NovelToon NovelToon
Suami Penggantiku Seorang Miliarder

Suami Penggantiku Seorang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lulaaaa

Delaney Harper ditinggalkan oleh tunangannya tepat di hari pernikahan mereka. Rumor perselingkuhannya menyebar dengan cepat, membuat ayah Delaney murka. Namun, ibu tirinya memiliki rencana lain.
Ia memaksa Delaney menikah dengan seorang pria yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikirannya.
Seorang pria bernama Callum Westwood.
Callum Westwood, CEO Westwood Corp, adalah sosok yang hampir tidak Delaney kenal, tetapi reputasinya dikenal oleh semua orang. Dingin. Kejam. Tak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Dan ironisnya… dia adalah tetangga Delaney, hanya dua blok dari rumahnya—meski mereka belum pernah sekalipun berbicara.
Selain menyelamatkan Delaney dari skandal kehamilan di luar nikah, pernikahan itu ternyata merupakan cara Callum untuk membayar sebuah hutang besar dari masa lalu. Hutang yang ia tanggung sejak sepuluh tahun lalu dan ia simpan rapat-rapat sebagai rahasia.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi sepuluh tahun lalu?
Dan bagaimana nasib pernikahan tanpa cinta ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

“Lo bajingan, Call!”

Mata kelam Callum menatap Rayhan seadanya. Mau dihujat seperti apapun itu bukan kesalahannya.

Salah sendiri Delanay menjadi istrinya, istri yang menjerat Callum ke dalam pernikahan laknat ini. Jadi jangan salahkan dirinya kalau dia perhatian pada Delanay, hanya sebatas agar dipuji orang.

“Hm. Gue emang terlahir sebagai bajingan," kata Callum enteng.

“Anjir!” Rayhan tertawa kasar.

“Gue bisa ngerti kalau sampe Delanay sakit hati. Lo bener-bener ahlinya nyakitin perasaan cewek.”

Sungguh, Rayhan tak menyangka tatkala mendengar cerita Callum. Bagaimana bisa pria itu pura-pura bermesraan dengan Delanay sampai foto kemesraan mereka beredar ke dunia maya, hanya demi mengubah asumsi publik?

Dasar, kampret.

Rayhan merasa kasihan pada Delanay. Wanita itu mendapat suami seorang iblis berhati dingin yang sungguh terobsesi pada hal tak seharusnya.

Lagipula, di mana sih hati nurani Callum? Meski Rayhan tau Callum lebih suka mendahulukan akalnya daripada perasaan, tapi setidaknya dia tidak boleh bersikap bajingan pada istri sendiri.

Oh, come on. Dia istrinya bukan wanita lain. Walaupun status Callum cuma suami pengganti, paling tidak bersikaplah baik kalau tidak mau terkena karma.

“Jadi, sekarang lo mulai move on dari dia?” tanya Rayhan penasaran.

“Hm.”

Alis Rayhan tertarik ke atas. Tak paham jawaban sahabatnya.

“Hm apa? Iya apa nggak? Atau jangan bilang lo cuma pura-pura benci dia padahal masih cinta? Ow, it's so klise, Bro. Gue harap kisah cinta kalian nggak persis kayak novel.” Itu pujian setengah ejekan.

Callum sendiri menarik napas lelah. Rayhan benar-benar pria bermulut wanita.

“Lo bisa diem nggak? Mulut lo berisik! Ganggu konsentrasi aja.”

Sejak tadi Callum sibuk membolak-balikkan laporan di tangannya, laporan yang tadi dibawa Rayhan. Oh, telinga Callum memang mendengarkan ocehan Rayhan, namun isi kepalanya penuh dengan angka flowchart.

Kenapa keuntungan bulan ini hanya naik sepertujuh persen? Apa para karyawannya mulai kehilangan ide untuk menambah kreatifitas?

“Yaelah, Bro. Nikmatin hidup selagi lo bisa,” ucap Rayhan sambil menyandarkan tubuh ke sofa ruang kerja Callum.

“Urusan pekerjaan bisa nanti. Gue sampe bela-belain ke sini, buat dengerin cerita malam pertama kalian. Gimana? Ada yang berhasil? Udah gol berapa kali?”

“Gol kepalamu!" desis Callum.

Ia kesal kembali diingatkan oleh hadiah Rayhan. Hadiah yang gilanya diberikan di detik terakhir Callum selesai ijab kabul.

Kalau itu berupa satu villa di Ubud, Callum akan menerimanya dengan senang hati. Tapi ini, satu kotak kondom, obat kuat, sampai lingerie wanita yang membuat Callum tega melemparnya ke tong sampah hotel. Tidak perlu diragukan betapa gilanya Rayhan.

Tawa pria itu menguar. “Siapa tau kan lo khilaf. Trus kebablasan."

Cih! Tidak akan.

Callum adalah pria paling tenang di jagat raya. Dia tidak akan kebablasan dan membuat dirinya menyesal di kemudian hari. Bahkan, insiden melihat Delanay setengah polos hanya dengan sehelai handuk pun, tak membuat Callum tergiur. See?

“Gimana proyek yang di Gianyar? Gue denger lo nyaris gagal gara-gara Narayanan?” Pertanyaan Callum berubah arah.

Rayhan menatap pria yang duduk di sofa depannya. Takjub, karena Callum benar-benar pintar memilih waktu yang tepat untuk mengalihkan pembicaraan.

“Yah, proyeknya baru gue selesain tadi pagi." jelas Rayhan.

Dunia bisnis tak semudah bayangan semua orang. Mungkin banyak yang berpikir bahwa bisnis membawa keberuntungan, cepat kaya, dan semua serba mudah. Tinggal panggil bawahan, lalu semua kelar.

Namun, itu bukanlah hal yang bisa dipakai untuk main-main. Di dunia, ambil contoh negara ini saja, banyak pebisnis handal yang menguasai di setiap bidangnya.

Sudah untung proyek Gianyar yang hampir kehilangan potensi bisa kembali Rayhan hidupkan berkat bantuan Narayanan. Kalau tidak, tamatlah riwayat Rayhan diomeli Ketua Dewan yang merupakan ayahnya sendiri.

Callum mengangguk paham. Setidaknya obrolan ini tidak lagi mengarah pada Delanay dan pernikahan mereka.

"Trus lo sendiri gimana?" tanya Rayhan kembali menegakan tubuh.

“Kemarin lo juga rebutan tender sama Narayanan kan? Dapet lo?”

Callum menggeleng. “Orang-orang itu tetep lebih percaya sama Narayanan. Sebenernya, cukup mengecewakan. Dilihat dari manapun ini semacam diskriminasi status sosial."

“Ah, Narayanan memang incaran para pebisnis kelas atas apalagi tender-tender besar. Jujur, gue nggak kaget sih."

Yang membuat Rayhan kaget justru saat mendengar Callum sudah membeli saham bobrok Harper seharga setengah dari yang dikatakan media. Tentu saja mengingat watak keras pria itu, Rayhan yakin Harper tidak akan bisa berkutik ataupun melawan.

"Tapi Bro?"

“Hm?” “Lo beneran udah nggak tertarik sama Delanay? Berusaha lupain cinta pertama lo?” Rayhan merasa harus bertanya dulu sebelum menyampaikan sesuatu yang mungkin akan membuat perasaan Callum uring-uringan.

“Nggak.”

“Beneran? Yakin?”

Callum berdecak. “Hm. Gue yakin seratus persen,” jawabnya datar, terus asyik mencoret-coret data yang menurutnya tidak valid.

Rayhan mengerucutkan bibir sambil mengangguk puas.

“Bagus deh kalau gitu. Karena dari yang gue denger, Elara sering curhat soal Sean yang berkali-kali dateng ke butik demi ngajak Delanay makan. Kayaknya tuh bocah naksir bini lo."

Pulpen di tangan Callum meleset, membuat garis panjang yang melenceng jauh dari proporsi angka.

“Apa?”

*****

“Nggak ada yang sempurna di dunia ini, Elara. Lo kira kita ini Tuhan?”

Delanay menatap langit-langit kamar Callum ketika teringat ucapannya pada Elara siang tadi. Astaga, apa dia sebegitu tertarik dengan Callum, sampai membela pria itu mati-matian.

Ingat, bagaimana Callum memperlakukan Delanay seperti alat untuk memuaskan keingintahuan para netizen? Itu masih membuat hatinya berdenyut nyeri.

“Kalau aja itu bukan Kak Callum, gue yakin membenci bakal semudah menekan tombol play." Wanita itu bergumam pelan dengan mata terus fokus pada warna hitam di sekitar kamar ini.

Callum terasa jauh. Seperti Delanay bermimpi untuk mendekati pria itu, padahal jelas-jelas Callum mendorongnya pergi, dan bertekad membangun jarak di antara mereka.

“Hufh....” Delanay menghela napas.

Kamar ini terasa kosong, redup, dengan aroma dan barang-barang Callum dimana-mana. Meski begitu Delanay tidak berani sedikitpun menyentuh benda sang suami kecuali bantal, selimut, dan alat mandi. Baju Delanay masih di dalam koper. Rasanya segan untuk memindahkannya ke walk in closet pria itu.

“Setidaknya tiga bulan," lirih wanita itu tiba-tiba, “setidaknya tiga bulan, sampe gue bisa nambahin tabungan buat hidup sendiri."

Hidup tanpa Callum, tanpa Westwood, juga tanpa menyandang nama Harper.

Yap. Keputusan ini sudah Delanay pikirkan sedari tadi sore ketika menemukan komentar-komentar orang lain di sosmed. Bukan karena komentarnya, justru Delanay tak ingin terus merepotkan orang lain.

Tok-tok-tok

Pintu diketuk dari luar membuat Delanay lantas melirik jam dinding, pukul 8 malam. Apakah ada sesuatu yang terjadi?

“Siapa?”

“Ini saya, Non.” Suara Mbak Nunung menyahut agak keras.

Delanay lekas turun dari posisinya menyandar di kepala ranjang, lalu berjalan mendekat menuju pintu. Ketika dibuka Mbak Nunung melempar seulas senyum.

“Ada apa, Mbak?” Delanay melebarkan pintu kamar. Siapa tau Mbak Nunung butuh masuk. Tapi sepertinya wanita itu hanya punya keperluan sebentar.

“Non Delanay dipanggil ke bawah sama Tuan dan Nyonya. Mau diajak makan malam,” jelas wanita paruh baya yang dari Delanay datang, sudah bersikap baik padanya. Serius, semua orang di bawah naungan Westwood benar-benar menerima Delanay tanpa memandang aneh sekalipun.

“Kalau gitu aku nyusul, Mbak.”

Mbak Nunung melirik laptop yang terbuka di atas ranjang. Delanay pasti sedang bekerja di saat dirinya datang. “Jangan lama-lama ya, Non. Kasian Tuan sama Nyonya."

Seberkas senyum terbit di bibir Delanay. “Siap.”

Selepas kepergian Mbak Nunung ke lantai bawah, Delanay kembali menutup pintu. Dia perlu mematikan laptop dan merapikan kekacauan di ranjang. Kertas yang berserakan, juga meteran pita di sana tampak berantakan. Dalam hati Delanay mendesah minta maaf untuk Callum. Sudah berani menguasai ranjangnya sampai membuatnya bukan Callum sekali.

Ah, ngomong-ngomong soal Callum. Delanay yakin malam ini Callum sudah kembali ke apartemennya. Mereka sudah berpisah seusai makan siang.

“Sini, Sayang,” cetus Clara ketika melihat Delanay muncul dengan piyama garis-garis.

Tersenyum pada Clara dan Ethan, Delanay lantas berjalan mendekat. Dia memilih duduk di kursi depan Clara. Harusnya ini kursi Callum. Tapi tidak mungkin kan Delanay malah duduk menjauh?

“Nah, sekarang ayo pilih. Jangan sungkan, Nak.”

Delanay mengamati Clara yang meletakan piring ke depannya. Kemudian wanita itu cekatan mengambil piring sang suami, mengisinya dengan nasi dan sayur juga beberapa lauk. Ethan yang dilayani pun mengatakan 'terima kasih, Sayang'

Bolehkah Delanay iri?

“Lho malah bengong?” tegur Clara. “Ayo, ambil sendiri. Inget, di sini kamu itu anak Mama. Jadi jangan ragu-ragu melakukan apapun yang kamu mau.”

“I-iya, Ma. Terima kasih."

Bukannya harus iri. Delanay harus bersyukur ada orang sebaik Clara dan Ethan.

BRAK

Belum sempat Delanay mengambil sayur asem, suara dobrakan pintu mengejutkan semua orang. Membuat mereka menoleh ke asal suara. Di sana, di ambang pintu dapur, Callum datang dengan ekspresi marah. Ada apa? Kenapa pria itu menatap marah pada Delanay?

“Pah, apa Komi Cafe punya catatan hitam?” tanya Callum cepat.

“Hah?”

Dan melongolah semua orang di ruangan tersebut. Callum ini kesurupan apa sampai menanyakan hal di luar nalar? Kenapa sampai mencari catatan hitam Komi Cafe segala? Delanay tentu tau itu kafe milik Sean, teman Elara.

“Well,” Clara mulai buka suara, “seberapa sopan kamu membanting-banting pintu, Sayang?”

1
Mia Camelia
lanjut lagi thor, seru banget ih sama pasangan ini.
thor sekali2 kasih tau dong siapa yg perkosa delanay? penasaran banget deh😔😂
Mia Camelia
rayhan somplak banget ngegodaiin delanay🤣
Mia Camelia
sereem ah , calum jdi pembunuh😔
Mia Camelia
hahaa rayhan terlalu ngarep menang🤣🤣🤣
Mia Camelia
nah gitu dong ada yg mulai duluan👍☺☺☺☺
mantap thor😂
Mia Camelia
parah nih gosip nya🤣
Mia Camelia
ya jonathan naksir delanay kahh???
Mia Camelia
calum jdi posesif ya😂😂😂mantap nih
Mia Camelia
hahaaha kasian banget dion hrz bolak balik🤣🤣🤣sabar ya
Mia Camelia
kak ayo update lgi🤣
Mia Camelia
ayo up date lgi thor☺
Mia Camelia
lanjut thor, 😄😄😄
jadi pingin cepet2 ngliat mereka ke pesta🥰
Mia Camelia
so sweet banget deh 🥰🥰🥰
Mia Camelia
callum udh mulai posesif kalii yaa🤣🤣🤣
Mia Camelia
sean jdi terlibat terus yaa😔
Mia Camelia
hahaaa callum jdi suka iseng yaa🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
wah...wah...calum udh mulaj kebakaran jenggot nih😂😂😂
makin seeruuu nih🥰
Mia Camelia
waduh 🤣🤣🤣calum akting nya mantapp👍👍👍
Mia Camelia
thor ayo up lagi, ya ampun cerita nya bagus banget😄
Mia Camelia
ini kenapa callum yg jdi bucin yaa??🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!