NovelToon NovelToon
Suamiku Bossku

Suamiku Bossku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:59.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Elvani Rosita Dewi

Clara seorang gadis cantik yang terpupuler dikampusnya, hidupnya bagaikan seorang pemeran sinetron yang mempunyai lika-liku dan masalah kehidupan yang tidak ada habisnya, pacarnya menghiantinya dan akhirnya dia harus rela menikahi orang yang tidak dia cintai demi bertahan hidup. Bagaimana kisah selanjutnya..? Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvani Rosita Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 Suamiku Bossku

Clara yang terbangun kaget karena rasa ingin buang air kecil melihat jam dihpnya ternyata sudah pukul 3 pagi tapi Cakra belum juga kembali. Clara akhirnya masuk kedalam toilet untuk buang air kecil. Setelah keluar dari toilet ternyata Cakra sudah berbaring diatas tempat tidur dengan rambut yang acak-acakan. Kancing bajunya terbuka dan pakaiannya sangat berantakan. Clara yang kesal melihat Cakra akhirnya memutuskan untuk tidur di sofa.

Pagi hari Clara terbangun lebih awal. Clara berniat keluar dari kamar hotel untuk mencari udara segar karena seharian dia hanya terkurung didalam kamar. Clara masuk kedalam kamar mandi melewati Cakra yang masih terbaring diatas tempat tidur.

"Awas kamu mas, tunggu saja pembalasanku." Ucap Clara sambil menatap Cakra.

Clara yang sudah sampai didepan kamar mandi berhenti setelah mendengar panggilan dari Cakra.

"Clara..?" Suaranya terdengar sangat lesu dan sendu.

Clara mundur dan mendekati Cakra. Clara melihat Cakra sedang menggigil dia meraba tubuh Cakra ternyata sangat panas.

"Astaga mas! badanmu sangat panas, aduhh apa yang harus aku lakukan." Dengan paniknya Clara mondar mandir karena ini pertama kalinya dia mendapatkan orang dalam keadaan sakit. Setelah cukup lama dia berpikir akhirnya dia bisa mengingat bagaimana William mengurusnya jika dalam keadaan sakit.

"Oke biasanya kalau aku sakit Willi akan mengompresku dan membuatkan aku bubur lalu aku minum obat penurun panas." Clara bergegas mengambil kain dan mengompres Cakra lalu menelpon pelayan hotel untuk membawakan bubur hangat.

Selang beberapa menit kemudia pelayan hotel sudah berada didepan pintu. Dengan cepat Clara membuka pintu dan mengambil bubur dari tangan pelayan hotel.

"Ayo mas, sekarang kamu makan...! Setelah makan aku akan mengganti bajumu karena sudah sangat kotor." Clara membantu Cakra dengan posisi setengah duduk.

Dengan lihai Clara menyuapi Cakra sampai buburnya habis kemudian Cakra kembali berbaring karena kepalanya sangat sakit. Clara sudah selesai mengganti pakaian Cakra dan mengganti kembali air kompresannya.

"Clara, terima kasih." Ucap Cakra yang masih terlihat lemah.

"Mas, aku akan menelpon mami dan papi untuk datang melihatmu karena aku tidak tahu akan berbuat apa lagi." Clara sudah memegang hpnya bersiap menelpon orang tua Cakra.

"Clara, jangan lakukan itu. Aku tidak ingin orang tuaku bertanya mengapa aku bisa sakit di malam pertamaku bersamamu. Aku tidak ingin mami mengetahui aku keluyuran dimalam hari sedangkan aku meninggalkan kamu sendiri disini." Cakra memegang tangan Clara untuk menahannya.

"Mas, kamu tidak bisa seperti ini tanpa pengobatan dari dokter, kalau begitu aku akan menghubungi Willi untuk meminta resep obat untukmu."

"Clara aku tidak suka kamu menyebut namanya didepanku ataupun menghubunginya walaupun hanya sekedar mengatakan 'Halo'." Cakra kembali mengenggam erat tangan Clara dan wajahnya terlihat sangat marah.

"Maafkan aku mas, tapi.. aku hanya ingin kamu pulih." Clara terlihat sangat takut ini pertama kalinya Cakra terlihat sangat marah kepadanya.

"Kamu tidak perlu khawatir dengan keadaanku. Aku hanya demam dan sebentar lagi aku akan pulih. Aku akan menghubungi dokter pribadiku untuk datang memeriksaku." Cakra melepaskan genggamannya dari tangan Clara.

"Hei...tunggu. Mengapa aku harus minta maaf? Seharusnya dia yang minta maaf padaku karena sudah menelantarkanku sejak kemarin. Akhirnya aku sudah mendapatkan cara agar kamu tidak berlaku seenaknya padaku. Mas, mas kamu lupa kamu berhadapan dengan siapa. Bukan Clara namanya jika tidak bisa menaklukkan laki-laki sepertimu." gumam Clara dalam hati.

"Mengapa kamu senyam-senyum melihatku?" Cakra melihat aneh kepada Clara.

"Hehehe...tidak mas." Ucap Clara sambil menggaruk kepalanya.

1
Arnoldina Caet
Kecewa
Sarah Yuniani
Clara sama Cakra kok gak negur anak nya sih .. Calvin udah keterlaluan
Sarah Yuniani
sip Clara jangan mau ditindas
Sarah Yuniani
ceritanya seru
Sarah Yuniani
hahahah keriput dan tuwirr
Sarah Yuniani
gemess
Sarah Yuniani
kok saya sih
Sarah Yuniani
sudah baik dikasih tumpangan tempat tinggal .. dasar clara
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
orang tua ribut melulu, pasti rumah bagai neraka bagi Clara
Ida S
Luar biasa
tris tanto
dia yg mutusin dia yg stress
tris tanto
knp jd diputer yak siapa yg salah siapa yg disalahin
tris tanto
emng gk nungguin dirs yak,kok liat diph ft hananya
tris tanto
knp kd gugu claranya yg tegas dong bgmnpun kamu yg sah lho
tris tanto
lha ktny nunggu siap kirain akna ada sdkt drma mslh ninaninu ee tau2 udh ninaninu
tris tanto
ditanyain bpknya gk bisa jwb soa perasaan cakra ke clara,,tp ada bb dimn cakra takut kehilngn clara,disini adeknya bilng msh mencintai fely,,
tris tanto
lha ngapain jg nemuin claraaa,,jd dipermalukan kan
tris tanto
malem masing galauuuuuooo kok pagi2 udh mau nyatain perasaan,,lha cpt ment to
Tami Satra
sabar cakra nunggu halal dulu
antha mom
thor kamu ya jangan sampai Clara kenapa napa sama kehamilan nya,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!