NovelToon NovelToon
Boy Is My Future Wife

Boy Is My Future Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Kejutan yang Freya siapkan untuk William berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki pria itu berselingkuh. Tanpa niat melabrak, Freya justru merekam pengkhianatan tersebut dan bersumpah akan membalasnya.
Namun, sebelum rencananya selesai, Freya diculik dan dipaksa menerima perjodohan dengan Steven, pria dingin dan berkuasa.
Menolak tunduk, Freya kabur dan menghancurkan karier William dengan menyebarkan video perselingkuhannya.
Tapi, masalah tidak berhenti di sana. Steven murka karena Freya melarikan diri. Ia mengerahkan anak buah untuk menangkap gadis itu, tanpa menyadari bahwa mereka akan bertemu dengan cara yang tak terduga, yang mana Freya menyamar sebagai laki-laki, dan menjadi bodyguard barunya dengan nama Boy.
Kedekatan mereka memicu konflik yang lebih berbahaya, saat Steven mulai merasakan perasaan terlarang pada sosok yang ia yakini sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Denis mondar-mandir di ruang keluarga dengan wajah kusut. Dasi yang sejak tadi ia longgarkan kini benar-benar ia tarik lepas, dilempar asal ke sofa. Nafasnya berat, dadanya naik turun menahan amarah yang kian menumpuk.

"Ini gila," gerutunya kasar. "Sudah berapa banyak pengusaha yang kita temui, tapi tidak ada satu pun yang bersedia memberikan dana."

Rena menyilangkan tangan di dada, wajahnya sama tegangnya. "Bukan mereka yang salah. Masalahnya, syarat dari investor itu tidak bisa kita penuhi."

Denis berhenti melangkah, menatap istrinya tajam. "Lalu, kita harus bagaimana sekarang?" bentaknya. "Tidak ada yang bersedia membantu kita!"

"Mau bagaimana lagi?" Rena ikut meninggikan suara. "Steven tidak mau menikah dengan putri Tuan Bayu." Ia mengepalkan tangan. "Dan bodyguard sialan itu, kenapa dia belum juga menghubungiku?"

Denis mendengus sinis. "Heh. Dia pasti sudah menipumu."

"Itu tidak mungkin," sahut Rena cepat. Nada suaranya begitu yakin dan arogan. "Orang miskin seperti dia pasti tergiur pada uang. Aku yakin itu."

Denis menghela napas kasar, lalu menoleh ke arah William yang sejak tadi duduk santai, jarinya sibuk menelusuri layar ponsel, seolah dunia di sekitarnya tidak ada artinya.

"Kau!" Denis meraih bantalan sofa dan melemparkannya tepat ke arah William. "Dasar tidak berguna!"

William terlonjak. "Pa! Kenapa Papa marah padaku?" gerutunya kesal.

"Kau itu putraku yang paling Papa sayang," geram Denis, mendekat. "Tapi, kau tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Papa!"

"Bukan aku tidak bisa," William berdiri, membela diri. "Tapi aku—"

"Kalau begitu, kau saja yang menikah dengan putri Tuan Bayu," potong Denis.

William membelalakkan mata. "Apa?!" pekiknya. "Aku tidak mau, Pa! Aku sudah punya Grace! Lagipula, putri Tuan Bayu itu terkenal sedikit gila!"

"Diam!" sentak Denis. 'Ini bukan soal perasaan! Kita harus segera mendapatkan dana. Kalau tidak—" rahang Denis mengeras, "perusahaan kita benar-benar akan bangkrut."

Rena membuka mulutnya, hendak bersuara, tiba-tiba—

Bip.

Notifikasi ponselnya berbunyi.

Wanita itu refleks meraih ponselnya. Begitu membaca isi pesan, keningnya langsung mengerut, dan tatapannya berubah.

"Ada apa?" tanya Denis curiga.

Rena mengangkat wajahnya perlahan. "Pelayan Steven melapor, ada wanita di mansion Steven. Dan... sepertinya mereka sedang bertengkar."

"Wanita?" ulang Denis. Matanya menyipit. "Jangan-jangan... itu kekasih Steven."

Rena terdiam sejenak. Lalu, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis, dingin dan berbahaya.

"Kalau benar begitu, bukankah itu bagus?"

Denis menatapnya, mulai menangkap arah pikirannya.

"Papa bisa memanfaatkan ini," lanjut Rena. "Bujuk Steven agar benar-benar putus dengan wanita itu. Lalu, dorong dia untuk menikah dengan putri Tuan Bayu."

William menelan ludah. "Mama benar-benar licik."

Rena menoleh, tersenyum tipis. "Ini bisnis, Sayang. Dalam bisnis, yang lemah akan dikorbankan._

Denis tertawa pendek. "Kalau begitu, kita gunakan celah ini dengan baik."

...****************...

Keesokan harinya, Steven bersiap berangkat ke kantor seperti biasa. Ia menuruni anak tangga dengan langkah tegap, rahang mengeras, dan sorot mata yang terasa jauh lebih dingin dari biasanya.

Namun, begitu mencapai anak tangga terakhir, dadanya mendadak terasa kosong.

Tidak ada Boy di sana.

Steven menarik napas dalam, menekan perasaan yang tiba-tiba menyusup tanpa izin. "Kita ke perusahaan sekarang," perintahnya singkat.

“Tapi, Tuan, Anda tidak—" ucapan Miko terputus ketika Steven sudah lebih dulu melangkah melewatinya. "Baik, Tuan," sahut Miko akhirnya, lalu menyusul.

Tapi, langkah keduanya terhenti tepat di depan pintu saat melihat pemandangan di hadapan mereka, membuat Miko refleks ternganga.

"Selamat pagi, Tuan."

Miko melebarkan mata, maju beberapa langkah. "Boy? Apa yang kau lakukan? Kenapa kau—" Kalimatnya menggantung saat pandangannya jatuh pada para bodyguard yang tergeletak di lantai, meringis kesakitan.

"Oh!" Freya melirik sekilas ke arah mereka dengan ekspresi nyaris tidak bersalah. " Aku terpaksa melakukannya karena mereka menghalangiku."

"Tapi, kau—" Miko kehilangan kata-kata. Ia segera menghampiri para bodyguard, membantu mereka berdiri satu per satu, masih tampak syok dengan apa yang terjadi.

Berbeda dengan Miko, Steven justru berdiri kaku. Pandangannya tertuju pada Freya, tepat di pelipisnya yang terluka. Tangannya mengepal tanpa sadar, menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dadanya.

"Untuk apa kau datang?" suara Steven terdengar dingin, dan datar. "Nona besar sepertimu tidak seharusnya berada di sini."

"Aku juga ingin begitu," balas Freya santai. "Tapi sayangnya, aku terikat kontrak dengan seseorang." Ia mengangkat salinan kontrak di tangannya, seolah sengaja menantang.

Steven menarik napas dalam-dalam. Tanpa mengatakan apa pun lagi, ia kembali melangkah, masuk ke dalam mobil.

Beberapa detik kemudian, Freya ikut masuk, disusul Miko yang segera mengambil posisi di balik kemudi. Mobil pun melaju, meninggalkan halaman yang masih dipenuhi sisa kekacauan dan ketegangan yang belum benar-benar reda.

Sepanjang perjalanan menuju perusahaan, suasana di dalam mobil terasa mencekik. Tidak ada yang membuka suara. Mesin mobil berdengung monoton, seolah ikut menegaskan jarak di antara mereka.

Steven menatap lurus ke depan, rahangnya mengeras. Ia sama sekali tidak melirik Freya, seakan keberadaan wanita itu tidak lebih dari bayangan di kursi depan. Padahal, dari sudut matanya, ia bisa melihat luka di pelipis Freya yang mulai membiru.

Freya sendiri menggenggam salinan kontrak itu erat-erat. Dadanya sesak, tapi ia memaksa diri untuk tetap duduk tegak. Jika hari ini ia goyah, maka semuanya akan benar-benar berakhir.

Mobil berhenti di pelataran perusahaan.

Begitu turun, Steven langsung melangkah masuk tanpa menunggu. Aura dingin dan dominan, membuat para karyawan spontan menunduk hormat. Sedangkan, Freya mengikuti di belakangnya.

Keduanya masuk ke dalam lift khusus. Baru ketika pintu lift tertutup, Steven akhirnya bersuara, "Jangan salah paham," ucapnya tanpa menoleh. "Aku mengizinkanmu ikut hanya karena kontrak itu."

Freya mengangguk pelan. "Aku tidak berharap lebih."

Lift berhenti di lantai eksekutif. Steven keluar lebih dulu, langsung menuju ruangannya. Begitu pintu tertutup, ia melempar jasnya ke sofa, menjatuhkan dirinya di kursi, dan memijat tengkuknya kasar.

Freya berdiri beberapa langkah di belakang dengan ragu.

"Apa lagi yang kau inginkan?" Steven berbalik tiba-tiba. Tatapannya tajam, menusuk. "Bukankah kau sudah puas mempermainkan ku? Menyamar, berbohong, membuatku terlihat seperti orang bodoh."

"Aku tidak pernah mempermainkan mu," balas Freya, dengan suara bergetar.

"Cih, aku tidak percaya," dengus Steven.

Freya melangkah mendekat, menahan sakit di pelipisnya. "Jika kau mengijinkan, aku akan menjelaskannya padamu. Tapi yang jelas, aku tidak mau kehilanganmu."

Kata-kata itu membuat Steven terdiam sejenak. Dadanya berdenyut, tapi wajahnya tetap dingin.

"Kau sudah kehilanganku sejak kau memilih berbohong," jawabnya pelan, namun menyakitkan.

Freya menelan ludah. Matanya berkaca-kaca, tapi ia tidak menangis.

"Baiklah. Kalau begitu, izinkan aku tetap di sisimu sampai kontrak ini berakhir. Setelah itu, jika kau masih ingin aku pergi, aku akan melakukannya tanpa menoleh lagi."

Steven memalingkan wajahnya. Tangannya kembali mengepal.

"Lakukan sesukamu. Tapi, jangan berharap aku akan memaafkan mu dengan mudah."

Freya mengangguk. Meski dadanya terasa perih, setidaknya satu hal pasti, Ia diperbolehkan untuk tetap di sisi Steven. Dan bagi Freya, itu sudah lebih dari cukup untuk terus bertahan.

1
yumna
steve ayo lawan merka smeua
+62 al
happy fasting kaka gemoy❤️
🏫⃟Sᵐᵖpocing😹
marhaban ya ramadhan ka thor🙏
🇦 🇵 🇷 🇾👎
penasaran jg
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
np korupsi kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
lp kn boy... skrg freya🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mokondo anjg.. ud lakor.. licik hdp pulak kau babi.... kpn mt ny mrk
🇦 🇵 🇷 🇾👎: ya lh kk🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kasian
🇦 🇵 🇷 🇾👎: bnr... jgn biar kn mokondo tu dkt" ayag beibh😡
total 2 replies
yumna
eh jngan sMpe tuh william macam"
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Biar aja dia macem-macem, siapa tahu, Stepen yang untung 😆
total 1 replies
yumna
miko mata"dadynya evelin kah....?
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hohoho/Applaud//Applaud/
total 1 replies
ana
lanjut thor.bagus
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak 💜
total 1 replies
yumna
jangan sampe yaaa denis rena william ngingau d tempat acra 🤣🤣🤣🤣ngaku freya pacrnya
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Wah, bahaya inih😆
total 1 replies
yumna
jangan berantem xan ber2 yaaa🤭🤭🤭
indriyanii
wah salah paham STEV..tpi itu kan kata Miko..apa Miko kerja sama dengan di rena ya
yumna
miko mta"untk siapa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next... miko o miko.... jgn"😡
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Jangan-jangan, apa? /Chuckle/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
miko aq crg jg sm dy
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Miko anak baik😆
total 1 replies
shabiru Al
lhooo miko... ? dia memberi laporan sama siapa ya... jadi miko itu pengkhianat juga apa gimana...
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Tidak mungkin /Scream/
total 1 replies
yumna
surh tlfn rena yg jd mata"nya 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!