NovelToon NovelToon
Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"aku terima syaratmu, tapi terima juga syaratku, kael.."
mahiya melotot kesal,pria dingin itu hanya mengangguk datar.
"okeyyy..deal"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Malam resepsi pernikahan mereka di adakan di hall hotel milik keluarga pihak ibu kael, keluarga besar suwondo. Selain rumah sakit dan sekolah tinggi kesehatan tempat mahiya kuliah, ada 3 hotel berbintang 4 dan 5 milik dari keluarga ibunya kael.

Rumah sakit sentral healty dan kampus sentral, langsung di kelola omanya kael dan dibantu kael, sementara hotel di kelola oleh kakak laki-laki ibunya kael, herman suwondo.

Sementara grup lakswondo, adalah grup yang di bangun kakek kael dari pihak ayah dan ibunya. darius laksana dan abimana suwondo, dan keduanya sudah almarhum.

Grup lakswondo adalah grup yang menaungi beberapa perusahaan besar, sebenarnya tuan adrian berulang kali meminta kael membantu kakaknya di perusahaan utama, tapi kael selalu menolak, rasanya beban itu terlalu berat.

Makanya kael lebih memilih mengurus rumah sakit neneknya, selain dunia kotor bisnis tidak akan mengotori rumah sakit, dia juga pernah kuliah kedokteran, walau kemudian dia banting setir ke manajemen bisnis.

Kael berdiri dengan gantengnya, memakai jas berwarna hitam, di sakunya saputangan berwarna putih, senada dengan gaun pengantin mewah yang mahiya kenakan.

Keluarga mahiya, abi, ummi dan fikral serta beberapa saudara dari pihak abinya juga hadir. Mereka memakai seragam yang sudah keluarga kael siapkan, jujur mahiya sangat kagum melihat kesederhanaan keluarga kael, tidak sombong. Padahal keluarga laksana masuk dalam 10 besar konglomerat di indonesia, tapi mereka sangat merakyat.

Mahiya berdiri di sisi kael, kakinya terasa kaku, rasanya hampir 4 jam sudah dia berdiri dan senyum.

Mahiya mulai merasa bibirnya juga mati rasa, sementara kael masih mengaitkan lengan mahiya ke lengannya.

Kini pria itu malah mengajak mahiya turun dari pelaminan dan mengajak mahiya ke arah para temannya bergerombol.

Mahiya mulai tak enak hati, penampilan borjuis teman-teman kael sedikit membuatnya nggak nyaman. Entah mengapa mahiya kurang menyukai teman-teman kael yang mengamatinya sedari tadi.

Ada yang menatapnya sinis, ini kebanyakan para perempuan sih. Ada juga yang menatap nggak henti, agak risih sebenarnya di tatap kek gitu. Mahiya merasa kek sedang ditelanjangi, tapi demi menjaga kehormatan suaminya, mahiya ngikut aja.

"aku pikir kamu menikah dengan clarissa, kael"

Celetukan dari seorang perempuan cantik tapi jutek, menatap sinis ke arah mahiya yang hendak tersenyum tadi. Mahiya langsung mengatupkan bibirnya, hampir saja senyumnya terbuang mubazir.

"hei cathy jangan ngomong gitu deh, hargai istri kael"

Beberapa perempuan lainnya menegur perempuan jutek tadi, tapi kok mahiya ngerasa mereka nggak tulus ngucapinnya.

Kael marah pada perempuan itu, dengan lincah tangannya meraih pinggang ramping mahiya dan memeluknya erat.

"kalian kalau nggak bisa menghormati istriku, aku bisa panggilkan satpam"

Semuanya terdiam, mereka tahu kael serius, tapi mahiya jauh lebih kaget. Bukan, bukan karena ucapan kael, tapi tangan nggak sopan pria itu yang seenak udelnya memeluk mahiya tanpa ijin.

Mahiya meremang sesaat, seumur hidupnya dia nggak pernah dipeluk pria seerat ini, rada dag dig dug juga jantung mahiya dibuatnya.

Mahiya mulai nggak nyaman, apalagi candaan teman-teman kael sedikit nyerempet ke candaan 21 plus. Jujur mahiya meremang mendengarnya, telinganya mulai terasa hangat, mahiya tahu dia belum layak mendengar pembicaraan kek gitu.

"eh itu martin kan, bareng clarissa sepertinya"

Mahiya merasa pelukan kael di pinggangnya meregang, gadis itu mendongak melihat mata kael yang kelihatan nggak suka.

Teman-teman kael mulai sibuk saling menjawil, mahiya tahu mereka juga menyadari perubahan wajah kael.

Mata mahiya mengamati sepasang manusia yang sedang melangkah ke arah mereka, rangkulan tangan kael di pinggangnya kembali mengetat. Mahiya merasa tarikan tangan kael di pinggang merapatkan ke tubuh pria itu.

"wow..istrimu cantik sekali kael, kupikir bohongan ketika oma bilang kamu akan menikah"

Pria bernama martin itu, berbisik tepat di hadapan kael dan mahiya.

Mahiya hanya tersenyum, walau senyumnya tipis. Pria di depannya ini juga tak kalah tampannya dari kael, hanya sorot matanya membuat mahiya jengah.

Wanita yang berdiri di samping sepupu kael itu, berdiri menatap ke arah kael dengan mata yang sendu, sepertinya ada air mata yang menggantung di pelupuk matanya.

Mahiya melirik kael, pria itu hanya diam tak bergeming, walau pria itu mencoba tersenyum, tapi senyum itu di mata mahiya terlihat sangat dipaksakan. Mahiya tahu, di kepala kael sedang berkecamuk sesuatu yang sangat berisik.

"kak.." panggil mahiya, dia tak ingin mereka berdua jadi tontonan di sini. Di belakang martin dan wanita itu, terdengar tertawa cekikikan. Mahiya tahu mereka sedang ngetawain dia.

"kak.., aku capek"

Kael menoleh, menatap mata mahiya yang mengerjab indah. Mendadak hatinya seperti disiram air es, dingin.

Senyum mahiya berhasil mengembalikan wajah kael kembali ramah.

"kamu lelah, sayang?"

Tiba-tiba kael memandangi teman-temannya.

"maaf guys, istriku kelelahan, maklumlah tadi malam kami nggak ada istirahat"

Seketika wajah mahiya memerah jengah, ditambah suara siulan dan tepuk tangan teman-teman kael. Wanita yang berdiri di samping sepupu kael itu, wajahnya memias.

"ayoo..sayang"

Tangan kael dengan ramahnya memeluk pinggang ramping mahiya dan merapatkan ke tubuhnya. Semua itu tak luput dari tatapan wanita cantik, yang mahiya yakini adalah pacar kael.

"kak..nggak usah seerat itu deh meluknya, aku nggak bisa gerak bebas" bisik mahiya masih di dalam pelukan kael.

"mau ku gendong?"

Mahiya langsung mengatupkan bibir, celetukan-celetukan kael selalu mampu membuat mahiya kalah telak.

"gimana?" tanya kael lagi tanpa menghentikan langkahnya.

"mumpung semuanya di sini, jadi sandiwara kita lebih terlihat meyakinkan"

"jangan.." mahiya langsung menolak tegas, kepalanya menggeleng.

"enak di kamu dong, nggak enak di aku"

Kael tersenyum penuh arti, kepalanya sedikit menunduk, tepat di telinga mahiya.

"kita buat enak untuk kita berdua, gimana?"

Pipi mahiya ngeblush seketika, walau dia nggak pernah pacaran atau apapun sejenisnya. Bisikan-bisikan kek gini mahiya paham, sudah khatam malah. Adegan begini ribuan kali mahiya tonton di drakor kesayangannya.

Mahiya nggak menjawab, dia melangkahkan kakinya cepat, dia kepengen duduk. Tapi tawa renyah kael membuatnya gemas, adegan mereka saat ini, jika di tonton dari jarak jauh semakin meyakinkan betapa romantisnya pernikahan mereka itu.

Senyum manis terlihat mengembang dari seluruh penonton, kecuali 2 orang. Clarissa dengan matanya yang menatap penuh keirian dan seorang pria yang menatap mahiya lekat tak berkedip sedari tadi, sejak mahiya keluar dengan gaun putih pengantinnya. Pria itu selalu mencuri pandang pada istri kael itu, padahal ada irene di sampingnya.

Gerard tak tahu apa yang terjadi dengan hatinya, sejak malam mahiya datang ke acara makan malam keluarga mereka, gerard merasakan degub jantungnya berdebar kencang untuk gadis itu.

"hhhhhhhh" hembusan nafasnya yang berat, membuat kepala irene menoleh heran.

"kenapa kak?"

Gerard menoleh kaget, sedari tadi ia tak menyadari bahwa ada istrinya berdiri di sisinya.

Bersambung..

1
Rina Zulkifli
maratahon 22 part. mantul n seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!