Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Engagement L&A
Gianna sedang memasang satu set perhiasan permata green sapphire dibantu oleh dua asisten yang dibawa oleh penata busana ternama di Nederland mereka juga yang merancang gaun keluarga serta gaun Ambar Rompies di acara pertunangan mereka.
Gianna menatap dirinya dalam cermin begitu cemerlang dan anggun dalam balutan gaun merah dipadu perhiasan hijau yang menghiasi telinga dan leher, seketika Gianna teringat pada masa lalu disaat dirinya berusia lima tahun saat ibunya selalu bertanya "apa cita-cita Gianna," dengan polosnya Gianna kecil selalu menjawab "menjadi princess," Gianna sedikit berkaca-kaca untuk saat ini melihat diri sendiri yang kini terlihat seperti putri dari kerajaan, kehidupan selebritis menjadikan dia tidak asing dengan perhiasan mewah dari berbagai jenis brand namun itu hanya di jadikan sebagai teknik marketing brand untuk menarik sorotan publik dan menujukan koleksi melalui selebritis, namun berbeda dengan kali ini di mata Gianna dimana dia bisa menggunakan perhiasan permata sapphire sebagai koleksi pribadi dengan alasan David selalu memberi hadiah dalam bentuk perhiasan.
Saat sedang menganggumi diri sendiri Gianna di kejutkan oleh seseorang yang datang dari balik pintu "Gianna?" panggil suara tersebut Gianna berbalik arah dan melihat siapa yang datang "Mommy??" jawab Gianna, Haryati Rompies mendekat, Gianna menggapai pelukan sang ibu yang sudah merawat, satu kecupan mendarat di ujung rambut sebelah kanan "Mommy merindukan kamu nak," kalimat disana "Gianna juga merindukan Mommy," lanjut Anna "Yang benar saja kamu tidak pernah menjenguk Daddy dan Mommy," keluh wanita paru baya "Mommy jika Gianna tidakk," "kamu sibuk aku mengerti," lanjut Haryati tidak memberikan kesempatan Gianna berbicara hal itu menimbulkan wajah cemberut pada Gianna "Haha mommy bercanda tidak masalah selesaikan tugas mu dan pulang jenguk kami," pesan Haryati Gianna tersenyum disana, "Mommy Kau selalu cantik," Ujar Gianna yang menatap wanit itu saat sedang menata rambut di hadapan cermin Haryati menoleh dan tersenyum.
"Gianna" panggil dia "Yes mom," saut Anna "Ambar akan menikah mommy sedikit ragu," keluh Haryati "CK, mom tidak perlu hawatir, Ambar telah dewasa ini keputusan dia kita doakan saja Ambar sudah lebih baik," Ujar Gianna menenangkan, Haryati membalas elusan tangan Gianna yang sebelumnya ada di bahu kanan dia, "Tiga puluh menit acara akan di mulai mari kita turun," ingat Haryati "ah benar Gianna sudah siap," Ujar Gianna sedikit membetulkan lipstik merah itu.
Mata David tidak pernah lepas dari wanita yang ada disampingnya, David selalu mengagumi Gianna tanpa henti itu menjadi bagian favorit dia sekarang sedangkan disisi lain Gianna masih fokus pandangan kedepan seakan mengabaikan David yang ada disana, mata Gianna berkaca-kaca terharu dengan keberlansungan acara Lamaran Ambar dan Lebas, sembari tersenyum sesekali dan terus berdoa untuk keduanya Gianna lebih merasa haru dan bahagia melihat sahabatnya sudah berada di jenjang lebih serius di hubungan yang sekarang, Gianna yang menyadari air matanya hampir jatuh dia memilih memasang kacamata hitam yang minimalis pada wajah dia, David yang menyadari itu merangkul bahu Gianna supaya lebih dekat.
Pertunangan berlangsung dengan lancar, kini keluarga Lebas dan keluarga Ambar berada di meja makan panjang untuk makan malam bersama dengan David dan Gianna yang bergabung, "David aku harap kamu segera menika tidak mungkin menjadi bujang tua," Kalimat Lebas, "sialan kau," jawab David di iringi tawa semua yang ada disana "Aku memang akan menikah tapi-" kalimat itu tertahan saat dirinya melirik Gianna, Gianna yang menyadari itu merasa canggung.
Sedangkan Clifton Rompies disana mengetahui apa yang ada di dalam isi pikiran anak gadisnya, "mungkin Gianna masih butuh waktu, tapi jangan terlalu lama Gianna," Ujar Clifton yang mana di jawab anggukan dan senyuman kikuk "understood Dad," Kalimat itu.
devvuholic