NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Itu Datang Juga

Pagi itu rumah Rina terasa lebih tenang dari biasanya. Cahaya matahari masuk melalui celah jendela ruang makan. Dari dapur terdengar suara minyak yang mendesis ketika Rina menggoreng beberapa potong tempe untuk sarapan.

Azmira sudah bersiap sejak tadi. Perempuan itu keluar dari kamar dengan pakaian kerja yang rapi. Rambut panjangnya diikat sederhana, sementara jas putih yang akan dikenakannya nanti sudah tergantung di dekat pintu.

"Bu."

Rina menoleh. "Iya, Nak?"

"Nanti Mira ada tugas keluar." Tangan Rina yang sedang memindahkan gorengan ke piring tiba-tiba berhenti.

"Keluar ke mana?"

"Ke perusahaan."

"Perusahaan apa?"

Azmira menggeleng kecil. "Namanya belum terlalu Mira pikirkan, Bu. Pokoknya rumah sakit sedang ada kerja sama dengan perusahaan itu."

Rina kembali melanjutkan pekerjaannya. "Oh."

Namun entah mengapa, setelah mendengar perkataan putrinya, perasaan perempuan itu mendadak tidak nyaman. Bukan karena Azmira akan pergi bekerja ke tempat baru, tapi entah kenapa. Ada sesuatu yang sulit dijelaskan. Seperti sebuah kekhawatiran yang datang tanpa alasan.

Rina menarik napas panjang. "Perginya sama siapa?"

"Tim rumah sakit." Azmira duduk di kursi. "Pak William juga ikut karena dia yang mengurus kerja samanya."

Rina mengangguk. "Ya sudah. Hati-hati."

Azmira tersenyum. "Iya, Bu."

Rina membawa piring sarapan ke meja, namun kali ini ia tidak langsung duduk. Pandangannya justru tertuju kepada putrinya.

Dua puluh lima tahun. Sudah selama itu ia menjaga anaknya dari luka masa lalu. Selama itu pula ia berusaha membuat Azmira tumbuh tanpa merasa kehilangan sesuatu. Tetapi pagi itu, untuk pertama kalinya Rina merasa takut.

Takut kalau suatu hari nanti masa lalu benar-benar datang mengetuk kehidupan putrinya.

Takut jika lelaki yang selama ini hanya menjadi nama dalam cerita yang tidak pernah selesai itu tiba-tiba muncul di hadapan Azmira.

Dika.

Rina memejamkan mata sebentar. Nama itu masih mampu membuat dadanya sesak meskipun waktu telah berjalan begitu lama. Ia sudah berkali-kali mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa semuanya telah selesai.

Dika sudah menjalani hidupnya. Ia pun sudah menjalani hidup bersama putrinya. Tidak ada alasan bagi mereka untuk kembali bertemu.Tetapi mengapa pagi ini hatinya terasa begitu gelisah?

"Bu?" Suara Azmira membuat Rina tersadar.

"Iya?"

"Ibu kenapa?"

Rina segera tersenyum. "Nggak kenapa-kenapa."

Azmira memperhatikan wajah ibunya beberapa detik. "Serius?"

"Iya."

Rina kemudian duduk di hadapan putrinya. "Makan, dulu nanti dingin," ujarnya pelan.

Azmira tersenyum kecil. "Iya."

Beberapa saat mereka makan dalam diam,

kemudian Rina berkata pelan seolah ingin menyampaikan apa yang tidak enak di hatinya meskipun tidak semuanya.

"Mira."

"Hmm?"

"Kalau nanti ada apa-apa di tempat kerja, jangan dipendam sendiri."

Azmira mengangkat wajah. "Kenapa Ibu ngomong begitu?"

"Nggak kenapa-kenapa." Rina tersenyum. "Ibu cuma mau kamu selalu hati-hati."

Azmira mengangguk. "Insyaallah."

Rina mengulurkan tangan dan menggenggam tangan putrinya. "Dan satu lagi."

"Apa?"

"Jangan mudah percaya kepada siapa pun hanya karena mereka terlihat baik."

Azmira terkekeh. "Ibu kenapa nasihatin Mira seperti mau pergi jauh saja?"

Rina ikut tersenyum. "Namanya juga ibu."

Azmira berdiri setelah selesai makan. "Kalau begitu Mira berangkat dulu."

Rina mengangguk. "Hati-hati."

"Iya."

Azmira mencium tangan ibunya sebelum mengambil tas. Namun saat putrinya berjalan menuju pintu, Rina tiba-tiba memanggil.

"Mira."

Azmira menoleh. "Iya, Bu?"

Rina ingin mengatakan sesuatu. Ingin berkata agar putrinya tidak pernah mencari ayahnya. Namun pada akhirnya... tidak satu pun kata itu keluar.

"Hati-hati di jalan."

Azmira mengangguk patuh. "Iya, Bu."

Pintu rumah kemudian tertutup. Rina berdiri seorang diri. Tatapannya masih tertuju ke pintu yang baru saja dilewati putrinya. Tangannya perlahan menyentuh dada. Perasaan itu belum juga hilang.

"Kenapa Ibu merasa tidak enak hati, ya..."

Rina menarik napas panjang. "Mudah-mudahan cuma perasaan Ibu saja."

Ia tidak tahu... bahwa beberapa jam kemudian, putrinya akan berdiri di sebuah gedung yang namanya sama sekali tidak pernah ia ceritakan kepada Rina.

Mahardika Group. Dan di tempat itulah...

jalan hidup Azmira perlahan mulai mendekati masa lalu yang selama dua puluh lima tahun terakhir berusaha dijauhkan oleh ibunya.

☘️☘️☘️☘️

Beberapa jam kemudian, rombongan rumah sakit tiba di depan sebuah gedung pencakar langit. Azmira turun dari kendaraan bersama Tania dan beberapa tenaga medis lainnya.

Ia mendongak. Matanya sedikit membesar melihat bangunan megah di hadapannya.

Logo besar terpampang jelas di bagian depan gedung.

MAHARDIKA GROUP.

"Wah..." Tania bergumam.

"Besarnya."

Azmira hanya tersenyum kecil. Ia tidak tahu bahwa nama perusahaan yang baru pertama kali ia lihat hari itu... kelak akan menjadi salah satu nama yang paling sering muncul dalam hidupnya.

William yang berdiri tidak jauh dari mereka kemudian memanggil. "Dokter Azmira."

Azmira seketika menoleh ke arah pria itu. "Iya?"

"Sudah siap?"

Azmira mengangguk. "Siap."

William tersenyum tipis. "Kalau begitu, mari kita mulai."

Azmira mengikuti langkahnya masuk ke dalam gedung. Tanpa sedikit pun mengetahui... bahwa di balik dinding gedung megah itu, takdir sedang menyiapkan sebuah pertemuan yang akan mengubah hidupnya.

Bersambung ...

Maaf kak tipis banget soalnya lagi sibuk

1
Nar Sih
serapat apa pun kmu simpan suatu saat pasti putri mu tau siapa ayah nya bu rina ,daan biar kan sja semua terbongkar mira sdh besar pssti ngerti
Tengku Nafisa
aaaa kenapa gak di teruskan. penasaran nih.
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
heeeemmmm...jodoh otw ni ceritanya,semoga dia pria baik ya Mira,yg bs terima km apa adanya,ud gak usah cari BPK mu yg gak berguna itu,dia itu laki2 yg jahat dan gak berbelas kasih,km bs kok HDP cmn dngn ibumu,buktinya ud 25 THN bs kan???/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
semoga laki2 itu baik dan bs membuat Mira bahagia nnt nya
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah...akhirnya cita2 mu terkabul Mira,AQ ikut bahagia...SMP mewek ni AQ nya😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
selamat MLM jg Thor...sukaaa bngt,cuman campur gemezzz gt Thor......semoga sukses dengan karya2 mu thor/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
ih dasar bapak GK waras,tega dia perjuangkan selingkuhannya dr pada istri sah dan parahnya lagi tega bngt dia sm ank kandungnya sendiri,CPT Thor
..kasih karma itu dengan segera....AQ gak akan puas lok blm lihat dia nyungsep Thor...apa lagi istri yg pernah jadi pelapor itu😡😡😡😡
Ghiffari Zaka
nah kan...dadar si Dika ini banyak ya istrinya x,awas AQ doakan km cepat dapat karma,km dah nolak Mira sekarang km punya ank dr istri yg lain jg dan perempuan juga kan,km gak bakalan bs punyak ank laki2,itu kutukan dari q,nah...nah...lok AQ dah emosi jadi Mak nya si Malin Kundang AQ jadinya ,maaf beribu maaf ya Thor🙏🙏🙏😂😂😂😂
Ghiffari Zaka
banyak banget tokohnya Thor jadi bingung,apa semua ank perempuan itu ank nya si Dika BPK yg GK ada akhlaknya itu ya??? ah takut dosa AQ Thor lok nebak2,cuman author yg punya kuasa,lanjut aja lah Thor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
kalau menurut q majikan ibunya Shasa itu nenek nya Mira dech,atau Shasa jg ank yg GK di inginkan jg ya sm kayak Mira,dan apa mungkin mereka 1 darah??? ah gak mau nebak2 Thor,lanjut aja dech.....🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!