NovelToon NovelToon
PEMBASKET GANTENG DAN JANDA SEXY

PEMBASKET GANTENG DAN JANDA SEXY

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / One Night Stand
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nina Sani

Anela adalah janda muda beranak satu yang telah belajar bangkit setelah pernikahan pertamanya hancur karena pengkhianatan. Hidup mandirinya membawanya menjadi wanita dewasa yang kuat, anggun, dan memikat—dengan aura sensual alami yang membuatnya mudah menarik perhatian pria.

Rico adalah pembasket terkenal, tampan, kaya, dan dominan dalam cara yang tenang namun penuh karisma. Pertemuan mereka dimulai dari satu malam yang penuh ketegangan hasrat dan rasa penasaran yang sulit dijelaskan.

Apa yang awalnya hanya percikan gairah berubah menjadi hubungan yang semakin dalam—dipenuhi tarikan emosional, ketegangan hasrat, dan keinginan untuk memiliki satu sama lain di tengah dunia mereka yang berbeda. Namun cinta mereka harus menghadapi masa lalu, tekanan karir, dan kenyataan bahwa cinta panas tidak selalu mudah untuk dipertahankan.

Semakin mereka mendekat, semakin kuat pula rasa ingin memiliki… dan semakin berbahaya cinta yang mereka sembunyikan dari dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina Sani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEBENARAN MULAI TERBUKA

Rico tahu bahwa diam tidak lagi cukup.

Tekanan media semakin besar.

Komentar tentang Anela semakin personal.

Dan ia mulai melihat bagaimana Anela menutup dirinya lebih sering dari biasanya.

Suatu malam setelah latihan, Rico membuka media sosialnya.

Ia jarang memposting kehidupan pribadi. Tapi malam itu berbeda.

Ia menulis pesan singkat:

“Aku tidak biasanya membahas kehidupan pribadi di media.

Tapi aku ingin mengatakan sesuatu dengan jujur.”

Beberapa menit kemudian, ia mengunggah foto.

Bukan foto sensasional.

Bukan foto romantis berlebihan.

Hanya foto Anela yang sedang tersenyum saat duduk di balkon, rambutnya tertiup angin malam, dengan cahaya kota di belakangnya.

Captionnya sederhana:

“Ini Anela.

Dia bukan seperti yang digambarkan orang.

Dia perempuan yang kuat, elegan, dan penuh kasih untuk keluarganya.

Aku memilihnya dengan sadar.”

Reaksi Netizen

Komentar langsung membanjir.

Ada yang mendukung.

Ada yang mempertanyakan.

Ada juga yang masih skeptis.

Tapi banyak juga yang mulai melihat Anela dengan cara berbeda.

Foto-foto lama Anela mulai muncul kembali—

Saat ia tersenyum bersama Ziyo.

Saat ia bekerja dengan profesional di showroom mobil.

Saat ia terlihat sederhana tapi percaya diri.

Narasi media perlahan mulai berubah.

Tidak sepenuhnya berhenti.

Tapi mulai lebih netral.

----------------

Malam itu Anela membaca postingan Rico dengan diam.

Ia tidak langsung mengirim pesan.

Ia hanya duduk di sofa, memegang ponselnya cukup lama.

Rico datang beberapa saat kemudian dan duduk di sampingnya tanpa banyak bicara.

“Kamu marah?” tanya Rico pelan.

Anela menggeleng.

“Aku cuma… tidak terbiasa orang membicarakan aku seperti ini.”

Rico menggenggam tangannya.

“Aku tidak ingin kamu merasa sendirian melawan dunia.”

Anela menoleh dan tersenyum kecil.

“Aku tahu.”

Rico Mulai Memperlihatkan Anela Secara Perlahan

Tidak dengan cara yang berlebihan.

Tapi dengan cara yang natural.

Ia mulai mengunggah hal kecil:

Foto tangan Anela saat mereka makan bersama.

Foto Ziyo menggenggam tangan Rico saat berjalan di taman.

Atau momen sederhana seperti Anela tertawa saat menonton pertandingan Rico.

Bukan untuk pamer.

Tapi untuk menunjukkan bahwa Anela adalah bagian dari hidupnya.

Caption Rico selalu singkat:

“Hidup itu lebih tenang kalau aku pulang ke mereka.”

Puncak Emosional

Suatu sore, setelah semua itu mulai mereda, Anela berkata pelan:

“Aku tidak butuh dunia tahu aku cantik.”

Ia berhenti sebentar.

“Aku cuma ingin mereka tahu aku nyata.”

Rico memeluknya.

“Dan kamu lebih dari itu,” bisiknya.

“Kamu rumah untuk aku dan Ziyo.”

Tidak romantis berlebihan.

Tapi terasa sangat dewasa dan stabil—seperti hubungan yang benar-benar ingin bertahan lama, bukan hanya bertahan dari drama sesaat.

------------

Dua minggu terasa seperti waktu yang sangat panjang bagi mereka.

Bukan karena tidak bertemu.

Justru karena mereka bertemu dengan cara yang berbeda sekarang — lebih diam-diam, lebih penuh kerinduan yang tidak selalu bisa mereka ekspresikan di depan dunia luar.

Telepon malam hari menjadi rutinitas baru.

Suara napas satu sama lain di ujung sambungan, tawa kecil, atau hanya keheningan yang terasa nyaman.

Namun malam itu berbeda.

Rico datang ke rumah Anela tanpa banyak pemberitahuan.

Karena ia tahu Anela sedang sendiri.

Karena ia tahu Ziyo sudah tidur di ruang tamu, tertidur di sofa kecil setelah lelah bermain seharian.

Ketika Anela membuka pintu, Rico langsung membeku sesaat.

Karena Anela berdiri di sana… dengan daster rumah sederhana, lembut, dengan potongan yang membuat bahunya terlihat terbuka dan garis lehernya terlihat lebih elegan dalam cahaya lampu rumah yang hangat.

“Kenapa lihat aku seperti itu?” tanya Anela pelan, setengah tertawa.

Rico tidak menjawab langsung.

Ia hanya masuk dan menutup pintu di belakangnya, lalu mendekat dengan langkah pelan—seperti seseorang yang sedang menahan sesuatu yang sudah lama ingin dilepaskan.

“Aku kangen,” katanya jujur.

Anela tersenyum kecil.

“Aku tahu.”

Namun jarak di antara mereka semakin mengecil.

Tidak ada kata-kata berlebihan. Hanya tatapan, napas yang berubah, dan cara Rico akhirnya menyentuh pinggang Anela dengan pelan — seolah memastikan perempuan itu benar-benar ada di depannya.

“Aku juga kangen kamu,” bisik Anela.

Kata-kata itu seperti mengendurkan sesuatu dalam diri Rico.

Ia menundukkan wajahnya, menyentuhkan dahinya ke dahi Anela, lalu mencium pelan dengan penuh rasa rindu yang sudah lama mereka tahan.

Tidak terburu-buru.

Lebih seperti percakapan tanpa kata.

Mereka akhirnya berjalan pelan menuju kamar, dengan pintu kamar ditutup rapat di belakang mereka — hanya menyisakan suara pelan dari ruang tamu tempat Ziyo tidur dengan damai.

Malam terasa lebih sunyi di dalam kamar itu.

Lebih hangat.

Lebih privat.

Dan untuk sementara waktu, dunia luar yang penuh tekanan, media, dan rumor terasa sangat jauh dari mereka.

Karena saat itu… yang mereka butuhkan hanya kedekatan, kehangatan, dan rasa aman karena tahu mereka memilih untuk tetap saling mendekat meskipun dunia mencoba memisahkan mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!