NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

"Ren, Reno perutku mulas ini. Tolong bawa aku kerumah sakit sekarang". Pinta Melinda

"Apa sih Mel, aku sibuk".

"Hey aku mau lahiran ini".

"Hah berisik banget sih". Reno mengambil kunci mobil dan membawa perlengkapan istri dan anaknya.

Setibanya di rumah sakit Melinda sudah mengalami permbukaan 8 dan beberapa jam kemudian dia sudah mengalami pembukaan 10 tidak lama bayinya bersama Reno keluar dengan selamat.

Reno yang awalnya marah kini perasaannya mulai mereda setelah melihat anaknya, seorang anak laki-laki lahir dengan selamat dan dia adalah darah daging Reno dan Melinda.

"Maaf ya". Kecupnya pada jidat Melinda

"Lain kali jangan begitu lagi ya, aku ini istri kamu loh Ren".

"Iya iya. Sudah kamu istirahat aja dulu ya aku mau urus administrasi dulu".

Melinda mengangguk, tidak lama setelah Reno keluar dari ruangan ibunya Melinda masuk ke dalam kamar secara diam-diam agar anak majikannya itu tidak melihatnya.

"Bagaimana kondisimu Lin?".

"Ibu? Ibu ngapain di sini pulang sana nanti ketahuan Reno".

"Ibu hanya khawatirkan kamu sama anak kamu".

"Kami baik-baik saja, sudah pergi sana". Usir Melinda pada ibunya.

Selesai melakukan administrasi Reno menelpon ayahnya untuk membayar semua biaya rumah sakit Melinda dan anaknya dan ayahnya pun langsung melakukannya. Reno merasa nyaman dengan ayahnya yang begitu memanjakannya bahkan sekarang dia sudah di belikan sebuah mobil baru, namun karena masalah di kantor ayahnya semakin dingin padanya, ya itu memang kelalaiannya dalam memilih karyawan yang ternyata mata-mata dari perusahaan saingan ayahnya dan kini mereka menjadi lebih sukses dengan dokumen perjanjian ayahnya yang bernilai triliunan yang telah di curi oleh karyawan barunya.

{Ini terakhir kalinya ayah akan bantu kamu, ingat Reno anak dan istrimu itu tanggung jawabmu}. Akhir sebuah telpon di seberang sana.

{ya ayah}. Jawab Reno singkat dan mematikan telpon ayahnya.

Besoknya mereka pulang kerumah utama dengan bayi yang baru Melinda lahirkan, keluarganya sedang berkumpul di ruang santai dan Melinda ikut duduk di sana.

Mama Ray merasa heran dengan Melinda yang ikut duduk bersama. Namun dia tidak peduli dan masih lanjut berbincang dengan menantu dan kedua putranya, Melinda akhirnya masuk kedalam kamarnya karena tidak ada seorangpun yang peduli dengannya bayinya.

"Kenapa keluargamu tidak peduli dengan kami?". Tanya Melinda pada Reno

"Ya mana ku tau, lagian kamu ngapain ikut duduk sama mereka".

"Kan ini cucu dan keponakan pertama mereka, harusnya keluarga kamu antusias kan sama dia".

"Sudahlah Mel aku cape".

"Ren?".

"Lagian nh yah Mel kenapa orang tuamu tidak pernah mengunjungimu, lagian sekarang mereka kan punya cucu".

"Katanya mereka sibuk Ren, belum bisa kesini lagian ayahku kan sibuk banget ngurusin kerjaan, apalagi mama aku dia bolak balik ke luar negeri terus mengurus produknya".

"Hmmmm".

"Kenapa kamu selama pacaran denganku tidak pernah mengenalkan aku pada mereka".

Wajah Melinda sekarang pucat pasi dengan pertanyaan Reno, bagaimana dia bisa lupa untuk mengenalkan Reno pada orang tuanya, namun jika dia tau siapa sebenarnya Melinda dia mungkin akan meninggalkannya.

"Tidak, tidak, tidak boleh itu sampai terjadi". Batin Melinda

"Nanti kalau mereka nggak sibuk aku bakal kenalin kok kamu sama mereka".

"Ya sudah aku mau berangkat ke kantor dulu"

"Loh? Kamu nggak ambil cuti?".

"Kalau aku cuti potong gaji ya malas lah aku".

Reno kemudian pergi ke kantor, dia tidak mau cerita pada Melinda bahwa dia telah di turunkan menjadi karyawan biasa, jika dia melakukan kesalahan lagi maka dia akan di turunkan menjadi OB.

Dirumah Melinda hanya bersantai karena bayinya sedang tidur, dia juga meminta bibi untuk mengurus semua keperluannya tentu saja bibi di rumah keluarga Wilder setuju karena dia adalah anak dan cucunya.

Beberapa minggu kemudian di rumah keluarga Wilder mengadakan makan malam rutin bersama keluarga, Melinda merasa heran dengan kehadiran Leana dia bukanlah anggota inti keluarga suaminya, tapi dia selalu dapat undangan bahkan Leana sekarang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.

Selesai makan malam Leana memutuskan jalan-jalan di taman belakang sambil menunggu Ray yang sedang membicarakan masalah pekerjaan pada ayah dan kakaknya.

Melinda mengikuti Leana dan siapa sangka dia bersama Reno sekarang.

"Lea ku mohon balik ya sama aku, aku masih ada rasa sama kamu Lea".

"Gila ya kamu Ren? Kamu sudah punya anak istri lagian kamu juga kan yang ninggalin aku".

"Aku salah Lea, kita balikan ya".

"Nggak bakalan, lagian kakak kamu jauh lebih baik dari kamu tau nggak".

"Tapi kan yang merebut kesucianmu itu aku".

Plak sebuah tamparan keras menghampiri wajah Reno.

"Ini nggak ada apa-apanya dengan apa yang ku rasakan selama ini Ren, kamu itu memang lelaki bejat, lelaki yang tidak bertanggung jawab bahkan kamu berani mendekati cewe lain sementara istri dan anakmu nungguin kamu".

Tangis Leana pecah dan Reno hanya melihat kepergian Leana yang masuk ke dalam rumah sambil menangis.

Dan sebuah kebetulan Leana berlari ke arah Melinda sedang berdiri melihat mereka berdua.

"Aw". Leana kesakitan pada tangannya yang di tarik oleh Melinda

"Apa sih Mel?".

"Kamu baru saja godain suami aku kan". Marah Melinda pada Leana

"Godain gimana? Pacarku lebih tampan dari suamimu itu untuk apa aku godain manusia nggak tau diri kaya dia".

"Nggak usah banyak alasan kamu, aku lihat sama mata kepalaku sendiri".

"Terserah kamu mau bilang apa Mel, yang jelas aku nggak godain suami kamu, harusnya kamu tanya sendiri sama dia, dia bilamg apa sama aku, baru kamu bisa marah-marah sama aku. Minggir yah memang cocok sih kalian berdua".

Leana menarik tangannya dari genggaman tangan Melinda.

Tanpa menoleh ke mama Ray dan Isabella, Leana langsung masuk ke kamar Ray dan menutupnya dengan keras.

"Hmp dasar wanita tidak tau diri". Gumam Melinda.

Isabella yang duduk di samping Melinda pun bisa mendengar ucapan Melinda.

"Nggak tau diri? Maksud kamu siapa?". Tanya Isabella

"Oh nggak kak tdi aku mergokkin Leana sama Reno di taman belakang. Dia masih ngejar-ngejar Reno".

"Hah Leana ngejar Reno? Nggak salah kamu?". Isabella tertawa terbahak-bahak.

"Bella kenapa nak".

"Nggak itu ma kata Melin, katanya Lea ngejar Reno ditaman belakang". Jelas Isabella pada mama mertuanya

"Nggak masuk akal banget kamu Mel, Ray yang tampan dan mapan begitu masa Leana mau sama Reno lagi mimpi banget". Mama Ray ikut-ikutan mengomentari

"Jelas-jelas aku lihat sendiri ma". Bela Melinda

"Sudah-sudah mana Leana".

"Kayaknya ke kamar Ray ma".

"Oh ya sudah biar dia tenang dulu di sana".

"Loh nggak bisa begitu ma, dia itu bukan siapa-siapa Ray nggak boleh main masuk-masuk kamar, sini biar Melin yang suruh dia keluar". Ucap Melinda dengan lantang.

"Bukan siapa-siapa? Apa maksudmu?". Tanya Ray yang baru saja keluar dari ruang kerja ayahnya

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!