NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jeprism4n Laia

Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.

Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.

Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.

Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Dikejar Rentenir

Embun langsung memapah Rido kedepan dan berteriak kepada satpam untuk mengambil mobil, karena ini adalah merupakan gawat darurat tingkat dewa.

Dengan gerakan cepat para satpam dan temasuk supir keluarga langsung OTW, mereka membawa Rido kerumah sakit Bayangkari di daerah Konoha.

Rido langsung dibawa masuk kedalam ruangan UGD dan langsung mendapatkan penangangan itensif dari sang dokter.

Embun ngos ngosan karena capek dia memapah Rido dari rumah tadi, bajunya yang berwarna putih abu abu telah berlumuran d4rah dari kepalanya Rido.

Tiaras berlari tergesa gesa dari koridor rumah sakit, dia langsung masuk menuju ruang UGD.

“Apa kata Dokter?” Tanya Tiaras kepada embun yang sedang duduk di kursi tamu depan UGD.

Dengan cepat embun menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang Nyonya, karena dia juga tidak tau kondisi Rido sekarang karena sang Dokter sedang menangani pasiennya di dalam dan belum keluar.

Tiaras duduk lesuh di kursi dia hanya menatap penasaran kearah ruangan UGD, dia berdoa dalam hati semoga anaknya itu tidak kenapa napa.

1 jam berlalu begitu cepat, seorang dokter keluar dari dalam ruangan UGD, tiaras langsung menghampiri sang dokter tersebut.

“Dok! Bagaimana keadaan anak saya?” serbu Tiaras dengan wajah kekhawatiran.

“Hufft” dokter itu menghela napasnya. Kemudian dia melanjutkan ucapannya “Pasien sekarang sudah ditangani dengan baik, namun luka dikepalanya sangat besar, sehingga dengan terpaksa harus dilakukan operasi, untunglah dia dibawa kesini tepat waktu”.

“kapan saya bisa menemuinya dok?” Tanya tiaras lagi.

“sebentar lagi dia akan dibawa keruang rawat inap nyonya, jadi ditunggu sajalah” sahut dokter yang sembari membuka maskernya dan langsung meninggalkan tempat itu.

Tiaras kembali terduduk lemas dikursi tunggu, embun langsung menahannya dan mencoba menenangkan sang nyonya.

“Sabar nyonya, tuan muda pasti baik baik saja, kita berdoa saja untuk kesembuhan tuan muda” hibur embun yang memegang tangan tiaras.

Tiaras menatap Embun dengan sayu, kemudian dia menganggulkan kepalanya sambil berkata ‘terimakasih nak embu, kau sudah membawanya tepat waktu, kau memang anak baik dan soleh”.

Embun hanya membalasnya dengan senyuman hangat dan menganggukkan kepalanya, sambil rambutnya bergoyang karena rambutnya sekarang sedang diikat kuncir kuda.

Suara langkah kaki terdengar dari ujung koridor, Giancarlo datang dengan langkah kaki tergesa gesa “Bagaimana keadannya” Tanyanya kepada sang istri yang sedang duduk bersama embun.

Tiaras menghela napasnya sambil menjawab pertanyaan sang suami “dia masih didalam ruangan itu, sedang dibersihkan karena sebentar lagi dipindahkan keruang rawat inap”.

Giancarlo hanya bisa menghela napasnya dengan kasar, sambil dia memandangi embun yang telah terbalut dengan d4rah.

“Kenapa kamu ada disini dan juga kamu kenapa berpakaian seperti itu, sudah penuh dengan d4rah?” tanyanya kepada embun, yang membuat embun langsung menjawabnya.

“Maaf tuan besar, saya tadi membantu tuan muda masuk kedalam mobil, sehingga saya seperti inilah kondisi saya” sahut embun dengan enteng sambil melemparkan senyuman termahalnya.

Sang Tuan besar mengernyit ketika dia mendengar jawaban dari anak gadis kecil itu, dia mengerutkan keningnya dengan penuh rasa penasaran sambil dia bergumam “ternyata anak ini baik juga, selain cantik dia juga penurut, saya ternyata salah duga dengannya selama ini”.

“terimakasih karena kau sudah menolong anak saya, saya akan memberikan kamu hadiah yan paling pantas nantinya” ucap Gian kepada embun, yang membuat pendengaran semua orang menjadi tercengang, karena sikap sang tuan besar dalam sekejab bisa berubah.

Belum lagi mereka kembali kealam bawah sadar, ruangan UGD tiba tiba terbuka dan muncullah Rido yang sedang terbaring didorong oleh 2 orang suster untuk dibawa kekamar rawat inap.

Mereka semua langsung mengikuti para suster yang mendorong Rido.

Rido diangkat keatas ranjang pasien, dan langsung di pasangkan beberapa alat infus untuk oksigen.

“Suster, kapan tuan muda kami bisa sadar ya?” ucap embun tiba tiba bertanya kepada suster.

‘Maaf nona, kami belum bisa memastikannya, yang jelas kita harus menunggu sampai kapan dia bisa kembali pulih sepernuhnya, dan kalau bisa jangan dulu ada yang mengganggunya dengan kondisinya sekarang, takuntnya proses pemulihannya akan terhambat” saran dari sang suster itu.

“Baik sus, terimakasih” jawab embun dengan singkat.

Setelah dipastikan semua alatnya sudah terpasang dengan baik, maka para suster itu langsung meninggalkan mereka di dalam ruangan itu.

Tiaras melihat kearah embun “nak embun! Cepat kau kembali ke mansion dan segerlah bersihkan dirimu” ucap Tiaras dengan sedikit tersenyum.

“Baik Nyonya saya pamit dulu” sahut embun dengan menundukkan kepalanya.

Embun langsung diantar kembali oleh supir keluarga prasetio, barulah embun menarik napasnya legah, dan setelah itu dia menatap jalanan dengan sedikit ternsenyum.

Tiba tiba suara handle pintu berbunyi ‘kleek’ chika langsung nyelonong masuk kedalam tanpa ada sepatah katapun.

Mata Giancarlo membeku dengan sangat terkejut, dia tidak menyangka anak itu tidak punya sopan santun sama sekali, dia langsung berlari dan memeluk Rido, tanpa dia merasakan malu sama sekali.

“tante, kenapa Rido seperti ini? Aku sangat khawatir dengan keadaannya sekarang” serunya sambil melihat kearah Tiaras yang sedang duduk disamping Rido.

Tiaras memicingkan bibirnya sedikit kesal, namun dia tidak bisa menampakan sikap itu didepan orang banyak, sehingga dia hanya bisa menjawab dengan asal “Rido terjatuh dikamar mandi, karena gak ada yang menemaninya”.

Chika mengangkat wajahnya menatap kearah Tiaras dengan serius, sambil dia mengusap air matanya yang tidak terlihat asli. Kemudian dia berkata “Om! Tante, saya mau merawat Rido dengan baik, ijinkan saya berada disamping”.

Wajah Tiaras menjadi suram ketika dia mendengar pernyataan dari calon mantunya itu, dia hanya memonyongkan bibirnya tipis tanpa terlihat.

“Apa maksudmu nak?” Tanya Gian kepada chika.

“iya Om, saya mau merawatnya, karena gak ada setia merawatnya, saya ikhlas kok om” mohon chika dengan wajah sedihnya yang dibuat buat.

“kamu jangan repot repot nak, biarkan kami yang merawatnya” sahut Gian dengan nada datarnya, tanpa dia melihat chika yang sedang menatapnnya.

Chika hanya bisa memicingkan bibirnya ketika dia mendengar arahan dari Giancarlo, kemudian dia kembali menatap Rido yang sedang tergeletak diatas ranjang rumah sakit itu. Tanpa ada yang tau dia menyunggingkan senyuman tipis dari bibirnya.

“Awas saja kau Rido Prasetio! Setelah aku berhasil menikah denganmu akan kurebut semua hartamu, maka kau akan kulemparkan jauh jauh dari dunia” monolognya.

Tiba tiba HP chika berdering kemudian dia melihatnya “maaf om tante, saya terima telepon dulu” ijinya dengan hormat.

“Heemm” jawab Giancarlo dengan hanya deheman saja.

“Kenapa lagi kau telpon aku?” Tanya chika ketika dia sudah tersambung dengan Handponenya.

“Maaf chika, kenapa kau belum mengembalikan uangku, aku terus dikejar kejar rentenir, janjimu hanya seminggu, sekarang sudah mau dua bulan, kau ini gimana sih? Jangan kau coba main main denganku ya, bisa hancur hidupumu kubuat!” seru seseorang dari ujung telepon sana yang bernada pria.

“Diamlah kau dulu B’doh! Sabar dikit napa sih? Tau gak, aku sekarang sedang mengejar seorang tuan muda pengusaha kaya raya di kota medan ini” jelas chika dengan nada lembutnya.

“terus terusan saja kau bilang seperti itu! Aku sudah gak percaya lagi sama kamu, kalau tidak ada dalam 2 hari lagi, maka akan kuposting wajahmu di media social, biar kau tau rasa!” ancam pria itu dari ujung telpon sana.

Tiba tiba kaki chika gemetaran bagaikan tidak ada tenaga, dia mundur selangkah kebelakang dia tidak pernah berpikir akan mendapatkan ancaman jitu seperti ini.

“tolong dulu sabar ya, saya janji akan melunasinya dalam waktu dekat ini” jawab Chika dengan gelagapan, sehingga dia langsung menutup sambungan telepon itu dengan secara sepihak.

“dasar wanita penipu! Dia kira awak ndak bisa temukan dia dikota medan ini, hem!” gumam pria itu dengan seringaian jahat muncul dari sudut bibirnya.

“Tidak boleh itu terjadi, bagaimana kalau dia sampai memposting fotoku di media social, maka keluarga Prasetio pasti akan membuangku ke tengah laut dalam, dan cita citaku akan hancur berantakan” ucap chika dengan rasa gugup menyelimutinya, tanpa sadar dia mondar mandir ditempatnya.

“Bagaimanapun caranya aku harus mendapatkan lelaki B’doh itu dalam waktu singkat” gumamnya dengan sangat tidak sabaran, kemudian melangkahkan kakinya masuk kembali kedalam ruangan rawat Rido.

Sementara di Perusahaan Talzus Group, Berys dicerca berbagai pertanyaan dari sang Pemegang saham, mereka keberatan dengan kondisi Rido Prasetio yang sedang dalam keadaan sakit sakitan.

“Kami ingin kejelasan tentang CEO perusahaan, karena tidak mungkin kami terus menunggunya sampai dia benar benar pulih, kalau tidak kami akan menarik saham kami dari perusahaan ini” teriak seorang pemegang saham yang perutnya buncit dan kepala botak yang bernama upik.

Berys yang semakin terpojok dengan berbagai keluhan para pemegang saham, sehingga Berys berbicara ngelantur di depan orang orang itu “dengarkan semuanya, sebenarnya sang Tuan CEO, sudah,,, me, menikah! Dan jabatan CEO ini akan langsung di Jabat oleh nyonya kita” ucap Berys dengan tanpa memikirkan akibatnya.

Mata semua orang menjadi terbelalak kaget ketika mendengar bahwa sang CEO sudah menikah, sehingga jabatan CEO tidaklah menjadi suatu kendala, karena berdasarkan hunjukan langsung dari CEO perusahaan status seorang istri sangatlah di perbolehkan menjadi pengganti.

“Sial! Ternyata sang CEO sudah menikah diam diam, akh ini tidak bisa, saya harus membuat suasana ini semakin panas dan semakin tak terkendali” ucap salah satu pemegang saham yang berwajah kurus dan lengannya penuh dengan tato naga sewe dia bernama Rusli Tel.

“Saya tidak percaya! Bagaimana CEO sudah menikah, kenapa kami semua tidak pernah mendengarnya, bahkan kalau dia sudah menikah, tentu kalangan media pasti sudah memberitakannya! Saya harap kita semua jangan terpedaya dengan tipu muslihat sekretaris berys, saya harus mendapatkan kejelasan saham saya hari ini, kalau tidak!!… bruuak” Rusli melakukan provokasi dengan membuat kegaduhan, sambil dia melemparkan kursi kebelakang, yang membuat suasana semakin canggung.

Berys menjadi kalang kabut, dia tidak pernah berfikir akan mengalami akhir ceritanya seperti ini, kalau dari awal dia tau kalau hal ini terjadi maka dia tidak pernah mengataka kalau CEO sudah menikah.

1
Tiary91 gaho
Waahh.. ceritanya mantap jiwa
Tiary91 gaho
Mantap Aku Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!