NovelToon NovelToon
Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul / Tamat
Popularitas:281.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Selama tujuh tahun, Zahira Narapati mengorbankan karier dan mimpinya demi mendampingi Deris Adikara membangun usaha. Namun, saat kesuksesan akhirnya diraih, Deris justru menceraikannya karena menganggap Zahira tak lagi sejalan dengan kehidupannya dan memilih wanita lain.

Semua orang mengira perceraian itu akan menghancurkan Zahira. Nyatanya, ia bangkit dari nol, membangun kembali kariernya hingga menjadi perempuan sukses yang berdiri di atas kakinya sendiri.

Dalam perjalanan itu, Zahira bertemu Revan Wiranata, pria yang menghargai kesetiaan dan memberinya kebahagiaan baru. Ketika Deris menyesali keputusannya dan ingin kembali, Zahira memilih melangkah bersama seseorang yang benar-benar menghargainya. Sebab, setiap luka bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode — 2.

Begitu keluar dari hotel, udara malam langsung menerpa wajah Zahira. Ia menarik napas panjang, berusaha menenangkan dadanya yang masih terasa sesak. Tangannya menggenggam erat tas kecil yang sejak tadi dibawanya, dan air mata sudah ia hapus. Ia tak ingin menangis lagi di tempat yang menjadi saksi runtuhnya rumah tangganya.

Baru beberapa langkah menuju area parkir, sebuah suara menghentikannya.

"Mbak Zahira."

Zahira berhenti, perlahan ia menoleh. Kayla, wanita baru yang dicintai Deris berdiri beberapa meter di belakangnya. Perempuan itu masih mengenakan gaun merah yang tadi mencuri perhatian di ballroom. Senyum tipis menghiasi bibirnya, tetapi sorot matanya penuh kemenangan.

"Aku sengaja menunggumu."

Zahira mengalihkan pandangannya kepada perempuan yang tampak jauh lebih muda darinya itu. Tatapannya datar, nyaris tak menyisakan emosi.

Kayla melangkah mendekat sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. "Aku cuma ingin memastikan... kamu benar-benar menandatangani surat cerai itu."

"Sudah." Zahira tersenyum hambar.

"Syukurlah."

Kayla mengembuskan napas lega, lalu terkekeh pelan. "Setidaknya, kamu masih tahu diri."

Tatapan Zahira tetap tenang, tak sedikit pun terusik oleh ucapan Kayla. Mungkin hari ini ia telah kalah dalam satu porsi bagian hidupnya, tetapi ia menolak larut dalam keterpurukan. Ia memilih bangkit dan menata kembali hidupnya dengan kemampuannya sendiri.

"Ada lagi?"

Kayla mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil dari tas tangannya, ia membukanya perlahan hingga sebuah cincin berlian berkilau terlihat jelas.

"Ini hadiah dari Mas Deris." Nada suara Kayla sengaja dipenuhi kebanggaan. "Katanya, cincin ini sebagai tanda kalau aku adalah perempuan yang ingin dia ajak menjalani masa depan."

Kayla sengaja mengangkat tangannya agar berlian itu memantulkan cahaya lampu hotel, dan senyum puas terbit di bibirnya. "Aku dengar... selama tujuh tahun menikah, kamu belum pernah mendapatkan cincin sebagus ini."

Zahira memandang cincin itu sekilas, ekspresinya tak berubah. Melihat reaksi Zahira yang datar, senyum Kayla perlahan memudar.

"Apa kamu nggak penasaran sejak kapan hubungan kami dimulai?"

"Aku tidak tertarik," ujar Zahira dengan nada acuh.

Jawaban Zahira membuat Kayla mengernyit. "Kau wanita yang sangat aneh. Suamimu direbut orang lain, tapi kamu masih bisa setenang ini."

"Dia sudah bukan suamiku." Kalimat Zahira terdengar ringan.

Kayla mendecak pelan. "Kalau begitu aku ucapkan terima kasih."

"Terima kasih?"

"Iya." Perempuan itu tersenyum lebar. "Kamu yang membangun semuanya dengan Mas Deris dari nol. Kamu yang menemani dia saat miskin, kamu juga yang mengurus semua pekerjaan yang melelahkan."

Kayla menatap Zahira dari ujung kepala sampai kaki. "Lalu setelah dia sukses... aku tinggal menikmati hasilnya. Rasanya menyenangkan, ya."

Zahira memandang wajah Kayla tanpa berkedip. "Sudah selesai?"

Kayla mendekat lagi hingga jarak mereka tinggal selangkah, ia menyeringai tipis. "Kamu tahu kenapa Mas Deris lebih memilihku dan malah menceraikanmu? Karena aku bisa membuka pintu yang selama ini gagal kamu buka. Ayahku adalah Direktur Utama Gardapati Group. Sekali beliau membantu, perusahaan Mas Deris akan langsung naik kelas."

Puk!

Kayla sengaja menepuk pelan bahu Zahira, senyum tipis tersungging di bibirnya. "Mbak... kamu itu cuma ibu rumah tangga yang menghabiskan waktunya di rumah. Sementara aku masih muda, baru 25 tahun. Aku punya masa depan yang bisa berjalan seiring dengan Mas Deris. Sayang sekali... Mbak menemaninya sejak usiaku sekarang. Kamu mengorbankan tujuh tahun hidupmu, tetapi akhirnya tetap dibuang."

Tatapan Kayla dipenuhi kemenangan. "Lagipula... Mas Deris pantas mendapatkan perempuan yang selevel dengannya."

Zahira menyingkirkan tangan Kayla dari bahunya dengan gerakan tenang, tetapi tegas. "Kalau hanya itu yang ingin kamu sampaikan, aku permisi."

"Kamu marah?" Kayla menahan langkahnya.

"Tidak."

"Kecewa?"

"Tentu."

"Lalu kenapa masih bisa setenang ini?"

Zahira menatap Kayla tanpa menghindar. "Karena jika kau benar-benar merasa menang, kau tidak perlu merendahkanku."

Senyum Kayla perlahan memudar. "Apa maksudmu?"

"Sejak tadi kamu sibuk meyakinkanku kalau Mas Deris mencintaimu." Zahira berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Kalau kau benar-benar yakin akan cintanya... kau tidak perlu menungguku di parkiran hanya untuk mengatakan semua ini. Sebenarnya kau masih ragu, bukan? Masih bertanya-tanya, apakah Mas Deris benar-benar mencintaimu."

“Kau!“

Wajah Kayla berubah kaku, ucapan itu tepat mengenai sasaran. Sejak tadi, ia memang ingin melihat Zahira menangis, memohon, atau mengamuk. Namun, semua bayangannya tidak terjadi. Zahira justru berdiri dengan kepala tegak, dan hal itu membuat kemenangan Kayla terasa hambar. Dan ya, dia juga ingin meyakinkan dirinya jika cinta Deris pada Zahira sudah berakhir.

"Cih! Kau cuma pura-pura tegar!" kali ini suara Kayla terdengar emosi.

Zahira hanya menganggukkan kepala pelan. "Kalau itu membuatmu merasa lebih baik, anggap saja begitu."

Kayla tersenyum sinis. "Cepat atau lambat, kamu akan menyesal!"

Zahira mengulas senyum tipis. "Kalimat itu... lebih cocok untuk orang yang mengambil sesuatu yang bukan haknya."

Raut wajah Kayla mengeras. "Jangan merasa suci! Mas Deris memilihku karena dia sudah lelah hidup bersamamu."

"Kalau memang begitu, jagalah dia baik-baik."

Kayla mengerutkan dahi.

“Rawat laki-laki itu saat dia sakit, dukung dia saat usahanya jatuh. Temani dia... ketika semua orang meninggalkannya." Zahira menatap tepat ke mata Kayla, lalu senyum dingin terbit di bibirnya. "Semoga nanti... kamu mampu melakukan semua yang sudah kulakukan selama tujuh tahun ini. Dan semoga saja, dia tidak memperlakukanmu seperti yang dia lakukan padaku saat ini. Namun, watak seseorang jarang berubah. Mas Deris terbiasa meninggalkan orang yang sudah tidak lagi dianggap berguna."

Setelah mengucapkan itu, Zahira berbalik. Ia melangkah dengan dagu terangkat, meninggalkan halaman hotel tanpa sekali pun menoleh.

Kayla mengepalkan kedua tangannya, ia merasa dirinya yang kalah dalam percakapan tadi. Padahal Zahira sama sekali tidak membentak, tidak menghina, bahkan tidak menangis.

Di sisi lain, dari balik jendela ruang VIP lantai dua, Deris tanpa sengaja melihat punggung Zahira yang semakin menjauh. Untuk sesaat, dadanya terasa kosong. Perasaan itu datang begitu cepat hingga ia sendiri tidak sempat memahami artinya. Namun, Deris segera mengabaikannya. Baginya, malam ini adalah awal kehidupan baru.

*

*

*

Mohon dukungannya ya, like komen. Makasih♥️

1
Ardhianna Maniezz
itu baru bos yang keren
Mama Gezkara
kak Zahira suka banget sama warna putih, krem dan hitam ya kak...🤭
Rere💚: Itu aku yg suka, jadi ketempelan karakter Zahira nya deh 🤭
total 1 replies
murni l.toruan
Orang yang terdekat tidak pernah melihat batu yang bersinar. itu yang dialami Zahira. Deris gigit jari dan siap bangkrut
Sisca Raharjo
huhu bikin gregetan 🙄🙄
murni l.toruan
Pelakor tidak ada otak, bodoh n tolol
Punkpunk 234
kuyang sama Kunti klop bngt klo udah niat jahat 😡 dasar pasukan iblizz..😡😡
murni l.toruan
Karma dibayar lunas..sah..sah . terimalah karma keluargamu Deris
murni l.toruan
Baru baca saja aku emosi,
Sazmah Maa
rasakan kau deris
Thewie
masih tidur Lo ya deris.. bangun banguuuun
Thewie
nahhh kan karma datangnya naek jet🤭🤣🤣
Punkpunk 234
wadduhh c Kunti kena gampar.. mantan beud dakh👍😆👍
Punkpunk 234
good job Raa.. cuekkin aja pelakor gila mah👍💪👍
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
ular betina mau dijadikan istri.. lah berlian malah di buang.. selama ini Denis matanya buta sih.. ngga ngeliat yang baik dan perhatian yg mana.. makan tuh pilihan mu Denis.. ❣️
♉ᴶᴬnjiku ᴷᴬᴿena 𝐂𝐢𝐧ᵀᴬ
lah ngapain noleh, kaya ngga laki lain-lain aja, pecundang mah buang aja kelaut biar dimakan ikan hiu.. ngga punya perasaan banget tuh si Deris😎
Eric ardy Yahya
Jalang diam aja , ELU UDAH KALAH YOTAL
Eric ardy Yahya
wah mengulang kejadian Zahira nih , Kurasa Rafka akan jadi orang bodoh kedua
Eric ardy Yahya
SADAR DIRI BU , ANAK ELU BIANG KEROK DAN MENYALAHKAN ZAHIRA ? emang benar-benar otak anda udah Korslet . Zahira wanita berkarir selama 7 tahun , dibandingkan anak elu yang manja yang pakai cara koneksi buat masuk
Dwi Vella
bagus👍👍
Desi Belitong
ada juga ya pelakor gak Tau malu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!