Pernikahan yang didasarkan dendam, tidak akan pernah berakhir dengan kebahagiaan. karena hidup harus didasari dengan cinta.
Menikah dengan pria yang dicintai adanya kebahagiaan untuk pasangan itu, tapi tidak dengan Salva. ternyata dimalam itu kehancurannya telah dimulai.
"Kenapa kau melakukan ini padaku mas?" teriak Salva pada suaminya itu.
"Jangan berpura-pura bodoh,aku tidak pernah mencintaimu. aku menikahi mu hanya karena dendam" Salva bak disambar petir mendengar perkataan suaminya itu.
Akankah Salva menemukan kebahagiaannya?
atau selalu terpuruk, menanggung dosa yang tidak pernah dilakukannya?
jangan lupa simak kisah selanjutnya ya kk😁
Baca juga cerita author yang lainnya
- Dia milikku
- Penjelajah waktu, hidup dizaman Ajaib
- pembalasan putri yang terbuang
- dll, yang gak kalah serunya.
Akun👉
Ig: @ ara putri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tuduhan kejam
Kaivan kembali dengan keadaan marah yang membara. ia membuka pintu dengan kasar saat sampai dirumah. terlihat Salva yang sedang menunggu dengan cemas diruang makan,ia berlari bertanya pada suaminya, bagaimana kabar ibu mertuanya.
"Ba,, bagaimana dengan ibu mas...."
Plakkk
Kaivan yang sudah diliputi emosi,ia Tampa kasihan langsung menampar istrinya tanpa mendengar penjelasan yang akan diberikan istrinya itu.
"Apa kau puas...? Apa kau ingin membunuh semua orang yang aku cintai..?" Salva gemetar ketakutan melihat kaivan yang benar-benar sangat menyeramkan. Biasanya kaivan sering marah, tapi kali ini mungkin puncaknya.
"Apa maksudmu mas...?" Tanya Salva gemetar ketakutan.
"Kenapa kamu melakukan ini mas? kenapa kamu begitu kasar?" Salva bertanya dengan berlinang air mata.
Kaivan membanting semua makanan yang ada diatas meja makan, sepertinya saat terjadi kecelakaan mereka sedang mempersiapkan untuk makan siang.
"Kamu bertanya kenapa? Apa pantas wanita hina seperti dirimu dikasihi?!" Salva semakin menagis ketakutan. Selam ini tidak hanya raganya yang terluka, tapi juga hati dan jiwanya yang lebih perih Menahan luka yang diberikan suaminya.
"Apa yang aku lakukan? katakan..? agar aku bisa memperbaikinya?" ucap Salva sendu putus asa.
"Jangan pura-pura bodoh!! ingat dosa yang kau lakukan selama ini!! aku akan membalasnya semua yang kau lakukan pada gadis yang aku cintai!" Kemarahan Kaivan sudah sampai puncaknya. rasanya ia ingin melenyapkan wanita didepannya ini sekarang juga.
"Apa? Apa yang kamu maksud mas...?" salva gemetar ketakutan. tidak dapat dia pungkiri jika sebentar lagi mungkin kaivan akan memukulnya atau lebih parah akan melenyapkannya.
"Kau memang wanita licik!! sudah ketahuan masih saja tidak ingin mengaku..!" Salva Langsung mencengkeram erat dagu Salva,seakan ingin menghancurkan wajah yang sangat dibencinya itu. "Kau seorang pembunuh!! kau sudah melenyapkan kekasihku Naira,dan sekarang kau ingin melenyapkan ibuku...?!" Wajah Salva sudah membiru karena cekikikan kaivan yang teramat kencang.
"Aku mohon...le,, lepaskan...,"
"Melepaskan mu?? tidak akan pernah! Aku akan membuat hidupmu seperti neraka! Itu janjiku!" kaivan melepaskan cengkeramannya dengan kasar. "Apa salah ibuku..?! kenapa kau tega melenyapkan orang, apa kau tidak takut dengan karma?" Salva terkekeh, sambil mengusap lehernya yang terasa nyeri.
"Aku percaya karma.... dan kau yang akan segera merasakannya! Apa kau pikir aku manusia yang tidak punya hati..? tanya kan pada wanita tua itu apa yang sebenarnya terjadi?! Apa kau sudah tanya??" Salva terkekeh lagi. "Kau hanya pria bodoh yang mudah ditipu orang lain.... Hanya mendengar penjelasan calon istrimu itu, kau langsung ingin membunuhku? Hahaha Kenyataannya aku lah korban dari keegoisan kalian yang tidak punya perasaan!" Kaivan yang awalnya ingin pergi, langsung berhenti mendengar perkataan salva yang cukup panjang. Yang dikatakan Salva memang benar,dia tidak mencari tau kebenarannya dulu,ia langsung mengintrogasi istrinya, bahkan hampir saja membunuhnya.
Tapi lagi-lagi ego mengalah semuanya,ia berbalik dan memandang Salva penuh dendam.
"Jangan sok suci disini!! apa lagi yang kau butuhkan untuk bukti?? bagaimana cara mu melenyapkan Naira kekasihku itu sudah cukup membuktikan kebiadaban dirimu!!"
"Aku tidak pernah melenyapkan siapapun!!! kenapa kau tidak pernah mengerti!!" teriak Salva putus asa. Sudah capek dirinya dituduh sebagai seorang pembunuh, entah mengapa ia begitu putus asa mendengar tuduhan suaminya sendiri.
"Aku tidak peduli ucapan mu... tunggulah, setelah ini kau akan mendekam di kantor polisi!" Setelah itu kaivan pergi meninggalkan Salva yang masih menagis histeris. Terlihat seperti manusia yang tidak waras hidupnya.
"kapan aku pernah melenyapkan orang? Naira? dia memang teman ku saat kuliah, tapi aku masih ingat dia meninggal karena kecelakaan mobil..."
*****
Hay semua pembacaku...
maaf ya aku jarang update.... dalam bilangan ini aku lagi banyak masalah, jadi Waktu aku banyak tersita di dunia nyata 🤭
maaf ya sekali lagi,akan aku usahakan untuk update, tapi aku tidak bisa jaji ya😅🙏
...Salam cinta dari Ara putri 😘❤️💖...