"ini akibatnya lo berani lukai pacar gua sialan, siapapun tidak gue izinin main tangan sama orang yang gue sayang.. lo ngerti kan!!".
" ngerti kak"ucap cantika.
"ingat lo itu cuma penebus hutang jadi jangan berharap gue memperlakukan lo dengan baik" desis bintang.
cantika tidak menyangka hidup nya seperti ini.. hatinya masih sakit karena perlakuan tidak adil. orang tuanya, kini dia kembali di buat kecewa sama nenek nya sendiri.
"gue tidak menyangka nenek tidak tulus menyayangi gue. dia sama aja dengan yang lain" oceh cantika
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 27
LEn hari ini lo ada acara gak?" tanya desi.
"Gak ada sih tapi gue harus langsung pulang ke rumah" jawab valen dingin.
Entah mengapa hatinya tidak tenang dan tiba-tiba mengkhawatirkan kedua orang tuanya yang tinggal di luar negeri.
"Lo mau gak temanin gue bertemu dengan orang tuanya gue.. Gue mau ngenalin lo sebagai pacar gue" jelas desi.
"Maaf des,lo minta sama yang lain aja. Lagi pula kita tidak punya hubungan dan jangan bawa-bawa gue dalam masalah lo" valen pun meninggal desi.
Desi adalah rekan nya di rumah sakit, gadis itu juga calon dokter tapi dokter kandungan. Sejak pertama kali bertemu desi langsung jatuh cinta sama valen.
"Lo jangan berharap valen bisa lo miliki karena dia orang yang sulit di dekatin.. Teman-teman nya di kampus aja pada nyerah" cerita danis.
"Gitu ya tapi gue sudah terlanjur cinta sama dia dan.. Gimana dong".
" lupakan dia dan cari cowok lain.. Ingat valen anak orang terpandang belum tentu juga keluarga nya setuju lo dekat dengan nya " peringat danis.
"Justru itu alasan gue mau dekat dengan nya karena valen anak orang kaya. Kalau gue bisa jadi istrinya!! Gue bisa hidup mewah tanpa harus capek-capek kerja" batin desi.
Valen pulang dengan pikiran tidak tenang, sampai rumah dia sangat lemas sekali. Sonya yang melihat putra nya itu pulang pun heran.
"Sayang kamu kenapa kok pulang dari rumah sakit lemes banget" tanya sonya.
"Tiba-tiba hati ku tidak tenang bunda, aku kepikiran mama dan papa" ujar valen.
"Kok sama sayang, bunda juga dari semalam tidak tidak tenang banget. Kira-kira kenapa ya" tanya sonya.
"Aku juga tidak tahu bunda" jawab valen..
Keponakan dan tantenya itu termenung di ruang tamu, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing..
Cantika yang turun dari kamar nya melihat kedua orang itu melamun bersamaan.
"Valen, bunda" cantika melambaikan tangannya nya.
Valen langsung tersadar dari lamunan nya.. Dia pun langsung menatap cantika.
"Ya can, lo butuh apa".
"Gak ada, lo kenapa kok melamun.. Bunda juga tuhh" tunjuk cantika.
"Itu can tiba-tiba gue kepikiran orang tua gue yang tinggal di luar negeri.. Hati gue juga tidak tenang dan cemas banget" cerita cantika.
"Mungkin lo lagi kangen sama mereka valen, sok atuh telpon mereka" suruh cantika.
Valen mengangguk dan langsung menghubungi mereka tapi nomer orang tuanya tidak aktif sama sekali. Valen pun menelpon nomer rumah nya tidak aktif sama sekali. Valen semakin cemas.
"Tidak bisa can.. Gue semakin khawatir. Gue harus kesana" ujar valen ..
"Gue ikut,, gue tidak mau membiarkan lo pergi sendirian".
"Tidak bisa can, lo lagi hamil log.. Gue bisa berangkat sendiri dan akan baik-baik saja" jelas valen..
Sonya yang sudah sadar terharu dengan kasih sayang kedua sahabat itu. Mereka satu sama lain begitu saling peduli..
"Apa yang di katakan valen itu benar sayang, kamu tidak bisa ikut kesana. Perjalanan nya juga butuh seharian jadi kamu di rumah aja sama bunda okee".
Valen memesan tiket dan langsung berangkat hari ini juga ke rumah orang tuanya yang ada di luar negeri. Valen berharap orang tuanya baik-baik saja di sana..
*******
Valen sudah mendarat di Amerika, dia langsung menuju rumah orang tuanya.. Negara itu tidak banyak perubahan sama sekali.
Tiba di depan rumahnya, valen shock melihat rumah nya ada polisi yang berjaga-jaga. Firasat nya makin buruk dan langsung berlari menuju rumah nya.
"Maaf kamu siapa" tanya salah satu polisi yang berjaga-jaga (anggap saja mereka bicara menggunakan bahasa Inggris).
"Saya anak dari pemilik rumah ini, saya baru tiba dari Indonesia,, apa sebenarnya terjadi pak" tanya valen.
"Rumah ini hampir terjadi pembunuhan dan perampokan" polisi itu menceritakan semua kronologi yang terjadi.
Deggg!!
"Apa boleh saya masuk" tanya valen.
"Silahkan".
Valen langsung berlari menuju dalam rumah. Dia khawatir dengan orang tuanya terutama mamah nya.
"Mamah" teriak valen yang melihat Rianti duduk di sofa dengan mata yang sembab.
Rianti yang melihat kehadiran putra kesayangannya pun berlari menghampiri valen dan memeluk nya dengan sangat erat, tangis nya pun pecah.
"Apa yang sebenarnya terjadi mah!! Mamah tidak apa-apa kan".
"Mama tidak apa-apa sayang untung polisi cepat datang".
"Terus papa mana mah".
" jangan tanya bajingan itu sayang. Ini semua rencana jahat nya dengan mbak sonya dan mas dewa" ungkap Rianti.
"Maksudnya mama apa, tolong ceritakan semuanya" pinta valen.
"Orang yang kamu anggap sebagai orang tua kedua mu itu bukan lah orang baik sayang.. Mbak sonya punya maksud dan tujuan lain sama kita makanya dia mau kamu tinggal di rumah nya. Dia tidak tulus merawat kamu dari dulu.. Mbak sonya dan mas dewa ternyata mengincar harta kekayaan yang mama miliki sayang" Rianti menceritakan fakta yang sebenarnya.
Ternyata sonya dan dewa sudah lama ingin menguasai harta kekayaan Rianti, karena Rianti anak tunggal dari salah satu pengusaha sukses di Amerika.. Orang tuanya bintang itu pura-pura baik dan mau merawat valen supaya valen mudah mereka manfaatin untuk merebut semuanya..
"Jadi selama ini bunda dan ayah tidak benar-benar tulus merawat aku mah".
"Benar sayang, tiap bulan mereka minta uang 1 milyar untuk biaya hidup mu sama mamah, kalau mama menolak mereka mengancam akan membuat kamu menderita" lanjut Rianti.
Valen khawatir sama cantika. Om dan tantenya itu pasti punya rencana jahat makanya menyuruh cantika tinggal di rumah itu.
Muka baik sonya dan dewa tunjukkan selama ini hanya topeng saja.. Mereka ternyata sama aja sama bintang.
"Kita harus pergi dari rumah ini sayang. Cuma di rumah eyang mu kita amaan. Orang di sini itu hampir semua nya orang suruhan papamu dan mas dewa" bisik Rianti.
Rianti memanggil komandan polisi untuk minta bantuan karena orang itu salah satu kepercayaan daddynya.
"Tolong atur kepulangan ku kerumah daddy sekarang. Di tempat ini sudah tidak aman bagiku dan putra ku" bisik Rianti.
"Siap nyonya, silahkan tunggu sebentar" jawabnya.
Rianti mengangguk dan langsung kembali ke tempat duduknya supaya tidak ada orang yang curiga dengan gerak gerik nya.
"Gua harus minta kinan dan putri membawa cantika keluar dari rumah itu. Kalau dalam keadaan genting begini kedua gadis itu bisa di andalkan" batin valen.
Valen akan menghubungi kedua sahabatnya itu setelah sampai rumah eyang nya karena di rumah ini dia tidak aman bicara dengan mereka. Valen juga belum pernah bertemu dengan eyang nya sampe sekarang.. Rianti tidak pernah mengajaknya dana sekali.
Mama nya itu benar-benar menyembunyikan tempat tinggal orang tuanya dari keluarga suami nya. Mungkin Rianti sudah curiga dengan semua ini..