NovelToon NovelToon
Bayangkan Di Rumah Sendiri

Bayangkan Di Rumah Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Di balik kemewahan mansion Omerly, Zerya Clarissa Omerly hidup dalam dunia yang tak pernah memberinya hangat. Prestasi dihitung sebagai kewajiban, senyum dihargai sebagai topeng, dan setiap kata bisa menjadi kesalahan.
Hingga suatu malam di sebuah kafe, Zerya bertemu seorang pria yang bertolak belakang dengan dunianya—Javian Arka Talandra, CEO yang dingin namun misterius. Satu pertemuan itu membuat Javian merasakan sesuatu yang jarang ia rasakan di rumahnya yang hangat: rasa ingin tahu… dan rasa ingin melindungi.
Saat kedua keluarga bertemu dalam pertemuan bisnis, topeng Zerya mulai retak. Perlahan, Javian menyadari bahwa di balik penampilan sempurna, ada rahasia dan luka yang selama ini tersembunyi. Kini, di tengah intrik keluarga, ambisi, dan ekspektasi yang menekan, Zerya harus menemukan keberanian untuk menjadi dirinya sendiri—atau terus tersesat di bayangan rumahnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Panggung Global

The Royal Institution, London. Gedung bersejarah itu dipenuhi oleh para investor, pemerhati lingkungan, dan media internasional. Zerya berdiri di belakang panggung, menatap pantulan dirinya di cermin kecil. Ia mengenakan setelan suit formal berwarna midnight blue yang tajam dan elegan.

Tidak ada getaran di tangannya. Kata-kata Javian di mobil semalam—kontrol napasmu—terngiang seperti perintah militer yang menenangkan.

"Tiga menit lagi, Nona Zerya," ucap staf penyelenggara.

Langkah kaki mendekat. Javian muncul, tampil sempurna dalam setelan jas tiga lapis. Ia tidak memberikan kata-kata penyemangat yang manis. Ia hanya berdiri di samping Zerya, menatap panggung yang diterangi lampu spotlight.

"Ingat satu hal," ucap Javian tanpa menoleh. "Investor di luar sana tidak peduli siapa ayah Anda. Mereka hanya peduli pada solusi yang Anda tawarkan. Jika Anda gagal, itu adalah kegagalan profesional, bukan domestik. Pahami bedanya."

Zerya menoleh, menatap profil samping Javian. "Saya paham, Tuan Javian."

"Bagus. Sekarang keluar dan ambil apa yang seharusnya milik Anda."

Zerya melangkah ke atas panggung. Tepuk tangan riuh menyambutnya. Selama tiga puluh menit, Zerya memukau audiens. Ia memaparkan data dengan presisi, menjawab pertanyaan tajam dari wartawan ekonomi dengan ketenangan yang mematikan, dan menutupnya dengan visi yang sangat manusiawi tentang masa depan pesisir.

Ia bukan lagi bayangan Aldric. Ia adalah bintang utama.

Di sudut ruangan, Javian berdiri dengan tangan bersedekap. Ia tidak tersenyum, namun matanya tidak pernah lepas dari Zerya. Ia melihat bagaimana para taipan Eropa mulai berbisik kagum. Ia melihat bagaimana "senjata"-nya baru saja melepaskan tembakan pertamanya dengan sempurna.

Kemenangan itu mutlak.

Setelah acara selesai, sebuah jamuan koktail diadakan di aula utama. Zerya dikelilingi oleh orang-orang yang ingin menjabat tangannya. Namun, di tengah keriuhan itu, seorang pria dengan aksen Inggris yang kental mendekati Javian.

Julian Vane. Rival lama Javian dari firma ekuitas yang berbasis di London.

"Langkah yang sangat cantik, Talandra," Julian menyesap minumannya, matanya melirik ke arah Zerya yang sedang tertawa kecil—senyum profesional yang sangat indah—dengan seorang investor Jerman. "Menemukan berlian di tengah tumpukan debu keluarga Omerly. Ide jenius."

"Itu murni penilaian profesional, Julian," sahut Javian dingin.

"Tentu saja. Tapi hati-hati," Julian merendahkan suaranya. "Gadis itu terlalu terang. Di dunia kita, sesuatu yang terlalu terang biasanya menarik perhatian orang-orang yang suka kegelapan. Aku dengar beberapa firma mulai menyelidiki 'aset' barumu ini. Mereka mencari tahu seberapa kuat ikatannya dengan Talandra... atau seberapa mudah ia diputuskan."

Javian hanya menanggapi dengan senyum tipis yang dingin. "Coba saja. Tapi pastikan mereka sudah menyiapkan biaya pemakaman korporat sebelum melangkah."

Julian terkekeh lalu pergi, meninggalkan Javian dengan pikiran yang mulai beralih.

Zerya mendekat ke arah Javian, wajahnya tampak sedikit lebih cerah. "Bagaimana menurut Anda, Tuan Javian? Apakah asuransi Anda aman malam ini?"

Javian menatap Zerya. Di bawah lampu kristal aula, Zerya terlihat sangat mempesona—namun juga terlihat sangat rentan bagi mata-mata yang sedang mengincarnya.

"Aman," jawab Javian pendek. Ia lalu menyerahkan sebuah mantel wol pada Zerya. "Ayo pergi. Kita punya janji makan malam pribadi di The Shard. Tanpa pengawal. Tanpa kamera."

Zerya tertegun. "Tanpa pengawal? Bagaimana dengan Ayah saya?"

"Di gedung ini, Aldric punya mata," Javian melangkah menuju pintu keluar samping. "Tapi di London, aku punya jalan sendiri. Malam ini, Anda bukan wajah proyek. Hanya Zerya. Jika Anda berani."

Zerya menatap pintu keluar itu, lalu menatap kerumunan orang yang masih mencarinya. Ia tahu, melangkah keluar pintu itu berarti melanggar aturan emas Aldric untuk pertama kalinya secara total.

"Saya berani," ucap Zerya mantap.

1
Iqlima Al Jazira
next thor, kopi & vote untukmu👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!