NovelToon NovelToon
Pengelana: Batas Negeri

Pengelana: Batas Negeri

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Action
Popularitas:154
Nilai: 5
Nama Author: Ashp

Semoga kalian suka ya.

Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.

Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.

Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelatihan Sengit

–Hari Kelima–

Hari kelima dan udara sudah terasa berbeda – lebih segar dengan sentuhan energi yang mudah dirasakan.

Kami berkumpul di area latihan khusus yang punya semua jenis elemen dalam satu tempat: tanah yang subur, kolam air yang jernih, area terbuka untuk udara, dan unggun kecil yang selalu menyala untuk api.

"Hari ini kalian belajar yang paling sulit – menggabungkan energi elemen yang berbeda," kata Master Gideon sambil berdiri di tengah kelompok.

"Setiap elemen punya kekuatan dan kelemahan masing-masing. Kalian harus belajar bagaimana membuat mereka bekerja bersama, bukan saling bertentangan."

Dia memberi contoh dengan menggabungkan energi tanah dan air – membuat tanah menjadi lendir yang bisa menangkap lawan tapi tidak menyakitkan.

Aku mencoba ikuti langkahnya: menarik energi tanah dari bawah kaki, lalu memanggil energi air dari kolam di sebelah. Tapi awalnya malah jadi tanah yang terlalu basah dan licin – bikin aku sendiri hampir terpeleset!

"Hahaha, tenang aja Liam!" teriak Naomi dari kejauhan, yang lagi berlatih nyalain api kecil di ujung jari tanpa bakar apa-apa. "Kamu terlalu cepet mau hasilnya!"

Olivia datang bantuin aku – dia ngajarin cara menggabungkan energi api dan tanah dulu biar lebih mudah.

Olivia: "Coba kamu tambahin sedikit energi panas ke tanahnya, jadi tanahnya tidak terlalu basah tapi tetap bisa dibentuk," katanya sambil tunjukin gerakan yang tepat.

Setelah beberapa kali coba salah, akhirnya berhasil. Aku bikin gundukan tanah yang hangat dan bisa dibentuk jadi berbagai bentuk – bahkan berhasil bikin patung kecil yang mirip dengan masing-masing teman kami.

"Wah kayak patung kecil kita ya!" teriak Lyra yang lagi asik bikin mahkota dari daun dan energi udara. "Kalian liat ini – kalau energi udara dikasih sentuhan energi tanah dari akar pohon, bisa jadi struktur yang kuat tapi ringan!"

–Istirahat di Taman Guild–

Pas jam istirahat, kami cari tempat teduh di taman kecil belakang Guild. Ada pohon besar yang selalu jadi tempat favorit banyak petualang buat bersantai.

Stella bawa bekal roti dan selai buah yang dia bikin sendiri dari bahan yang dibeli di pasar.

"Coba ini, aku belajar bikinnya dari ibu penjual roti di pasar," katanya sambil bagi-bagi roti. "Tambahin sedikit ramuan yang Lyra kasih, jadi rasanya lebih segar."

Olivia lagi asik ngobrol sama Master Kael tentang teknik api kuno dari klannya, sementara Naomi dan Lyra lagi main batu loncat kecil di pinggir kolam.

Aku duduk sendirian sebentar, nyoba rasain gabungan energi dari sekitar – tanah yang hangat, udara yang segar, air yang dingin, dan sedikit sentuhan api dari kejauhan. Rasanya kayak semua itu jadi satu kesatuan yang harmonis.

"Kalau kamu bisa rasain seperti itu terus-menerus," ujar Master Gideon yang tiba-tiba duduk sebelahku. "Kamu bakal jadi pemimpin yang bisa menyatukan semua kekuatan. Bukan cuma elemen aja, tapi juga orang-orang di sekelilingmu."

–Keesokan Harinya–

Hari keenam adalah latihan simulasi pertempuran dengan kondisi mirip medan sebenarnya.

Guild buat medan latihan yang kayak hutan kecil dengan rintangan berbagai macam – semak tinggi, parit dangkal, bahkan area yang sengaja dibuat kayak terkena energi gelap.

"Hari ini kalian bakal menghadapi boneka yang bisa ngasilin energi gelap kayak yang kalian temuin dulu," kata Captain Zara dengan tatapan serius. "Tapi kali ini kalian punya teknik baru – coba aplikasikan semua yang kalian pelajari!"

Pertempuran pertama kami masih agak kacau. Aku coba bikin perisai tanah tapi lupa gabungin energi udara jadi perisainya terlalu berat dan sulit digerakin.

Naomi terlalu fokus nyerang jadi lupa beli diri, dan Lyra yang mau bantu juga hampir kena serangan dari belakang.

"Komunikasi! Komunikasi yang jelas!" teriak Captain Zara dari kejauhan. "Liam kamu jadi pemimpin di lapangan – kasih perintah yang jelas buat masing-masing orang!"

Kali kedua kami mulai lebih baik.

Liam: "Naomi kamu serang dari depan dengan api yang terkendali – fokus buat bakar energi gelapnya aja!"

Naomi: "Oke siap! Stella tolong bantu dari sisi ya!"

Stella: "Siap! Aku bakal gunain energi air buat bantu bersihin energi gelap yang tersisa!"

Olivia: "Aku bakal bikin perisai api di sekitar kami – Lyra kamu bisa kasih dukungan dari belakang dengan energi udara!"

Lyra: "Oke! Aku bakal bantu liat gerakan lawan dan kasih sinyal kalau ada yang mau nyerang dari belakang!"

Dengan koordinasi yang jelas, kami berhasil mengalahkan semua boneka dengan mudah. Bahkan bisa membersihkan energi gelap yang ada di medan tanpa merusak apa-apa.

Saat latihan selesai, semua instruktur memberikan tepuk tangan dan senyum bangga.

–Malam di Penginapan–

Malam itu kami masak dan makan bersama di kamar penginapan. Aku bantu masak ikan bakar yang dibeli dari nelayan dekat sungai, Naomi bikin sambal pedas khas daerahnya.

Lyra bikin lalapan dari tanaman yang dia petik sendiri, Stella bikin sup sayuran, dan Olivia bikin makanan penutup dari buah bakar dengan saus api yang tidak terlalu panas.

"Kalau kita bisa selalu makan bareng kaya gini ya pasti enak," ucap Naomi sambil makan dengan lahap. "Padahal awalnya aku mikir kerja sama sama orang dari ras berbeda bakal sulit."

"Ya kan," sambung Stella. "Padahal kami semua punya tujuan yang sama – buat dunia jadi lebih baik dan ngalahin Awan Gelap itu."

Olivia ngambil botol minuman buah yang dia bikin sendiri. "Aku punya ide nih – kalau kita berhasil ngalahin Awan Gelap, kita harus bikin restoran yang jual makanan dari semua ras kayak gini. Pasti banyak yang mau datang!"

Kami semua tertawa dan setuju. Malam itu kami ngobrol sampe larut malam – ceritain pengalaman masing-masing, ngomongin rencana ke depan, bahkan nyanyi bareng lagu rakyat dari daerah masing-masing.

–Hari Ketujuh–

Hari terakhir kursus adalah ujian akhir – kami harus menghadapi tantangan yang lebih berat dari instruktur sendiri secara bergantian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!