NovelToon NovelToon
Pengulangan Sang Master

Pengulangan Sang Master

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Kultivasi Modern
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Mo Tianxia pernah berdiri di puncak dunia.

Sebagai seorang kultivator yang telah mencapai Absolute Realm, tidak ada lagi lawan yang mampu menandinginya dan tidak ada lagi batas yang mampu menghalanginya. Namun, setelah mencapai segala sesuatu yang bisa dicapai, yang tersisa baginya hanyalah kebosanan.

Dalam sebuah keputusan yang tidak masuk akal bagi siapa pun, Mo Tianxia menghancurkan jiwanya sendiri dan memulai kembali kehidupannya dari nol.

Kini, ia terbangun dalam tubuh yang lemah dengan kultivasi paling dasar.

Tidak ada kekuatan absolut. Tidak ada kedudukan tinggi. Tidak ada nama besar.

Hanya pengetahuan tentang jalan yang pernah ia tempuh.

Dengan sikap tenang dan pengalaman yang jauh melampaui usianya, Mo Tianxia kembali melangkah di jalan kultivasi. Sekte, turnamen, dunia rahasia, para jenius, dan berbagai ancaman mulai muncul di hadapannya.

Namun kali ini, tujuannya bukan menjadi yang terkuat. Ia hanya ingin menikmati kembali perjalanannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Hari turnamen tiba dengan suasana yang jauh berbeda dari hari-hari latihan biasa. Lapangan utama Tian Yun Sect dipenuhi kerumunan yang jauh lebih besar dari biasanya—disciple luar, disciple dalam, bahkan beberapa elder yang jarang terlihat kini duduk di tribun khusus yang dibangun sementara untuk acara ini.

Ye Wuchen, Ketua Tian Yun Sect, duduk di kursi tertinggi tribun, mengamati lapangan dengan ekspresi tenang yang sulit dibaca.

Mo Tianxia berdiri di antara para peserta, mengamati sekelilingnya dengan tenang.

'Turnamen yang meriah,' pikirnya. 'Sepertinya sekte ini cukup serius dalam mengembangkan bakat mudanya.'

Sistem gugur turnamen dimulai dengan cepat—pertarungan demi pertarungan berlangsung, sebagian besar berakhir dalam waktu singkat karena perbedaan level yang cukup jelas antar peserta.

Wang Dazhi bertarung di babak pertama, berhasil mengalahkan lawannya dengan susah payah berkat kombinasi teknik yang telah ia pelajari dari Mo Tianxia dan tekad yang tidak pernah goyah.

"Aku menang!" serunya, hampir tidak percaya dengan hasilnya sendiri.

"Aku sudah bilang kau bisa," jawab Mo Tianxia, tersenyum bangga melihat kemajuan sahabatnya.

Pertarungan Mo Tianxia sendiri di babak-babak awal berjalan dengan mudah—lawan-lawannya, meski cukup berbakat, masih jauh dari level yang membutuhkan usaha nyata darinya. Ia memenangkan setiap pertarungan dengan teknik yang cukup meyakinkan namun tidak berlebihan, cukup untuk membuatnya melaju ke babak-babak berikutnya tanpa menarik perhatian berlebihan.

...-----...

Setelah istirahat makan siang, babak semifinal akhirnya tiba, dan seperti yang telah ia duga, Mo Tianxia berhadapan dengan Feng Lei.

Feng Lei melangkah ke tengah lapangan dengan percaya diri yang tenang—berbeda dari kesombongan Zhao Kuang yang meledak-ledak. Tubuhnya yang lebih tinggi dan berotot dari kebanyakan disciple seusianya menunjukkan latihan fisik yang intensif selama bertahun-tahun.

"Aku sudah mendengar tentangmu," kata Feng Lei, suaranya tenang namun tegas. "Disciple baru yang mengalahkan Zhao Kuang tanpa banyak usaha. Mari kita lihat apakah reputasimu pantas."

"Silakan," jawab Mo Tianxia sederhana.

Zhao Kuang, menonton dari tribun dengan ekspresi campuran antara kepuasan dan penasaran, berharap Feng Lei bisa memberikan pelajaran untuk Mo Tianxia yang sudah mempermalukannya.

"Mulai!" seru elder pengawas pertarungan.

Feng Lei bergerak dengan kecepatan yang jauh melampaui lawan-lawan Mo Tianxia sebelumnya, kepalan tangannya dibalut aliran Qi yang jauh lebih padat dan terkontrol dibanding Zhao Kuang.

Mo Tianxia mengamati dengan seksama.

'Kualitas kultivasinya cukup baik,' pikirnya, menganalisis pola serangan lawannya. 'Teknik dasarnya juga solid. Sekte ini benar-benar melatih disciple mereka dengan baik.'

Namun bahkan dengan kualitas yang lebih baik, pola dasar pertarungan Feng Lei tetap bisa dibaca oleh seseorang dengan pengalaman seribu dua ratus tahun.

Mo Tianxia mulai bergerak, kali ini dengan sedikit lebih banyak usaha dari pertarungan-pertarungan sebelumnya—cukup untuk membuat pertarungan ini terlihat seimbang di mata penonton, meski di dalam dirinya, ia tahu betul bagaimana harus mengakhirinya kapan pun ia mau.

Pertarungan itu berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebagian besar penonton, membuat suasana tribun semakin tegang.

Chen Feng, yang duduk di antara para elder pengawas, mengamati dengan sangat seksama.

'Ia bisa mengakhiri ini lebih cepat,' pikirnya, mengenali pola yang tidak biasa dalam cara Mo Tianxia bertarung. 'Tapi ia sengaja memperpanjangnya. Kenapa?'

Kecurigaannya semakin bertambah, namun tidak ada bukti konkret yang bisa ia sampaikan kepada siapa pun.

Di tribun tertinggi, Ye Wuchen—yang sejak awal turnamen hanya mengamati dengan ekspresi tenang—kini sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya yang tajam terfokus penuh pada pertarungan di bawahnya.

'Menarik,' pikirnya, senyuman kecil terlukis di wajahnya. 'Anak itu...'

1
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
tekad nyaa lebih besar daripada yang lain pastiii
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
yaaa karna jiwa nyaa dahh buyut buyut makanyaa gak gampang ditebakk
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
mantapp kasih paham bossss 💅
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
ternyata gak di dunia nyata gak didunia novel sama ajaa 😌
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
anak yang terlampau pintar dan dewasa sampai orang tua yang lain pun merasa heran
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
nama yang emang sudah ditakdirkan
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
ternyata mc nyaa anak pungut 😌
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ: manaa adaa /Curse//Facepalm/
total 2 replies
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
Apakah terlahir kembali untuk menyambut masa kejayaannya lagi 😌
^_^
mo tianxia emangnya gk pernah jadi bayi dulunya sebelom jdi penguasa dunia?
^_^
ada yang hrus dibicarain justru di sini, kalen punya uang kagak buat rawat anak orang ini?
^_^
klo minta ke Dewa Othor pasti dikabulin, kalen salah aja caranya
^_^
lgi pda maen petak umpet ges
^_^
gak ngerti novelnya bahas apa, tpi gk tau pen baca aja ^_^
Nnoyre: gak apa apa sih/Joyful/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!