Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.
Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Awal dari bencana bagian 2
Di sebuah kastil hitam dengan 5 bendera yang melambangkan simbol dari 5 keluarga kuat penguasa Kerajaan Nera, di sana telah berkumpul ke 5 kepala keluarga yang terlihat sedang membahas masalah serius. Dan di tengah-tengah mereka seorang komandan dari pihak militer hadir, dengan layar proyeksi 3 Dimensi dia menjelaskan situasi di medan peperangan dan keadaan dari area gunung berbatu.
“Dari sana kita dapat mengetahui kalau ini adalah masalah serius, ras Roc Bird yang mana bukanlah ancaman umat manusia… sekarang telah menajamkan taring mereka kearah kita”
“Tunggu sebentar, kenapa ras Roc Bird bisa menyerang desa itu… mereka adalah ras yang kuat akan tetapi tidak memiliki keinginan bertarung dengan kita, sepertinya ada beberapa hal yang belum kau jelaskan” kata Namos Greed kepala keluarga Greed.
Dengan wajah sedikit panik, Mage dari pihak militer itu kemudian berusaha untuk menjelaskan rincian dari observasi mereka terhadap serangan tiba-tiba dari ras Roc Bird. “Bumshkk…” lalu secara tiba-tiba seseorang kepala keluarga yang ada disana memukul meja dengan kuat menggunakan tangan kanannya, dan dengan nada marah dia berkata.
“Jadi kau bilang kalau ada seseorang yang menyerang anakan para Roc Bird… dan hal itu mengakibatkan amarah mereka terhadap manusia, orang bodoh macam apa yang berani melakukan hal itu… jika aku mengetahuinya maka akan aku kuliti dia hidup-hidup”
Kepala keluarga yang berbicara tersebut adalah kepala keluarga dari keluarga Ira, dia adalah seorang pria tangguh dengan tinggi 2 meter lebih, rambut merah lebat sepanjang pinggang dan memiliki mata iris hitam tajam. Kepala keluarga Ira bernama Berga Ira sang api amarah yang tak akan pernah padam.
Berga Ira di kenali dengan kekuatannya mengendalikan tehnik sihir api, dengan tehnik sihir elemen api miliknya dia sering membuat kekacauan besar di medan peperangan, dan walaupun dia adalah seorang kepala keluarga, Berga tidak seperti kepala keluarga yang lainnya dan sering maju seorang diri ke depan medan peperangan untuk dapat merasakan darah dari para musuh-musuhnya.
“Tenangkan dirimu Berga, kita ini bukanlah saatnya untuk kita maju secara semberono… ingatlah kalau ada kemungkinan orang itu adalah seorang Fallen” kata seorang wanita yang mana merupakan kepala keluarga Sloth.
Perempuan dengan rambut keunguan yang sepanjang pinggangnya, mata biru gelap, wajah manis yang terlihat bosan, aura hitam aneh yang muncul dari dirinya adalah kepala keluarga Sloth bernama Nadia Sloth. Dia adalah satu-satunya perempuan diantara ke 5 kepala keluarga lainnya, dan bukan hanya itu saja Nadia di kenal sebagai satu-satunya kepala keluarga dengan energi force ber elemen unik.
Nadia yang mana terlihat bosan itu sebenarnya sedang memikirkan beberapa keputusan akan rapat yang sedang di jalankan, dan dengan nada santai Nadia kemudian berkata.
“Kalau sudah seperti ini, mungkin akan aku utus beberapa orang-orangku… mereka lebih berguna dalam hal mengumpulkan informasi seperti ini, apakah ada yang keberatan”
“Setuju…” kata para kepala keluarga yang ada disana.
Mendengar hal itu Mage dari pihak militer tersebut hanya bisa diam tidak bisa berkata apapun, karena dia sebenarnya tahu siapa dalang yang mengakibatkan para Roc Bird menjadi marah besar, akan tetapi dia tidak bisa berkata apapun karena perintah yang dia terima. Pihak militer telah mengetahui keterlibatan Ruara akan masalah tersebut, akan tetapi jejaknya di tutupi oleh keluarga Pride.
Sementara itu Merlin yang sedang ada di kota, terlihat mendatangi asosiasi penjelajah yang ada di ibu kota Kerajaan Nera, di sana banyak Mage yang terlihat sudah berlevel 2 keatas, Merlin kemudian langsung masuk kedalam bangunan asosiasi tersebut, di sana dia melihat energi force berbagai elemen keluar dari tubuh para Mage penjelajah yang ada di sana. Mereka semua adalah para Mage yang menjalankan misi untuk mendapatkan uang, kekuatan, dan juga ketenaran.
Dan berbeda dengan pihak militer, asosiasi penjelajah sama sekali tidak membatasi seorang Mage dalam melakukan apapun yang mereka inginkan, terkecuali jika Mage tersebut melanggar hukum dan di nyatakan sebagai penjahat di sebuah negara, maka asosiasi penjelajah akan langsung mengeluarkan mereka dengan cepat. Di dalam bangunan asosiasi penjelajah tersebut, Merlin mendatangi meja resepsionis.
Setiap perempuan yang duduk di meja resepsionis tersebut memakai topeng yang menutupi setengah wajah atas mereka, dari mata sampai hidung mereka di tutupi oleh topeng putih sehingga wajah mereka sulit untuk di kenali, semua ini di lakukan oleh pihak asosiasi penjelajah untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan dari pegawai mereka. Dan dengan santai Merlin kemudian mulai bertanya kepada salah satu pegawai yang sedang duduk di meja resepsionis tersebut.
“Maaf, aku ingin bertanya apakah aku bisa mendaftarkan diriku sebagai seorang penjelajah… dan kalau boleh tahu apa persyaratan untuku agar bisa mendaftar dan apa keuntungan yang akan aku dapatkan”
“Selamat datang tuan, kalau anda ingin mendaftar anda cukup untuk menunjukkan Grimoire miliknya anda kepada kami… dengan begitu kami dapat menjadikan hal itu sebagai bukti kalau anda adalah seorang Mage, setelah itu anda bisa mengisi formulir pendaftaran secara normal”
Pegawai perempuan tersebut terlihat tenang saat menghadapi puluhan pertanyaan yang Merlin tanyakan kepada dirinya, dan pada saat itu dengan senyuman kecil di wajahnya Merlin “Srrahkk…” mulai menunjukkan buku Grimoire miliknya kepada pegawai perempuan tersebut. Pada saat itu wajah dari pegawai perempuan itu berubah, dia terlihat terkejut saat melihat Black Grimoire milik Merlin.
“A-apa itu… Grimoire hitam, dan aura yang menakutkan apa itu, aku seperti di serap kedalam arus laut dalam” pikir pegawai perempuan tersebut.
Kemudian “Taask…” seorang perempuan berambut silver muncul dan menepuk pundak pegawai perempuan tersebut, berbeda dengan pegawai lainnya perempuan itu sama sekali tidak menggunakan topeng dan dengan senyuman manis dia melihat kearah Merlin. Perempuan tersebut memiliki tubuh yang setinggi 175 cm, dengan mata keunguan dan rambut sepanjang pinggang.
Dengan senyuman manis miliknya dia menatap Merlin dan berkata.
“Mohon maafkan atas tindakan karyawan kami tuan, akan tetapi ini adalah pertama kalinya dia melihat Grimoire dengan elemen unik seperti ini”
“Tidak apa-apa, aku sudah cukup terbiasa dengan tatapan seperti itu” balas Merlin.
“Kalau begitu tuan mari kita lanjutkan proses pendaftarannya” kata perempuan berambut silver tersebut.
Setelah selesai mendaftar, Merlin mendapatkan sebuah alat baru yang terlihat seperti telephone pintar, akan tetapi berbeda dengan telephone biasanya yang dia gunakan, telephone yang di berikan oleh pihak asosiasi penjelajah adalah alat yang telah di tingkatkan dengan sebuah peta satelit lengkap dan daya tahan yang dapat menahan serangan sebuah injakan kaki gajah.
Setelah menerima telephone tersebut Merlin langsung memeriksa aplikasi asosiasi penjelajah, dan di sana terdapat beberapa misi yang tertera serta informasi yang di sebar luaskan oleh para penjelajah lainnya, bukan hanya itu saja di sana para penjelajah saling bernegosiasi untuk menjual beberapa barang bahan dan mencari grup untuk melakukan misi bersama. Lalu pada saat itu Merlin melihat adanya misi yang membutuhkan Mage berlevel 2 seperti dirinya, dan misi tersebut berada di area gunung berbatu tempat para Roc Bird berada.
.
.
.
Bersambung….