" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan Cantika
Bukan Nadia yang bisa dengan semudah itu kalah dan menyerah untuk mendapatkan laki laki yang sudah sangat lama iya inginkan dan jika memang dirinya tak bisa bersama dengan Darrel maka Nadia pun akan merusak hubungan Darrel dengan pasangan barunya.
" memang apa yang salah dengan ucapan ku ?"
" ibu dari anak mu itu Alea bukan wanita itu yang bahkan baru saja masuk dalam kehidupan kalian " ucap Nadia yang merasa apa yang iya ucapkan tidak lah salah.
" bawa wanita ini pergi dari sini atau aku panggil security untuk mengusir kalian dari rumah ku ini " ucap Darrel yang langsung pergi meninggalkan ruang makan.
Greppp
Baru saja berbalik Nadia langsung memeluk Darrel tanpa rasa malu karena memeluk suami orang lain dan hal itu tak bisa Darrel biarkan dan dengan cepat Darrel mencoba melepaskan pelukan Nadia tapi Nadia malah mengencangkan pelukannya pada tubuh Darrel.
" apa kurang nya aku di banding wanita itu ?"
" kamu sudah mengenalku bahkan jauh sebelum kamu bertemu dengan wanita itu dan kamu sangat tau jika aku begitu berharap untuk bisa menjadi istrimu " ucap Nadia mencoba melakukan usaha terakhir untuk bisa membuat Darrel sadar jika dirinya jauh lebih baik dari Mala.
" terserah apa yang kamu pikirkan dan kamu inginkan " ucap Darrel yang akhirnya berhasil melepaskan pelukan Nadia dan kini sudah berbalik menatap ke arah Nadia yang memang terlihat sangat sedih saat ini.
" tapi aku dan Mala sudah menikah dan Cantika pun sangat bahagia memiliki Mala sebagai ibu sambungnya " ucap Darrel yang sebenarnya merasa kasihan dengan Nadia tapi apa mau di kata rasa itu tak ada di hati Darrel meski hanya setitik.
" aku yakin kamu pasti akan mendapatkan laki laki yang jauh lebih baik dari aku dan aku akan berdoa semoga saja kamu bisa segera mendapatkan laki laki yang lebih baik dari aku" ucap Darrel lagi.
" sudah ya ayo kita pulang " ucap Bu Sasti yang bisa melihat dengan sangat jelas jika Darrel tak pernah ingin menerima Nadia terlepas dari perjodohan yang iya tawarkan pada Darrel.
Bu Sasti pun langsung merangkul Nadia dan mengajaknya menuju kamar tamu tanpa ingin memakan atau menghabiskan sarapan yang bahkan belum sempat mereka nikmati.
Darrel langsung menuju kamarnya dimana Mala dan Cantika berada tapi saat berada di ambang pintu yang bahkan tidak Mala tutup terdengar isak tangis putri kecilnya yang penasaran sosok yang Nadia katakan tadi.
" bunda, memang siapa sebenarnya ibu kandung Tika ?"
" kenapa ayah begitu marah saat Tante Nadia menyebutkan nama orang yang katanya ibu nya Tika ?" tanya cantika dengan suara yang terbata bata karena bercampur tangis yang tak kunjung reda meski Mala sudah berusaha menenangkannya.
" bunda tak tau tapi yang bunda tau ayah pasti melakukan itu semua demi kebaikan Tika " ucap Mala yang ingat jika Darrel tak ingin siapapun menyebut nama mantan istrinya yang tak lain adalah ibu kandung Cantika apalagi di hadapan Cantika.
" sayang, maafkan ayah ya " ucap Darrel yang baru saja masuk ke dalam kamarnya dan hal itu langsung mendapat perhatian dari Cantika dan juga Mala.
" ayah, apa benar ibu kandung Tika itu bunda Alea ?" tanya Cantika yang masih penasaran siapa ibu kandungnya yang sebenarnya.
" sayang, tenang ya " ucap Mala sambil memeluk Cantika dan mengusap lembut punggung kecil itu.
" apa bunda Alea tak menginginkan Tika sampai sampai bunda Alea meninggalkan kita ?" tanya Cantika yang ingin mendapatkan jawaban yang jelas dari Darrel ayahnya.
" Bukan kah Tika sudah memiliki bunda Mala ?"
" apa ayah dan bunda Mala belum cukup untuk Tika ?" tanya Darrel yang tak tega melihat kesedihan di wajah putri kecilnya dan hal ini lah yang Darrel takutkan hingga akhirnya merahasiakan nama ibu kandung Cantika selama ini.
Cantika hanya menggeleng sedih tapi tetap saja rasa penasaran dan rasa rindu yang tak sepenuhnya bisa hilang meski sudah ada Mala di sisinya membuat Cantika merindukan sosok ibu kandung yang sudah melahirkannya ke dunia ini.
" maaf tapi ayah belum bisa menjelaskan semuanya saat ini " ucap Darrel yang memilih kembali keluar dari kamar setelah mengatakan semua itu pada putrinya.
" bunda, kenapa ayah tega sama Tika ?"
" Tika hanya ingin tau ibu kandung Tika ?"
" Tika hanya ingin melihat bagaimana wajah ibu kandung Tika, apa itu salah ?"
" apa ibu kandung Tika sudah meninggal ?" tanya Cantika yang malah menduga jika ibu kandungnya sudah meninggal tapi jika memang sudah meninggal harusnya ada pusara yang bisa menjelaskan semuanya.
" sayang, dengarkan bunda " ucap Mala yang harus bisa menjadi penengah untuk Darrel dan Cantika saat ini.
" beri bunda waktu untuk bisa menjelaskan sama ayah jika Tika berhak tau ibu kandung Tika sebenarnya "
" tapi Tika juga harus bisa memaklumi jika ayah butuh waktu untuk bisa menjelaskan semuanya sama Tika "ucap Mala yang langsung mendapat anggukan dari Cantika.
" sekarang Tika bobo saja dulu ya biar Tika tak sedih lagi " ucap Mala sambil membantu Cantika merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan benar saja tak butuh waktu lama bagi Tika untuk tertidur setelah menangis cukup lama.
Setelah yakin Cantika benar benar tertidur pulas, Mala pun keluar dari kamarnya yang ternyata berpapasan dengan Bu Sasti dan Nadia yang juga keluar dari kamar dengan kedua koper yang mereka bawa kemarin.
" ibu pergi dan ibu harap kamu bisa menjaga Darrel dan juga Tika " ucap Bu Sasti tanpa melihat ke arah Mala.
" ibu tenang saja tanpa ibu minta saya pasti akan menjaga suami dan anak saya " ucap Mala tapi langsung di bantah oleh Nadia.
" Tika hanya anak sambung mu bukan anak kandung mu !" ucap Nadia yang hanya ingin mengingatkan Mala tentang hubungannya dengan Tika.
" ikatan ibu dan anak tak harus karena pertalian darah atau rahim tapi ikatan itu bisa di bentuk karena kenyamanan dan penerimaan yang baik dari Cantika dan bagiku itu sudah lebih dari cukup untuk bisa mengikat hubungan ku dengan Cantika putri kecil ku " ucap Mala yakin.
Muak dengan kata kata yang keluar dari mulut Mala yang menurut Nadia hanya bualan manis belaka membuat Nadia pergi meninggalkan Mala dan rumah Darrel bahkan tanpa pamit karena baik Bu Sasti maupun Nadia tidak bisa menemukan Darrel di ruang keluarga dan juga ruang tamu rumah Darrel.
" Bu, maaf atas semua sikap saya yang kurang baik pada ibu " ucap Mala yang berhasil menghentikan langkah Bu Sasti yang baru saja akan melangkah keluar pintu utama rumah Darrel.
" tapi jika kelak kita bertemu lagi Mala harap kita bisa bertemu dengan situasi yang jauh lebih baik dari saat ini dan saat itu ibu sudah bisa menerima saya sebagai menantu ibu tanpa ada kebencian di dalamnya " ucap Mala tulus.
✍️✍️✍️ akan kah saat itu tiba nanti dimana hubungan Darrel Mala dan Bu Sasti bisa seperti keluarga yang sebenarnya ? Dan akankah Darrel memberitahu siapa ibu kandung Cantika pada putri kecilnya itu ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏