NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.

Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Kabar Buruk

Sore hari mulai nampak di cakrawala, mengubah warna langit yang semula biru menjadi sapuan jingga kemerahan yang dramatis.

Di dalam kediaman baru mereka, suasana masih terasa sangat canggung dan berat. Keheningan menyelimuti ruangan, hanya sesekali terdengar derik kayu yang memuai.

​Yan Chu duduk mematung di atas kursi kayu, kedua tangannya diletakkan dengan rapat di atas paha yang terbalut kain sutra merah.

Ia menundukkan kepalanya, membiarkan beberapa helai rambut hitamnya menutupi sebagian wajahnya. Napasnya terdengar pelan dan ringan, namun ada beban yang tertahan di setiap tarikannya.

​Yun Zhu berada tepat di sampingnya. Kali ini ia tidak tenggelam dalam kultivasi seperti biasanya. Ia hanya duduk diam, memberikan kehadirannya sebagai bentuk dukungan tanpa ingin mengusik ketenangan Yan Chu yang sedang berusaha menata kembali kepingan perasaannya.

​"Nona Yan..."

​Yun Zhu akhirnya memecah kesunyian itu lebih dulu, suaranya rendah dan lembut.

​Yan Chu tidak segera menjawab. Ia hanya memberikan sedikit reaksi dengan menolehkan kepalanya sedikit ke arah Yun Zhu, meskipun matanya masih enggan untuk menatap langsung.

​"Mau makan di luar malam ini?" tanya Yun Zhu kemudian.

​Ia perlahan berdiri dari kursinya, melangkah satu tindak hingga berada tepat di depan Yan Chu. Dengan gerakan yang tulus, ia mengulurkan tangan kanannya, telapak tangannya terbuka lebar menunggu sambutan dari sang putri.

​Hening tercipta untuk sesaat. Yan Chu tidak segera memberikan jawaban.

Jemarinya bergerak gelisah di atas pahanya, sempat terangkat sedikit namun kembali ditarik seolah ia masih dirundung keraguan yang besar.

​Setelah beberapa saat yang terasa sangat lama bagi Yun Zhu, Yan Chu akhirnya mengulurkan tangannya yang mungil dan dingin. Ia menyambut genggaman tangan Yun Zhu dengan perlahan, membiarkan pemuda itu menuntunnya berdiri.

​Saat mereka melangkah keluar, hari mulai benar-benar gelap. Lentera-lentera di sepanjang jalanan Kota Peiling mulai dinyalakan satu per satu, berpendar cerah memberikan nuansa kehangatan di tengah udara malam yang mulai menggigit.

Suasana kota tetap ramai seperti biasa, anak-anak kecil berlarian dengan tawa riang di sela-sela kerumunan, sementara para orang tua tampak menikmati hidangan di pinggir jalan.

​Yun Zhu dan Yan Chu menuju sebuah kedai makan sederhana yang terlihat biasa saja, jauh dari kesan mewah kediaman keluarga Yan.

Mereka langsung menaiki tangga menuju lantai atas agar bisa menikmati pemandangan kota dan semilir angin malam dengan lebih baik.

​Keduanya telah memesan makanan dan duduk saling berhadapan dalam diam. Tak berselang lama, pesanan mereka tiba.

Yun Zhu memesan sepiring makanan sederhana yang terlihat murah dan praktis, kontras dengan Yan Chu yang tetap memesan hidangan mahal dengan presentasi yang artistik, kebiasaan yang sulit ia tinggalkan sebagai seorang putri.

​"Apa... yang kau katakan benar?"

​Suara Yan Chu terdengar sangat pelan, hampir tak terdengar di tengah kebisingan kedai. Kepalanya masih tertunduk, memandangi piringnya tanpa benar-benar menikmatinya.

​"Ya. Mungkin Nona Yan sulit percaya, tapi itulah kenyataannya."

​Pembicaraan singkat itu berakhir begitu saja. Yan Chu tidak memberikan balasan lagi.

Ia tetap menundukkan kepalanya, menyendok makanannya dengan gerakan mekanis sementara pikirannya melayang entah ke mana, mencoba mencerna kejujuran pahit yang baru saja ia dengar.

Kepala Yan Chu perlahan terangkat dari piringnya. Helai rambutnya tersampir di bahu saat ia mencoba mencari kebenaran di mata Yun Zhu.

​"Itu..."

​Ia kembali membuka pembicaraan dengan suara yang masih bergetar halus. Yun Zhu tidak memutus kalimat itu, ia hanya memberikan perhatian penuh melalui tatapan tenangnya, menunggu kata selanjutnya keluar.

​"Kau... menyukaiku?"

​Pertanyaan itu menggantung di udara, terasa jauh lebih berat daripada aromanya masakan di sekitar mereka. Yun Zhu tidak langsung menjawab.

Pikirannya berputar cepat di antara dua pilihan yang sulit, apakah ia harus menelanjangi kejujuran yang dingin atau tetap membalutnya dengan kebohongan demi ketenangan wanita di depannya.

​Ia menghela napas pelan, membiarkan udara malam mendinginkan kepalanya.

Tangannya bergerak perlahan di atas meja kayu yang kasar, lalu dengan lembut menyentuh punggung tangan Yan Chu.

​"Tentu."

​Hanya satu kata singkat yang ia berikan, namun sentuhan hangat itu cukup untuk membuat ketegangan di bahu Yan Chu perlahan mengendur.

Dadanya masih naik turun dengan ritme yang belum stabil, namun seolah ada beban ribuan jin yang baru saja terangkat dari jiwanya.

​Yun Zhu mulai menarik tangannya kembali dengan gerakan pelan. Namun, Yan Chu justru bergerak cepat, jemarinya yang lentik menahan tangan Yun Zhu, menggenggamnya erat seolah enggan melepaskan satu-satunya pegangan yang ia miliki saat ini.

​Yun Zhu hanya terdiam, tidak bertanya atau mencoba melepaskan diri. Ia membiarkan keheningan itu berlangsung lebih lama, menyadari bahwa ia telah memilih jalannya dan harus menjalaninya hingga titik darah penghabisan.

Pandangannya kemudian beralih, menyapu ke arah meja di sudut ruangan di mana sekelompok pria tua sedang berbincang dengan nada rendah namun penuh semangat.

​Hanya dengan satu lirik, Yun Zhu langsung mengenali mereka. Itu adalah orang-orang yang sama yang dulu menyebarkan gosip tentang sayembara keluarga Yan, gosip yang akhirnya membawa langkah kakinya pada keluarga Yan.

​'Kebetulan sekali, apa yang mereka bahas kali ini,' batin Yun Zhu sambil menajamkan pendengarannya.

​Ia mendengarkan dengan teliti setiap bisikan yang keluar dari mulut para pria tua yang sudah sedikit mabuk itu.

​"Kau tau, tadi siang keluarga Yan diserang!"

​"Benar, dan benar-benar terjadi kekacauan di keluarga Yan. Lawan mereka terlalu kuat."

​"Kabarnya kepala keluarga Yan dikalahkan oleh keluarga Fu."

​"Ini benar-benar sangat mengejutkan."

​Meskipun mereka berusaha mengecilkan suara, telinga seorang kultivator seperti Yun Zhu menangkap setiap kata dengan sangat jelas.

Di sampingnya, Yan Chu menyadari perubahan raut wajah Yun Zhu yang mendadak mengeras. Ia pun ikut menoleh, menangkap potongan kalimat yang mengerikan itu.

​Seketika, seluruh kehangatan di wajah Yan Chu lenyap.

Tubuhnya membeku. Bibirnya sedikit terbuka, namun tidak ada suara yang keluar.

'Tidak mungkin…'

Lalu—

​BRAK!

​Tangannya menghantam meja dengan kekuatan yang cukup besar hingga membuat cangkir-cangkir di atasnya bergetar hebat.

Yan Chu melepaskan genggaman tangan Yun Zhu, lalu berdiri dan melangkah lebar mendekati meja para pria tua tersebut.

​"Apa yang kalian bicarakan itu benar?!" ucapnya dengan suara tinggi yang penuh amarah, memecah suasana ramai di lantai atas kedai itu.

​Para pria itu tersentak kaget, beberapa hampir tersedak minuman mereka.

​"Wanita dari mana ini, ganggu saja," gerutu salah satu dari mereka.

​Namun, saat mereka mendongak dan melihat tatapan emas Yan Chu yang sedingin es dan penuh haus darah, mereka benar-benar merinding.

Tekanan aura yang keluar dari tubuh sang putri membuat suasana di sekitar mereka mendadak membeku.

​"Jawab atau kubunuh kalian semua."

​Ekspresi para pria itu berubah ketakutan, keringat dingin mulai membasahi dahi mereka. Mereka menyadari bahwa wanita di depan mereka bukanlah warga biasa.

​"Benar, ke-keluarga Yan diserang oleh keluarga Fu. Lalu dari kabar yang beredar... tidak ada yang tersisa!"

​Meskipun itu hanya penjelasan singkat dan kasar, Yan Chu sudah bisa menangkap gambaran besar dari tragedi yang menimpa keluarganya.

Tubuhnya sedikit bergetar, bukan karena takut, melainkan karena kemurkaan yang meluap-luap. Ia menjauh dari meja itu, lalu kembali mendekat pada Yun Zhu dengan langkah yang terburu-buru.

​"Ayo pergi."

​Yun Zhu hanya mengangguk tegas, menyadari bahwa badai besar baru saja dimulai.

1
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Cantik, pingin lihat versi mominya/Doge/
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, saking cantiknya sampai deskripsinya sepanjang ini😌
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang dengan cara paling kejam termasuk wangchen
Cecilia: sip, sedang ditulis🔥🔥
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor istri mcnya berapa
Cecilia: dua yg paling disayangi, satu tianqiong, satunya udh muncul cuma blum interaksi. sisanya cuma tambahan aja
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
habis klan wang bantai juga klan Qin thor ambil sumber daya mereka
Huo Ling'er
upp
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
kayak milih suami aja🤣
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Saatnya memerah sapi, eh, keuntungan maksudnya /Pray//Doge/
Cecilia: yep, tpi lama sih
total 5 replies
Nadia Annazwa
/Determined//Determined//Determined/
Nadia Annazwa
alamakkk bahaya nihh
Chen Xi
nextt~
Fajar Fathur rizky
thor cepat naikin ranah kultivasi mcnya habis itu bantai klan wang
Cecilia: udh kutulis kok, tinggal up aja, nunggu waktunya
total 1 replies
Chen Xi
nexttt/Determined//Determined/
Nadia Annazwa
yoshaa🔥
Huo Ling'er
yeyy cwk baruuu
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Infokan cara bungkus istri kayak gini 🙃
Cecilia: aku jga mw
total 1 replies
[?.?.?]
yandere kah?🗿
Chen Xi
next bantai²
Huo Ling'er
makin gg aja ni mc!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!