagia selalu untuk kalian ya 🥰🥰🥰
Teh Yen
aku ragu kalau Marcella bisa berubah sih 🤔
Teh Yen
ternyata dalangnya ibunya Darren sendiri yah
Nar Sih
semagat serina ,alm suami mu sdh memberi izin padamu ,jemput bahagia mu dan farel bersama jovan
Teh Yen
siapa lagi orang yg ingin menghancurkan hidup Jovan yah
Teh Yen
wah farel sudha mengagumi om Jovan yah ,,kl ibunya gmn tuh??? 😁
fatmawati (pipit)
jovan udah ada bibit jatuh cinta nih, tinggal perjuangan jovan untuk membuka hati serina untuk menerima dirinya (jovan)
benar kata leo bahwa kamu sudah mulai mencintai serina dan farel sebagai orang tercinta🤭🤭🤭🤭
fatmawati (pipit): /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Serina, bukalah hatimu untuk Jovan, demi Farel 🥰🥰
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Syukurlah ngga sampai nikah paksa saat itu juga. Yawda Jovan, kamu harus cepat pulang ya... besok apel lagi 😅
Nar Sih
untung nya pejelasan mu berhasil diterima warga dan pk rt ya jovan,dan ngk jdi di nikahin dadakan
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: selamet mereka berdua🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
nah kan pasti bntr lgi di nikahin dadakan
fatmawati (pipit)
jovan harus tegas dong sama orang orang yg suka julid jangan sampai farel mendengar omongan yg tidak baik.....
mungkin setelah kamu menikah dengan serina adakah nanti kamu akan menggantikan mendiang riki🤔🤔🤔🤔🤔
fatmawati (pipit)
itu ada tetangga julidnya seharusnya pak RT tegas kepada warga jangan hanya dengar dari desas desus gosip murahan dong kayak serina itu apa. bapak Rt gk pernah tahu apa yg dialami serina, farel dan jovan setelah riki meninggalkan jadi coba pikir bagaimana serina ingin memberikan terbaik buat farel
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
kebiasaan bgt asal labrak,bisa mikir dlu ngk sih sebelum bertindak,pantesan ngk maju2 pemikirannya pada kuno
fatmawati (pipit)
jovan ingin mengungkapkan perasaan kepada serina namun dia masih bergelut dengan luka yang ditinggal riki.
untuk darren hatimu sakit wanita yang menjadi cinta pertama akan menikah dengan saudara kandung sendiri namun dirimu kuat untuk tidak mengahancurkan adik kamu.
nanti apa kebenaran tentang masa lalu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Abang adik jadi saingan nih untuk dapatkan Serina
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Hadir disini Thor 👍🥰
Awal cerita sudah sedih .... 😭
aroem
bagus
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terima kasih, kak
total 1 replies
Nar Sih
kasihan dareen ya ,cinta pertama nya kandas sblm terungkap ,telat sih ngomong nya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak, telat mulu dia 🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!