Pertemuan Elina dengan Alex seorang mafia kejam yang dikenal dengan julukan "Raja Iblis" memiliki kekuasaan diberbagai wilayah, Alex yang memiliki masa lalu kelam dan telah melakukan banyak kekejaman dalam mencapai kekuasaannya, tetapi ia memiliki prinsip untuk melindungi yang lemah dan tidak berdaya.
Ketika seorang wanita muda bernama Elina dikejar oleh geng rival, ia berlari menuju klub malam mewah yang terkenal dan ternyata merupakan milik Alex, untuk menghindari kejaran geng rival dan mencari perlindungan Elina pun memasuki klub malam tersebut.
Di dalam klub tersebut Elina tak sengaja bertabrakan dengan Alex, Alex yang terkejut mencoba untuk mencerna apa yang terjadi pada wanita yang menabraknya. Elina yang tak tau siapa itu Alex, langsung meminta pertolongan padanya. Pertemuan ini pun menjadi awal dari cerita yang akan penuh dengan aksi, romansa dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MY QUEEN ATRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Rahasia
Malam itu, suasana rumah Alex terasa tegang. Udara disekitar kompleks mewah itu terasa dingin, namun tidak ada angin yang bisa menenangkan suasana. Elina duduk di ruang keluarga, menatap layar monitor yang menampilkan seluruh sudut rumah. Anak buah Alex bergerak dengan terarah, setiap langkah terukur, setiap tatapan waspada. Ia tahu sesuatu besar akan terjadi dan tebakan Elina benar.
Ponselnya berdering dan nomor Alex muncul dilayar ponselnya, Elina mengangkat dengan hati berdebar.
"Elina… tetap di tempatmu dan jangan keluar. Aku akan keluar sebentar untuk urusan penting" suara Alex terdengar tenang, tapi ada nada serius yang membuat Elina merasa khawatir.
"Ur… urusan penting? Dengan siapa?" Elina bertanya, suaranya gemetar.
"Musuh lama, Marco" jawab Alex singkat sebelum menutup telepon. Elina menatap ponselnya, jantungnya berdebar. Ia tahu bahwa dunia Alex tidak pernah ramah, dan pertemuan ini pasti berbahaya. Elina merasa khawatir jika sesuatu buruk terjadi pada Alex.
Beberapa menit kemudian, Alex keluar dari rumah, langkahnya tegas dan tenang. Anak buahnya mengawal dari kejauhan, menjaga jarak dan memastikan tidak ada gangguan. Elina melihat dari jendela, menahan napas, menyadari satu hal, pria yang beberapa hari lalu menolongnya kini berjalan ke medan perang nyata, medan yang berbahaya, gelap, dan penuh rahasia.
Di sebuah gudang tua di pinggiran kota, Alex bertemu dengan sosok yang sudah lama menjadi musuhnya, yaitu Marco. Tatapan mereka saling bertemu, tegang dan dingin, tidak ada kata basa basi hanya aura ancaman yang terasa di sekujur tubuhnya.
Marco tersenyum tipis, terlihat licik.
"Alex… sudah lama kita tidak bertemu, tapi aku tahu kamu akan datang ke sini. Dan… aku punya satu hal untuk Elina, orang yang sepertinya berharga bagimu" ucapnya, menyinggung nama Elina dengan nada mengancam. Alex menatapnya dingin dengan wajah tegas.
“Dia aman..... tapi aku ingin tahu, sampai kapan kamu akan mengganggu hidupku dan orang-orangku?” ucap Alex singkat, penuh ketegasan.
Elina terus berjalan mondar-mandir di ruang monitor menunggu Alex pulang, ia hawatir jika sesuatu buruk terjadi padanya, menyadari bahwa pria yang selama ini menolongnya kini menunjukkan sisi kejam yang sebenarnya.
Dilain sisi percakapan itu berubah dengan cepat menjadi pertarungan yang sangat sengit. Marco yang berusaha mencoba memancing Alex, memanfaatkan informasi yang ia dapat tentang rumah, staf, dan bahkan informasi tentang Elina.
Namun Alex tetap tenang, setiap gerakan dan kata-katanya terukur, menunjukkan pengalaman dan kekuatan seorang penguasa dunia gelap.
Di saat itu, Elina mulai memahami permasalahan Alex. Ia bukan sekadar pria protektif, tapi ia adalah pemimpin yang harus menghadapi musuh, ancaman, dan rahasia gelap setiap hari. Tatapan dinginnya, langkahnya yang mantap, dan cara ia mengontrol situasi membuat Elina kagum sekaligus takut.
Setelah beberapa jam, pertemuan itu berakhir. Alex kembali ke rumah, langkahnya tenang tapi aura kekuasaannya terasa berat. Ia masuk ke ruang keluarga, menatap Elina.
“Kamu baik-baik saja?” tanya Alex singkat, nada protektifnya muncul di balik ketegasan. Elina menelan ludah.
“Ya… aku baik,” jawabnya pelan. Tapi dalam hatinya, ia tahu ia baru saja melihat sisi lain dunia Alex, sisi kejam, protektif, dan penuh strategi.
"Bagaimana dengan, apa kamu baik-baik saja. Apa ada yang terluka" ucap Elina, kini ia yang menjadi protektif pada Alex. Alex tersenyum tipis mendegar pertanyaan dan eaksi Elina.
Alex duduk di sofa, menatap Elina “Musuh lama akan terus mengintai. Kamu harus tetap waspada, belajar cepat, dan percaya pada instingmu. Aku akan mengawasi setiap langkahmu, tapi kamu harus mulai belajar bertahan dengan kemampuanmu sendiri,” ucap Alex.
Elina menatap Alex, menyadari satu hal penting. Ia tidak hanya harus mengandalkan Alex, tapi juga mulai mengembangkan kemampuan sendiri untuk bertahan hidup dan mengandalkan diri sendiri. Elina tidak ingin terus bergantung pada Alex.
Malam itu, Elina duduk di balkon rumah, menatap kota yang berkilau. Ia merasa lelah, tapi juga kuat. Ia mulai memahami dunia baru yang ia masuki, dunia yang kejam, penuh ancaman, dan penuh rahasia. Namun ia juga mulai menyadari satu hal, rasa aman yang diberikan Alex, meski datang dengan sisi kejam, memberinya peluang untuk bertahan dan belajar.
Di balkon rumah Alex. Hujan turun deras membasahi sudut-sudut kota yang tak pernah benar-benar tidur. Lampu-lampu jalan bersinar terang di antara kabut malam, menciptakan bayangan panjang yang bergerak seolah hidup. Di lantai atas, ia menatap hamparan kota dari balik kaca besar yang retak di sudutnya. Ia mengingat kata Alex tadi sebelum dia pergi menemui musuh lamanya.
"Jangan ikut campur malam ini" ucap Alex tanpa menoleh, suaranya rendah, tegas, dan tak memberi ruang untuk bantahan.
"Aku tidak akan mengganggu" jawab Elina pelan.
"Aku hanya ingin tahu… siapa yang akan kau temui?" ucap Elina pelan
Ia terdiam sejenak. Hanya suara hujan yang menghantam kaca menjadi pengisi keheningan.
"Musuh lama" tegas Alex.
Dua kata itu cukup membuat jantungku bergetar. Saat itu Elina melangkah mendekat pada Alex
"Apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengannya?" tanya Elina lirih.
"Aku akan membuat kesepakatan dengannya" ucap Alex.
"Apa kau mempercayainya, apa dia bisa dipercaya?" Tanya Elina terheran.
Alex kembali menatap wajah Elina yanh terlihat hawatir setelah ia bertemu dengan musuh lamanya. "Aku tidak percaya padanya" ucap Alex.
"Lalu kenapa, kamu ingin membuat kesepakatan dengannya?" tanya Elina.
"Karena musuh dari musuhku… tetaplah alat yang berguna" ucap Alex.
Elina terdiam saat mendengar ucapan Alex. Benar dunia yang dia hidupi begitu berbeda dari duniaku dulu. Di sini, tak ada hitam dan putih. Hanya abu-abu yang dipenuhi darah dan pengkhianatan.
"Apa kau takut?" tanya Alex tiba-tiba tanpa menoleh pada Elina.
"Aku akan memberikan jawaban jujur......Ya....." ucap Elina
Alex berbalik, mendekat hingga jarak kami hanya sejengkal. Tangannya terangkat, menyentuh pipiku dengan lembut, kontras dengan reputasinya yang kejam.
"Aku akan melindungimu, bagaimana pun caranya" tegas Alex.
"Bahkan jika itu berarti perang besar?" tanya Elina.
“Ya..... meski itu berarti perang.” jawab Alex.
Petir menyambar di luar, menerangi wajahnya yang tegas dan tak tergoyahkan. Dalam kilatan cahaya itu, aku melihat dua sisi dirinya, penyelamatku… dan mafia paling berbahaya di kota ini.
Dan malam itu, di antara hujan dan bayangan masa lalu, sebuah aliansi rapuh terbentuk.
Aliansi antara dua pria yang pernah saling percaya, lalu saling mengkhianati. Namun jauh di sudut kota, seseorang mungkin sedang tersenyum melihat pertemuan itu terjadi.
Karena terkadang, pertemuan rahasia bukanlah awal perdamaian, melainkan awal kehancuran yang telah direncanakan dengan sangat rapi. Dan aku, tanpa sadar, telah berdiri tepat di tengah pusaran badai itu.
kak lanjut epsd 3 dong 🔥🔥