NovelToon NovelToon
The Instant Obsession

The Instant Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: treezz

Damian Nicholas memiliki segalanya-kekuasaan, harta yang tak habis tujuh turunan, dan masa depan yang sudah diatur rapi oleh orang tuanya.

Termasuk sebuah perjodohan dengan putri dari relasi bisnis keluarganya demi memperluas kekaisaran mereka. Namun bagi Damian, cinta bukan tentang angka di saldo rekening, melainkan tentang getaran yang ia rasakan pada pandangan pertama.

Getaran itu ia temukan pada Liora Selene, seorang gadis sederhana yang ia temui secara tidak sengaja. Di mata Damian, Selene adalah sosok tulus yang tidak silau akan hartanya. Ia jatuh cinta pada kesederhanaan Selene, tanpa tahu bahwa di balik pakaian lusuh itu, Selene menyimpan rahasia besar.

Selene sebenarnya adalah putri dari keluarga terpandang yang sedang mencoba melarikan diri dari jeratan ekspektasi dunia kelas atas dengan berpura-pura menjadi rakyat jelata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon treezz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Negosiasi di Meja Berdarah

Restoran Italia yang dipilih untuk pertemuan ini adalah puncak dari eksklusivitas. Langit-langitnya yang tinggi dihiasi lampu kristal yang memantulkan cahaya redup ke atas meja marmer hitam. Aroma truffle dan saus anggur merah memenuhi udara, namun suasana di meja sudut yang ditempati Damian Nicholas terasa seolah-olah suhu ruangan turun hingga di bawah nol derajat.

Asisten Damian berdiri kaku di belakang kursi tuannya, sementara dua direktur dari Vargoz Corp tampak mulai berkeringat meskipun pendingin ruangan bekerja dengan maksimal. Di hadapan mereka, Damian tidak menyentuh pasta carbonara mewahnya. Ia hanya menyesap red wine dengan gerakan yang sangat lambat, matanya yang tajam menatap lawan bicaranya tanpa berkedip.

"Tuan Nicholas, kami merasa klausul ke-14 mengenai pengalihan aset properti sedikit... terlalu berat bagi pihak kami," ucap salah satu direktur dengan suara yang bergetar.

Damian meletakkan gelas kristalnya dengan dentingan halus namun terdengar seperti ledakan di tengah keheningan. Ia memajukan tubuhnya, menumpu kedua tangannya di atas meja.

"Berat?" Damian mengulang kata itu dengan nada meremehkan. "Kalian datang ke sini untuk meminta investasiku agar perusahaan kalian tidak dinyatakan pailit dalam enam bulan ke depan. Dan sekarang kau bilang tawaranku berat?"

"Bukan begitu, maksud kami—"

"Dengar," potong Damian, suaranya merayap rendah seperti geraman serigala yang siap menerkam. "Aku tidak sedang mengajak kalian makan siang untuk mendengarkan keluhan. Aku di sini untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Tandatangani dokumen itu sekarang, atau besok pagi aku akan memastikan bank menarik semua kredit kalian."

Kedua direktur itu saling pandang, wajah mereka pucat pasi. Mereka menyadari bahwa pria di depan mereka ini bukan lagi Damian yang bisa diajak berkompromi. Pria ini sedang dalam mode menghancurkan.

"Cepat," desis Damian, mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di atas meja marmer. "Waktuku jauh lebih mahal daripada seluruh aset perusahaan kalian gabungkan."

Kedua direktur itu tidak membuang waktu lagi. Dengan tangan yang gemetar hebat, mereka membubuhkan tanda tangan di atas meterai, menyerahkan kedaulatan perusahaan mereka sepenuhnya ke tangan Nicholas Group. Tanpa menunggu hidangan penutup atau basa-basi formal, mereka segera merapikan tas kerja dan bergegas berdiri.

Raut wajah mereka tampak pucat pasi, namun tersirat kemarahan yang tertahan—sebuah ekspresi menyeramkan dari orang-orang yang baru saja dirampok secara legal di siang bolong. Mereka membungkuk sekilas, lalu praktis setengah berlari meninggalkan meja restoran Italia itu seolah-olah iblis sendiri sedang mengejar tumit mereka.

Damian memberikan isyarat tangan yang dingin kepada asistennya untuk segera pergi. Ia tidak ingin diikuti, tidak ingin mendengar laporan jadwal, dan tidak ingin diganggu oleh suara napas siapa pun.

"Tinggalkan dokumennya di sini. Keluar," perintahnya pendek.

Asistennya membungkuk hormat dengan cepat, merasa lega bisa keluar dari zona radiasi aura mematikan Damian, dan segera menutup pintu ruangan privat restoran itu dengan perlahan.

Kini Damian sendirian di ruangan mewah yang kedap suara itu. Di depannya tergeletak dokumen akuisisi Vargoz Corp yang baru saja ia menangkan dengan cara yang brutal. Namun, alih-alih memeriksanya dengan teliti seperti biasanya, jemarinya justru hanya membolak-balik kertas itu tanpa minat.

Matanya menatap deretan angka dan pasal-pasal hukum, tetapi pikirannya membentuk skenario lain.

"Kau sedang apa sekarang, Selene?" bisiknya sangat rendah.

Ia teringat setiap detail wajah gadis itu saat mereka di panti asuhan. Bagaimana Selene menatapnya dengan penuh curiga namun ada binar ketertarikan yang coba ia sembunyikan. Damian mencemooh dirinya sendiri dalam hati; ia adalah penguasa bisnis yang bisa meruntuhkan perusahaan dalam semalam, namun ia dibuat bertekuk lutut oleh kerinduan pada seorang gadis panti.

Damian meletakkan dokumen itu dengan kasar. Ia merogoh saku jasnya, mengeluarkan ponselnya, lalu membuka kembali pesan singkat yang ia kirimkan tadi. Belum ada balasan.

Ceklek.

Ia menuangkan sisa wine ke dalam gelasnya. Cairan merah itu tampak seperti darah di bawah cahaya lampu kristal. Damian meminumnya dalam sekali teguk, membiarkan rasa pahit dan panas membakar tenggorokannya, berusaha meredam rasa lapar yang ia rasakan setiap kali membayangkan Selene.

Ia kembali mengambil dokumen di hadapannya. Kali ini ia benar-benar membacanya, namun bukan karena minat pada bisnis, melainkan untuk melampiaskan energi gelap yang meledak-ledak di dalam dirinya. Ia menandai beberapa poin dengan coretan tinta hitam yang tajam dan kasar, seolah-olah ia sedang merobek mangsanya lewat tulisan.

Waktu berlalu, namun Damian tetap tak bergerak dari kursinya. Ia seperti predator yang sedang berdiam diri dalam kegelapan.

1
Leny Enick
ditunggu selajutnya 💪semngat thor
YuWie
ada2 aja tingkah org kaya tuh ya..nyamar segala..adakah di dunia nyata..hmmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!