NovelToon NovelToon
LEONARA~Misi Menaklukkan Cowok Cuek!

LEONARA~Misi Menaklukkan Cowok Cuek!

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Romansa / Obsesi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aira Putri Manggala tidak tahu arti kata menyerah. Sudah 99 kali ia menyatakan cinta, dan 99 kali pula Leonel menolaknya tanpa ragu.
Cowok paling cuek di sekolah itu seperti tembok es. Sulit didekati, mustahil ditaklukkan.
Tapi Aira bukan tipe gadis yang mundur hanya karena ditolak.
Bagi Aira, cinta bukan soal harga diri. Ini soal perjuangan.
Seluruh sekolah mengenal obsesinya. Sebagian menertawakan, sebagian menunggu keajaiban.
Yang tidak pernah mereka tahu…

AIRA-LEONEL DI SINI!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Tidak ampuh.

Gerbang sekolah baru saja tertutup rapat saat mobil Aira berhenti tepat di depannya. Dengan napas memburu, gadis itu keluar dan langsung mendekati pos satpam, meminta agar pintu segera dibukakan.

​Petugas satpam di sana sebenarnya sudah bersiap memutar kunci, merasa tidak enak jika harus membiarkan putri dari pemilik sekolah terlantar di luar, namun sebuah teriakan dari arah dalam seketika menghentikan gerakannya.

​"Jangan dibuka, Pak! Yang terlambat tidak boleh ditoleransi."

​Cleo muncul dengan wajah angkuh, melipat kedua tangan di depan dada sambil menatap Aira dengan pandangan meremehkan. "Aira, jangan mentang-mentang kamu anak pemilik sekolah ini, kamu bisa berbuat seenaknya. Hargai dong peraturan sekolah. Disiplin waktu!"

​Aira terdiam sejenak, lalu melirik jam tangannya dengan perasaan dongkol. "Saya hanya terlambat satu menit, Cleo. Apa benar-benar tidak boleh masuk?" tanyanya berusaha tenang.

​"Mau terlambat sedetik pun, tetap tidak boleh!" potong Cleo cepat. "Jangan buat citra sekolah jadi buruk. Di sini semua murid diperlakukan sama, tidak ada yang spesial!"

Aira mendengus jengah. Ia melirik ke sekeliling, namun wajahnya mendadak cerah saat melihat sosok dari kejauhan. Leonel berjalan tegak mendekati gerbang dengan aura dinginnya yang khas.

​"Kenapa dia masih di luar?" tanya Leonel datar.

​Cleo menoleh, seketika mengubah ekspresinya menjadi senyum lembut yang dibuat-buat. "Itu loh, El. Aira terlambat semenit, dan aku menyuruh Pak Satpam untuk tidak membuka gerbang. Bukankah harusnya begitu? Yang terlambat tidak boleh masuk," ujar Cleo dengan nada suara yang mendadak lembut, selembut senyumnya.

​Leonel terdiam sejenak. Ia menatap Aira yang berdiri di luar gerbang, gadis itu malah tersenyum lebar ke arahnya dengan tangan disembunyikan di balik punggung.

​"Buka, Pak!" perintah Leonel akhirnya.

​Cleo melotot tak percaya. "Leonel! Kok dibuka? Kan harusnya biarkan dia di luar, atau pulang saja juga tidak apa-apa!" protesnya cepat.

​Leonel hanya melirik Cleo singkat tanpa minat, lalu membiarkan Aira melangkah masuk. Namun, sebelum Aira benar-benar melewati gerbang, sebuah motor besar menderu dan berhenti tepat di sisinya.

​"Maaf, telat," ujar pengendara itu sembari menaikkan kaca helm hitamnya.

​Semua orang di sana terpaku, memperhatikan murid yang mengenakan seragam yang sama, namun dengan nametag yang terasa asing: Aldaren.

​"Kamu?" tanya Cleo heran, baru pertama kali melihat wajah itu.

​"Saya murid baru, nama Aldaren, kelas sebelas. Tadi terlambat karena kesasar," ujarnya santai. Penjelasan jujur itu membuat mereka semua mengangguk bersamaan.

​"Daren ya? Ya sudah kalau begitu, silakan masuk!" ujar Cleo mempersilakan motor Daren lewat dengan ramah, sangat kontras dengan sikapnya pada Aira tadi. Cleo kemudian kembali melirik Aira dengan wajah tak bersahabat.

​"Masuk, Aira!" tegur Leonel.

​Aira langsung tersentak kembali ke realita. Wajahnya tetap memancarkan senyum terbaik. 'Apa ini maksudnya gelangnya ampuh? Leonel sudah bicara dua kali dan membiarkan aku masuk?!' batin Aira bersorak kegirangan.

​Ia merasa tidak sia-sia merogoh kocek lima juta jika hasilnya secepat ini. Bahkan sebelum ia mengeluarkan jurus rayuan, Leonel sudah menunjukkan hilal kemenangan. Bagi Aira, dukun itu benar-benar sakti!

.

.

.

Baru saja Aira ingin melompat riang menuju kelas, suara berat Leonel kembali terdengar, mematikan euforianya dalam sekejap.

​"Kamu, Aira! Karena kamu terlambat, silakan berdiri di bawah tiang bendera sebagai hukumannya!" ujar Leonel datar, tanpa ekspresi.

​Aira menoleh cepat, matanya melotot tak percaya. Hatinya yang tadi berbunga-bunga langsung layu. "Leonel! Masa harus berdiri di sana sih? Tahu gitu aku lebih baik tidak usah masuk!" protesnya dengan bibir bergetar dan mata yang mulai berkaca-kaca. Ternyata hilal tadi hanyalah fatamorgana.

​Di sisi lain, Cleo menarik sudut bibirnya, merasa sangat puas melihat penderitaan saingannya. Ia berpura-pura baik dengan mendekati Daren yang sedang memarkirkan motor besarnya.

​"Karena kamu murid baru dan tadi kesasar, kamu boleh langsung masuk ke kelas. Biar aku antar," ujar Cleo dengan nada semanis mungkin.

​Daren melepaskan helmnya, menyingkap wajah yang seketika membuat beberapa siswi yang masih berkeliaran di koridor tertahan napas. Ia berdiri santai di samping motornya, lalu merogoh saku celana dan mengeluarkan sebutir permen. Dengan gerakan yang terlampau cool, ia memasukkan permen itu ke mulutnya, menambah kadar ketampanannya berkali-kali lipat.

​"Bukankah sekolah ini harus disiplin? Katanya semua murid diperlakukan sama," ujar Daren santai, suaranya terdengar jernih di tengah keheningan gerbang. "Berarti karena aku terlambat, aku juga harus dihukum."

​Daren melirik ke arah Aira, lalu kembali menatap Cleo dan Leonel. "Rasanya tidak adil bagi Kakak Cantik itu jika dia dihukum sendirian, sedangkan aku yang bahkan datang lebih telat darinya dibiarkan masuk hanya karena status murid baru," lanjutnya tenang.

​"Tapi kamu murid baru, kesalahan seperti ini wajar karena kamu mungkin belum tahu lokasi sekolahnya," kekeh Cleo, masih berusaha membela Daren.

​"Kalau begitu, dia juga jangan dihukum dong. Jangan jadi tega," balas Daren tenang, sama sekali tidak terkesan sebagai murid baru yang harus patuh. "Ini bahkan para guru belum masuk. Kalau kalian lama-lama di sini, keburu guru-guru datang."

​Seketika senyum Aira tersungging. Ia memberikan jempol pada Aldaren yang terang-terangan memihaknya. Keberanian murid baru itu benar-benar membuatnya kagum, dan semua interaksi itu tak lepas dari pantauan tajam ekor mata Leonel.

​"Kalau begitu, kalian berdua dihukum! Berdiri di tengah lapangan dengan kaki diangkat satu!" putus Leonel akhirnya dengan nada yang tak terbantahkan.

​"Tapi, El..."

​"Aturan, Aira Manggala!" potong Leonel cepat, menekankan setiap kata.

​"Tidak apa-apa. Ayo, Kak." Aldaren mendekat dengan senyum yang terbit di wajah tampannya. Ia berdiri di sisi Aira, sempat mengulurkan telapak tangannya berharap Aira menyambutnya, namun gadis itu langsung berjalan cepat menuju bawah tiang bendera dengan wajah cemberut.

​Aldaren mengekor dari belakang, berjalan santai seolah-olah menjalani hukuman di hari pertama sekolah adalah sebuah pencapaian yang membanggakan.

Dua orang itu kini berdiri mematung di bawah tiang bendera, sementara cahaya matahari pagi mulai membakar kulit mereka dengan lembut, yang bagi Aira, rasanya lebih seperti dipanggang hidup-hidup. Sesekali tubuh Aira terhuyung, nyaris jatuh saat kaki tumpuannya tak lagi sanggup menahan beban.

​'Astaga... gelang sialan! Ternyata tidak ampuh sama sekali!' batinnya terus menggerutu.

​Bibirnya mengerucut tak jelas, bergumam tak henti seperti orang yang sedang merapal mantra atau mungkin sedang menyumpah serapah. Dengan sisa-sisa harapan yang hampir pupus, ia meraba satu per satu butiran gelang di pergelangan tangannya. Dalam imajinasi liarnya, ia berharap tindakan itu bisa memanggil Leonel secara ajaib untuk datang ke sana, menyudahi hukuman ini, lalu menariknya ke dalam pelukan romantis, atau setidaknya menggendongnya ala film drama remaja.

​Namun, kenyataan pahit justru menghantamnya. Lapangan tetap sepi, matahari makin menyengat, dan Leonel sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya.

​"Aku ditipu besar-besaran," gumam Aira lirih, suaranya bergetar menahan tangis. Meratapi uang lima jutanya yang hangus hanya demi sebuah gelang kayu yang lebih cocok disebut aksesoris sialan daripada media pelet.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kebalek ege😭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣🤣Takutnya nanti Leonel hamil benaran
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
bagus kemasan air minum mmg harusnya di buang menyebalkan/Left Bah!/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
aaaaa aku maluuuu🫣🫣🫣🫣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
dih gengsi🤣🤣🤣🤣 noh marai cleo dih kesel dasar merk air minum😑
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Kalau kata Anya: Malu Aqua😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
jiakkkkk jmkangen sma pembuat onar🤧🤧🤧🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kamu terlalu lama leonel harusnya kl. km mmg suka sama aira jangan belagak gk suka😑 skrg aira ada yg ngejar kmnya cembukur😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ah lambat🤣
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cieee kalah cepat cieee🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya aku bingung kaynaya berangkat dluan thu leonel kok tiba tiba aldaren yg sampe dluan🙄🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wahhh??😱😱😱 bapak negra leonel malu???? 🫣🫣🫣🫣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya sih😭😭😭😭😑
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kannnn😭😭😭😭😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
plis gk sanggup baca lanjutannya tkt bgt aku yg baca aku juga yg malu😭😭😭😭🤧
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 😭😭Apalagi aku, malu banget kak🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
gpp thor tpi hari ini tipel ya🫣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dih othor gk asik😑🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
eh visi misi mengejar leonel? 😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: shok aku
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
thor up lgi yokkkk/Slight//Slight//Slight/
wulan dari
kira" leonara itu Aira apa Leonel ya.
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wuahh triel nda thor/Curse//Curse//Curse//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver/ duhhh gk bisa aku
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: gk asik/Right Bah!/
total 2 replies
Mey Abimanyu
curiga Leon yg balas ini chat 😆😆😆
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
HAHAHHA kmau lucu sekali sih aira ya ampun🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: laginya oon banget😑🤧
total 2 replies
wulan dari
kira" Aira pilih Leonel apa daren ya klo pilih Leonel trs Daren gmna dan ko g ad kisah Aurora,valerio dan Malvin ya Thor
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Entah kak, pilihan yang syulitt🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kayanya gelang dukunnya manjur tpi km blm menyadarinya ra😭😭😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Kagak manjur kak, Leonel kagak klepek-klepek🤣🤣😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
buhhahhaha kasian sekali 🤣🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: lima juta hangus🤣🤣😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!