NovelToon NovelToon
Sistem Pemburu Iblis

Sistem Pemburu Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Iblis
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Kacarealitas

Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.

Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.

Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.

Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.

Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Perubahan Signifikan

Begitu Reyhan masuk ke dalam kamarnya bersama Asuna, Reyhan tercengang kalau di dalamnya lebih bagus yang dia kira.

Ada kaca untuk melihat lautan di ruang tamu di belakang tv, dapur yang luas dan cat putih untuk menunjukkan mewah.

Lantai atas adalah kamarnya, namun tangganya terbuat dari beton di cat putih indah dengan lampu neon kuning di sertai ada kaca di sebelahnya untuk memperindah interior.

"Wow, aku tidak menyangka kita akan tinggal disini selama 3 bulan" Reyhan tertawa puas lalu berbaring di sofa panjang.

Asuna menatap sekeliling lalu ke dapur. "Apa tuan mau saya masakan sesuatu? Ada semua bahan disini"

Reyhan membuka matanya. "Oh itu bagus, kamu mau memasak apa Asuna?"

Asuna berpikir sejenak, ia membuka kulkas dan melihat semuanya lengkap. "Ada daging sapi dan saus, bagaimana kalau saya masakkan sesuatu yang mewah?"

"Mewah?" Reyhan tak menyangka Asuna bisa memasak makanan mewah. "Baiklah, sementara aku akan di kamar mengecek kamarku" Reyhan berdiri dan berjalan pergi.

Asuna mengangguk lalu memakai celemek kemudian mengikat rambutnya dan mulai memasak.

Begitu Reyhan tiba di kamarnya, dia melihat jika ada satu tempat menghadap ke tempat tidur yaitu tembok dengan kaca untuk memperindah suasana saat tidur.

Reyhan mencoba mematikan lampunya dan benar saja, lautan itu menyinari tempat tidur nya sehingga mungkin Reyhan bisa tidur dengan nyenyak.

Reyhan duduk di atas tempat tidur dengan puas. "Sistem, apa kamu bisa memberi tahuku apa yang di lakukan budak ku?"

[Budak host yaitu 30 orang dengan level 4-7 sedang berjaga di rumah host. Tapi karena tidak ada orang dirumah maka sistem sarankan untuk memasukan mereka ke item]

Reyhan mengangguk. "Itu lebih baik, masukan mereka ke dalam item"

[Pemrosesan selesai, apa host juga mau memakai gacha karena telah menghabisi 25 iblis dan menyelesaikan misi membunuh Ular Crystal merah?]

Reyhan menepuk dahinya. "Astaga aku hampir lupa soal itu, ya sistem. Undi semua 25x itu" Reyhan sudah cukup soal budak, tapi dia tidak mendapatkan barang-barang bagus selama ini undian.

Reyhan juga sedikit kesal karena undian 25 ini juga dia mendapatkan uang sampai uangnya jadi 985 Juta rupiah di rekeningnya.

Tidak hanya itu saja, ramuan penyembuhan tingkat rendah, menengah, dan tinggi sudah lebih dari 10 botol.

Reyhan juga mendapatkan beberapa kertas untuk membuka Gate padahal Reyhan tak tahu caranya.

Reyhan memandang barang-barang itu di ranjangnya dengan menghela nafas. "Apa tidak ada sesuatu yang berguna? Misalnya ramuan untuk memperkuat tulang atau darah petirku?"

[Apa host ingin mendapatkan hadiah setelah membunuh iblis Ular Crystal merah?]

Reyhan mengangguk tapi dia tak banyak berharap karena dia mengira hadiahnya akan sama.

[Selamat! Host mendapatkan ramuan penguat tulang level menengah!]

Reyhan seketika terdiam, apa ini kebetulan?

"Sistem apa kau mendengar keluhan ku sampai kamu memberiku ramuan penguat tulang?"

[Tidak, sistem hanya memberikan hadiah sesuai yang sistem siapkan sejak awal misi]

"Oh begitu ya" Reyhan seketika tersenyum miring. "Nah sistem keluarkan ramuan itu, aku akan meminumnya sekarang" Reyhan memasukan barang-barang di atas kasurnya ke item lagi.

Begitu ramuan selesai di transfer, Reyhan membuka penutup botolnya dan mencium bau harum dari isinya.

"Benar-benar harum, kira-kira apa rasanya ya" Reyhan langsung meminumnya lalu melempar botolnya karena dia merasa tulangnya berderak.

"Ugh!" Muka Reyhan sampai memerah dan dia meremas seprai. "S-sial kenapa rasanya tukangku di geser?"

Krak!

"Akh!" Reyhan berteriak pelan, dia terengah-engah untuk menahan teriakannya.

Tapi tulangnya terus berderak, tulang Reyhan bukannya patah atau bergeser tapi karena evolusi dari tulang putih ke tulang emas.

Evolusi ini wajar bagi para Exorcist jika mereka membeli ramuan penguat tulang atau lainnya.

Tapi ramuan dari dan sistem tentu saja tidak sesederhana itu.

Reyhan jatuh ke lantai dengan badan penuh berkeringat dan tak sadarkan diri.

1am kemudian setelah Asuna selesai memasak steak medium dengan saus mewah, ia berjalan ke kamar Reyhan.

Tok tok. "Tuan, saya masuk"

Tapi begitu dia melihat Reyhan berbaring di lantai seperti tak sadarkan dir. Asuna terkejut dan menaruh makanannya ke meja.

"Tuan! Tuan!" Asuna dengan panik mengangkat Reyhan ke atas tempat tidur.

Namun Asuna terkejut sampai menutup mulutnya bahkan pipinya merona karena, evolusi tulang Reyhan tentu saja merubah tubuh dan wajahnya.

Sehingga tubuh Reyhan jadi lebih tinggi, kekar, dan wajahnya lebih tampan.

Reyhan menggeram lalu membuka matanya. "Asuna, ada apa?" Suara Reyhan masih sama.

Asuna memalingkan muka nya dengan agak merona. "T-tuan, itu wajah anda berbeda..."

"Hm? Ada apa dengan wajahku?" Reyhan berdiri lalu mengaca.

Sontak setelah mengaca, Reyhan tercengang dengan perubahan wajahnya.

"Ehh?!!" Teriaknya keras sampai ikan di dekat kamar Reyhan berenang pergi menjauh.

"K-kenapa wajahku bisa begini?" Reyhan mengusap pipi dan menampar dirinya sendiri.

"G-gila ini benar-benar nyata, kenapa tubuhku bisa ikut berubah tinggi dan wajahku semakin tampan?"

[Itu karena host meminum ramuan penguat tulang level menengah. Jadi tulang host berubah dari putih ke emas kekuatan ketahanan tulang host meningkat 10x lipatannya. Bukan hanya itu saja, tinggi badan dan wajah host akan semakin tampan karena evolusi tulang"

Reyhan tak mengerti tapi dia merasa senang dengan itu. "Asun-

Reyhan melihat Asuna yang berdiri memandangnya dengan tatapan mabuk dengan heran.

"Asuna? Halo?"

Asuna tersadar kembali, matanya berkedip cepat. "M-maafkan saya tuan, saya kemari untuk mengantarkan makanan tuan" menunjuk atas meja.

Reyhan melihat ke arah meja, seketika matanya berbinar. "Woah steak!" Reyhan tertawa puas lalu duduk disana. "Ayo Asuna apa kamu tidak akan makan bersamaku?"

Asuna menggaruk lehernya dengan gugup. "Uhm saya akan makan nanti di kamar saya sendiri, jadi silahkan makan makanan tuan"

Asuna berjalan cepat keluar kamar lalu menutup pintunya. Setelah pintu ditutup Asuna bersandar di depan pintu Reyhan.

Asuna menatap ke bawah dengan mata agak terpejam, bahunya merosot ke bawah, suaranya mengecil.

"Kenapa dadaku berdebar-debar saat meliha tuan?" Asuna menekan hatinya dengan mata terpejam. "Asuna sadarlah, dia itu tuanmu" Asuna menarik nafas sebelum pergi.

....

Keesokan paginya, pagi sebelum fajar pukul 04.00 pagi.

Para murid baru yang akan jadi Exorcist berkumpul di lapangan pangkalan udara di permukaan.

Akan tetapi instruktur bernama Kurama tidak melihat banyak peserta yang hadir. "Apa mereka tidak bangun atau tidak di beri jadwal?" Gumamnya.

Kurama menoleh ke 4 penjaga prajurit di belakangnya. "Kalian berempat panggil semuanya yang belum hadir"

"Baik!" Termasuk Zahra akan jadi pelatih kali ini karena dia berhak setelah mengikuti pelatihan survival di Chengdu.

Zahra pergi berlari ke kamar Reyhan, dia awalnya terkejut mengetahui Reyhan dan Asuna berada di rumah yang sama apalagi semewah Senior.

"Reyhan! buka pintunya ini aku Zahra!" Teriak Zahra dari luar.

Akan tetapi yang membuka adalah Asuna. "Ada apa Zahra?"

Zahra melirik ke dalam. "Kenapa ruangan mu masih gelap? Ayo latihan akan di mulai jam 4 pagi!"

Asuna terkejut. "Eh? Tapi wakil komandan belum memberi prajurit untuk membangun kami apalagi memberi kami jadwal"

Zahra mengusap dahinya dan tertawa kecil. "Wajar jika wakil komandan Shu Yuan seperti ini, baiklah cepatlah bangunkan Reyhan. Aku tunggi disini"

Asuna mengangguk dan bergegas membangunkan Reyhan. Begitu Reyhan bangun dan selesai mandi, Asuna juga mereka hendak keluar.

Tapi Zahra mencegat mereka di depan pintu. "Pakai seragam-

Mata Zahra melotot karena ada perubahan di wajah Reyhan apalagi tubuhnya. "Wahh! s-siapa kau!" Tunjuknya gemetar.

Reyhan tertawa puas karena Zahra terkejut. "Ini aku, Reyhan"

"R-reyhan? L-lalu kenapa wajahmu bisa berubah seperti itu?"

Reyhan menggeleng. "Ada rahasianya tapi tidak akan kukatakan"

Zahra mengembungkan pipinya karena kesal. "Oke, pakai seragam kalian di lemari lalu ke lapangan di atas. Humph aku malas menunggu kalian" Zahra pergi dengan cuek.

Reyhan dan Asuna saling pandang kemudian pergi memakai seragam itu.

Namun Zahra sebenernya pergi dengan perasaan yang sama seperti Asuna. Yaitu berdebar-debar dan wajahnya terasa panas.

....

Begitu semuanya berkumpul di jam 5 pagi, Kurama melihat jam tangannya dengan tak puas.

"Murid baru berjumlah 500 orang, harusnya kalian tiba di jam 4 pagi sejak tadi!" Teriak Kurama dengan keras.

"Besok pagi aku tidak ingin dengar alasan apapun, besok kalian harus berkumpul jam 4 pagi sudah berbaris rapi!"

"Siap pak!" Balas mereka serentak.

Reyhan melihat seragam pelatihan dengan kagum, seperti bergaya Sci-fi, di lengan kiri ada penanda detak jantung dan total darah.

Di lengan kanan ada alat komunikasi, dan di bagian dada ada alat untuk menghirup udara bersih tapi itu perlu helm.

Reyhan mengangguk puas karena suka seragam ini, apalagi warnanya hitam. Lelaki dan perempuan seragamnya juga sama.

Tapi perempuan ada rok pendek di tambahkan celana hitam ketat untuk menambah gerakan stabilitas mereka agar bebas.

"Baiklah! Semuanya pelatihan pertama adalah lari mengelilingi lapangan ini 2x!" Teriak Kurama. "Kalian juga akan berlari bersama para senior kalian agar tahu perbedaan fisik kalian!"

"Mulai!" Kurama ikut berlari bersama 4 senior termasuk Zahra.

Reyhan berlari di belakang bersama Asuna, keduanya lebih menikmati pemandangan laut serta prajurit DGA yang datang dan pergi dengan kapal atau pesawat.

"Hey sobat" sapa Kawarazumi dengan senyum ramah.

"Oh Kawarazumi, ada apa?" Reyhan tersenyum.

"Kenapa wajahmu berbeda dari biasanya? Dan tubuhmu jadi lebih tinggi serta lebih kuat" Kawarazumi menggeleng tak percaya.

Reyhan tertawa canggung. "Oh itu rahasia"

Kawarazumi berbisik. "Reyhan apa kamu kenal gadis itu? Kenapa dia sesekali melirikmu?" Menunjuk Zahra.

Reyhan menatap Zahra yang berlari sesekali melirik Reyhan. Tapi karena dia ketahuan oleh Reyhan, Zahra memalingkan mukanya dengan panas.

"Oh dia Zahra, dia temanku di luar organsiasi ini aku dan dia berteman suda lama"

Kawarazumi menggeleng dengan iri. "Hebat sekali kamu sobat, kamu sudah punya gadis di sebelahmu tapi di tambah satu lagi?" Kawarazumi tak bisa menahan dirinya mengigit bibirnya karena kesal dengan takdir dewa.

Reyhan tertawa pelan. "Jangan salah paham Kawarazumi, Asuna dan aku hanya keluarga saja"

Asuna mengangguk. "Keluarga dekat, sangat deka"

Ucapan itu justru lebih menusuk Kawarazumi, tapi Kurama menyuruh mereka berhenti.

"Berhenti di tempat semuanya! Beri hormat pada prajurit pengintai baru unit 27 Chengdu!" Kurama memberi hormat pada Exorcist dengan bercampur jubah.

Reyhan dan Asuna serta Zahra memberi hormat dengan tegas.

Reyhan tak percaya ini, organsiasi yang selalu bermusuhan bisa kompak saat ada urusan mendesak.

Reyhan melihat banyak orang dari jubah merah, putih, hitam, dan hijau tua.

Jika di hitung secara kasar, jumlah mereka mungkin ribuan!.

....

Begitu pelatihan berlari selesai, Kurama melihat jam sudah jam 8 pagi. "Stamina kalian buruk! Minggu depan harus sampai jam 6 pagi sudah menyelesaikan lari 2x! Jika tidak hukumannya berlari 4x!"

"Apa?!"

"Itu tidak adil"

Murid-murid mengeluh karena tak bisa sekuat itu, tapi Kurama tak peduli. Dia menyembunyikan peluit untuk latihan baru.

"Latihan fisik di mulai sekarang! Semuanya kalian akan bertarung melawan senior kalian" tegas Kurama.

Zahra dan 3 temannya meregangkan otot leher mereka karena bersemangat memukul murid baru.

Pria yang paling percaya diri dengan fisiknya maju. "Kalau begitu aku akan mulai dengan gadis itu, karena dia pasti lebih lemah"

Zahra menyeringai. "Begitukah?"

Kurama melihat keduanya. "Siap? Mulai!"

"Ha!" Tangan kanan pria itu bergerak ke depan.

Tapi Zahra dengan gerakan lihai pergi ke belakang tubuh pria itu dan memegangnya erat.

"T-tunggu!" Pria itu terkejut karena tubuhnya di angkat dan di banting dengan gerakan German suplex.

Zahra melepas nya dengan wajah puas. "Kalian salah, aku yang paling kuat disini. Karena aku bertahan hidup di Chengdu selama 4 bulan"

3 pria di sebelahnya menggeleng tak bisa apa-apa, itu benar jika kekuatan disini bukan hanya energi tapi fisik dan kemampuan bertahan hidup serta berpikir kritis.

Pria sebelumnya kembali dengan tak percaya kalau Zahra itu kuat.

"Selanjutnya!" Teriak Kurama.

Selanjutnya satu per satu murid baru di kalahkan oleh 4 senior mereka yang terlihat senang memukuli mereka.

Sekarang sudah lebih dari 100 orang dan belum 1 jam tapi banyak yang kapok.

"Sekarang aku" pria yang terlihat dingin dengan rambut panjang seperti orang jahat maju.

Kurama mengangguk. "Siapa yang kau tantang?"

Dia menoleh ke dua pria senior. "Mereka berdua"

Kurama mengerutkan kening, murid yang baru saja di hajar mencibir karena dia cuma sombong.

"Baiklah, kalian berdua lawan dia"

Keduanya mengangguk dan mengepung dengan semangat.

"Jangan salahkan kami kalau kau terluka ya" pria didepannya bergerak cepat ke depan.

"Huh!" Pria itu dengan gerakan tangan dan kaki yang di kombinasikan berhasil menyerang kedua nya dengan sempurna.

Kedua pria yang menyerangnya terkejut lalu keduanya mengangguk dan memutuskan menyerang dengan profesional.

Sontak dia yang berhasil memukul kedua senior dengan keras jadi sorotan bahan omongan.

Tapi kedua senior itu tidaklah lemah, keduanya bergerak cepat zig-zag. Dia hendak memegang di depannya namun gerakan zig-zag itu membatasi fokusnya.

Hingga kedua pria itu tepat di sebelah tubuhnya dan keduanya memukul kepalanya dari dua arah.

Bugh!, suara pukulan itu terdengar keras. Darah menetes dari hidung nya tapi dia tetap berdiri meski kalah.

"Cukup! Kau kalah, silahkan duduk" ucap Kurama.

"Tch" ia mendecakkan lidahnya.

"Jangan sedih karena kau akan jadi orang yang kuat" salah satu senior berusaha memotivasinya tapi dia tidak butuh itu.

"Selajutnya!"

"Giliran aku ya" Reyhan berdiri dan berjalan dengan santai.

Murid wanita tercengang dan terpesona dengan ketampanan dan tinggi serta postur Reyhan.

Tapi para pria mendoakan Reyhan agar cepat kalah karena berani menggoda para wanita padahal tidak.

Reyhan menatap Zahra dengan senyum jahil. "Aku mau lawan mereka berempat"

"Hah?" Kurama tercengang.

....

1
Anime aikō-kā
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!