Seribu tahun setelah Era Kegelapan yang hampir menghancurkan tatanan alam semesta, Yun Tianxing—kultivator tertinggi dan penjaga keseimbangan antara Dunia Bawah dan Dunia Dewa—menemukan dua artefak legendaris: Darah Phoenix Abadi dan Jantung Naga Suci. Dalam upaya untuk memperkuat diri agar bisa mengantisipasi ancaman tersembunyi, ia memakan jantung naga dan meminum darah phoenix. Namun, kombinasi kekuatan kedua makhluk mistik tersebut terlalu besar untuk tubuhnya, menyebabkan guncangan hebat yang mengancam nyawanya. Sebelum meninggal, ia menciptakan sebuah benih ajaib, memasukkan seluruh energi Qi dan pengetahuan kultivasinya ke dalamnya.
Benih itu jatuh ke Dunia Fana dan memasuki tubuh Haouyu, putra mahkota Kekaisaran Lian yang baru lahir. Tak lama kemudian, kekaisaran keluarga Lian runtuh akibat peperangan besar dengan klan musuh. Untuk menyelamatkannya, ibunya menyerahkan dia kepada seseorang untuk membawanya meninggalkan istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26.a LEMBAH IBLIS — RERUNTUHAN ENERGI KUNO
Gerbang Warisan yang Terlarang :
Hembusan napas Fenrir masih terasa panas di udara ketika duel itu berakhir. Sisa uap air dan percikan api menggantung seperti kabut bercahaya di tengah lembah kecil yang sunyi. Tanah retak, bebatuan meleleh di beberapa titik, dan permukaan kolam kristal bergetar halus oleh resonansi energi yang belum sepenuhnya mereda.
Fenrir, Sang Singa Api Berbulu Emas, menatap Haouyu dengan mata merah menyala yang kini tidak lagi dipenuhi niat membunuh—melainkan pengakuan.
“Teknik mu belum sempurna,” katanya dalam gema telepati yang berat namun tenang, “tetapi keseimbangan hatimu menjaga kekuatanmu tetap stabil. Itu lebih langka daripada bakat.”
Tubuh raksasanya mengecil, api di bulunya meredup menjadi kilau keemasan lembut.
Tiga hari berikutnya mengubah segalanya.
Di tepi Sumur Energi Bumi Tua, Haouyu duduk bermeditasi tanpa henti. Energi sumur tidak mengalir seperti sungai—ia berdenyut seperti jantung dunia. Setiap gelombang energi yang masuk tidak hanya memperkuat inti kultivasinya, tetapi juga memurnikan jalur meridian dan memperdalam sinkronisasi antara elemen Api dan Air di dalam tubuhnya.
Awalnya dua energi itu saling bertabrakan.
Lalu saling menekan.
Kemudian—perlahan—mereka mulai berputar.
Berputar seperti dua naga yang mengejar ekor satu sama lain di dalam dantiannya.
Pada hari kedua, aura di sekitar tubuh Haouyu mulai membentuk spiral biru–merah yang stabil. Pada hari ketiga, spiral itu berubah menjadi pusaran bercahaya dengan inti keemasan tipis—jejak pertama resonansi dengan Energi Dunia Dasar.
Fenrir mengamati dari kejauhan tanpa mengganggu.
“Dia tidak hanya menyerap,” gumam sang penjaga kuno, “dia menyesuaikan diri.”
Ketika mata Haouyu terbuka di pagi hari ketiga, dunia tampak berbeda. Udara bukan lagi kosong—ia memiliki arus. Tanah bukan sekadar tanah—ia berdenyut pelan. Bahkan sinar matahari terasa memiliki tekstur energi.
Level kendali elemen: meningkat.
Kepadatan inti energi: naik satu tahap setengah.
Stabilitas dual-elemen: terbentuk fondasi.
Namun peningkatan kekuatan selalu datang bersama ujian berikutnya.
Dan ujian itu sudah menunggu.
Fenrir berdiri di jalur keluar lembah sumur.
“Aku tidak akan menahan mu,” katanya. “Tetapi jalur setelah ini bukan wilayahku. Energi yang kurasakan… bukan milik makhluk hidup.”
“Reruntuhan?” tanya Haouyu.
“Warisan. Penjara. Atau makam,” jawab Fenrir. “Kadang ketiganya adalah tempat yang sama.”
Haouyu membungkuk hormat. “Terima kasih atas bimbingannya.”
Fenrir menatapnya lama.
“Ada sesuatu dalam darahmu yang tidak biasa, anak muda. Jika kau bertahan hidup di depan—kita akan bertemu lagi.”
Itu bukan ucapan perpisahan. Itu janji takdir.
Semakin dalam Haouyu memasuki Lembah Iblis, vegetasi berubah bentuk. Pohon-pohon tidak lagi tumbuh lurus—mereka melintir seperti pilar yang pernah terkena badai energi. Daun-daun memancarkan cahaya samar. Tanah kadang terasa ringan, kadang berat—indikasi fluktuasi medan energi bawah tanah.
Binatang buas tidak terlihat.
Itu lebih mengkhawatirkan.
Setelah satu jam perjalanan, dia mencapai lereng terbuka. Di bawahnya terbentang cekungan batu raksasa—seperti kawah yang dipahat, bukan terbentuk alami. Tebing melingkar penuh ukiran simbol kultivasi kuno yang saling terhubung membentuk lingkaran formasi raksasa.
Di tengahnya berdiri kubah reruntuhan.
Setengah roboh. Setengah utuh.
Namun seluruhnya… masih aktif.
Energi berlapis-lapis berputar di udara—Api, Air, Angin, Tanah, bahkan jejak Petir Halus. Tidak liar—tetapi terkunci dalam pola.
(“Tempat pengajaran tingkat sekte kuno…”) bisik Haouyu.
Saat kakinya menyentuh lantai simbol, seluruh formasi menyala keperakan.
Cahaya naik seperti tirai.
Suara kuno bergema:
“Resonansi dunia terdeteksi. Kandidat sinkronisasi diizinkan masuk.”
Bukan ancaman. Bukan peringatan.
Seleksi.
Haouyu duduk bersila secara naluriah. Energi kuno mengalir—tetapi bukan sekadar kekuatan. Ini adalah informasi teknik.
Diagram peredaran energi.
Metode penggabungan elemen.
Struktur formasi pertahanan jiwa.
Teknik-teknik ini jauh melampaui kurikulum sekolah kultivasi modern.
Namun di antara aliran itu—ada gangguan.
Dingin.
Berat.
Terikat.
Seperti sesuatu yang disegel… namun mendengar kedatangannya.
Retakan muncul di dinding bagian dalam kubah.
Batu runtuh.
Tanah bergetar.
Keluar sosok raksasa batu hitam dengan simbol gelap berdenyut di seluruh tubuhnya. Mata merah menyala seperti bara neraka yang tak pernah padam.
Patung Pengawal Kuno — Unit Segel
Level: Transformasi Tubuh Tahap Akhir.
Mode: Aktif.
Status: Korupsi Energi Gelap 37%.
“Pengakses warisan tidak terdaftar,” suaranya menggema seperti dua batu gunung digesek.
“Status: potensi pembawa kunci.”
Haouyu langsung berdiri, energi Api–Air berputar di lengannya.
“Jika kau penjaga,” katanya tenang, “maka uji aku. Jika kau korup—aku akan menghentikan mu.”
Patung itu mengangkat lengannya.
Langit kawah meredup.
Formasi lantai berubah warna—mode pertempuran aktif.
Serangan pertama datang bukan sebagai pukulan—tetapi tekanan gravitasi.
Udara menjadi berat.
Batu retak.
Haouyu hampir berlutut.
“Formasi penekan ranah…” desisnya. “Ini bukan sekadar penjaga.”
Dia memutar pusaran Api–Air di dantian, menciptakan lapisan penyangga internal. Tekanan berkurang 30%.
Cukup untuk bergerak.
Patung melangkah. Tanah meledak di bawah kakinya.
Pukulan turun seperti palu gunung.
Haouyu tidak menahan—dia mengalir.
Teknik baru hasil resonansi sumur muncul secara naluriah:
Langkah Arus Berlawanan
Tubuhnya bergeser mengikuti jalur energi, bukan ruang fisik—membuat pukulan raksasa itu hanya menyentuh bayangan panasnya.
“Deteksi: teknik arus dunia,” gumam penjaga batu. “Validasi kandidat meningkat.”
Namun serangan berikutnya meningkat tiga kali lipat.
Tinju kedua mengandung gelombang kejut energi gelap.
Haouyu mengangkat kedua tangan:
Perisai Dual Spiral — Api & Air
Perisai berlapis memutar menahan benturan—retak—tetapi tidak pecah. Ledakan energi menyebar ke samping, memahat dinding kawah.
Lengan Haouyu mati rasa.
“Beratnya… di atas Fenrir,” gumamnya.
Dia tidak bisa menang dengan benturan langsung.
Maka dia mengubah strategi.
Mengamati.
Setiap simbol di tubuh patung menyala sebelum serangan.
Urutan menyala \= pola aliran energi.
Pola \= jalur inti.
“Intinya tidak di dada… di punggung.”
Titik kendali.
Namun dijaga oleh lapisan batu tebal.
Butuh penetrasi — bukan daya ledak.
Haouyu menggabungkan energi:
Api — kompresi.
Air — penetrasi.
Energi kuno — stabilisasi struktur.
Teknik baru terbentuk.
Telapak tangannya bersinar biru di dalam merah.
Tombak Uap Naga
Dia tidak menembak.
Dia menusuk jarak.
Teknik itu melesat sebagai garis tipis — menembus, bukan menghantam.
Tembus tiga lapisan batu.
Simbol di punggung patung berkedip kacau.
Raksasa itu berhenti.
Untuk pertama kalinya — mundur setengah langkah.
“Konfirmasi,” katanya pelan, “kandidat memiliki hak akses parsial.”
Namun justru itu memicu mode berikutnya.
Seluruh simbol hitam berubah merah gelap.
“Mode Penghapusan Ancaman diaktifkan.”
Energi gelap meledak.
Langit kawah retak seperti kaca.
Haouyu tersenyum tipis.
“Bagus,” katanya lirih.
“Sekarang baru terasa seperti ujian warisan sungguhan.”
Aura Api–Air berputar lebih dalam — dan inti keemasan hasil Sumur Energi Bumi Tua mulai bersinar.
Pertarungan sesungguhnya baru dimulai.
...****************...
Warisan yang Memilih Pewaris :
Ledakan energi gelap mengguncang kawah reruntuhan seperti dentuman genderang langit. Seluruh ukiran simbol di dinding tebing menyala merah tua, seolah sistem pertahanan kuno yang tertidur ribuan tahun akhirnya sepenuhnya terbangun.
...~BERSSMBUNG~...