NovelToon NovelToon
Sistem Keuntungan Usaha

Sistem Keuntungan Usaha

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Setelah lelah menjalani hidup yang penuh kegagalan, Arga memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Namun, ironisnya ia tewas.

Saat membuka mata, ia kembali ke masa SMA, titik awal kehidupan buruknya. Bedanya, kini ia memperoleh Sistem Keuntungan Usaha yang membuat setiap bisnis yang berhasil memberinya hadiah melimpah.

Di kehidupan kedua ini, Arga bertekad mengubah nasib dan membangun kerajaan bisnisnya sejak masih berseragam sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Tidak lama setelah mobil itu menjauh, beberapa warga sekitar yang mendengar suara teriakan Arga mulai keluar dari rumah mereka masing-masing.

​"Maling?! Di mana malingnya?!"

​"Wah, harus lapor Pak RT ini. Kompleks kita sudah kemasukan maling!"

​Warga segera mendekati Arga yang baru saja memungut ponsel yang terjatuh di jalan. "Mas, gak apa-apa? Malingnya kabur ke mana?" tanya seorang warga.

​Arga menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. "Sudah kabur, Pak. Sepertinya mereka panik karena saya teriaki."

​"Masih pemula sepertinya mereka. Tapi syukurlah kalian berdua baik-baik saja. Lebih baik bawa temanmu itu ke puskesmas terdekat, mukanya lebam semua begitu," saran warga itu menunjuk ke arah Reza.

​Reza yang sedang meringis kesakitan sambil memegangi perutnya berusaha tersenyum. "Gak apa-apa, Pak. Saya baik-baik saja, cuma lecet dikit, wkwk."

​Warga itu menggelengkan kepala khawatir. "Mas, kamu lebam-lebam begitu. Obati dulu ke dokter, takutnya ada tulang yang retak atau luka dalam."

​"Ah, sudah biasa ini, Pak. Nanti juga sembuh sendiri."

​Arga juga ikut membujuk Reza agar mau dibawa ke klinik, bahkan ia menegaskan bahwa semua biaya pengobatan akan ditanggung olehnya. Namun, Reza tetap bersikeras menolak dengan berbagai macam alasan khas anak jalanan. Pada akhirnya, mereka pun melanjutkan perjalanan pulang yang tertunda.

...****************...

​Sementara itu, Devan dan yang lainnya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi demi menjauh dari lokasi.

Setelah merasa jaraknya sudah cukup aman, mereka menghentikan mobil di pinggir jalan yang sepi. Devan langsung keluar dari pintu penumpang dengan wajah merah padam.

​"Ah, sialan! Gagal total! Aku pulang duluan, urus sisanya oleh kalian!" umpat Devan kasar. Ia berjalan gontai menuju motor sport-nya yang sengaja diparkir tidak jauh dari tempat itu sebelum aksi penyergapan dimulai.

​Hendra yang ditinggal di dalam mobil merasa jauh lebih kesal. Tiba-tiba ponselnya bergetar, menampilkan sebuah pesan masuk dari ayahnya.

​Ayah:

"Sudah Ayah bilang jangan membuat masalah lagi! Kalau kamu tidak bisa mengurus masalahmu sendiri, kamu hanya akan merusak nama baik keluarga dan perusahaan! Sudah berapa banyak anak orang yang kamu rusak, Hendra! Berhentilah main-main dan belajarlah yang benar!"

​Membaca pesan penuh tuntutan itu, emosi Hendra langsung mencapai puncaknya. Wajahnya memerah padam karena amarah yang tertahan.

Tanpa pikir panjang, ia melemparkan ponselnya dengan keras ke dasbor mobil hingga layarnya hancur berantakan.

​"Bangsat!" makinya berteriak.

​"Dra, kamu kenapa?" tanya salah satu temannya di dalam mobil.

​"DIAM! Pergi saja kalian semua! Tidak ada satu pun dari kalian yang berguna!" bentak Hendra kasar.

​Teman-teman Hendra saling pandang. Mereka merasa kesal karena disalahkan, tetapi memilih untuk tidak membalas ucapan Hendra dan langsung pergi meninggalkannya begitu saja di pinggir jalan.

​Setelah semua orang pergi, Hendra menyandarkan kepalanya di kursi sambil menghela napas panjang.

Sejak kecil, ia tidak pernah merasakan kebahagiaan di rumahnya. Orang tuanya selalu menuntut banyak hal secara ekstrem, membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang menyimpang.

Waktu kecil, ia sering melampiaskan stresnya dengan menyiksa berbagai jenis serangga, dan sekarang setelah dewasa, ia melampiaskan emosi gelapnya itu kepada orang lain.

​Dengan langkah gontai, ia berjalan menyusuri trotoar. Ingatannya mendadak kembali pada sosok Reina yang saat ini masih ditinggalkan dalam kondisi pingsan di dalam kamar hotel.

​"Bajingan Devan itu, apa dia gak mau mengembalikan ceweknya pulang? Haha, ya sudah kalau begitu!" gumam Hendra dengan senyum licik yang mendadak terkembang di wajahnya.

​Tanpa ada yang tahu, Hendra langsung berbalik arah dan berjalan menuju hotel tersebut dengan niat yang sangat buruk.

1
Raka Ar
sempurna 🌟
Sistem one: Terima kasih banyak😍😍😍👍pantengin terus kak
total 1 replies
Jujun Adnin
lemah
GHEAN RAKHENZA
g seru
Sistem one: Thank you kak👍
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Jujun Adnin
uang nya di buang terus
Sistem one: hehe, nanti di tabung kak/Smile/🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Sistem one: siapp kak🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lagi
Jujun Adnin
ok
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣ngadepin orang kayak mereka emang harus licik🤣🤣🤣🤣
Wega Luna: mantap👍
total 2 replies
Jujun Adnin
up yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
Zzzz: 🥳/Coffee/
total 1 replies
Gege
yoklaah Arga... putar balikkan keadaan dengan sistem milikmuuh..🤣🤭 cari Luna di laut siapa tau bikin restoran lagi..😄🤭
Sistem one: gak ada si dugong Luna di sini wkwk😂
total 1 replies
Gege
ada duyungnya engga ini Thor.. itu duyung belom di temukan lagi kah Thor..
Sistem one: sudah tamat kok yang duyung wkwk. sudah ketemu lagi di Bab bonus.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!