NovelToon NovelToon
ZHARA MEMUTAR DIMENSI WAKTU

ZHARA MEMUTAR DIMENSI WAKTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Balas Dendam
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Luh Belong

No Plagiat ❌



Namanya Zhara Chandrawinata, gadis berusia 20 tahun. Ia punya mimpi hidup tenang, bahagia, dan kaya raya.

Di balik senyumnya yang manis, Zhara tumbuh dari kluarga broken home, ia tidak menyangka hidupnya akan berjalan sulit, mimpi yang ia bangun, keputusan yang di ambil, kisah cintanya, selalu terbentur masalah.

Tahun demi tahun berlalu, Zhara mulai kehilangan arah. Pikirannya lelah, hatinya terluka, pada akhirnya tubuhnya menyerah. Zhara akhirnya meninggal karena Asam Lambung GERD yang ia derita.

Dewa kematian berkata. Jiwanya tidak dapat menyebrang, karena ada seseorang yang menukar jiwanya, agar Zhara hidup kembali.

Dalam gelap Zhara mendengar ada yang manggil namanya, “Zhaa.. bangun.. Jangan tidur dikelas! ” Zhara terbangun di ruang kelas dan melihat Tiara menggoyangkan lengannya.

Zhara kembali hidup dan siapa yang telah menukar jiwanya?
mengapa dewa kematian masih mengikutinya?
Apakah pertukaran jiwa itu tidak sempurna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Belong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat Aku belum mengerti

...Zhara Chandrawinata, nama yang indah untuk seorang gadis berusia dua puluh tahun. Ia memiliki rambut bergelombang, tatapan mata yang tenang, dan senyuman manis....

...Namun. Hidup penuh perjuangan, mengejar mimpi di tengah badai yang tak kunjung reda, lalu pulang ke sebuah tempat yang seharusnya disebut rumah, tetapi tak pernah benar-benar terasa seperti rumah....

...Zhara tumbuh di rumah yang tak pernah terasa seperti rumah. Malam-malamnya dipenuhi suara pertengkaran orang tuanya. Hidupnya penuh lika-liku yang tak berujung, memaksa tubuh kecilnya belajar bertahan. Zhara hidup dalam keluarga broken home....

...Ayahnya, Indra Chandrawinata, selalu pulang larut. Kadang dengan wajah kusut, kadang dengan emosi yang meledak-ledak. Uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sering kali habis entah ke mana....

...Dulu, ayah Zhara merupakan anak dari seorang saudagar pangan di desanya. Namun, ia memilih meninggalkan rumah karena pernikahannya tidak direstui oleh kedua orang tuanya....

...Ayahnya mengajak istrinya, Ayu Rahardja, hidup sederhana di sebuah kontrakan. Ia adalah sosok yang penuh semangat, sering bercerita tentang rencana besar untuk membangun usaha sendiri demi kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya....

...Namun, semuanya berubah. Bisnis yang ia bangun perlahan mulai goyah. Hutang menumpuk, pelanggan berkurang, dan kepercayaan dirinya runtuh sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya, ia terjerumus menjadi pemabuk....

...Sejak saat itu, rumah terasa berbeda. Ayah dan ibunya selalu bertengkar karena masalah ekonomi. Hal-hal kecil pun kerap memicu emosi besar. Ibunya, yang berjualan di pasar, merasa pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga menuntut ayahnya untuk lebih bertanggung jawab sebagai kepala keluarga....

...Setiap hari rumah kecil yang zhara tempati, selalu penuh teriakan pertengkaran orangtuanya. Terkadang Ibunya melampiaskan amarah dengan membanting barang barang. Suara pertengkaran semakin keras. Kata-kata yang tidak seharusnya didengar anak-anak terlempar begitu saja....

...Zhara menelan ludah, jantungnya berdegup kencang, ia berusaha terlihat kuat di depan adiknya Biru Chandrawinata. Ia merangkul adiknya, menarik lebih dekat untuk memeluknya. mereka berdua hanya menangis ketakutan, tidak berani keluar untuk melerai kedua Orang Tuanya....

Orang tua Zhara terkadang akur, lalu kembali bertengkar. Akur lagi, lalu bertengkar lagi.

...Zhara hanya bisa menenangkan diri, bergumam dalam hati, “Toh… ini bukan yang pertama kali.”...

...Saat Zhara duduk di bangku SMA, ia berharap keadaan di rumah mulai membaik. Namun, kenyataannya justru sebaliknya, masalah semakin terasa nyata, terutama soal ekonomi....

...Ibunya bertengkar hebat dengan ayahnya karena ia kalah berjudi dan terlilit hutang di mana-mana. Kesal dengan keadaan itu, ibunya melontarkan kata-kata kasar hingga akhirnya ayahnya pergi dari rumah....

...Putus asa dengan sifat suaminya, ibu Zhara akhirnya pergi dari rumah, membawa Zhara dan adiknya, Biru, ke rumah orang tuanya. Namun, kepulangan itu justru ditolak oleh kakek, nenek, paman, dan bibinya....

...Dulu, pernikahan ibunya sempat membuat kakek dan neneknya merasa malu. Keluarga dari pihak ayah Zhara pernah merendahkan mereka, menganggap keluarga ibunya hanya ingin menumpang hidup dengan menikahi putra mereka....

...“Ibu… aku sudah sangat lelah dengan hidupku. Indra selalu saja menghabiskan uang untuk berjudi. Aku sudah tidak sanggup lagi menasihatinya,” kata ibunya sambil menangis, mengeluhkan nasibnya....

...Nenek hanya menghala nafas berat, dengan wajah kecewa berkata....

...“Kamu sudah tau dari dulu, orang tuanya tidak pernah merestui pernikahanmu… kamu juga harusnya sadar kalau menikahi orang pejudi, sukar di nasihati. Ibu tidak tau harus bagaimana lagi dengan suamimu.” Nenek bersandar di kursi, melanjutkan perkataannya. “Dulu Ibu sempat meragukan Indra suamimu, tapi kamu membelanya... katamu Indra sangat baik, dan penyayang. Walau kamu sendiri sudah tau Indra suka berjudi"...

..."Kamu berpikir setelah menikah, orang itu pasti berubah. Nyatanya karakter tidak dapat di ubah....” Kata Nenek sedih dengan raut wajah tuanya....

...“Aku tidak tau harus bagaimana lagi?... Aku bahkan sudah berusaha, tapi aku sudah tidak kuat.” Ibunya menceritakan usahanya menghadapi Ayahnya....

...“Dia hanya berjudi lupa dengan kewajiban, ..hik...hik...aku ingin Indra bertanggung jawab, tapi dia memilih tidak pulang pulang.” Ibunya menyeka airmatanya. “Aku ingin bercerai dengan Indra Buu!... menjadi istrinya sangat melelahkan... aku ingin pulang.” ...

...Paman Adik dari Ibunya, Bara Rahardja keluar dari kamarnya dan berkata,...

...“Bukannya kami tidak mau menerima kakak pulang. Tapi kakak sudah menikah dan punya suami. Perceraian itu aib. Apa kata orang nanti? Kakak mau membuat keluarga malu?” ujar pamannya. Kata-katanya terasa menghantam. “Kakak, tolong pikirkan perasaan Zhara dan Biru. Keputusan kakak dulu… sekarang harus kakak tanggung.”...

...Kakek memegang bahu ibu Zhara sambil berkata lembut, “Ayu, kapan pun kamu membutuhkan bantuan keluarga, datanglah, Nak. Meski kamu sudah menikah, Bapak dan Ibumu akan tetap bersedia membantu.”...

...Kakeknya menghela nafas panjang seraya berkata “Bapak tau kamu anak yang kuat, dan Bapak yakin kamu bisa menjalaninya, pulanglah kasihan Anakmu. Mereka pasti bingung dan sedih.”...

...Kepulangan ibunya dianggap sebagai aib yang mempermalukan keluarga. Mereka bersedia membantu, tetapi tidak dengan perceraian. Dengan perasaan kecewa, ibunya akhirnya kembali pulang....

...Berharap keluarganya mau menerima kepulangannya, tetapi sayangnya itu hanya usaha sia-sia. Zhara bisa melihat jelas ibunya bukan hanya lelah, tapi juga kehilangan tempat untuk bersandar. tidak dapat membela ibunya, Ia hanya bisa mengikuti Ibunya pulang....

...Zhara berharap ayahnya sudah berada di rumah, meminta maaf kepada ibunya, dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Namun, ternyata ayahnya tidak kembali....

...Pintu terbuka pelan saat ia mendorongnya. Rumah itu terasa sepi, terlalu sepi. Tidak ada suara televisi, tidak ada langkah kaki, tidak ada tanda tanda kehidupan seperti biasanya....

...Sudah beberapa hari ayahnya tidak pulang-pulang, Zhara kawatir dengan keadaan ayahnya. Zhara berusaha mencari tau dimana keberadaan Ayahnya. Kemanapun Zhara mencari, tetap saja tidak menemukannya....

...Zhara menyusuri tempat-tempat yang biasa didatangi ayahnya warung kopi, pinggir jalan, hingga akhirnya langkahnya berhenti di sebuah tempat yang ingin sekali ia hindari. akhirnya menemukan ayahnya sedang berjudi dengan bapak-bapak lainnya....

...“Ayah...” Panggil Zhara berlari kecil menghampiri ayahnya....

...“Ayah tolong pulang... Zhara kawatir sama ayah, sehingga ayah tidak mau pulang-pulang... tolong kita butuh ayah dirumah.” Zhara merayu dan mencoba mohon....

...“Ayah bosan sekali dirumah... ayah selalu salah dimata ibumu... Apa Ibumu pikir ayah ini mesin pencetakan uang? selalu meminta uang dan uang?.” Jawabnya dengan ketus....

...“Zhara tidak tau bagaimana caranya membantu, tapi ayah harus pulang. ayah jujur saja... ayah sudah tidak sayang lagi yah sama Zhara dan Biru?.” Kata Zhara sedih....

...“Jangan bertanya begitu. sudah pasti ayah sayang Kalian. Yah nanti ayah pikirkan, sudahlah sana kamu pulang.” Jawaban Ayahnya melanjutkan permainannya....

...Sebenarnya Zhara menyimpan rasa malu, ia tau semua Orang membicarakan keadaan Kluarganya. Zhara ingin memperbaiki hubungan Ayah dan Ibunya, namun sebagai anak ia merasa bingung, Ia tidak tahu harus mulai dari mana....

...◦•●◉✿✿◉●•◦...

...Setelah lulus SMA, Zhara memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah D1. Ia menyadari bahwa kondisi ekonomi keluarganya tidak memungkinkan untuk membiayai pendidikannya....

...Bagi Zhara, keputusan itu ia ambil bukan karena dirinya tidak memiliki keinginan untuk belajar lebih tinggi. Melainkan karena tidak ingin, menambah beban bagi keluarganya yang sudah berjuang keras....

...Ibu merasa malu jika anaknya tidak melanjutkan kuliah. Di desa mereka, hampir semua teman seangkatan Zhara memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. jika tidak kuliah, biasanya mereka dari awal sekolah ke SMK....

...“Zhara... ibu ingin mengobrol denganmu sebentar.” ibu memanggilnya....

1
Rahayu
singkat, padat, plenger🤭
Luh Belong: plenger nggak tuh😄
total 1 replies
Rahayu
Semangat Thor, ceritanya mulai seru.
Luh Belong: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!