Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi
"Papa, mama mohon jangan tinggalkan mama."
"Papa lelah ma, tiga puluh tahun lebih papa sabar dengan sikap egoismu, papa rasa sudah cukup."
"Papa, mohon maaf."
"Kebencian kamu kepada kedua sahabatmu itu membuat anak perempuanmu menderita. Kamu kira saya tidak tahu cinta segitiga kalian."
"Papa, maafkan mama. Mama hanya tidak mau mereka bahagia."
"Kamu terlalu egois ma, sangat egois."
Ternyata papanya Riana dan Rian yang memang sudah mempersiapkan semua barang - barangnya untuk keluar dari rumah ini, pun mengambil barang - barang itu. Rian tidak bisa melarang, dia berpikir mamanya juga terlalu egois.
Mama hanya menangis melihat kepergian papa. Dengan penyesalannya dia menatap kepergian suaminya, yang sangat mencintai dia, meskipun sejak menikah dia tidak perna memiliki rasa cinta itu. Rian ke ruangannya. Dia mencoba menelepon papanya.
"Pa, apa ini benar yang papa lakukan??"
"Papa lelah dek, sangat lelah hidup bersama mama kalian dia tidak perna mencintaiku, dia hanya menjalankan karena tanggung jawab. Sampai kalian hadir."
"Papa kemana???"
"Papa akan kembali ke rumah lama papa, rumah waktu papa masih bekerja dulu. Rumah itu papa beli buat oma kalian."
"Rian akan kesana pa."
Sementara Riana, di rumah merasa kuatir dan gelisah. Perasaan ingin menangis. Dia sedang di kamar sendiri. Elvano Ivander Andreas anaknya sudah tidur, hari ini dia tidur bersama maminya, karena opa dan omanya sedang pulang kampung. Ada kerabat papa mertuanya yang meninggal. Hanya di Bandung. Tiba - tiba suara dering handphonenya berbunyi. Bersamaan dengan hadirnya Davin suaminya.
"Dari siapa sayang??"
"Rian mas."
"Angkat sayang."
"Kak, papa pergi dari rumah, setelah beradu pendapat dengan mama."
"Apa???!!!" Davin kaget dan langsung berdiri mendekat ke arah istrinya, dia mengelus pundak istrinya.
"Kamu dimana dek??"
"Aku baru tiba dari Jepang, setelah mendengar berita kamu mau kembali di culik dan mama di penjara."
"Penjara??? Papa tidak mau melepaskan mama."
"Davin suamimu yang melepaskan mama."
"Papa kemana???"
"Kerumah oma dan opa."
"Oke. Kalau mama bagaimana keadaannya??"
"Dia di kamar."
Riana langsung membawa El anaknya di antar suaminya mereka ke rumah opa dan omanya yang sudah lama sekali Riana tidak kesana. Ternyata disana sudah ada Rian juga.Ria masuk menemui papanya sambil mengendong anak laki- lakinya yang sudah berusia delapan bulan yang sedang tertidur.
"Kenapa malam - malam kesini membawa El???"
Ria langsung memeluk papanya dan di balas oleh papanya pelukan itu sampai menangis.
"Papa baik - baik saja???"
"Ya, papa rasa aman disini sayang. Bawa cucu papa ke kamar dan baringkan dia disana Davin."
"Iya papa."
"Maafkan papa, harus menceritakan ini sama kalian. Papa pikir sudah saatnya. Davin jika El sudah tidur, kemarilah nak. Duduk di sebelah istrimu."
"Iya pa."
"Mamamu Ria dan Rian, selama ini dia mencintai papanya Davin. Papa ini dijodohkan sama beliau. Papa pikir, selama ini dia sudah melupakan cinta pertamanya ternyata tidak."
"Jadi alasan mama tidak menyetujui pernikahan kaka bukan karena umur, namun karena membenci papa dan mamanya Davin."
"Iya dek."
"Kok kaka tenang - tenang sih."
"Kaka sudah tahu."
Sudah tiga bulan selama papa pergi dari rumah megah itu. Ria dan El sering datang bermain disana, jika Ria libur dan sering di antar oleh Davin. Sementara mamanya melakukan segala rutinitasnya dengan perasaan bersalah. Dia tahu suaminya dimana namun dia tidak berani kesana, karena rumah itu perna dia sumpahi.