NovelToon NovelToon
Kelas Penyihir IX B

Kelas Penyihir IX B

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:130
Nilai: 5
Nama Author: Rifky Hemuto

Sinopsis Novel – Kelas Penyihir IX B

Rifky adalah seorang anak manusia biasa yang tiba-tiba terjebak di dunia sihir dan masuk ke sebuah sekolah misterius bernama Sekolah Sihir IX B. Di sana ia bertemu dengan Wida, seorang penyihir baik hati yang kemudian menjadi sahabatnya. Bersama Zahira, Oliv, Deni, Rais, Gofirr, dan teman-teman lainnya, Rifky mulai menjalani kehidupan baru penuh keajaiban, latihan sihir, dan petualangan yang tak terduga.

Namun kehidupan di sekolah itu tidak selalu aman. Tiga murid berbahaya, Mila, Diva, dan Eva, diam-diam merencanakan sesuatu yang gelap. Ketika Rifky tanpa sengaja menyentuh sebuah kristal sihir kuno, kekuatan misterius bangkit di dalam dirinya. Kekuatan itu membuat banyak orang terkejut, bahkan kepala sekolah sihir, Nenek Misel.

Kini Rifky harus belajar mengendalikan kekuatan yang tidak ia mengerti, sambil menghadapi ujian sihir, rahasia masa lalu, dan ancaman dari musuh yang ingin merebut kekuatannya. Petualangan, persahabatan, dan misteri besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifky Hemuto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Rahasia Kekuatan Rifky

KELAS PENYIHIR IX B – SEASON 2

Bab 5: Rahasia Kekuatan Rifky

Raungan makhluk bayangan itu masih menggema di seluruh halaman sekolah sihir. Tanah bergetar setiap kali ia bergerak. Pepohonan di sekitar hutan bergoyang hebat seperti akan tumbang.

Para siswa kelas IX B berdiri dengan wajah tegang.

Rais yang sudah berubah menjadi raksasa masih berdiri di depan, mencoba menahan makhluk tersebut agar tidak semakin mendekat ke gedung sekolah.

Namun makhluk itu sangat kuat.

Ia mengayunkan lengannya yang besar ke arah Rais.

DUAAARR!

Rais terpukul dan terdorong beberapa meter ke belakang. Tubuh raksasanya menghantam tanah dengan keras hingga membuat debu beterbangan.

“RAIS!” teriak Wida panik.

Rais mencoba bangkit kembali. Ia menggeram, tetapi terlihat jelas pukulan tadi sangat kuat.

Sementara itu makhluk bayangan itu menoleh ke arah para siswa.

Matanya yang merah menyala sekarang menatap langsung ke arah Rifky.

Seolah-olah ia mengenali sesuatu.

Rifky merasakan tubuhnya semakin panas. Cahaya putih yang tadi muncul dari tubuhnya kini semakin terang.

Wida menatapnya dengan terkejut.

“Rifky… tubuhmu bercahaya…”

Zahira mundur sedikit sambil menutup mata dari cahaya itu.

“Aku belum pernah melihat sihir seperti ini.”

Oliv juga terlihat bingung.

“Ini bukan sihir biasa.”

Gofirr, yang biasanya paling pintar di kelas, menatap Rifky dengan sangat serius.

“Energi itu… berbeda dari sihir penyihir.”

Rifky sendiri terlihat kebingungan.

“Aku… aku juga tidak tahu kenapa ini terjadi.”

Tiba-tiba makhluk bayangan itu menggeram keras lalu berlari ke arah mereka.

Langkahnya menghancurkan tanah.

BOOM! BOOM! BOOM!

“SEMUA MUNDUR!” teriak Riski.

Para siswa langsung berlari mundur menjauh dari halaman.

Namun Rifky masih berdiri di tempatnya.

Ia merasakan kekuatan dalam tubuhnya semakin besar.

Seperti ada sesuatu yang ingin keluar.

Makhluk itu mengangkat tangannya untuk menyerang.

Saat itulah Rifky tanpa sadar mengangkat tangannya.

Cahaya putih yang sangat terang keluar dari telapak tangannya.

WUUUUUSSSSH!

Sinar cahaya itu melesat cepat menuju makhluk bayangan tersebut.

DUAAAARRR!

Makhluk itu terpental jauh hingga menghantam beberapa pohon di pinggir hutan.

Semua orang terdiam.

Tidak ada yang menyangka serangan itu akan sekuat itu.

Candra yang tadi bersembunyi di belakang batu langsung melompat berdiri.

“WAHHH! KEREN SEKALI!”

Deni menatap Rifky dengan mata lebar.

“Kamu… kamu mengalahkannya?”

Namun makhluk bayangan itu belum benar-benar kalah.

Ia bangkit kembali perlahan.

Tubuhnya memang terlihat lebih lemah sekarang, tetapi matanya masih menyala merah.

Fauzan melangkah maju sambil mengangkat tongkat sihirnya.

“Semua siswa mundur lebih jauh!”

Ia mengucapkan mantra dengan suara keras.

Cahaya biru besar muncul dari tongkatnya lalu membentuk sebuah perisai raksasa di depan para siswa.

Makhluk bayangan itu mencoba menyerang lagi, tetapi perisai tersebut menahannya.

Riski ikut membantu dengan sihirnya.

Sementara itu Rais akhirnya kembali berdiri walaupun terlihat lelah.

“Makhluk ini… keras sekali,” katanya sambil mengatur napas.

Rifky masih menatap tangannya.

Cahaya tadi sudah menghilang.

Namun ia masih merasakan sisa energi hangat di dalam tubuhnya.

Tiba-tiba terdengar suara langkah pelan dari belakang mereka.

Semua orang menoleh.

Di sana berdiri seorang wanita tua dengan jubah panjang berwarna ungu tua.

Matanya tajam namun tenang.

Itu adalah Nenek Misel, kepala sekolah sihir.

Begitu beliau datang, suasana langsung terasa berbeda.

Energi sihir yang sangat kuat menyebar di sekitar halaman.

Para siswa langsung memberi jalan.

“Nenek Misel…” bisik Wida.

Nenek Misel menatap makhluk bayangan itu dengan sangat tenang.

“Kau akhirnya muncul juga,” katanya pelan.

Makhluk bayangan itu menggeram.

Namun kali ini suaranya terdengar lebih takut.

Nenek Misel mengangkat tongkat sihirnya.

Tongkat itu memancarkan cahaya emas yang sangat terang.

Kemudian beliau mengucapkan mantra kuno.

Dalam sekejap rantai cahaya muncul dari tanah lalu melilit tubuh makhluk bayangan tersebut.

Makhluk itu meronta-ronta, tetapi rantai cahaya itu terlalu kuat.

“Gerbang kegelapan belum boleh terbuka,” kata Nenek Misel dengan suara tegas.

Beliau mengayunkan tongkatnya sekali lagi.

Makhluk bayangan itu langsung berubah menjadi kabut hitam lalu tersedot kembali ke arah hutan.

Dalam beberapa detik semuanya kembali sunyi.

Angin berhenti.

Langit kembali normal.

Para siswa akhirnya bisa bernapas lega.

Candra langsung duduk di tanah.

“Aku hampir mati ketakutan tadi.”

Deni mengangguk cepat.

“Aku juga.”

Namun Nenek Misel tidak terlihat lega.

Beliau menatap ke arah hutan dengan wajah serius.

“Ini baru permulaan.”

Semua orang langsung diam.

Wida mendekati neneknya.

“Nenek… apa sebenarnya makhluk itu?”

Nenek Misel menoleh ke arah para siswa kelas IX B.

“Makhluk itu berasal dari dunia lain.”

“Dunia yang sudah lama disegel oleh para penyihir kuno.”

Para siswa saling berpandangan dengan wajah cemas.

Gofirr mengangkat tangan pelan.

“Apakah itu berarti… ada lebih banyak makhluk seperti itu?”

Nenek Misel mengangguk perlahan.

“Jika gerbang di hutan terbuka sepenuhnya, dunia kita bisa diserang oleh banyak makhluk dari dimensi kegelapan.”

Velop langsung hampir menangis.

“Aku… aku tidak mau diserang monster lagi…”

Wida menenangkan temannya itu.

Namun Nenek Misel kemudian menatap Rifky.

Tatapannya sangat serius.

“Kamu… ikut denganku.”

Rifky sedikit kaget.

“Saya?”

“Ya.”

Wida terlihat khawatir.

“Nenek, Rifky tidak melakukan kesalahan.”

Nenek Misel menggeleng.

“Aku tahu.”

Beliau kembali menatap Rifky.

“Aku hanya ingin mengetahui sesuatu.”

Rifky akhirnya mengangguk.

Ia mengikuti Nenek Misel menuju gedung utama sekolah.

Sementara itu teman-temannya hanya bisa melihat dari jauh.

Candra berbisik pelan.

“Kalian merasa tidak?”

“Apa?” tanya Zahira.

“Cerita ini akan menjadi lebih gila.”

Sementara itu di dalam ruang kepala sekolah, Rifky duduk di kursi kayu besar.

Ruangan itu dipenuhi buku sihir kuno.

Nenek Misel berdiri di depan jendela sambil memegang tongkatnya.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan.

Kemudian beliau berbicara.

“Rifky.”

“Iya, Nenek.”

“Kekuatan yang kamu gunakan tadi… bukan sihir biasa.”

Rifky menunduk.

“Saya juga tidak mengerti kenapa itu muncul.”

Nenek Misel berjalan mendekat.

Beliau menatap Rifky dengan mata yang dalam.

“Kamu bukan hanya anak manusia biasa.”

Rifky terdiam.

“Di dalam tubuhmu… ada kekuatan kuno yang sangat langka.”

“Bahkan mungkin lebih kuat dari sihir para penyihir.”

Rifky merasa jantungnya berdetak cepat.

“Lalu… apa artinya itu?”

Nenek Misel menjawab dengan suara pelan namun serius.

“Itu berarti…”

“Makhluk dari dunia kegelapan akan terus datang mencarimu.”

Di saat yang sama, jauh di dalam hutan gelap…

Gerbang batu misterius itu kembali bergetar.

Retakan di permukaannya semakin besar.

Dan dari dalam kegelapan…

sepasang mata merah lain perlahan mulai terbuka.

Cerita berlanjut…

1
gempi
n
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!