NovelToon NovelToon
SHADOW OF DEATH

SHADOW OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Kenzo Huang, pria keturunan Jepang&Cina yang terjebak dalam kasus palsu perdagangan barang ilegal, memasuki penjara dengan hati hampa dan sering diintimidasi oleh geng dalam tahanan. Sampai suatu hari, dia diselamatkan oleh Lin Dong – seorang tahanan yang ditangkap karena membela adik perempuannya, Lin Xian Mei. Meski berbeda latar belakang, mereka menjalin persahabatan yang seperti saudara kandung, berbagi cerita tentang keluarga dan harapan masa depan.
Demi membalas kebaikan Lin Dong, Kenzo Huang berjanji untuk mencari jejak dan menjaga adik serta ibu nya.
Dalam perjalanan mencari jejak sang adik Lin Dong, Kenzo Terlibat organisasi dunia bawah Shehua dan menjadikannya pembunuh bayaran yg di kenal dengan sebutan Shadow Of Death

(update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.4 — RUANG ISOLASI

Kenzo pun merebahkan tubuhnya ke ranjang, sambil menunggu waktu menunjukkan 00:00. Dia menutup mata, memperlambat napas, tapi pikirannya terjaga. Setiap detik terasa seperti jam.

Setelah waktunya tiba, Kenzo melepaskan bajunya dan membuat orang-orangan dari bantal dan selimut untuk mengelabuhi patroli penjara. Siluet di ranjang itu terlihat seperti tubuh manusia yang tidur pulas, bahkan dari dekat.

Lalu dengan perlahan, dia mencungkil penghapus karet tersebut, dan pintu penjara pun terbuka tanpa suara. Mekanisme yang macet kini bekerja lagi, tapi sudah terlambat.

Dengan perlahan, Kenzo keluar dari sel, lalu menutup pintu sel dengan penghapus karet kembali. Sempurna. Tak ada yang akan tahu dia pergi.

Dengan gerakan cepat, Kenzo meninggalkan sel tahanannya dengan hati-hati. Langkahnya menyatu dengan bayangan, tubuhnya menempel ke dinding. Dia sudah mempelajari setiap sudut, setiap blind spot kamera.

Setelah sampai di pos pengawas block, Kenzo berjongkok di bawah jendela pos pengawas. Napasnya teratur, detak jantungnya stabil. Dia menunggu momen yang tepat.

Trak!!!

Dia melemparkan kerikil ke arah jauh, memancing pengawas block untuk mendekati arah suara tersebut dan menjauhi pos penjaga. Suara itu menggema di lorong kosong, menciptakan ilusi ada sesuatu di ujung koridor.

Dengan cepat, Kenzo membuka kunci pintu pemisah block, lalu melewatinya dan meletakkan kunci block tersebut di meja. Seolah tak pernah diambil. Seolah tak pernah ada yang aneh.

Kenzo segera berlari dengan cepat, berlari melalui dinding lorong penjara, lalu melompat melewati kepala pengawas yang sedang mencari sumber bunyi yang didengarnya. Tubuhnya melayang di udara, gravitasi seolah tak berlaku baginya.

Setelah berhasil melewatinya, Kenzo menempel ke sisi gelap lorong penjara, lalu meninggalkan lorong tersebut. Seperti hantu. Seperti bayangan yang hidup.

Hingga akhirnya, Kenzo sampai ke pos pengawas block lima.

Di pos pengawas block lima, terdapat dua orang penjaga yang mengawasi. Satu duduk di kursi, satu berdiri di dekat jendela. Cahaya monitor komputer menerangi wajah mereka yang bosan.

"Aku akan patroli. Kau tunggu di sini."

"Ya... ya... ya... kau pergi lah. Aku akan menghabiskan satu botol ini.",ucap salah satu pengawas tersebut sambil meneguk sebotol bir.

"Hei, lebih baik kau hentikan. Jika kepala sipir mendapati kau minum, kau pasti akan dihukum."

"Tenang saja, aku belum mabuk."

"Kau ini..."

Ucapnya sambil meninggalkan kawannya untuk berpatroli. Pintu tertutup, meninggalkan satu penjaga sendirian dengan botol araknya.

Setelah salah seorang penjaga pergi meninggalkan pos pengawas, Kenzo dengan cepat masuk ke dalam pos dan menghantamkan kepala pengawas yang sedang mabuk tersebut ke atas meja hingga tak sadarkan diri. Suara benturan kepala dengan kayu teredam oleh musik radio yang diputar pelan.

Kenzo pun meraih kunci pintu sel yang tergantung di pos pengawas, lalu masuk ke dalam block dengan sangat cepat dan senyap. Kunci-kunci itu berdenting pelan, tapi tak cukup keras untuk membangunkan siapa pun.

Kenzo pun melihat ke arah sel satu persatu dengan perlahan, untuk mencari kelima napi yang ditemuinya di kantin pagi itu. Mata kanannya menyipit di kegelapan, mencari nomor-nomor yang sudah dihafalnya. 3341, 3342, 3343...

Dia tahu mereka di sini. Dia akan menemukan mereka. Dan kemudian, dia akan membuat mereka berbicara. Dengan cara apa pun.

Setelah menemukan salah satu dari lima napi yang menjadi incerannya, Kenzo membuka pintu sel tersebut dengan sangat perlahan. Bunyi engsel yang berderit pelan teredam oleh dengkur para napi di sel sekitar. Udara di dalam sel bau apek, campuran keringat, urine, dan tak terawat.

Setelah berada di dalam, Kenzo menutup kembali pintu sel tersebut. Lalu dengan perlahan, dia mendekati napi tersebut yang sedang terlelap. Wajah pria itu tampak damai, tak menyadari bahwa maut sudah berdiri di sampingnya. Kenzo meraih kepalanya, jari-jari besar itu mencengkram rahang dan tengkuk dengan presisi. Lalu dengan gerakan cepat, Kenzo melintir leher napi tersebut.

Klek!!!

Suara tulang belulang yang patah terdengar jelas di telinga Kenzo. Dalam hitungan detik, napi itu pun tewas. Tubuhnya masih terbaring di ranjang, seolah masih tidur. Kenzo menatapnya sejenak, tak ada rasa puas, hanya kekosongan. Ini bukan pembunuhan. Ini eksekusi.

Setelah berhasil melenyapkannya, Kenzo melanjutkan pencariannya. Satu per satu, keempat napi tersebut tewas dengan cara yang sama. Tidak ada jeritan, tidak ada perlawanan. Hanya suara klek yang berulang, seperti musik kematian di tengah malam. Kenzo bergerak seperti mesin, efisien, tanpa ampun.

Tapi ketika dia sampai di sel terakhir, tempat Hua Mao seharusnya berada...

"(Sial!!! Kemana pria itu?!! Mengapa selnya kosong?!!)"Kenzo terkejut. Ranjang kosong, selimut berantakan, tapi tak ada siapa-siapa. Dia terlambat. Hua Mao sudah tahu. Atau ada yang memberitahu. Amarah meluap di dadanya, tapi dia menekannya. Sekarang bukan waktunya untuk emosi. Dia harus keluar Sekarang.

Keesokan paginya, Kenzo seperti biasa berada di perpustakaan, sedang membaca buku-buku. Kali ini dia mempelajari titik-titik akupuntur. Halaman demi halaman penuh dengan diagram tubuh manusia dan titik-titik vital. Pengetahuan baru untuk membunuh lebih efisien.

"BOCAH!!!!"

Tiba-tiba, dari arah pintu masuk perpustakaan, pria besar tersebut berteriak ke arah Kenzo dan berlari mendekatinya sembari melancarkan pukulan. Suara itu menggema di ruangan yang sunyi, membuat para napi yang sedang membaca melompat ketakutan.

Kenzo yang terkejut dengan kehadirannya segera menendang meja di depannya dan menjadikannya tumpuan, mendorong kursi yang didudukinya ke belakang, menghindari serangannya. Meja kayu itu terguling, buku-buku beterbangan ke lantai.

"Muncul juga akhirnya."

Kenzo tersenyum menyeringai melihat dia datang. Senyum yang tak mencapai mata. Senyum predator yang melihat mangsanya jatuh ke perangkap.

"Berani kau menyerang Serigala Hitam!!"

Pria tersebut menendang ke arah Kenzo, namun Kenzo meraih kaki pria tersebut dan menjadikannya tumpuan melompat serta memutar tubuhnya dan melepaskan tendangan keras ke arah wajah pria itu. Kombinasi yang sempurna, hasil dari latihan tai chi yang tak pernah berhenti.

Dia pun terpental ke atas meja, membuat meja itu hancur berkeping-keping. Serpihan kayu beterbangan, debu naik ke udara.

Priiiiiit...

"Berhenti, kalian berdua!!!"

Penjaga telah tiba di sana, lalu mengamankan mereka. Tiga orang penjaga bersenjata tongkat kejut, wajah mereka pucat melihat kekacauan.

"Lepaskan!!!"

"Kubunuh kau, bocah...!!"

Karena kekuatannya sangat besar, ketiga penjaga tersebut tak kuasa menahan tubuh raksasa itu. Hua Mao menggeliat seperti banteng terluka, mata merahnya fix pada Kenzo.

Dengan cepat, salah satu penjaga menusukkan tongkat kejutnya ke arah pria itu, lalu menyengat pria itu hingga terjatuh ke lantai. Tubuh besar itu bergetar hebat, busa keluar dari mulutnya, lalu terdiam.

Sedangkan Kenzo dibawa oleh salah satu penjaga ke ruang isolasi dan mengurungnya selama dua bulan sebagai bentuk hukuman karena terlibat perkelahian. Dia tak melawan. Dia tahu ini kesempatan. Waktu untuk merencanakan.

Selama di dalam ruangan isolasi, Kenzo hanya berlatih dan meditasi untuk mempertajam insting bertarungnya. Ruangan sempit, tiga kali tiga meter, tapi cukup untuknya. Push-up, sit-up, shadow boxing, latihan pernapasan. Tubuhnya terus bergerak, pikirannya terus tajam. Dia menghitung hari. Dia menunggu.

...$ BERSAMBUNG $...

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
nah loh sapa tuh Kenz, kira-kira mau dibeli baik-baik Xiu nya atau diambil cara paksa?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Kenzo partner Kamu diculik tuh
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bergabung dengan visi dan misi masing masing, yg pasti gak ada ketulusan. tapi semoga aja Kenzo gak dapat cewek lagi.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
owalah saya kira Buu komandan berbeda ternyata sama kaya sapa itu namanya yg bos nya Kenzo? Liu klu gak salah.
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: sengaja biar nanti pada nebak sendiri di akhir bakal dengan siapa Kenzo 🤭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Udah ada berapa perempuan diantara Kenzo nih? Empat ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
kasihan Lin, miris... gak rela Lin sama Kenzo.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
sama Liu kan cuma kebutuhan, bukan cinta.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
ini berbaju gak ceweknya?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Jangan sampe gadis yg diselamatkan Kenzo naksir juga.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
cuma sama Lin Xian Mei Kenzo bisa grogi
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
kenapa cuma mata kiri? kenapa gak dua-duanya. apa ada kelebihan Dimata Kenzo lepas dari penjara.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
jadi sebenernya Kenzo ini jahat atau GK ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Liat saja nanti kalau YueYan sedikit lebih dewasa, Kenzo pasti tergoda juga.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
berapa banyak target yg harus dihabisi Kenzo.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Wow Kenzo sama Liu ternyata
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Jarak cuma sepuluh tahun, tunggu saja dewasanya Yueyan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bukan permainan Liu kan sabotase panti ini?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
wuih Nenek minum bir? aman? gak apa" gitu?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
oh Kenzo tinggal di panti dgn Yue ya saya kira cuma nginap. awas Yue nanti jatuh hati dgn Kenzo
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
akankah Kenzo dipertemukan kembali dgn Yue
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!