NovelToon NovelToon
KEISTIMEWAAAN AZAM

KEISTIMEWAAAN AZAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Horror Thriller-Horror / Matabatin / Hantu / Mata Batin
Popularitas:223
Nilai: 5
Nama Author: Alfrelen

kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

" udah sekarang dengarkan, rencana kita tidak akan pergi ke rumah itu, kita akan menangkap anak itu aja " ucap Mbah Pono

" aduhhh mbah, cuma gara gara kerang aja kita sampai culik anak anak ? gak lah mbah aku gak mau ikut " kata Juber

" kali ini aku setuju sama Juber mbah, kenapa mesti harus culik anak anak mbah " timpal Tandil

Mbah Pono yang mendengar keberatan anak buahnya juga terdiam. Mbah Pono lalu berpikir lagi untuk merubah rencananya.

" terus kali ini kita mau rencana gimana ? apa kalian gak ada ide sama sekali " ucap Mbah Pono

" aku sebenarnya ada ide mbah, tapi keknya mbah gak akan setuju dengan ide aku mbah " kata Juber

" emang apa ide kamu ber, awas kalau idemu itu bikin aku emosi " wanti wanti Mbah Pono

" kalau gitu aku gak jadi kasih ide Mbah, dari pada aku kena semprot mbah lagi. lagian mbah emosian orangnya " kata Juber mengurungkan niat memberi ide

Mbah pono seketika jadi geram dengar Juber yang ngomong begitu. " maksud kamu apa ber ! aku emosi karna kamu juga tau gak ! "

" gak ada maksud apa apa mbah, aku takut aja sama marahnya mbah " kata Juber

Mbah Pono mengatur napas pelan pelan untuk menenangkan emosinya. " ya udah aku gak akan marah, coba jelaskan ide kamu "

" yakin mbah, gak marah " kata Juber meyakinkan lagi

" yakin juberrr, bilang aja apa idenya " ucap Mabh Pono sambil tersenyum menahan geramnya dari tadi

Tandil yang melihat itu mulai cemas, karena apa yang di bilang Juber pasti Mbah akan meledak emosinya.

" sebenarnya ngapain kita repot repot cari kerang gitu mbah, mending kita cari kerang yang lain aja. dari pada kek gini gak jelas juga kerjaan kita " ucap Juber dengan santainya

Mbah pono sudah mulai memerah mukanya, karena sejak tadi dia menahannya. ibarat film kartun sudah keluar asap panasnya.

Tandil begitu juga, dia sudah menebak pasti bakalan aneh idenya Juber, Tandil hanya bisa mengelus dadanya.

Plakkkk,,,

Mbah Pono sudah tidak tahan lagi dan langsung melayangkan tangan dewanya dan mengenai kepala Juber.

" hadeuhhh,,,sakit mbah ! kenapa geplak kepalaku Mbah ? Mbah kan udah janji gak akan marah sama ide ku " protes Juber

" emang kamu bener bener tolol, idiot, gak ada otak !! apa apan ide kamu itu, kamu tau gak benda pusaka itu cuma ada satu ! kamu pikir aku ngambil benda itu untuk bikin nasi goreng seafood haaaahhh " maki Mbah Pono

agar tidak makin panas susana di kamar itu, Tandil kemudian angkat bicara. " sudahh mbah sabar, Juber emang gitu orangnya. kalau gak begini aja Mbah kita minta bantuan aja sama kenalan Mbah. mana tau bisa kita ambil benda tersebut "

setelah mendengar saran Tandil, Mbah mulai mereda emosinya. dia berpikir kembali dengan apa yang di ucapkan Tandil.

" kamu benar ndil, ada baiknya kita minta bantuan supaya kita bisa mengambil benda tersebut. ya udah sekarang kalian tinggalkan ruangan ini aku mau berpikir dengan siapa aku minta tolong " ucap Mbah Pono

Juber dan Tandil keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan Mbah Pono sendirian. mereka keluar dan duduk di warung tak jauh dari tempat penginapan.

" sial banget aku ndill, entah apa dosaku sampai kek gini nasib aku. ngerjain tugas salah, kasih ide salah, semua serba salah " keluh Juber

" sumber masalahnya ya di otak kamu ber. bisa bisanya kamu kasih ide begitu, aku pun kalau jadi Mbah bakalan marah juga berr sama kamu " ucap Tandil

" kan aku ngomong apa adanya ! udah tau susah banget itu ambil barang, masih juga di paksa buat ambil " kata Juber merengut

" omingan kamu bener tapi di tempat yang salah ! dah lah, capek juga aku liat kamu berr, gak ada berubahnya kamu " ucap Tandil pusing

" aku sebenarnya bisa aja itu keplak kepala si Mbah dengan idenya tadi. Malah lebih parah ide dia lagi, masa di suruh culik anak " kata Juber

Tandil bener bener pusing dengan pemikiran Juber. apa gak tau posisi apa saat ini dia, Tandi hanya geleng geleng kepala saja.

malam harinya Pak Fathir sudah di rumah, mereka ada di meja makan. termasuk ada rahma juga.

"yah, ibu mau cerita kejadian tadi pagi " ucap Wati

" cerita apa buu ? emang ada kejadian apa tadi pagi " kata Fathir

" Azam tadi pagi ada ngobatin anaknya Pak Agil, terus Azam di kasih amplop dan isinya 500 ribu Yah " jelas Wati

Pak Fathir kaget mendengar penjelasan istrinya dan Rahma juga sama kagetnya.

" beneran mbak, coba mbak cerita. aku penasaran deh " sahut Rahma

" iya bu coba ceritakan " timpal Fathir

Ibu Wati kemudian menceritakan kejadian tadi pagi hingga menceritakan Ibu Susi yang anaknya juga dapat sampai membuat Ibu Susi curiga.

" azam ayah senang kamu membantu orang tapi lain kali jangan di terima ya nak, kita harus ikhlas bantu orang " ucap Fathir ke Azam

" Azam juga udah nolak Yah, cuma Azam di paksa untuk terima, jadi Azam gak bisa nolak lagi Yah " kata Azam

" Kalau emang kamu udah nolak dan di paksa tadi ya gak apa apa, tapi usahakan di tolak. biar Allah aja yang bayar dengan pahala " ujar Fathir

" iya Yah, Azam akan coba seperti yang Ayah bilang, tapi azam juga ikhlas Yah buat nolong orang " kata Azam

sang ayah tersenyum kepada anaknya, walaupun anaknya masih kecil tapi sudah berpikir bijak.

" keponakan bibi emang mantap, keren kamu zam. ngomong ngomong sebenarnya bibi juga mau minta bantuan kamu Zam " ucap Rahma

" bantuan apa bi, kalau emang bisa Azam bantu " kata Azam

" sebenarnya ada teman bibi yang sakit udah sebulan juga, tapi gak sembuh sembuh, mana tau kamu bisa nyembuhinnya " jelas Rahma

" azam sih mau bantu bi, tapi harus izin juga sama ayah dan ibu " kata Azam

Pak Fathir dan Ibu Wati langsung menyetujui permintaan Rahma, asal azam tidak terjadi apa apa ketika di bawanya pergi.

Selanjutnya Rahma menjelaskan bahwa temannya ini sakit lemas dan terbaring saja di tempat tidur. Terkadang suka bermimpi buruk, sampai tidak mau tidur takut bermimpi buruk lagi.

" besok kita pergi ya Zam, sekitar jam sepuluhan lah " ucap Rahma

" iya bibi, Azam ikut bibi aja " kata Azam

keesokan paginya Rahma sudah bersiap siap untuk pergi ke rumah temannya.

Azam masih ada di kamar bersama Kanendra dan juga si gundul. Azam menceritakan tentang teman bibinya yang sakit.

" sepertinya ada sesuatu yang janggal Zam dengan teman bibi kamu. kalau begitu Om akan ikut kamu nanti " ucap Kanendra

" Raden, Azam aku ikut ya ! masa aku di tinggal sendiri di sini " merengek tuyul minta ikut

" gimana Zam, apa si gundul kita bawa apa di tinggal aja " minta saran Kanendra ke Azam

Azam melihat tuyul yang mukanya di buat sedih agar di izinkan ikut. melihat itu Azam tertawa karena tuyul terlihat begitu lucu dengan mimik muka seperti itu.

" hmmm, gimana ya Om, Azam pikir dulu ya Om " ucap Azam yang ingin mengerjai si tuyul

si tuyul tampak terlihat sedih ketika mendengar Azam masih pikir pikir lagi untuk membawanya pergi bersama.

1
Andri Ristianto
seperti nya bagus nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!